Love Me Please My Wife

Love Me Please My Wife
Chapter 102



🌹 Happy Reading 🌹


Saat ini seluruh pasukan Arvan sudah kembali ke Italia di Mansion Arvan.


Semuanya sudah baik-baik saja kecuali James yang masih dalam keadaan kritis, yang membuanya harus di terbangkan ke Rusiaa untuk mendapatkan perawataan terbaik di rumah sakit sana dan juga Zein yang harus melakukan operasi penanaman pen agar tanganya bisa menyatu kembali.


"Pah masih lama belum sih pesawat Briell sampai?" tanyanya yang sudah ke 121 kali pada Arvan.


Dari semenjak Arvan memerintah untuk pilot di sana membawa kembali Briell dan yang lainya, Albert tak ada hentinya bertanya kapan sampai? Kapan sampai?.


Ketika Arvan ingin membuka mulut kini Mario langsung menatapnya tajam. "Sekali lagi kamu bertanya kapan sampai, Daddy akan memberikanmu sebuah hadiah makan piring, mau kamu?" ancam Mario yang langsung membuat Albert menutup mulutnya.


Sedangkan Alson kini sudah terlihat rapi dengan pakaian santainya, "kakak mau kemana ?" tanya Albert yang melihat kakaknya itu sudah rapi saja.


Alson menoleh pada Albert sekilas, lalu menoleh kembali pada Papahnya. "Pah,, kapan kita kembali ke Barcelona?" tanyanya pada Arvan dengan rasa yang tidak tenang.


Arvan mengenduskan nafasnya lelah saat ini, mendengar putranya yang memiliki keluhanya masing-masing.


"Kakak mau buat apa kembali ke sana ? Uncle Jesper kan juga di sini, lalu kakak buat apa ke sana? tanya Albert yang selalu saja penasraan dengan apa pun yang di lakukan kakaknya itu.


Alson memejamkan matanya sejenak, lalu menyenderkan kepalanya pada tubuh Albert yang berada di sebelahnya. "Aku ingin bertemu dengan Vika, apa dia masih di sana atau tidak, karna aku merasa dia hanya pendatang saja kan," balasnya lagi dengan tidak tahan menahan hasratnya untuk bertemu dengan wanita taman si Vika.


Jenni yang sedari tadi mendengar pembicaraam kedua putranya kini langsung tersenyum menanggapinya.


"Alson Nak, kalo jodoh itu dia gak akan kemana kok, mau kamu pindah ke Negara mana pun jika Tuhan sudah menakdirkan kalian bersama pasti kalian akan bertemu." Seru Jenni yang sebisa mungkin memberikan nasihat pada putranya yang terlihat uring-uringan itu.


Arvan dan Albert terlihat menganggukan kepalanya singkat menyetujui ucapan Jenni, namun berbeda dengan Alson yang semakin menekankan pencarian pada identitas Vika.


"Saaayaaannngg," teriak Briell dari jauh tiba-tiba mengejutkan seluruh orang yang berada di ruangan itu.


Sontak Albert langsung berdiri tanpa perduli jika kakaknya sedang bersandar denganya.


"Adduuuhhhh," keluh Alson di saat tubuhnya terjatuh karna Albert yang berdiri tiba-tiba.


Namun Albert tidak memeperdulika itu semua, dia malah langsung berlari menemui istrinya yang kini sudah sangat bahagia melihat sosok Briell yang sangat-sangat dia rindukan.


Albert langsung mendekap tubuh istrinya, dan tanpa malu dia melahap dan meluma***t bibir mungil istrinya.


"Ehem,,ehemmm," suara Eden terdengar menyadarakan pasangan baru ini agar tau tempat untuk bemesraan.


Namun bukanya berhenti, Albert dan Briell semakin memperdalam ciuman mereka.


Mario yang melihat istrinya kesal itu, langsung mencium juga bibir Edn agar berhenti untuk marah-marah.


Hingga mertua dan menantu itu kini menjadi sebuah tonton bagi mereka para jomblo, sedangkan Arvan langsung menoleh pada Jenni yang saat ini juga menatapnya tajam.


"Aku tau apa yang ada di dalam pikiranmu, tapi aku tidak akan pernah memberikanya kepadamu, ingat itu baik-baik," tegasnya pada Arvan yang memperingatkan bahwa dirinya tidak akan mau di sentuh oleh Arvan.


Membuat Jesper yang berada di ujung sana tersenyum meledek, dia tertawa melihat Arvan yang sudah menemaninya meringis melihat sebuah kemesraan.


Karna merasa sudah cukup lama, pasangan itu kini melepaskan ciuman mereka, Mario dan Eden langsung bergegas masuk ke dalam kamar untuk beristirahat sekaligus minta jatah guys, udah dua hari Daddy Mario nahan.


