Love Me Please My Wife

Love Me Please My Wife
Spoiler 4



Gengs, karna ini hanyalah sebuah Spoiler, maka Isi babnya tidak beraturan ya, bisa jadi salah satu bab mereka ada yang di awal, tengah dan akhir.


Anggap saja jika ini hanyalah sebuah Iklan.


Jadi jangan tanya kenapa kok Gak ada misi peneyelamtan dan kenapa langsung umur 10 tahun?


Ingat baca judul ya ! Ini hanyalah Spoiler, yang artinya hanya cuplikan-cuplikasn cerita saja 🙏🏻


Selamat menikmati 🙏🏻


Jangan lupa di like dulu ya 🥰🙏🏻


Baiklah, kita akan bersama-sama membalaskan dendam dari orang tua kita masing-masing dengan saling membantu, dan itu akan sangat-sangat menarik bukan." Seru Griffin dengan senyum puasnya.


Plaakkkk Lyla memukul lengan Griffin dengan keras. "Aduuhh Lyla kenapa kamu memukul ku," keluh Griffin mengusap lenganya yang di pukul Lyla.


"Karna orang tuaku belum mati, jadi kita tidak sama-sama, tapi aku akan membantu kalian." Ucap Lyla yang membuat ketiganya tertawa bersama.


Ke esokan harinya, saat ini ketiganya telah bersiap untuk menjalankan misi pertama mereka, yaitu melakukan penyelundupan Narkoba ke salah satu mobil Tank yang akan mereka temui di jalan nanti.


Bisa di bayangkan bukan, bagaimana serunya dan bahayanya Aiden melepaskan anak-anaknya untuk menjalankan Misi berbahaya di usia dini seperti ini.


Namun untuk melatih mereka, hal ini harus di lakukan sampai saatnya nanti mereka bertiga bisa menghadapi dunia yang sebenarnya.


Dengan santainya Zein mengendarai sebuah mobil yang akan mengalihkan beberapa box Narkoba ke Tank lainya yang akan di bantu oleh Grffin, Lyla dan Derry.


Mereka akan menukar Box yang sedang di incar oleh polisi menjadi box kosong tanpa isi. Agar polisi tidak bisa mendapatkan barang bukti hasil penyelundupan mereka.


“Yeyy, berhasil,” seru mereka di saat berhasil menukarkan box itu dengan rapi dan cepat.


Mereka bertiga melakukan tos ria sebagau celebrete kesuksesan misi pertama mereka.


“Ini sangatlah menyenangkan dan aku suka ini,” seru Lyla yang menyukai misi seperti ini.


Namun berbeda dengan Griffin yang malah hanya menampilkan wajah datarnya.


Derry mendekat kea rah Griffin dengan merangkul bahunya.


“Oh ayo lah teman, ini hanyalah sebuah permainan, jangan terlalu serius seperti itu,” ucap Derry.


Griffin hanya mengedikan bahunya singkat sebagai tanda bahwa dia akan cuek, “sebenarnya masih banyak sekali permainan yang lebih seru dari pada ini, cuman ya mau gimana lagi, ini adalah bagian dari latihan kita kan,” balasnya dengan santai.


“Ya seperti itulah,” sahut Lyla yang juga bingung ingin meniawab apa.


Sampai akhirnya Zein memberhentikan Tank yang dia bawa ke sisi jalan, lalu dia turun untuk melihat keadaan anak-anak yang terlihat senyap.


“You all okay?” tanya Zein.


“Ya, We are okay, why not?” Sahut Lyla dengan bertanya lagi.


“Paman hanya ingin memastikan keadaan kalian saja,” jawab Zein dengan perasaan canggung di buat oleh anak-anak.


Anak-anak hanya terlihat cuek tak perduli dengan ucapan Zein, membuatnya hanya tersenyum tipis tak percaya jika anak-anak akan lebih dingin dari pada sifatnya.


Merasa semuanya baik-baik saja, Zein kembali mengemudikan Truknya agar bisa cepat ke Markas.


Sesampainya di Markas, anak-anak tidak di biarkan istirrahat. Kali ini mereka mendapatkan misi menyelinap masuk di subuah Markas besar musuh keluarga ini untuk mendapatkan sebuah Cip yang katanya sangat penting.


Griffin,Lyla dan Derry langsung masuk ke dalam sebuah pesawat yang memang sudah ada Yang menunggu mereka di dalam.


Dengan keberanian melompat dari pesawat satu ke pesawat yang lainya, mereka berhasil menyelinap masuk ke dalam pesawat musuh dan mulai menembak lawan-lawanya.


Dorr,,doorr,,dorr.


Ketiganya membunuh siap saja yang menghalangi jalan mereka, benar-benar terlihat seperti pembunuh profesional. Padahal siapa saja tidak akan menyangka jika usia sekecil itu sudaj bisa menyelesaikan banyak misi. Dan bahkan sudah membunuh banyak lawan dan melewati tantangan yang ada.


“Sampai pada di mana mereka menemukan musuh utama yang memegang Cip, Griffin langsung mengarahkan pistolnya ke kepala pria tua itu.


“.