Love Me Please My Wife

Love Me Please My Wife
Chapter 104



🌹 Happy Reading 🌹


Di saat pemeriksaan telah selesai di lakukan, kini seluruhnya telah kembali ke kamar masing-masing untuk beristirahat.


Berbeda dengan Arvan dan Robert yang langsung memasuki ruang kerjanya, di susul oleh Mario yang begitu penasraan apa yang ingin di bahas mereka di saat seperti ini.


"Apakah kamu sudah memberitahu Valen tentang keadaan Zein?" Tanyanya pada Robert yang tengah berdiri di hadapanya ini.


Robert menundukan kepalanya singkat menjawab pertanyaan dari Arvan. "Sudah Lord, dan Valen juga sudah terbang ke Rusia untuk melihat keadaan Zein." Balas Robert yang membuat Arvan diam dan terlihat sedang berfikir.


"Apa tidak sebaiknya kita jauhkan saja Zein dari dunia gelap Van? Kasihan Valen yang terus menerus khawatir dengan keadaan Zein," timpal Mario yang sudah mengerti duduk permasalahanya seperti apa.


Terlihat Arvan yang menggelengkan kepalanya menolak ucapan dari Mario. "Jika aku bisa melakukanya maka aku akan melakukanya Io, kamu tau jelas siapa Zein itu, bukan tidak mau di harus bisa melindungi dirinya sendiri dan Valen, memang banyak yang belum tau identitasnya tapi ketika tau bagaimana ? Maka nyawa anak itu akan dalam bahaya." Seru Arvan yang juga bingung dalam mengkondisiskan posisi Zein dan Valen.


Mario terdiam menyimak jawaban dari Arvan itu, dan entah mengapa akhir-akhir ini firasatnya jadi tidak enak.


"Van, apa kamu merasakan jika akan ada hal besar lagi yang akan terjadi," sambung ya mengungkapkan apa yang saat ini dia rasakan.


"Sudahlah Mario, semuanya sudah selesai dan sekarang kita hanya ingin bahagia menunggu kelahiran Caby, berusahalah untuk tidak befikir aneh-aneh." Balasnya yang sudah malas untuk berfikir terlalu berat saat ini.


Lalu dia kembali menatap pada Robert meningat sesuatu yang tadi dia minta.


"Robert apakah kamu sudah menemukan data-data jelas tentang gadis taman itu?" Tanya Arvan lagi yang ingin memastikan secara jelas siapa wanita itu sebelum di nikahkan dengan putranya.


"Sudah Lord," jawabnya lagi meyerahkan sebuah amplop berisikan data Vika dengan lengkap.


Arvan menerima itu dan langsung membukanya.


"Jadi dia adalah anak yatim dari kecil," seru Arvan yang mulai membaca dengan saksama bidodata calon mantunya itu.


"Iya Lord, dia adalah anak yatim sedari kecil," jawab Robert yang langsung membuat Arvan menyeritkan keningnya bingung.


"Bagaimana bisa dia yatin sedari kecil namun memiliki adik berusia 8 tahun?" Tanyanya lagi mendapatkan keganjilan dalam biodata itu.


Sedangkan di sisi lain, terlihat Briell yang sedang bermanja-manja dengan suaminya di kamar.


"Sayang, perut aku di elus dong Caby pengen di elus nih," pintanya pada Albert yang terlihat sedang serius pada layar laptopnya mengerjakan pekerjaanya.


"Bentar ya sayang, aku selesaikan dulu ini biar bisa langsung aku kirim emailnya," jawab Albert tanpa sedikipun mengalihkan pandanganya dari layar laptop itu, membuat Briell menjadi kesal karna merasa di abaikan.


"Sayang, aku pengen siapkan nama untuk Caby deh, kamu ada ide gak?" Tanyanya lagi, sambil membayangkan Cabynya itu ketika lahir nanti.


Kali ini Albert melirik istrinya sekilas lalu mengusap kepalanya Briell dengan lembut dan ters emsenyum, lalu kembali lagi fokus pada pekerjaanya.


"Aku sudah mempunyai nama untuk Caby sayang," balasnya yang sudah lebih dulu menyiapkan nama untuk Babynya itu kelak.


Sontak Briell langsung memeluk tubun suaminya dari belakang, "benarkah ? Lalu siapa namanya?" Tanya Briell dengan antusias seperti Babbynya itu sudah mau lahir saja.


" jika Caby berjenis kelamin Laki-laki maka namanya adalah Griffin, yang artinya adalah Merah jadi Bayi laki-laki yang merah, menandakan bahwa dia adalah pejuang yang tangguh." Jelasnya kini fokus pada wajah istrinya.


