Love Me Please My Wife

Love Me Please My Wife
Chapter 72



🌹 Happy Reading 🌹


Setelah merasa puas bermain air, Albert dan Briell kini kembali masuk ke dalam rumah.


"Huffftt panas banget ya," keluh Briell sambil mengipas-ngipaskan tanganya agar sedikit ada angin yang menerpanya.


Albert dengan lembut mengikatkan rambut istrinya, agar sedikit merasa legah.


"Sayang, aku lapar deh,"adunya pada Albert, yang membuat suaminya langsung menyeritkan keningnya bingung.


Albert melirik singkat jam di ponselnya, yang baru menunjukan waktu lewat satu jam dari sarapan tadi, "sayang, kamu yakin kamu lapar?"tanya Albert memastikan bahwa istrinya memang benar-benar ingin makan lagi.


Briell langsung mengerucutkan keningnya di saat mendapatkan pertanyaan seperti itu, seakan-akan suaminya ini mengejek dirinya yang mulai banyak makan. "Kenapa ? Kamu gak mau kalo misalkan aku gendut ha?" tanyanya balik dengan sedikit membentak, karna dia benar-benar sudah merasa lapar saat ini.


Dan tiba-tiba Eden datang dari arah dalam, dan melihat menantu dan anaknya tengah bersitegang. "Ada apa ini Briell? Kenapa kamu membentak suami kamu?" tanya Eden yang tidak menyukai cara Briell memperlakukan suaminya seperti itu.


Albert melirik singkat ke arah mertuanya. "Dia lapar Mom, tapi padahal baru saja makan, dan Mommy taukan dia sampai makan empat helai roti loh pagi ini," keluh Albert yang pasti lebih mengetahui apa yang terjadi dengan istrinya.


Eden yang sudah menduga itu dari semalam, kini terlihat menghela nafasanya dengan kasar. "Briell ayo iku Mommy,!" pintanya dengan tegas, lalu mulai menarik tangan putrinya.


"Kemana Mom?" tanyanya bingung.


Terlebih Albert saat ini yang juga ikut bingung apa yang harus dia lakukan, dan di saat Briell dan Eden sudah tidak nampak lagi, kali ini Albert memilih mengeluarkan ponselnya untuk bermain game online.


Namun lagi-lagi waktunya tergangu oleh kedatangan mertuanya. "Kamu main apa ? Mobile legends?" tanya Mario yang juga ikut mengeluarkan ponselnya.


Albert menoleh sekilas pada Mertuanya yang juga melirik ponselnya. "Iya Dad, sudah lama gak Albert mainkan selama Briell selalu merusuh." Jawbanya yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari Mario.


"Ayo main bareng sama Daddy, kita satu server, kalo Briell kan dia lebih ke PUBG, wajar kalo dia selalu merusuh." balas Mario yanv ternyata juga mengetahui cara bermain game online.


Bahkan Albert terkejut melihat pangkat mertuanya yang lebih tinggi di atasnya.


Di saat keduanya tengah sibuk dalam keasakianya bermain game, Arvan tiba-tiba saja datang, dia juga membawa ponselnya agar bisa ikut bermain game online bersama dengan putranya.


Dia tidak mau tersaingi oleh Mario yang lebih mendapatkan perhatian dan waktu kebersamaan dengan Albert, yang harusnya bersama denganya.


"Albert lajarin Papah bermain itu dong, biar kita bisa main bareng," ucap Arvan sambil menyerahkan ponselnya pada putranya agar bisa di downloadkan game seperti mereka.


"Papah bentar, ini lagi seru, Papah download sendiri aja masuk App Store dan cari Mobile Legends, dapat kok, setelah inu baru Albert registrasikan." jawabnya tanpa mengalihkan pandanganya dari ponsel yang menunjukan bahwa dia dan Mario telah asik tanpa memperdulikanya.


Arvan yang tidak mau menggangu putranya, kini mencoba mendownload aplikasi game itu sendiri.


"Albert papah sudah Download ini bagaimana lagi?" Tanyanya yang memang tidak pernah bermain game online sebelumnya.


Dan lagi-lagi kedua orang itu tidak memperdulikanya, apa lagi dia melihat Mario dan putranya bisa tertawa bahagia seperti itu, membuatnya merasa tidak terima.


"Ini tidak boleh di biarkan." gumamnya dengan menahan emosi.


Dengan segera dia mengambil Laptop kerjaanyang berisi seluruh server-server Tekhnlogi di dunia.


Albert sepertinya lupa siapa Papahnya, ketika dia merasakan muak seperti ini, maka jalan satu-satunya adalah memblok aplikasi itu, agar tidak ada yang bisa memainkanya.


Dia memasukan beberapa kode ke dalam laptopnya, dan dalam hitungan detik Game online itu sudah ngeblank tidak bisa di mainkan lagi.


