
Happy Reading
Di saat dirinya tadi mendapatkan Jenni yang terlihat begitu nyaman betada di dalam pelukan Robert, kini Arvan benar benar merasa sangat murka, dan ingin sekali memukul Jenni.
"Kenapa kamu lari dari pesta resepsi kita?" Tanya Arvan, dengan suaranya yang terdengar sangat dingin.
Jenni tersenyum kecut menanggapi perkataan dari Arvan, "KITA?" Sentaknya tidak ingin menjadi gadis yang penurut dan lembut pada Arvan.
"Apa maksud kamu berkata seperti İtü Jen? Aku membuat resepsi ini untuk kita, apa kamu paham itu?!"
Tidak, aku tidak memahaminya, karena aku sama seka/i tidak metasa bahwa pernikahaan itü adalah pemikahaanku dengan kamu "Seru Jenni dengan kalimat yang terdengar sangat sinis.
Arvan semakin tidak paham kemana arah pembicaraan istrinm "kamu menikahiku dengan membawa nama Mira, dekorasi pernikahaan, gaun pernikahaan, semua adalah rancanganmu dan Mira, aku masih bisa terima Van A - K - U M - A - S - I - H B - I - S - A" ucap Jenni mengejekan kalimatitu.
Tetapi ketika aku yang berdiri di samping kamu, aku Van, akü, Jennifer bukan Almira, kenapa kamu menuliskan di semua kartu undangan dan bahkan seluruh tu/isan yang betada di dalam resepsi adalah nama Mira, bukan Jenni, hiskk„hiskk, "tangisnya kembalipecah, dia mengeluarkan segala rasa sakit hatiyang bersarang di dalam dirinya.
'Yang menikah itü aku Van, Jenni, bukan Mira. Oke kalau kamu menganggapjika semua ini untuk Mira, tetapi kamu bisa menghargaiku sedikit saja, sebagai istrimu, aku istrimu Van, bukan Mira yang sudah meninggalkanmu mari begitu saja, bukan aku Jenni.
Kamu boleh melarangku untuk mencintaimu, tetapi kamu tidak bisa merendahkan harga diriku sepetti ini, aku punya hati, dan aku punya pikiran. Jangan pikir aku tidak tahu bahwa di dalam bükü nikah kita juga tertulis nama Mira di sana, yakan Aman jawab?!"
Kamu ingin aku melahirkan anak untukmu dan kamu tidak akan pernah menaruh namaku sebagai ibunya, karena yang menikah denganmu adalah Mira, bukan Jenni, tapi Mira! Mira yang akan melahirkan anak kamu bukan akü, semua hanya tentang Mira, Mira dan Mira aku muak Van, aku Muak kalau begini tems, jangan pernah kamu salahkan aku ketika aku mencintai Robert, bukan kamu, tetapi Robert, " Jenni sudah tidak ingin menyembunyikan semua perasaan yang ada, dia begitu matah, dia begitu kecewa dengan sikap suaminya yang sama sekali tidak pemah menganggapnya ada.
Hanya Robert, entah kenapa wanita itü malah lebih memilih untukjatuh cinta kepada Robert dati pada suaminya sendiri.
Mendengar kalimat yang terlontar dari mulut istrinya, sontak saja Arvan mengeram menahan emosi, tanpa dia sadari tanganya saat ini mengepa/ dan ingin melayangkan sebuah tamparan ke wajah Jenni
"Apa?? Kamu mau tampar aku ha?! Silahakan tampar aja! Aku gak takut sama kamu!" Jenniyang melihatArvan ingin menamparnya itü semakin merasa geram, dan bahkan ingin sekali meninggalkan Aryan saat inijuga.
Kamu tidak akan lagi melihat Robert ada di sini. " Keputusan Arvan mutlak tidak bisa digangu.
Sontak saja mata Jenni membesar tidakpercaya dengan apa yang dikatakan oleh Arvan, "enggak, jangan pernah kamu lakukaan itü - "
Kenapa? Aku adalah bosnya jadi hanya aku yang berhak menentukan apakah dia bisa menetap atau tidak!"