"Namun jika perempuan, maka namanya adalah Grizelle, yang artinya adalah Bayi perempuan yang Cerdas, menandakan jika dia adalah wanita pejuang yang Cerdas." Sambungnya lagi yang sudah mempersiapkan nama untuk buah hati mereka.


Briell memandang sendu wajah suaminya penuh dengan rasa sayang, bahkan dia sampai tidak sadar jika air matanya menetes begitu saja mengungkapkan kebahagiaanya.


Cuuuup Albert mencium singkat bibir istrinya itu, dan lama kelamaan berubah menjadi luma***tan yang dalam.


Briell membiarkan saja dan mulai membalas ciuman dari suaminya itu, hingga di merasakan jika tangan suaminya sudah berada di gunung kembaranya dan sedikit mengacaknya serta memainkan pen***tilnya.


"Aaahhhhhh,,ssshhh, sayang," desah Briell yang mulai merasakan desiran hangan di tubuhnya akibat sentuhan dari suaminya.


Albert yang mendengar istrinya mulai mendesah, kini langsung menutup laptopnya dan meletakanya di atas meja nakasnya.


Perlahan namun pasti dia mulai menanggalkan pakaian Briell satu persatu, "sayang aku pengen ini," bisiknya kecil sambil mengelus lembut apom milik Istrinya yang tembem itu.


"Lakukanlah," balas Briell yang sudah merasakan panas akibat ulah suaminya.


Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan Albert langsung melanjutkan aksinya menikmati setiap jengkal tubuh istrinya. Hingga keduanya merasakan sensi kenikmataan surga dunia.


Albert melakukanya dengan penuh kelembutan mengingat Caby yang akan bahaya karna kehadiranya untuk menenngok keadaan Cabynya di dalam.


"Aaahhhssshhhh,,eenngghhh sayangg, pelan-pelan," desah Briell di saat Albert mulai memasuki Kukubirdnyan itu dalam-dalam.


"Uuhhhhhaaahhh sayang, ini aahhhhhh aku ingin lebih boleh gak ?," izinya ingin lebih menambahkan tritmen kecepatan permainanya.


"Lakukanlah sayang, tapi hati-hati jangan begitu keras," jawab Briell memperingatkan suaminya.


Dan setelah mendapakan izin baru Albert mengegerakan pinggulnya dengan kecepatan sedang menggenjot tubuh istrinya.


"Aahhssshhhhh Sayang, aaakkkhh shitty'!! Aahhkkhh Babyy," rancaunya dengan tidak sabar langsung merubah posisi agar Briell di atasnya meminpin permainan.


Briell yang sudah mengerti kini mulai menggerakan pinggulnya memberikan kepuasan untuk suaminya itu.


"Aaahhh enak sayang, lebih cepat lagi," desahnya tak karuan meminta lebih dari istrinya. Hingga dia merubah kembali posisi mereka menungging menjadi ***** *****.


Mereka melanjutkan permainan panas yang sangat nikmat itu, bahkan tanpa sadar mereka melakukan Morena itu hingga 2 ronde tanpa jeda.


Melupakan kondisi Briell yang sedang hamil muda mengedepankan nafsu mereka.


Keduanya kini sedang terbaring lemas dengan nafas yang ngos-ngosan.


"Maaf ya sayang, aku jadi lepas kendali tadi." Ucap Albert yang merasa bodoh membuat istrinya hingga kelelahan seperti itu.


Briell tersenyum lalu menenggelamkan kepalanya di dada bidang suaminya, "gak papah kok, kan kita sama-sama melakukanya, ini bukan kesalahan kan." Sahut Briell yang merasakan jika Suaminya itu merasa bersalah karna melihatnya kelelahan.


"Makasih ya sayang, untuk hari ini dan hari selanjutnya," imbuh Albert yang merasakan kebahagiaan setiap habis melakukan penyatuan mereka.


Dia merasa bahagia karna setiap mereka Morena, itu menandakan bahwa Briell benar-benar adalah miliknya.


Briell benar-benar sudah menerimanya menjadi suami yang ada di hatinya. Dan itu sangat membuatnya merasakan kedamaian dalam hati.


Briell hanya tersenyum manis membalas ucapan suaminya itu, lalu dia memejamkan matanya untuk beristrihat setelah melakukan olahraga Morena.


Dan di susul oleh Albert yang ikut memejamkan matanya bertemu dengan Briell di alam mimpi.


Bahkan sangking lelahnya mereka sampai tidak menggunakan pakaian mereka kembali.


Kira-kira seperti ini lah mereka🥰🥰



To be continue.


*Jangan lupa sedakah ya sedekah **😭😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya😘😘 *


Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh 😭😭😭


Terima kasih🙏🏻🙏🏻


Follow IG Author @Andrieta_Rendra