Love Me Please My Wife

Love Me Please My Wife
Chapter 84



🌹 Happy Reading 🌹


Di sisi lain, di sebuah Mansion istana besar namun tidak se besar milik Arvan.


Terlihat di tengah lapangan seorang wanita yang tengah di rantai kaki dan tanganya, bagaikan hewan tawanan yang tidak berharga.


Wanita itu adalah Jennifer yang sudah di rantai kaki dan tanganya selama 25 tahun oleh pria keji yang tidak waras seperti Jacob.


Jacob adalah sosok keluarga terakhir dari keturuan Malik adik kandung dari Mira kekasih Arvan, namun tidak pernah di publikasi. Sehingga tidak pernah ada yang mengetahui sosok keluarga Malik yang terakhir ini.


Dia sengaja menawan Jenni agar Arvan semakin merasakan perderitaan yang sepandan.


Ini adalah sebuah dendam keluarga yang tidak akan pernah ada ujungnya.


Saat ini Jacob terihat sedang mengunjungi Jenni yang sedang tertunduk menahan panasanya matahari yang selama ini selalu menusuk ke dalam tubuhnya.


"Hahahahhah, lihatlah betapa menyedihkanya penampilanmu saat ini, bahkan ini sudah 25 tahun, mana anak yang dulu kamu katakan akan menolongmu dan membebasakan mu dari rantaiku ini," ucapnya dengan sombong.


Dia merasa sangat bahagia melihat Jenni yang seperti ini. Menurutnya ini akan menjadi akhir dari segalanya.


"Lihat suami mu itu, mungkin sampai detik ini dia masih mencintai kakak ku, sedangkan kamu di sini apa, hahahahah itulah bayaran dari sikap angkuhmu yang menolak ku, jika saja kamu tidak menolak ku. Maka ini semua tidak akan pernah terjadi, dan kamu akan hidup bahgia bersama ku di Mansion ini. Hahahha." tawanya lagi dengan suara yang semakin nyaring.


Dengan lemah Jenni menangkat kepalanya menatap wajah seseorang yang selama ini sudah menyiksanya. "Anak ku akan datang, aku yakin anak-anak ku akan menyelamatkan ku nanti," serunya yang meyakini bahwa anak-anaknya suatu saat nanti akan menjemput dan menyelamatkanya dari sini.


Mendengar ucapan dari Jenni, membuat tawa yang tadinya menghiasi wajah Jacob kini perlahan mulai sirna.


Dia menjadi kesal sendiri jika mencoba untuk mengangu dan menghina Jenni, karna pasti dia sendiri yang akan tediam dengan kata demi kata yang keluar dari mulut wanita itu.


Jenni selalu tersenyum lemah jika berhasil membuat manusia laknad itu terdiam dengan kalimatnya.


Dengan perasaan kesal Jacob melangkahkan kakinya pergi masuk ke dalam Mansion.


Dulu Jacob pernah ingin melamar Jenni, namun dengan lantang Jenni menolaknya, dan tak lama kemudian terdengar berita jika dia di lamar oleh David. dan di saat Jenni kabur dari pernikahaanya, Jacob mendengar semua berita itu, dia mencoba mengajak David untuk bekerja sama denganya untuk menghancurkam keluarga Emilio.


David menyetujuinya, mereka bersepakat untuk melakukan penculikan terhadap Jenni dan bayi-bayinya.


Dan terjadilah saat itu penculikan yang di rencanakan oleh keduanya, hingga berhasil membuat keluarga Arvan tepecah belah.


**********


Sedangkan di kediaman keluaga Emilio.


Saat ini keluarga besar itu sedang berkumpul rapi, dan bukan hanya keluarga besar itu, terlihat ada Zein, Airein, Roger dan tiga sahabat Albert yang sengaja di datangkan dari Indonesia untuk membuat pasukan menyelamatkan Jenni.


"Jadi bagaimana paman? Apa yang harus kita lakukan saat ini?" tanya Airein dengan penuh semangat untuk menjalankan misi menyelamatkan Auntynya.


Arvan terdiam sesaat menatap ke arah Albert yang juga kini menatapnya. "What?" Tanya Albert dengan bingung ketika mendapatkan tatapan dari Papahnya.


Albert menyeritkan keningnya bingung. "Kenapa aku Pah? Yang lain deh aku anak baik-baik, mau lajarin apa ?" bantahnya pada Arvan, mengakui jika dia bukan seperti mereka semua.


Briell langsung memutar bola matanya malas mendengar jawaban suaminya. "Baik-baik gak mungkin sampai bakar orang,"sahut Briell dengan kesal.


Alson menegang seketika, sungguh dia tidak suka berada di situasi seperti ini.


Situasi di mana dia di kelililingi oleh pembunuh-pembunuh terkeji di Dunia.


"Albert, kamu tau jika kakak kamu tidak akan pernah bisa berada di misi ini jika kamu tidak mau melatihnya menjadi seseorang yang kuat," ucap Arvan memberikan pengertian lagi pada putra Bungsunya yang sangat sulit sekali di atur.


Albert masih ingin menyahuti malas, namun Briell segera memberikanya pandangan tajam, memberikan isyarat jika ini bukanlah saatnya untuk melakukan negoisasi.


"Oke-oke." balasnya dengan mengenduskam nafasnya kasar.


Arvan menoleh kembali pada Alson putra pertamanya, yang saat ini sedang tertunduk lemah.


"Alson Papah tau kamu tidak suka berada di situasi seprti ini, tidak suka jika kamu melakukan sesuatu hal yang mungkin akan menghilangkan nyawa seseorang, tapi ini harus Boy, demi menyelamatkan Mamah kamu harus siap menjadi seorang pembunuh, meskipun nanti tidak sengaja, namun ini lah yang di sebut pembelaan diri, apa kamu mengerti Alson," tandasnya pada Alson yang di jawab anggukan kepalanya lemah.


"Alson mengerti Pah, Alson akan mencobanya semampu Alson nanti, demi Mamah," jawabnya dengan pelan.


"Permisi paman, Roger mau tau siapa sebenarnya Jacob ini? Dan kenapa orang seperti Paman harus mengumpulkan pasukan lagi untuk melawanya?" tanya Roger suami Airein yang sedari awal begitu penasaran, siapa sebenarnya sosok Jacob ini, mengapa Arvan seperti merasa tertahan dan tidak bisa menyerangnya seorang diri.


Mendapatkan pertanyaan itu, Arvan terdiam dan mengingat kejadian dimna Mamah dan Papahnya terbunuh di saat menghadapi keluarga Malik.


Keluarga serakah yang selalu menginginkan hal lebih dari misinya.


Arvan menceritakan seluruhnya kepada semua orang yang berada di situ, dari awal pertemuan keluarga Manopo dan keluarga Malik.


Hingga kematian Andreas dan Fernandes yang di fikir bisa mengakhiri segalanya, namun tidak.


Anak keturunan Fernandez selalu meraja lela, namun Arvan tidak pernah mengetahui tentang Jacob, karna seingatnya Mira hanya mengatakan adiknya itu Vicky tidak ada Jacob.


Dan itu yang membuat Arvan saat ini seperti merasa di permainkan kembali oleh keluarga itu.


To be continue.


*Jangan lupa sedakah Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya**😘😘 *


Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh 😭😭😭


Terima kasih🙏🏻🙏🏻


Follow IG Author @Andrieta_Rendra