Love Me Please My Wife

Love Me Please My Wife
Chapter 31



🌹 Happy Reading 🌹


Saat ini trio kadal itu tengah duduk rapi seperti sedang berada di dalam ruangan BP, ruangan yang paling horor untuk murid di sekolah.


“Kalian itu ya, bukanya bekerja menambah uang malah sibuk dengan dunia kalian ya, mau jadi apa kalian ha,” bentak sosok kejam yang tak lain adalah Briell itu saat ini tengah menghakimi ketiga pria dengan masa depan suram itu.


Dan belum saja trio kadal itu menjawab, terdengar dari luar ada yang mengetuk pintu.


Tok,,tok,,,tok


“Masuk,” sahut Briell dengan kesal.


Tak lama terlihat sosok Office Girl masuk ke dalam dengan membawa nampan yang berisikan minuman.


Di saat Briell melirik segelas air putih yang berada di atas nampan itu, seketika ide jahil muncul ke dalam otak pintarnya.


“Hey kamu, berikan saya air itu!” titahnya pada Office Girl itu.


Dan dengan patuh dia menuruti perintah Briell lalu memberikan apa yang di minta oleh nona yang belum di ketahui siapa posisinya itu.


Setelah mendapatkan air putih itu Briell melangkahkan kakinya mendekat ke arah Morgan yang terlihat sudah bebas dari perban yang menutupi wajahnya, karna Briell tadi sudah memaki trio kadal agar melepas semua itu.


Perlahan tapi pasti dia mendekatkan mulutnya di telinga Morgan. “Bangun!! Istrimu datang,” teriaknya sangat nyaring di telinga Morgan.


Dan sontak Morgan terbangun dari mimpi buruknya, “uhuhauhaa,” nafasnya tidak beraturan terkejut karna mendengar teriakan kata istri.


Sambil mengatur nafasnya, dia melirik ke arah tiga sahabatnya yang masih berada di ruanganya dengan wajah mendung tak seceria tadi.


Morgan bahkan sama sekali tidak menyadari jika Briell saat ini tengah berdiri di belakangannya.


“Kalian kenapa? Eh kalian dengar gak ada suara Gagak tadi,” serunya dengan santai mengatai suara Briell seperti burung gagak.


Namun trio kadal itu sama sekali tidak menyahuti atau pun menanggapi ucapan Morgan.


“Ini ya aku kasih saran sama kalian, jangan cepat-cepat nikah kaya aku. Karna ntar kalian pada nyesel,” ucapnya masih belum memyadari sosok gelap di belakangnya.


Dan kali ini Martin mencoba buka suara. “Mem-memangnya kenapa Gan?”tanyanya ingin tau, apa yang akan di jawab oleh temanya itu.


“Karna jika kalo sudah menikah kalian pasti akan di jajah sama nenek lampir, bahkan hingga ke dalam mimpi kaya gue sekarang ini,” ujarnya tanpa ragu.


James yang mengerti arah pembicraan Morgan, dia mencoba mengangkat kepalanya melihat Briell yang sedari tadi menunggu semua ucapan apa saja yang akan keluar dari mulut suaminya, “apakah nenek lampir itu seperti dia,” tunjuknya pada Briell yang di ikuti oleh Morgan.


Melihat sosok Briell yang nyata ada di depanya, membuat Morgan langsung tersenyum kecut. “Hallo istriku cantik,” ucapnya cangung.


Dengan sinis Briell menatap ke arah Morgan masih memegang gelas berisikan air putih itu.


“Hallo,suami ku bodoh,” balasnya dan detik kemudian dia ingin menyiramkan air itu pada Morgan, namun di urungkan, karna dia baru sadar jika dia haus karna sedari tadi memarahi trio kadal.


Briell yang menatap ke arah Morgan tengah duduk rapi dan mulai fokus pada pekerjaanya itu, kini dia mulai iseng untuk beralih duduk di pangkuan Morgan.


Morgan yang bingung karna tiba-tiba Briell duduk di pangkuanya, akhirnya membiarkan saja apa pun yang Briell ingin lakukan.


“Briell, apa-apaan ini,” lirihnya pelan bingung dengan sikap ajaib istrinya yang bagaikan bunglon yang suka berubah-ubah.


“Aku cuman mau duduk,” jawabnya santai tanpa dosa.


“Ahhh Briell, stop it,” bentaknya pada istrinya yang banyak sekali geraknya, sehingga membangunkan kukubird yang sedang tidur.


Namun Brill malah terlihat acuh tidak memperdulikan itu sama sekali, dia hanya berpikir jika itu bukanlah kesalahanya.


Jika kukubird itu maka salahakan saja otak mesum yang berada di kepala suaminya.


“Briell, jangan buat seperti ---,” ucapnya terputus di saat terdengar ketukan pintu dari luar.


Seakan-akan memiliki kuasa Briell menyahuti suara ketukan itu, “ya masuk.” Serunya menanggap bahwa dirinya adalah bos.


Morgan sedari tadi diam menahan hasratnya karna ulah jahil sang istri kini dia hanya diam sambil menghirup dan menciumi aroma tubuh Briell yang baru kali ini dia bisa bisa nikmati setelah malam itu, bahkan pada saat itu dia tidak bisa menikmatinya karna obat perangsang yang dia dapatkan.


Briell yang menyadari hembusan nafas bahkan wajah dan bibir Morgan yang berada di punggungnya menciumnya dengan lembut itu memilih untuk membiarkannya saja.


Karna jujur, pelukan yang dia dapatkan dari Morgan saat inu benar-benar persis pelukan hangat yang dulu di dapatkanya dari kekasihnya Alson yang begitu sangat dia rindukan.


Di saat Morgan sedang menikmati kenyamanan di tubuh Briell, Tiba-tiba suara Vincent terdengar sangat dingin dan tidak bersahabat.


Sifatnya sangat berbeda dengan yang tadi, kini dia berubah menjadi sosok yang aroghant, ketika melihat sosok yang baru saja masuk ke dalam ruangan Morgan itu.


"Siapa kamu?" Tanyanya sinis dengan suara baritonya.


Simpanan Mimin menyapa pagi hari dengan senyum menawan untuk para readers yang terhormat, 😘😘


Manis kan senyum selingkuhan Mimin😎



Jangan tanya mana roti sobek ya, puasa dulu Mimin gak mau di demo sama ibu" komplek yang doyan roti" kaya mimin 😭😭😭🙏🏻🙏🏻🙏🏻


To be continue.


*Jangan lupa Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya gengs **🙏🏻😊*


Terima kasih🙏🏻🙏🏻


Follow IG Author @Andrieta_Rendra