"Dan ini adalah hukuman baginya, karena dengan beraninya dia menggoda istri atasannya sendiri. "
"Enggak, Arvan, kamu gak boleh sepetti itu!" Jenni menarik tangan Arvan, agar tidak keluar dari kamar mereka.
"Kalau kamu tidak mau dia aku pindahkan! Maka jaga sikap dan perasaan kamu! Jangan sampai aku mendengar perasaan cinta yang tumbuh dihati kamu ataupun dihatinya! Apa kamu mengerti?!" dengan cepat Jenni mengaggukan kepalanya pasrah.
Dia tidak matı, jika sampai Robert hams dipindahkan entah kemana karenanya, dari awal tempat Robert itü di sini, di sisi suaminya. Jadi dia tidak boleh menjadi penyebab pria itü harus kehilangan pekerjannya.
"Bagus! Ingat baik - baik perkatanku! Nasib
Lola dan Robert ada di tanganku, dan mereka semua akan baik - baik saja tergantung cara kamu melayaniku! Kamu mengerti?!" Jenni kembali menganggukan kepalanya pelan, dia lupa akan kehadiran Lola yang berada di tangan suaminya.
"Oh Jesus, hampir saja aku lupajika Loşa saat ini berada di Mansion milikpria ini, jika tadi aku benar - benar berhasil kabul, entah bagaimana nasib Lola kedepannya nanti. "Jenni menyesali keputusaanya yang ingin kabur. Seandainya saja dia tidak melawan Arvan, maka pria itü tidak akan pemah menjadikan nyawa orang lain sebagai bahan ancamannya. "Bagus! Sekarang berkemaslah, kita akan ke Brazil, " ajak Arvan, membuat Jenni membulatkan matanya seketika.
Kenapa? Apa kamu tidak mau ikut bersamaku untuk melakukaan bulan madu?" tanya Arvan dengan tajam.
Jenni menggelengkan kepalanya kuat, saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk menghindari semua permintaan Arvan.
"Good girl, Dan ingat satu hal ini baik - baik! Ketika kamu berada di luar sana, atau kamu sedang bertemu dengan kolegaku, kamu adalah Mira, nama kamu adalah Mira, istri akü, tetapijika kamu betada di Mansion, maka nama kamu adalah Jenni, tetapi lebih bagus lagijika kamu hidup sebagai Mira dan lupakan nama kampunganmu itu.
Jika dulu Arvan hanya memintanya untuk tidak menaruh perasaan cinta di dalam hubungan ini, sekarang Arvan malah meminta dirinya untuk menjadi Mira.
"Bagus! Sekarang berkemaslah, kita akan ke Brazil," ajak Arvan membuat Jenni membulatkan matanya seketika.
"Kenapa? Apa kamu tidak mau ikut bersamaku untuk melakukaan bulan madu?" tanya Arvan dengan tajam.
Jenni menggelengkan kepalanya kuat, saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk menghindari semua permintaan Arvan.
"Good girl, Dan ingat satu hal ini baik - baik Ketika kamu berada di luar sana, atau kamu sedang bertemu dengan kolegaku, kamu adalah Mira, nama kamu adalah Mira, istri aku, tetapijika kamu betada di Mansion, maka nama kamu adalah Jenni, tetapi lebih bagus lagijika kamu hidup sebagai Mira, dan lupakan nama kampunganmu itu "
DEG, jantung Jenni terasa ingin lepas dari tempatnya, ketika mendengar suaminya sendlri, orang yang seharusnya memberikaan cinta dan kebahagiaan untuknya, kini berbalik malah menyakiti istrinya sendiri
Jika dulu Arvan hanya memintanya untuk tidak menaruh perasaan cinta di datam hubungan ini, sekarang Arvan malah meminta dirinya untuk menjadi Mira.
