Love Me Please My Wife

Love Me Please My Wife
Chapter 48



🌹 Happy Reading 🌹


"Lord, maafkan segala kesalahan kami, tolong jangan perlakukan kami seperti ini," pinta Rose yang sakit hati melihat putra kesayanganya di siksa seperti itu.


Namun Bukan Mario namanya jika begitu gampangnya memaafkan siapapun yang sudah berani menyakiti anak kesayanganya, walau hanya seujung kuku saja. Maka akan fatal akibatnya.


Rencana awal Mario datang ke Indonesia dengan tujuan perjodohan putrinya dengan Aiden.


Namun dia sama sekali tidak mengetahui tentang pernikahaan putrinya, di karenakan Aiden sengaja menutup akses media untuk mentake down semua informasi itu.


Alasanya karna dia tidak mau jika Mario malah nanti akan berbalik membela Morgan dari oada dirinya, dia mau hanya dialah satu-satunya pasangan yang terbaik untuk Briell.


Dan di saat tadi Mario menelpon Briell, di situlah Mario mengetahui tentang semuanya, namun lagi-lagi Aiden bersandiwara dan mengatakan semua perlakuan buruk keluarga besar itu, terutama tentang sikap Morgan yang kasar di awal pernikahaan.


Dan jadi lah Mario murka seperti sekarang ini, bahkan yang awalnya dia hanya ingin berkunjung melihat pekerjaan anaknya di rumah sakit, kini berbalik arah melihat perlakuan keluarga Terrence yang menghina putri kesayanganya, dan situasi ini sangat di manfaatkan sekali oleh Aiden untuk tambah menghasut Mario agar berpihak kepadanya.


"Kamu pria tua," panggilanya pada Trevor.


"Nomor berapa perusaahmu berdiri saat ini?" tanya Mario dengan lantang.


Trevor terdiam tidak mampu mengakuinya, "kamu pikir saya ini bodoh ha," bentaknya dengan emosi yang sangat memuncak. Bahkan dia sampai berdiri tepat di hadapan Trevor.


Lenyap sudah kesombongan dan harga diri Trevor saat ini juga. Apa yang bisa dia katakan ? Nothing? Dia sama sekali tidak bisa membuka suaranya di hadapan Mario dan Aiden saat ini.


"Kamu mau saya kirim ke hutan ha, saya ini sudah tidak jahat, tapi kalo anak saya di perlakukan seperti ini, saya bisa lebih jahat, kamu belum tau siapa saya ha." Ucapnya dengan lantang, membuat Briell hanya mampu menggelengkan kepala lemah.


Sedangkan Morgan, dia saja begitu malu mengingat bagaiamana dirinya dulu menghina istrinya di awal-awal. "Sayang maafin kesalahan ku, maaf kalo dulu aku pernah menghinamu," bisiknya dengan kedua mata yang benar-benar memperlihatkan penyesalan.


Mario yang tak ingin lepas kendali dan mengecewakan istrinya, kini beralih menarik tangan putrinya, "Briell ayo pulang!" Perintahnya mutlak.


"Enggak Dad, kalo Briell pulang, Briell harus bersama Morgan," tolaknya meronta tanganya di tarik seperti itu oleh Mario.


Mario semakin tidak ingin lepas kendali saat ini, dia menampilkan wajah amarahnya pada Morgan agar segera melepaskan tangan putrinya.


"Sayang, kamu pulang dulu ikut Daddy ya, nanti aku akan menjemputmu," dia mencoba berbicara dengan lembut pada Briell agar keadaan tidak semakin memanas.


Namun Briell tidak ingin meninggalkan Morgan saat ini, apa lagi melihat Aiden yang juga berada di situ, dengan cepat dia berlutut di kaki Mario, "Daddy, tolong jangan seperti ini, dia suami Briell sekarang," tangisnya pecah memohon pada Mario agar tidak meninggalkan Morgan di sini bersama dengan mereka semua.


"Sayang jangan seperti ini, aku bisa, aku mampu berjuang sayang, tolong jangan buat aku tersiksa dengan sikapmu yang seperti ini," mohonya pada Briell yang sampai rela berlutut seperti itu kepada Mario hanya untuk dirinya.


Mario yang sedang tidak ingin berfikir saat ini, langsung menoleh pada Aiden yang tengah berdiri dan bersiap memberikan pelajaran pada keluarga Terrence.


"Aiden keluarlah! Kamu ikut Daddy pulang bersama Briell," perintahnya tegas pada Aiden, agar Briell tidak merasa takut jika Morgan bersama dengan Aiden.


"Daddy gak bisa seperti ini, Morgan suami Briell Dad, jadi dia yang harus pulang sama kita bukan Aiden," tolaknya yang berusaha membuat Mario mengerti keadaan jika dirinya saat ini telah menikah.


Morgan langsung memeluk tubuh istrinya dengan penuh kelembutan, "sayang, hey liat aku, liat mata aku," pintanya lembut pada istrinya.


