Love Me Please My Wife

Love Me Please My Wife
Chapter 53



🌹 Happy Reading 🌹


"Saya mencintai putri anda Tuan Mario Jonathan, saya mencintai Gabriella Jonathan dengan segenap hati dan kehidupan saya, bahkan saya rela mati detik ini juga untuk membuktikan segalanya." Teriaknya dengan lantang, membuat Mario yakin bisa melihat rasa cinta itu dari dalam diri Morgan.


"Apa yang kamu bisa lakukan untuk membuktikan cinta kamu itu kepada anak saya?" Tanya Mario dengan menantang rasa cinta yang di miliki oleh menantunya.


"Apa pun itu Tuan Mario, saya akan melakukan segalanya dan bahkan nyawa saya sendiri akan saya serahkan agar bisa membuktikanya." jawabnya lantang penuh keyakinan.


Mario yang mendengar jawaban itu dari menantunya, kini tersenyum sinis menanggapinya, "berani juga nyali mu anak muda," Gumamnya dalam hati sambil menatap lekat ke arah Morgan.


Sedangkan di sisi lain di sebuah ruangan, terlihat Briell yang sedang berbaring di pangkuan Mommynya. "Mom apa tadi kata-kata kita tidak keterlaluan pada Daddy," tanyanya terus-terusan dengan gelisah.


Beginilah Briell, dia memang lebih menyayangi Daddynya, sehingga ketika dia merasa menyakiti hati Mario dia akan selalu gelisah dan uring-uringan seperti ini.


"Tidak sayang, ini agar Daddy kamu juga tau, jika seharusnya dia memaksa kamu untuk bercerai seperti itu, Daddy kamu itu masih saja terus dengan sifat pemaksanya. Dan Mommy tidak suka itu," seru Eden yang tengah mengelus lembut kepala putri sulungnya.


"Tapi akting kita terlalu berlebihan sepertinya Mom, apa lagi Mommy sampai berlutut seperti tadi dan menyinggung Daddy dengan kata l-kata Malaikat, memangnya Nenek dulu beneran ada bilang ya Mom kalo suami itu adalah seorang Malaikat? Briell jadi penasraan," timpalnya yang langsung membuat Eden tersenyum kikuk.


"Hahahahah sayang, Kata-kata itu bukalah nenek yang memberikan," jawab Eden dengan di iringi sebuah tawa kecil.


"Terus?" tanya Briell menyeritkan keningnya bingung dengan jawaban dari Mommynya.


"Itu tadi sebelum kamu mengirim pesan pada Mommy mengatakan hal ini, Mommy tidak sengaja melihat Bibi nonton sebuah film india di dapur, dan dialognya itu pas buat akting, jari Mommy hafalin deh dan Mommy pake tadi," jawab Eden dengan santai.


Pakkk Briell menepuk keningnya singkat merasa konyol dengan apa yang di lakukan Mommynya. "Pantas saja, Mommy sok bijak bilang, "suami aku itu selalu benar, padahal dari kecil kan memang hidupnya Daddy selalu salah di mata Mommy." singgungnya dengan kesal. Namun bukanya takut Eden malah tertawa melihat ekspresi dari putrinya.


"Hahahha lagian Mommy itu mau tertawa di pertengahan, pas di kata 'suami ku hanyalah suami biasa', padahal Mommy tau jelas jika suami Mommy adalah seoarang Mafia, tapi kan gak lucu masa iya di tengah-tengah ketegangan Mommy bilang seperti itu," sahutnya yang semakin membuat Briell kesal karna Mommynya selalu saja Membully Daddynya.


Namum di tengah obrolan mereka, tiba-tiba saja terdengar suara tembakan dari arah lapangan tembak khusus di Mansion.


Dorr,,dorr,,dorr, tiga suara tembakan di lepaskan membuat Briell dan Eden sontak berlari ke arah belakang Rumah, mereka takut jika Mario akan membunuh Morgan.


Dan ketika sampai di rumah, Briell dan Eden terkejut dengan apa yang terjadi saat ini.


Namun berbeda dengan Eden yang langsung maju menarik telinga suaminya. "Dasar suami durhaka ya! Kamu ambil semangka ku buat bikin Jus dan sekarang jadi hancur seperti ini, benar-benar kamu ya." Kesanlanya menjewern teling Mario yang sontak membuat wibawanya turun di depan menantunya.


"Aaaarrggh aduh,,aduh sayang nanti aku ganti 10, seturck, atau setoko deh, tapi yang ini lepasin dulu," mohonya agar Eden melepaskan telinganya yang di jewer saat ini karna itu sangat pedis rasanya.


Bagaiamana tidak marah, Eden sudah pergi capek-capek tadi mencari tokoh buah untuk membeli samangka,


Dan kini semangka itu telah di gunakan oleh Mario sebagai bahan untu sasara tembakan yang di lakukan oleh Morgan dan Mario.


Morgan yang melihat kelakuaan dari dua mertuanya ini hanya menatap dengan senyuman datar. "Pantes saja istriku bar-bar, ternyata ibunya juga lebih parah." Gumamnya dalam hati menatap ke arah Eden yang tengah menghukum Mario.


"Kalian berdua pergi masuk kamar kalian sekarang!" Perintah Eden menyuruh Morgan dan Briell untuk kembali ke kamar.


"Baik Mom." Sahut Briell yang langsung menarik tangan suaminya.


Dan dengan patuh Morgan mengikuti langkah dari istrinya itu menuju kamar pribadi milik Briell.


Sesamapainya di kamar, Morgan langsung memeluk tubuh istrinya itu dari belakang dengan sayang.


"Aku takut, aku takut kamu pergi dari aku, aku takut jika Daddy benar-benar memaksaku untuk bercerai dari kamu, aku takut jika Daddy lebih mendukung Aiden bersamamu, aku takut sayang." lirihnya pelan menenggelamkan kepalanya di punggung belakang milik istrinya.


"Morgan, aku sudah pernah bilang! Aku dan kamu satu, kita akan bersama melewati segalanya, aku gak akan pernah pergi dari kamu dan aku juga tidak akan pernah membiarkan kamu meninggalkan ku, apa pun itu yang terjadi, kita akan selalu bersama selamanya." balas Briell dengan penuh keyakinan, dan tulus dari hatinya.


"Sayang, apakah itu tandanya kamu sudah mencintai ku?" tanya Morgan dengan penuh semangat.


To be continue.


*Jangan lupa Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya**😘😘*


Terima kasih🙏🏻🙏🏻


Follow IG Author @Andrieta_Rendra