Bagaimana bisa? Kenapa Arvan begitu tega? Dan begitu banyak pertanyaan 'agiyang harus Jenni sendirilah yang memecahkaannya agar bisa 1010s dari ujian hidup ini
Di surat nikah, janji suci yang terucap dihadapan Jesus, keluarga dan seluruhnya, dia benar - benar dengan lantangnya menyebutkan namaku sebagai istrinya, dia berjanji untuk selalu mengasihku di dalam suka maupun duka, tetapi apa ini? Dia suamiku tetapi aku tidak boleh mencintainya, tidak boleh hidup dengan menggunakan kebiasaan bahkan identitasku sendiri, sebenarnya suam' siapa dia? Suamiku atau suami Mira? My Husband, is Not Mine, he's my Husband, but belongs to Mira, he was born and createdjust for mira not for me" Batin Jenni terus menerus mencurahkan isi hatinya kepada pikiraanya_ Tidak akan pernah yang bisa paham akan posisinya.
Mungkin dia memang wanita bodoh, karena mau saja diseingkuhi oleh suaminya sendiri. Tetapi apa ini? Apakah perlakuaan Arvan yang seperti ini juga bisa disebut sebagai perselingkuhan.
Sedangkan yang Jenni tahu, jika berselingkuh itu adalah kedua orang yang menjalin hubungan dibelakang pasanganya, akan tetapi Arvan, dia tidak pernah melakukaan itu, dia tidak pernah berselingkuh selain hati dan pikiraanya.
"Apa yang ingin kita lakukan di sana?" tanya Jenni dengan datar. Dia sudah begitu malas ketika berbicara dengan suam.nya.
Arvan tersenyum, lalu menggengam erat jemari Jenni, dan sesekali mengecup punggung tangan yang begitu mulus itu.
"Kita akan membuat kebahagiaan kita sendiri sayang, mungkin kita akan berjalan - jalan menikmati waktu kita berdua, sebelum aku harus kembali lagi bekerja mnggu depan," jawab Arvan, dengan menampilkan senyum di waJahnya.
"Ahh, please Arvan, jangan seperti ini! Bersikaplah dingin padaku, agar hatiku ini tidak meleleh melihat perhatianmu yang seperti ini," Jenni berkata lirih di dalam hati, tentang semua keingananya yang tidak akan pernah diberikan oleh Arvan.
'Kamu kenapa sayang? Kamu sakit?" tanya Arvan, sambil mengusap lembut puncak kepala istrinya, lalu tanpa izin terleblh dahulu, dia langsung mendaratkan sebuah kecupan kecil di kening Jenni.
Membuat Jenni hanya bisa terdiam tanpa bisa berkata apapun apa lagi menolak Arvan untuk menciumnya.
Wajah bingung Jenni, tertangkap jelas oleh Arvan, membuat pria itu tertawa, dan langsung mencubit lembut pipi chuby milik istrinya.
"Aku sayang sama kamu,? ungkap Arvan dengan tulus. Sontak saja angin segar langsung membawa Jenni terasa ingin terbang.
'Namun, aku tidak bisa mencintamu," sambungnya pada kalimatnya yang belum selesai.
Arvan sangat tahu, jika Jenni kecewa pada dirinya, karena ketika dirinya mengungkapkan perasaan sayang, terlihat sudut biblr wanitanya yangterangkat nyaris berbentuk senyum.
Akan tetapi Arvan tidak ingin memberikaan sebuah harapan palsu pada Jenni, dia memang hanya menyayangi Jenni sebagai seorang adik, bukan seorang kekasih. Karena selamanya cinta yang dia miliki itu hanya tercipta dan tersimpan untuk Mira wanita yang paling dia cintai.
To Be Continue.
Hey teman - teman, jangan lupa ya, dukung terus karya mimin dengan cara like, komen dan kasih hadiah ya. Agar mimin semangat lagi untuk updatenya.
Terima Kasih.
Follow Ig Mimin. @andrieta_rendra.