"Lohh,,lohh,, kenapa ini? Kenapa tiba-tiba terkeluar sendiri?" tanya Albert yang bingung karna dia tidak merasa menggeser layar atau apapun, mengapa ponselnya bisa keluar dari aplikasi game tanpa dia sentuh sama sekali.


Dan di saat Albert kebingungan, Mario langsung menatap ke arah Arvan yang dia yakin pasti pria tua ini lah penyebabnya.


"What?" Tanya Arvan yang menyadari arah tatapan dari Mario.


Namun belum sempat Mario membuka suara, tiba-tiba saja terdengar suara Briell yang memanggil Albert. "Sayang sini," panggilnya untuk meminta Albert masuk ke dalam kamar.


Albert menoleh terlebih dahulu kepada Papah dan Mertuanya, meminta izin untuk pergi sebentar. "Pergilah Nak, istrimu lebih membutuhkanmu." Seru Arvan yang merasa bahwa ini adalah kesempatan untuk menjauhkan Albert dengan Mario.


Dengan cepat Albert berdiri dan berlari menuju kamarnya, sambil terus bermainkan ponselnya.


Dia masuk ke dalam kamar dan melihat istrinya yang sedang duduk di atas tempat tidur dengan memegang sebuah box di tanganya.


"Kenapa sayang?" tanya Albert sambil mendudukan dirinya di atas tempat tidur tepat di depan istrinya.


Briell menyerahkan box itu pada Albert, "buka itu! Aku mau buat story IG sayang," pintanya sambil memegang ponselnya, mengarahkanya pada Albert yang bingung melihat Box itu.


"Apa ini?" tanya Albert sambil membolak balikanya box itu. Namun Briell hanya membalasnya dengan tertawa singkat. Dan baru menyadari jika Eden masih berdiri di situ.


"Apa ini?" tanyanya lagi dengan sekilas menoleh pada Eden yang juga sedang tersenyum bahagia.


Albert yang merasa tidak mendapatkan jawaban sama sekali langsung membuka Box itu.


Dia menatap bingung ke dalam isi Box itu, dia melihat sebuah alat yang dia pernah liat di Tv namun dia masih belum mengerti apa itu.


"Apa ini? Alat apa ini?" tanyanya lagi, namun hanya mendapatkan sebuah tawa dari Briell.


Namun Albert berusaha membolak-balikan alat itu, dan pandanganya terfokus pada garis merah dua yang berada di alat Test pack itu.


Matanya membulat seketika melihat hasil itu. "Wah aku akan menjadi ayah kah?" tanyanya tidak percaya dengan apa yang dia lihat.


Namun Briell juga bingung mau jawab apa, dia hanya bisa tertawa kecil dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


"Sayang, kamu hamil? Aku akan jadi ayah?" tanyanya lagi dengan air mata yang sudah menetes dari pelupuk matanya.


Briell menganggukan kepalanya singkat membalas pertanyaan suaminya.


"Kamu nangis ya?" ejek Briell yang juga ikut menangis melihat suaminya menangis bahagia.


"Enggak sayang, aku gak nangis," bantahnya bohong, karna jelas-jelas air matanya sudah mengalir sedari tadi.


"Yes you craying," tunjuk Briell lagi dengan mulai menangis kencang.


"You craying," lagi dan terus menerus mengucapkan itu.


Albert yang sudah tidak tahan dengan kebahagian ini, langsung membawa istrinya ke dalam dekapanya. Dengan sesekali mencium puncak kepala Briell.


"Terima kasih sayang, terima kasih," Ucapnya penuh syukur, sambil mengusap lembut perut istrinya yang terdapat calon janinya.


Di usia pernikahaanya yang sudah memasuki minggu ke tiga ini, merupakan suatu berkah ketika dia mendapatkan sebuah anugerah yang begitu cepat di percayakan kepada mereka.


"Sayang makasih ya," dia mengucapkan itu berulang-ulang, dia sudah tidak tau lagi apa yang mau dia ungkapkan selain rasa terima kasih kepada istrinya yang sudah mau mengandung anaknya seperti ini.


Eden yang melihat kebahgiaan anak dan menantunya itu, kini melangkah mendekat dan memeluk keduanya. "Selamat ya anak-anak Mommy, semoga sehat sampai lahiran ya sayang, doa Mommy selalu menyertai kalian berdua, teruslah bersama walau apapun yang terjadi kedepanya nanti," ucap Eden penuh harapan.


Dia mengharapkan jika kedua anaknya ini akan hidup bahagia selamanya, akan selalu setia bernafas selamanya.


"Terima kasih Mom,, terima kasih," jawab keduanya yang juga membalas pelukan hangat dari Eden, dan mengucapkan terima kasih yang sangat besar untuk ibu yang paling berharga ini.


To be continue.


*Jangan lupa sedakah Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya**😘😘 *


Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh 😭😭😭


Terima kasih🙏🏻🙏🏻


Follow IG Author @Andrieta_Rendra