Love Me Please My Wife

Love Me Please My Wife
Chapter 101



🌹 Happy Reading 🌹


Sementara di sisi lain, Stella yang mendapatkan kabar dari kepala pelayanya jika Aiden saat ini sedang menyekap seorang wanita di rumahnya.


Dia langsung bergegas pulang, dan beruntungnya dia masih berada di Benua Asia hingga mempercepat langkahnya untuk sampai di Indonesia.


Ketidak adaan Stella dan Arnon di rumah, membuat Aiden semakin bersikap seenaknya, Arnon yang harus melakukan perjalanan bisnis di Rusia kini tidak bisa memantau putanya itu.


Dan setelah mengudara kurang lebih 10 jam lamanya dengan menggunakan pesawat Jet kecepeatan tinggi milik kakaknya, Stella dengan raut wajah yang penuh amarah kini memasuki rumahnya.


Bahkan dia bisa mendengar jelas teriakan seorang wanita yang saat ini sedang meronta meminta di lepaskan.


"Lepaskan aku dasar bajingan,, plaakkkk," wanita itu lagi-lagi menampar wajah Aiden.


Setelah dua hari ini dia di sekap di istana ini oleh Aiden, dia selalu memberontak sehingga Aiden benar-benar murka kehadapanya.


"Dasar jalang, beraninya kamu," bentaknya ingin melayangkan sebuah pukuluan terhadap wanita itu.


Namun dengan sigap Stella menghalanginya.


"Mamah," ucap Aiden terkejut melihat sosok Mamahnya yang berada tepat di depan matanya.


Pllaaaaakkkkk,,plllaaaakkkkkk Stella memberikan sebuah tamparan yang sangat keras lada putranya itu.


"Aiden, Mamah gak tau lagu mau bilang apa sama kamu, apa yang kamu lakukan ha? Kamu merusak harga diri wanita yang bahkan kamu tidak mengenalinya, kamu punya otak tidak? Kamu sudah membunuh dan menyekaap sepupu kamu sendiri dan sekarang kamu memperkosa wanita yang masih suci, Oh God Aiden Mamah malu Aiden, malu,,hisskk," tangis Stella yang lelah dengan prilaku putranya ini.


Lalu dia memandang pada wanita yang saat ini sudah tidak menggunakan pakaian atas, karna Aiden sudah merobeknya secara paksa.


Dia melepaskan blezzernya lalu memberikan pada wanita itu. "Kamu liat dia! Apa kamu mengenalnya? Apa kamu mengetahui siapa nama dan keluarganya? Apa kamu tidak berfikir jika keluarganya mencari dirinya saat ini," bentaknya lagi, sambill memakaiakan blezzer itu untuk wanita yang sedang menangis itu.


"Mah, Aiden tidak ingin membentak Mamah, tapi dia wanita Aiden Mah," balas Aiden yang dengan berani mencap wanita itu sebagai miliknya.


"Jika dia wanitamu maka tidak begini caramu memperlakukanya Aiden! Mamah adalah wanita, kakak kamu juga wanita, bagaimana jika dia yang berada di perlakukan seperti ini dengan suaminya apa kamu bakala terima,"


Aiden terdiam saat ini, dia hanya mampu mengepalkan tanganya tidak berani melawan jika sedang bersama dengan Mamahnya.


Stella beralih pada wanita yang di belakangnya. "Siapa nama kamu Nak?" tanyanya dengan lembut pada wanita itu.


"Freya Stephanie Limabrata Tante," jawabnya dengan gugup.


Stella langsung membawanya ke dalam dekapanya. "Kamu jangan takut lagi, di sini ada Tante, Aiden tidak akan menyakitimu lagi,oke," ucapnya mendekap erat tubuh yang sedang bergetar ketakutan itu.


Stella tidak ingin jika Freya akan mengalami depresi mental akibat ulah putranya.


Dia langsung membawa Freya masuk ke dalam kamar dan meninggalkan Aiden sendiri.


"Aaaarrrggghhhh brengsekkk,, lihat saja kamu Freya, aku akan merantaimu di dalam kehidupanku, aaarrrggghhh sialll," umpatnya dengan menghancurkam seluruh barang yang ada.


Bahkan sangking emosinya dia mampu memecahkan seluruh pintu kaca rumahnya itu.


Praaaannggg,,praaanngg suara Aiden yang menggila kini terdengar sampai kamar Stella, membuat Freya semakin takut di buatnya.


"Tenanglah, dia marah dan emosi hanya sebentar saja, nanti dia juga akan meredah sendiri," ucapnya dengan lembut agar Freya sedkit merasa tenang.


