
Sebelum baca cuman mau ingatin ya teman-teman, di Like dulu oke 🥰
Jangan sinder 😘😘
🌹 Happy Reading 🌹
Sudah 1 bulan Robert dan Gina menikah, namun bukanya dekat, keduanya malah terlihat semakin menjauh.
Ketika Gina yang memilih untuk sibuk di Cyberaya dengan tugas-tugasnya, berbeda dengan Robert yang hanya berada di Italia mendampingi Arvan.
Saat ini keduanya tengah berada di tengah Mansion Manopo dengan di kelilingi para petuah yang sedang menatap keduanya dengan tajam.
"Jadi sudah sejauh apa hubungan kalian selama 1 bulan ini?" tanya Jenni yang memecah keheningan di antara mereka semua.
Robert dan Gina hanya bisa terdiam tanpa tau ingin menjawab apa. Karna setelah malam pemerkosaan itu, mereka tidak pernah bertemu lagi, dan jika bukan karna panggilan dari Arvan, maka mereka tidak akan bertemu lagi.
Braaaakkkk Arvan menggebrak meja melihat Robert dan Gina yang tak kunjung menjawabnya.
"Jawab! Atau kalian akan saya hukum," ancam Arvan membuat mereka berdua semakin gugup.
Merasa sendang di intimidasi, Gina melirik ke arah Robert sedikit, dan melihat jika pria itu kini sedang tertunduk santai seperti tidak ada bebanya.
Bugggg, "awwww," jerit Robert, ketika Gina menginjak singkat kakinya dengan menggunakan heallsnya yang sangat tebal.
"Kenapa kamu mengijak ku," bentak Robert dengan pelan.
"Karna kamu bodohlah, jawab pertanyaan mereka atau kamu mau aku perkosa lagi!" Ancam Gina yang langsung membuat Robert memandang sinis ke arahnya.
"Dasar perempuan mesum," umpat Robert dengan nada kesal.
Gina yang mendengar umpatan itu kini hanya tersenyum penuh kemenangan karna berhasil menemukan kelemahan Robert.
Pria yang tidak takut pada senjata apapun bahkan kematian, kini dia lebih takut jika di perkosa lagi oleh istrinya.
Mario yang melihat Robert dan Gina yang duduk berjarak dan intraksi kedunya yang tidak mengeluarkan kemistry romantis, kini membisikan sesuatu pada Arvan.
"Baiklah, jika kalian berdua tidak ada yang mau menjawab, maka saya putuskan untuk memberikan kalian tiket bulan madu ke Bali, kalian akan melakukan bulan madu sampai Gina hamil nanti," serunya yang sontak membuat Robert dan Gina menampilkan wajah cemberutnya dan bersamaan menggelengkan kepalanya menolak.
"Tidak Lord, kami tidak bisa melakukan bulan madu," tolak Robert tegas.
Arvan langsung tersenyum manis menanggapinya, lalu menatap ke arah Jenni untuk meminta bantuan berbicara pada Gina.
Jenni yang mengerti kini beralih membisikan sesuatu ke telinga Gina dan sontak membuatnya menganggukan kepalanya pelan.
Dan reaksi Gina saat ini benar-benar membuat Jenni dan Arvan tersenyum lebar karna jika Gina bertindak maka Robert akan mengikutinya walaupun dengan keterpakasaan.
"Baiklah kalian akan berangkat nanti sore, jangan lupa ya bawa berita baik, jika tidak maka pergi kuburkan diri kalian sendiri di belakang," ancam Arvan serius.
Kini seluruhnya telah meninggalkan Robert dan Gina berdua tanpa siapapun.
Mereka tidak menyadari jika para keluarga besar tadi sedang mengintip dari kejauhan.
"Eh cepat sini, itu di sini kamu nanti ketahuan," bisik Mario melihat Arvan yang tak sejalan dengan mereka.
"Di sana sempit di sini aja, ishh" balas Arvan lagi.
Jenni yang berada di bawah Arvan kini menempelkan jarinya di bibir untuk menyuruh para lelaki ini diam.
"Sssattttt brisik tau kalian, nanti kita ketahuan," sahut Jenni kesal.
"Iya tau paling heboh sendiri," sahut Eden yang sedari tadi hanya diam saja.
Robert yang memperhatikan ke arah lain kini melihat beberapa bayangan yang berada di ujung sudut ruangan.
"Saya melihat kalian Lord," teriaknya yang sontak membyat Mario dan Arvan glabakan ingin pergi.
Robert kembali menggelengkan kepalanya pusing melihat para tetuah yang terlalu ikut campur ke dalam urusan rumah tangganaya.
To be continue.
Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya😎
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal 😭*Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya**😘😘 *
Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh 😭😭😭
Terima kasih🙏🏻🙏🏻