
Sebelum baca cuman mau ingatin ya teman-teman, di Like dulu oke 🥰
Jangan sinder 😘😘
🌹 Happy Reading 🌹
Setelah memastikan para tetuah tadi sudah menghilang, kini Gina mulai menatap Robert dengan sangat lekat, "cepatlah bersiap, aku gak mau terlambat hanya karna kamu," bentaknya yang selalu kesal jika berhadapan dengan suaminya ini.
Robert memutar bola matanya malas, lalu mengeluarkan ponselny untuk mengerjakan bebrapa email.
Sontak saja Gina merasa jika dirinya tidak di hargai oleh suamiya, kini langsung mengambil ponsel itu dari tangan Robert.
"Gina kembalikan ponsel ku," bentak Robert ingin merampasnya balik.
Namun dengan cepat Gina memasukanya dalam bajunya dan menyelipkanya pada gunung kembarnya.
"Ambillah jika berani," tantang Gina yang kini membuat nyali Robert menciut.
"Banci kaya kamu gak akan pernah bisa menyentuhnya," balas Gina lagi menghina suaminya.
"Apa kamu bilang banci, aku bahkan bisa membuatmu sampai tidak jalan tau tidak," balasnya sedikit percaya diri.
Mendengar itu, Gina semakin suka menguji kesabaran dari pria yang ada di hadapanya ini, dia membuka sedikit kancing baju atasnya untuk memeperlihatkan gunung kembarnya, "aku tidak percaya denganmu, ambillah jika kamu berani, aku tidak akan memberikanya jika tidak kamu ambil sendiri," tantang Gina lagi.
Mereka berintraksi dengan intim, tanpa mereka sadari jika para tetuah saat ini sedang memperhatikan mereka lewat CCTV yang tersembunyi.
"Bodohkan Robert di kasih barang enak malah gak mau," sahut Arvan dengan menunjuk layar monitor.
"Hahhahna iya padahal Gina sudah agresif seperti itu," sahut Mario yang tanpa sengaja melihat bagian atas milik Gina.
"Hahahahaha," sahut suara wanita yang berada di sebelah mereka, yang sontak membuat tawa mereka terhenti setelah menyadari apa yang terjadi.
Mario dengan replek menampar dirinya sendiri dan berpura-pura pingsan, sedangkan Arvan menjewer telinganya sendiri dan tertawa nyengir.
Mereka lupa jika para harimau berada di sebelah mereka di saat mereka ketangkap menatap Gina hingga tak berkedip.
"Mau macam-macam kalian, ya gak bisa lah," sahut Eden menyilangkan tangannya di dada.
"Gina kamu jangan sombong, aku perkosa kamu bisa minta ampun loh," ancam Robert dengan yakin.
Mendapatkan ancaman seperti itu membuatnya semakin gencar untuk menggoda suaminya.
"Ah masa sih, coba aku pegang sebesar apa sih dia," sahut Gina mencoba meraih kukubird suaminya.
Robert yang melihat tangan Gina ingin memegang pusakanya kini langsung menepisnya, "dasar mesum, jangan pegang-pegang nanti dia bisa bantat," sahut Robert kesal.
"Haishh, sini biar aku cek dulu, bukankah dia sudah di kandang selama 50 tahun ya," ejek Gina dengan tersenyum penuh arti.
"Hey, kaca mana kaca? Bukanya kamu juga sama kan perawan tua umur berapa baru nikah oh aku lupa," jawab Robert kembali membalas istrinya yang mesum.
"Aku perawan tua bukan karna aku gak laku Tuan, tapi karna itu adalah sebuah pilihan, coba liat barangmu kayanya minta aku perkosa lagi deh," bisiknya membuat Robert langsung cepat menepis tangan istrinya.
"Dasar wanita mesum, sudah aku bilang jangan pegang-pegang masih aja kamu ya, aku bisa tuntut kamu sebagai pasal pelecehan loh," balasnya berteriak.
Membuat para tetuah yang berada di ruang CCTV kini menepuk keningnya pusing.
"Mario kamu masih punya obat perangsang itukan?" Tanya Arvan pada Mario yang masih pura-pura pingsan.
Mendapatkan pertanyaan temanya itu ingin rasanya Mario menendang Arvan yang tidak mendukungnya dalam berakting.
"Mario bangun, kamu masih simpan film-film itu juga kan?" tanya Arvan menggoyakan tubuh Mario yang besar.
"Suamiku punya film mesum ya?" tanya Eden memastikan apa yang dia dengar.
Karna setaunya Mario suaminya sangat anti dengan film-film itu, katanya lebih baik langsung mempraktekanya dari pada nonton film gak jelas.
Arvan menganggukan kepalanya pelan menyetujuinya, "dia punya banyak kok," jawab Arvan.
Mario langsung bangkit dari pingsanya ketika mendengar tuduhan dari sahabtanya itu, "kamu yang kirim bodoh, jangan asal nuduh," jawabnya lalu kembali pingsan.
Eden Jenni hanya bisa menghela nafasnya kasar melihat tingkah para suami mereka ini.
Sedangkan Gina dan Robert saat ini tengah melakukan aksi saling mengejar, karna Robert yang mempertahankan harga dirinya sebelum Gina menyentuh kukubirndnya lagi.
"Gina berhentilah jangan mesum," teriak Robert kesal, lalu mengelurkan pistolnya ingin menembak Gina yang tak henti-henti menggodanya.
"Jangan todong pake pistol itu, pake yang di bawah aja boleh tidak?" godanya tidak takut sama sekali dengan aksi Robert yang memegang pistol.
"Dasar mesum," umpat Robert kesal.
"Mesum sama suami gak dosa, malah pahala kan aku mau jadi istri berbakti," balas Gina yang selalu ada balasan untuk menjawab umpatan suaminya itu.
Gina yang menggoda
To be continue.
Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya😎
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal 😭*Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya**😘😘 *
Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh 😭😭😭
Terima kasih🙏🏻🙏🏻