Love Me Please My Wife

Love Me Please My Wife
Chapter 30



🌹 Happy Reading 🌹


Ke esokan harinya.


Saat ini terlihat seorang pemuda yang berjalan di koridor perusahaan dengan menggunakan masker dan kacamata, untun menutupinya wajahnya yang memar akibat ulah KDRT yang dia dapatkan dari istrinya.


Dengan terburu-buru dia berjalan agar cepat sampai di dalam ruanganya.


Dan sesampainya dia di dalam ruang kerja miliknya, betapa terkejutnya dia melihat tiga orang ahli medis dadakan yang tidak lain adalah ketiga sahabatnya itu.


Mereka bertiga telah siap dengan begitu banyak membawa perban dan alat medis lainy di tangan mereka masing masing.


“Kalian semua ngapain di sini?” Bentaknya kesal melihat trio kadal itu menggangu moodnya di pagi ini.


Badanya begitu lelah akibat KDRT semalam yang di dapatkan, kalian pasti tidak bisa membayangkan betapa kejamnya perlakuan istri pada suaminya.


Briell benar-benar bertindak jahat kepadanya bagaikan ibu tiri di dalam dongeng cinderella.


Istrinya itu memberikan hukuman berhitung 1- 1 milliyar sampai gila.


Apa kalian bisa membayangkan bagaimana sakitnya menahan ngantuk hanya karna menjalani hukuman berhitung seperti mendongeng buat si Ndoro Putri.


Karna begitu lelah, Morgan tidak memperdulikan keberadaan trio kadal yang sedang menatapnya itu,dia terus melangkah untuk duduk di kursi kebesaraanya lalu detik kemudian dia memejamkan matanya karna sudah tak sanggup menahan rasa kantuk yang menggelora.


Dan di saat Morgan telah larut dalam mimpi buruknya, trio kadal itu semakin gencar melakukan aksinya.


Martin dan James yang bertugas untuk memasangkan perban di wajah Morgan yang memar akibat bogeman mentah dari Briell semalam.


Namun sangking pintarnya mereka, atau mungkin tidak tega membuang perban yang mereka beli. Martin dan James langsung memakaikan perban di seluruh tubuh hingga kepala Morgan.


Bahkan tak tangung-tangung kursi yang sedang di duduki oleh Morgan saat ini juga ikut di perban oleh mereka, hingga Morgan sudah tidak terlihat manusia lagi melainkam seoarang Mummy Firaaun.


Dan setelah itu, trio kadal itu masih sempat berselfi ria mumpumg sejarah Morgan bisa di masukan Museum firaun.


Sedangkan Vincent sibuk dengan penampilanya karna ingin melakukan Live Streaming untuk momen langkah itu.


“Weh sudah kah?” Tanya Vincent yang sudah tidak sabar ingin Live.


“Bentar nah, kita loh masih mau foto sama firaun 2021,” sahut Martin dengan santai dan langsung di setujui oleh James sebagai pendukungnya.


“Iya jarang-jarangkan ada Firaun di era tahun moderen,” seru James tak kalah menyebalkan.


“Weh cepat woy! Nanti bangun dia,” ujar Vincent yang yang mulai lelah menunggu kedua temanya itu.


Martin dan James yang sudah selesai kini dengan segera menghampiri Vincent untuk menjalakan rencana selanjutnya.


Sedangakan James berdiri tidak jauh dari Morgan untuk menjadi pengisi suara menggantikan suara Morgan yang tertidur.


“Okee, kamera,,rolll,, actiiion,”


“Selamat pagi menjelang siang, ketemu lagi dengan saya di Vincent Chanel---,”


“Cccuuuutttt.” Teriak Martin yang tidak puas dengan hasilnya.


“Kenapa di Cut bodoh?” Hardiknya tidak terima dengan si kameramen mendadak itu.


“Masa Vincent Chanel, kita loh ada juga masa elo gak sebut nama kita,” serunya yang ingin juga namanya di sebut agar terkenal.


“Inikan chanel punya gue, ngapa loe yang sibuk,” balasnya malas.


“Rekam sendiri saja sudah kalo begitu, capek-capek saja kita eh,” ucapnya pura-pura ngambek.


Vincent yang mendapatkan ancaman seperti itu akhirnya memilih mengalah, “ya sudah-ya sudah, ayo rekam lagi,” jawabnya terpaksa menyetujui.


“Nah begitu kan enak,” balas Martin dengan tersenyum puas karna Vincent mau menyetujuinya.


“Oookke kita mulai lagi, cameraa ,,roll ,,actioon;” teriak Martin kembali memulai Shooting Amatir.


“Selamat pagi menjelang siang permisa, saya dari MVJ Chanell ingin melaporkan jika semalam telah terjadi kasus penganiayaan terhadap suami yang di pukuli istrinya. Penyebab utamanya sampai saat ini masih dalam tahap penyelidikaan pihak yang tidak berlanjut, dan saat ini kami sedang bersama dengan korbanya yaitu bapak yang berinsial Mt, langsung kita wawancara yuk,” serunya ingin mendekat kea rah Morgan yang sedang tertidur.


Namun belum sempat Vincent dan Martin mendekat dan medapatkan hasil wawancaranya.


Tiba-tiba dari arah belakang muncul lah se sosok yang paling menakutkan saat ini.


Daaannn…


Plaaakkkk,,,plaaakkk,,plaaakkkk…..


"Adduuuuhhh,,adduuhhh," ringis ketiganya memegang pipi mereka masing-masing dan detik kemudian mereka terduduk dengan tenang dan rapi di sofa bagaikan menunggu antrian sembako.


Ketiganya kali ini tidak ada yang berani membuka suara ataupun mengeluarkan kalimat sepatah katapun, setelah mendapatkan tamparan yang sangat pedis dari sosok mengerikan di hadapan mereka saat ini.


To be continue.


*Jangan lupa Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya gengs **🙏🏻😊*


Terima kasih🙏🏻🙏🏻


Follow IG Author @Andrieta_Rendra