Sedangkan Albert kini membawa Briell dan memperkenalkanya pada Jenni Mamahnya.


"Mah, ini Briell istri Albert dan ini di dalam sini Caby Albert," ucapnya memperkenalkan istrinya lengkap dengan Caby mereka.


Jenni tersenyum memandang wajah Briell yang serupa dengan Mario tadi, namun ini terlihat sangat cantik sekali. "Wah kamu cantik sekali Nak," seru Jenni memuji wajah dari menantunya.


Briell tersenyum bahagia mendapatkan pujian seperti itu dari mertuanya. "Terima kasih Mah, tapi Mamah juga begitu cantik meskipun sudab berusia," balas Briell tak kalah lembut pada mertuanya.


Dia mengingat kembali bagaimana caranya dia memperlakukan Jenni dengan begitu tidak adil.


Dan di saat mereka tengah asik mengobrol, tiba-tiba saja Robert datang dengan membawa dua puluh dokter kandungan terbaik di Dunia untuk memeriksa keadaan Caby mereka.


Mario dan Eden yang sudah selesai dengan jadwal mereka, kini juga sudah terlihat berada di ruangan itu.


"Permisi Lord, mereka adalah dokter-dokter yang Anda minta dulu," lapor Robert yang menunjukan wajah dokter itu satu persatu.


Arvan menganggukan kepalanya pelan sebagai tanda kepuasaanya atas pekerjaan Robert.


Sedangkan Albert, Briell dan Eden kini sama-sama saling menatap satu sama lain.


"Pah, dokter sebanyak itu untuk memeriksakan kandungan saja?" tanya Albert yang mengingat ucapan Papahnya tempo dulu yang mengatakan akan mendatangkan dokter-dokter terbaik dunia untuk memeriksa keadaan caby mereka.


Arvan menganggukan kepalanya singkat membuat Eden dan Jenni mengurut keningnya pusing dengan tingkah Arvan yang sangat berlebihan.


"Kalian semua cepat bersiap, aku sudah tidaj sabar ingin melihat keadaan Caby kita," perintahnya pada Dua puluh Dokter yang langsung segera menyiapkan ruangan untuk Briell melakukan pemeriksaan.


"Kak, ini semua sangatlah berlebihan, Briell hanya mau memeriksa kehamilan bukan mau melahirkan," keluh Eden yang pusing dengan tingkah laku besanya ini.


Jenni yang mendengar keluhan Eden pada Arvan hanya bisa mengenduskan nafasnya kasar. " percuma ngomong sama dia, gak akan ada habisnya." Seru Jenni yang memeberikan saran pada Eden jika akan ada jawaban perlawanan dari Arvan.


Sedangkan Arvan yang merasa ini hanyalah sebuah hal biasa, kini hanya tersenyum manis, "tidak ada yang berlebihan untuk keturunanku, bahkan jika bisa rumah sakitnya yang akan ku pindahkan ke sini, dan mempekerjakaan dokter-dokter itu untuk menantu dan Caby," sahut Arvan yang semakin membuat ibu-ibu kesal mendengarnya.


Berbeda dengan Mario yang juga menyetujui sikap Arvan ini, "sudahlah sayang, Arvan benar, semua ini adalah bentuk perhatian kita terhadap Caby, agar ketika dia lahir nantic dia bisa mengetahui posisi kedudukanya seperti apa," timpal Mario yang merasakan jika Caby nanti akan menjadi orang besar suatu saat nanti.


Berbeda dengan Alson yang memilih untuk mencari situs web milik Vika, dia bahkan tidak mengindahkan perdebatan-perdebatan antara orang tua yang membahas Caby.


Yang dia pikirkan saat inu bagaimana caranya dia bisa mendapatkan seluruhnya tentang Vika. Karna informasi yang di berikan papahnya kemarin itu sangat-sangat membuatnya tidak puas dan ingin mendapatkan lebih dari itu.


Visual dua wanita hebat.



To be continue.


*Jangan lupa sedakah Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya**😘😘 *


Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh 😭😭😭


Terima kasihπŸ™πŸ»πŸ™πŸ»


Follow IG Author @Andrieta_Rendra


Untuk kisah Aiden dan Alson, nanti akan Mimin bikin sendiri ya teman-teman😘


1. Alson : Hot Mother2 ( akibat cinta dari pertemanan )


2. Aiden : ( pernikahaan penuh dendam )


Yuhhhuuu, nanti mimin akan publish setelah Psychopat dan karya ini tamat ya, biar kalian gak pusing lagi bacanya πŸ₯°πŸ₯°


Oh ya udah pada kangen Give Away lagi gak sih dari mimin😘😘


Kita buka lagi yukk, tapi nanti Mimin infokan ya teman-teman tercintanya mimin😘


Love you all ❀️