
πΉ Happy Reading πΉ
Kini Morgan sedang duduk terdiam menatap layar Laptopnya, namun pikirannya tidak tahu terbang kemana.
Tiba-tiba saja dia teringat akan masa lalunya yang begitu menyakitkan, sedari kecil dia hidup tanpa mendapatkan kasih sayang yang utuh dari kedua orang tuanya.
Trevor papahnya itu selalu saja lebih membanggakan kakanyanya Victor di bandingkan dirinya yang juga termasuk anaknya.
Dia seperti di anggap bayangan saja oleh keluarga itu, tidak ada cinta, perhatian dan kasih sayang sama sekali yang di berikan mereka untuk Morgan, hanya saja Rose yang sedikit memberikan perhatian-perhatian kecilnya.
Morgan sangat mengingat begitu jelas ketika Victor menderita Leukemia ( kanker darah ) yang membutuhkan donor sumsum tulang belakang, dan yang dia ketahui jika papah dan mamahnya itu terpaksa melakukan program hamil untuk mendapatkan Morgan sebagai pendonor untuk Victor putra sulung mereka, namun Morgan masih belum tahu tentang kebenaran itu semua. Karna terkadang jika dia bukanlah keturunan kandung dari keluarga itu melihat sikap mereka terhadap Morgan bagaikan musuh yang mematikan.
Keberadaanya selalu di anggap meresahkan keluarga, segala tindakanya selalu salah dan salah di mata Trevor, dia tidak tahu mengapa padahal dia sama sekali tidak pernah menggangu siapa pun di keluarga itu.
Dan di saat Victor berhasil sembuh berkat dirinya yang mendonorkan sumsum tulang miliknya, orang tuanya itu masih saja menganggap dirinya bagaikan orang asing yang sangat menjijikan.
Terkadang dia berpikir dan mengintropeksi dirinya sendiri, salah apa dia? Dosa apa yang sebenarnya pernah dia lakukan ? Mengapa orang tuanya bersikap seperti itu? Pertanyaan-pertanyaan yang terus menerus berputar di otaknya namun tak pernah satupun mendapatkan jawaban.
Sampai akhirnya dia bertemu dengan Clarissa yang masuk ke dalam hidupnya membawa dan memberikan cinta serta kasih sayangnya dengan tulus, namun akhirnya dia kembali kehilangan.
Dan yang paling membuatnya sakit adalah wanita yang dia puja selama ini, wanita yang sudah berhasil mengambil seluruh jiwa dan cinta yang di milikinya, kini kembali dan lagi-lagi memilih kakaknya Victor.
Bahkan dengan lantangnya Papahnya itu mengumumkan bahwa hanya Victor sajalah yang pantas untuk memimpin perusahaan.
Dan sekarang dia sudah mempunyai seoarang istri, namun mungkin karna kesalahan dan kebodohanya. Istrinya menjadi dingin dan begitu angkuh terhadap dirinya.
Morgan terus menerus mengingat masa lalu yang pahit itu, tanpa sadar buliran kristal itu lolos begitu saja dari kedua matanya yang terlihat menatap kosong ke depan.
Briell melihat semua itu, dia bisa merasakan apa yang di rasakan oleh Morgan saat ini. Mungkin dia memang jahat dan angkuh, namun bukan berarti hatinya tidak memiliki rasa iba sama sekali.
Sebenarnya Briell terus memperhatikan Morgan semenjak suaminya itu memperlihatkan sisi kelembutanya, dia seperti melihat sosok Alson di dalam diri Morgan namun dia segera menepisnya, karna baginya Alson sudah tiada dan tidak mungkin berubah menjadi Morgan.
βMengapa kamu sangat mirip dengan Alson ku? Sikap kelembutan dan humble yang dia miliki, kini aku melihatnya kembali dalam dirimu.β Gumam Briell dalam hati.
Tidak sulit bagi Briell untuk mengetahui jelas siapa Morgan dan bagaimana kehidupan yang di alaminya sedari kecil. Mungkin Morgan termasuk sosok yang bergelimangan harta namun tidak mempunyai sedikitpun rasa kebahagiaan di dalamnya.
Briell yang sedari tadi menatap ke arah Morgan, terlihat sedang memikirkan dengan baik langkah apa yang harus dia ambil untuk saat ini.
Dia tidak mau langkahnya yang salah akan membawa boomerang untuk Morgan dan dirinya sendiri.
Hingga akhirnya dia memantapkan hatinya untuk berdiri dan melangkahkan kakinya mendekat ke arah Morgan yang terlihat masih setia melamun tanpa menyadari jika Briell tengah berdiri di hadapanya.
To be continue.
*Jangan lupa Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya gengs **ππ»π*
Terima kasihππ»ππ»
Follow IG Author @Andrieta_Rendra