Freya hanya membalas ucapan Stella dengan senyuman tipis yang di paksa, dengan masih memendam rasa gelisah di hatinya melihat tingkah pria gila seperti Aiden.


Sedangkan di sisi lain, di Sanova Island, Briell tak henti-hentinya membuat Eden sakit kepala dengan segala tingkah lakunya yang selalu saja mengatas namakan Cabynya.


"Briell, kamu gak mau berhenti main game ya, belajar masak sekarang! Istri apa gak bisa masak ha? Suami mau di kasih makan apa ? Batu?" Bentak Eden yang sudah lelah menegur Briell yang selalu sibuk dengan game onlinnya.


Bahkan Airein dan Roger hanya bisa tertawa melihat tingkah ibu dan anak itu.


Dengan segera Eden merampas ponsel milik anaknya itu. Lalu berkacak pinggang layaknya bos.


"Bereskan kamar mu sekarang! Belajar beres kamar! Gak ada pembantu yang boleh kamu suruh," perintah Eden dengan tegas yang tidak tau lagi dengan bahasa apa dia bicara dengan putri sulungnya itu.


"Oke,,oke Mom slow," sahutnya dan langsung melangkah ke kamarnya.


Namun ketika sampai di dalam kamar, dia bukanya membersihkan malah dia mencari ponsel yang lain untuk bermain game.


Tokk,,tokk,,took, suara ketukan pintu yang tidak tertutup membuatnya terkejut melihat sosok harimau betina , eh salah Mommy Eden tepat di depan pintu.


"Mommy mengawasimu Briell, jangan macam-macam kamu," ancamnya penuh dengan tatapan menyelidik.


Dengan kesal Briell meletakan ponsel itu dan langsung segera membersihkan kamarnya. "Sumpah galak bener," umpatnya dengan sedikit melirik ke arah pintu yang masih memperlihatkan sosok Momynya.


Dan tiba-tiba saja, ponselnya yang berada di tangan Mommynya berdering.


Membuatnya dengan sigap mengambilnya dari tangan Mommynya.


"Hallo," jawabnya dengan buru-buru, karna si penelpon ini adalah penyelamatnya.


"Hallo sayang, kamu lagi apa?" Sahut Albert di ujung sana yang menelpon istrinya untuk mengabari kepulanganya.


"Ahahahah aku baru saja habis bersih-bersih sayang, exercise lah kurangin lemak, jadi aku membersihkan kamar sendiri sayang," jawabnya bohong yang sontak langsung mendapatkan jeweran telinga dari Eden.


"Aadddduuhhh,Mom sakit, ini lepas dulu." Ringisnya kesakitan membuat Albert khawatir dengan keadaan istrinya.


"Sayang kamu kenapa sayang? Jangan buat aku khawatir dong sama Caby," sahut Albert yang sudah gelisah di ujung sana.


"Bukan kalian yang khawatir, harusnya Mommy yang khawtir dengan Caby yang lahir semoga tidak menurun sikap lebay dan malas dari Mamahnya, udah boong lagi, mana kamu membersihkan." Bentak Eden yang membuat Albert dan Briell hanya terdiam.


"Sayang, Mommy kenapa sih?" Tanyanya pelan namun bodoh karna itu adalah sebuah panggilan speaker yang pastinya Eden juga mendengar pertanyanya itu.


"Mau makan orang, kamu mau Mommy makan ha?" Bentak Eden yang benar-benar berubah menjadi Harimau galak.


Albert langsung mematikan panggilan ponselnya, merasakan jantungnya yang nyaris copot karna bentakan mertuanya. "Asli pantas saja jika Daddy takut sama Mommy,"


"Hoyyoo Cabyy, yang sabar ya Nak, tutup aja telinga agar gak mendengar Oma Marah-marah ya sayang," lirihnya memegang dadanya memikirkan nasih Cabnya yang pasti akan mendengar suara Mertuanya marah-marah.


Melihat panggilan telpon yang terputus, Eden mengambil lagi ponsel Briell. "Bersihkan kamat, atau gak ada Game selamanya." Ancam Eden yang membuat Briell pasrah mengikutinya.


Dan dengan wajah kesal Briell membersihkan kamarnya dengan pantauan CCTV mata Mommynya sendiri.


"Huffftttt," nafas beratnya di hembuskanya dengan kasar melihat Mommynya yang terus mengawasi dirinya.


Visual Freya Stephanie Limabrata



To be continue.


*Jangan lupa sedakah Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya**😘😘 *


Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh 😭😭😭


Terima kasih🙏🏻🙏🏻


Follow IG Author @Andrieta_Rendra