Aiden yang melihat Morgan lagi-lagi menyentuh tubuh wanita, kini dia ingin melangkah dan memisahkan keduanya, namun langkahnya terhalang oleh Mario yang menarik tanganya.


Dia semakin kesal ketika Mario menghalanginya, "aku tunggu di luar," tegasnya pada Mario dan Briell.


Setelah Aiden melangkah keluar, Briell langsung menatap tajam ke arah Daddynya, " kenapa sih Dad? Kenapa Daddy selalu memihak denganya? Kenapa Daddy tidak bisa menerima siapapun yang datang di kehidupan Briell, dulu Alson, sekarang Morgan, kenapa sih Daddy gak pernah biarkan Briell menuntun pasangan Briell sendiri," tangisnya yang masih berada di pelukan suaminya.


"Sayang," tegur Morgan, mengingatkan jika Briell tidak boleh berdebat dengan Daddynya seperti itu.


Mario yang mendengar semua ungkapan itu seketika menjadi panas hati. "Briell jaga ucapan kamu ya ! Daddy lakukan semua ini untuk kebaikan kamu, buka matamu dan lihat jika hanya Aiden yang pantas buat mendampingi kamu." Ucap Mario tanpa sadar sudah membentak putrinya.


"Aku akan mengadukan semua ini pada Mommy." Lirihnya pelan yang merasa jika Daddnya saat ini sudah bukan lagi Daddynya yang dulu.


Dia langsung menatap ke arah Morgan, dan mendekatkan mulutnya pada telinga suaminya. "Aku mau kamu mendapatkan seluruh informasi siapa keluarga kandung kamu dari mereka, sebelum mereka semua di habiskan oleh Aiden. Kalo kamu sayang sama aku, percepat semuanya dan jemput aku besok, di jalan Zzzzzzzzzzz." Bisiknya memberikan pesan penting pada suaminya.


"Pasti sayang, kamu jangan khawatir, aku pasti bisa jaga diri dengan baik-baik, aku tidak akan pernah mungkin ngecewakan kamu." Balasnya dengan yakin.


Lalu dia beralih mengusap lembut perut istrinya, "semoga buah cinta kita cepat tumbuh di sini ya sayang, kamu jaga diri baik-baik." Imbuhnya dengan penuh cinta.


"Aku pergi ya," pamitnya pada Morgan.


Ccuuuppp Morgan mengecup singkat kening Briell dengan penuh kelembutan, "hati-hati ya sayang."


"Aku mencintaimu honey." Bisiknya iseng di telinga Briell, yang di jawab dengan senyuman dan anggukan kepalnya singkat.


Dan setelah itu Briell langsung melangkah ke arah Mario. Yang sedang menatapnya dengan tajam.


"Jika kamu tidak sanggup memberikan pelajaran kepada mereka semua, maka jangan pernah berharap akan bertemu dengan putri saya, dan saya sendiri yang akan membuatmu menandatangani surat cerai itu! Apa kamu mengerti!" Titahanya pada Morgan yang muali menguji kemampuan menantunya itu agar layak hidup bersama dengan Briell, yang hidupnya selalu di kelilingi oleh bahaya.


Jadi minimal suaminya itu harus bisa memberikan perlindungan terhadap putri kecilnya.


"Baik Daddy." Jawabnya lantang dan penuh keyakinan, jika dia akan berhasil menyelesaikan misi pertama dari mertuanya.


Briell memberikan kode pada suaminya agar semangat, dan itu sudah cukup menambahkan mood boster pada dirinya.


Dia kini beralih menatap ke arah empat keluarga Terrence yang masih berlutut bagaikan kacung tak berharga.


Namun sebelum dia memulai tugasnya, terlebih dulu dia harus menelpon Vincent untuk membantunya dalam hal ini.


Terlihat dia sedang mengutak-atik ponselnya dan mencari nama Vincent.


"Haalllo," sapanya di saat panggilan itu sudah terhubung.


"Cepat datang ke rumah sakit di ruangan Victor, dan bawakan kesayanganku ke sini." Perintahnya pada Vincent yang sudah mengerti apa yang di maksudh kesayangan dari Morgan.


Dan setelah dia menutup panggilaan itu, kini aura iblisnya benar-benar keluar menatap ke arah empat orang yang mengaku keluarganya itu.


"Morgan, ingat nak, kita ini masih orang tua kamu, kita masih keluarga. Jangan karna dia, kamu melupakan asal usul mu nak." Seru Rose dengan lembut, berusaha untuk mengembalikan Anaknya seperti dulu, yang pendiam dan penurut.


"Hahahhahahahahahah, Morgan yang dulu sudah hilang, dan sekarang kalian akan melihat diriku yang sebenarnya." Ancamnya benar-benar seperti iblis.


"Mari kita bermain sekarang." Serunya namun sangat-sangat terdengar menakutkan.


To be continue.


*Jangan lupa Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya**😘😘*


Terima kasih🙏🏻🙏🏻


Follow IG Author @Andrieta_Rendra