Love Me Please My Wife

Love Me Please My Wife
Chapter 60



🌹 Happy Reading 🌹


Saat ini Morgan dan yang lainya tengah berada di pesawat Jet pribadi milik Mario.


"Morgan." Panggil Briell pelan pada suaminya yang saat ini tengah menatap ke arah luar pemandangan.


Dia tau jika saat ini suaminya itu tengah gelisah untuk menghadapi kenyataan yang ada nantinya.


Morgan yang mendengar panggilan istrinya, sontak langsung menoleh ke arah Briell yang tengah duduk manis di sebelahnya. "Iya sayang, ada apa? Apa kamu butuh sesuatu? Atau kamu merasa gak nyaman?" tanyanya sangat khawatir jika istrinya itu sampai merasa tidaj nyaman denganya.


Briell tersenyum melihat sikap Morgan yang begitu perhatian kepadanya. Dia langsung menyenderkan kepalnya pada dada bidang suaminya, dan Morgan yang mengerti juga membalas dengan melingkarkan tanganya mengelus kepala Istrinya.


"Morgan, apa yang akan kamu lakukan nanti ketika kamu mengetahui semua kebenaranya?" tanyanya pelan takut menyinggung atau melukai hati suaminya.


Terlihat Morgan yang menghembuskan nafasnya kasar, ikut merasakan frustasi dengan masalahnya ini. "Entahlah sayang, aku merasa bingung saat ini. Aku begitu penasaraan dengan sosok Ayah ku? Kemana dia? Mengapa dia tidak mendampingi Ibuku saat melahirkan kami, mengapa ibu melahirkan sendiri? Kemana keluarganya? Lalu siapa Ayahku? Semua pertanyaan itu selalu berputar-putar di kepalaku tanpa ada yang bisa menjawabnya." Lirihnya pelan memandang ke arah luar dengan pendanganya yang mejangakau ke luar pikiranya.


Briell yang mengerti akan situasi ini kini hanya mampu menggengam tangan suaminya dengan lembut. "Siapa pun kamu nantinya, aku akan tetap bersama mu. Aku akan mendampingi sampai nanti kita berpisah secara maut, meskipun aku masih belum mecintai kamu. Tapi aku janji akan terus belajar mencintai kamu dan menumbuhkan rasa di hatiku. Agar kita layak untuk bersatu selamanya." seru Briell tanpa keraguan sedikitpun yang terlihat di matanya, yang membuat Morgan tersenyum dan langsung memberikan sebuah kecupan sayang di kening Briell.


"Terima kasih sayang, aku sangat-sangat beruntung bisa memilikimu, walaupun pertemuan kita salah. Namun aku percaya jika Tuhan sudah mengatur takdirnya akan kehidupan kita ini." balasnya dengan penuh kelembutan, membuat Briell selalu nyaman berada di sebelahnya.


Briell mengambil tangan Morgan yang sebelah untuk mengusap lembut ke perutnya. "Aku berharap ketika nanti ada janin di sini, itu akan membantuku untuk bisa segera mencintai kamu." Ucapnya penuh harap untuk segera mengandung buah cinta mereka.


Morgan mengelus perut Briell dengan tenang, "Nak, anak Ayah tumbuh ya sayang, bantu Ayah untuk bisa mendapatkan cinta Ibu sayang, kita sama-sama berjuang ya Nak, buat bantu Ibu mencintai kita, dan Ayah berharao kamu juga berjuang untuk segera tumbuh di perut Ibu," serunya pelan bicara pada Perut Briell yang masih kosong itu.


Briell terkekeh mendengar Morgan yang seperti orang bodoh itu, "Morgan kamu jangan mulai deh, babynya belum ada. Kamu ngomong sama siapa?" Ujarnya pelan melihat kekonyolan suaminya ini.


Morgan mencium perut itu singkat. "Sayang apa kamu masih belum ada tanda-tanda kehamilan?"tanyanya yang begitu ingin sekali jika istrinya ini segera mengandung benihnya, agar tidak ada lagi yang bisa menghancurkan cinta mereka.


Briell mengelus lembut wajah Morgan yang saat ini terlihat sangat menggemaskan. "Morgan sayang, pernikahaan kita itu baru berjalan dua minggu, mungkin nanti ketika sudah sebulan atau dua bulan baru bisa mengandung, kamu yang sabar ya." balasnya pelan memberikan suaminya itu sedikit pengertian agar lebih sabar lagi menunggu kehadiatan bayi mereka.


Morgan yang mengerti itu langsung menanggukan kepalanya singkat. "Iya sayang, aku akan selalu menerima kapan pun itu, aku akan berusaha menjaga kalian walaupun nyawaku sekaligus taruhanya, demi kamu dan keturunan kita nantinya." Serunya sedikit menaikan suaranya, tanpa mengingat jika ke dua mertuanya itu bisa mendengar suaranya.


Plaaaakkkk benar saja, Mario yang merasa tergangu dengan suara menantunya itu langsung menoyor kepala Morgan dari belakang.


"Aduhhhh," keluh Morgan di saat merasakan sakit akibat toyoran dari mertuanya. Yang membuat Morgan dan Briell sontak menengok ke belakang. "Jika kamu masih berisik menggangu, aku akan membuangmu ke luar, agar terjun bebas sekalian." Ancamnya pada Morgan yang langsung menciut saat ini.


Briell dan Morgan langsung kembali ke posisinya dan duduk kembali dengan tenang. "Daddy mu galak amat ya sayang," Bisiknya pada Istrinya yang saat ini tengah bersandar di bahunya.


Briell tekekeh mendengar keluhan dari suaminya itu. "Tahan, ujian Mental itu, hahahha" tawanya yang membuat Morgan tersenyum bahagia lalu memberikan ciuman di bibir istrinya.


Hingga berubah menjadi sebuah lum**tan yang singkat. "I Love You My Wife." Lirihnya pelan di saat menyudahi ciuman panas itu dengan menyatukan kening mereka.


Mario dan Eden merasakan panas yang berlebih melihat kelakuan anak dan menantu yang tidak tau diri ini. "Pasangan sialan memang berdua, bikin orang panas dingin aja." Gumam Mario dalam hati yang kesal melihat kelakuan mesum putri dan menantunya ini.


Dia melirik sekilas ke arah istrinya yang saat ini tengah tertidur dengan pakaian yang menggoda. "Siap gak siap kamu harus siap." Ucapnya penuh yakin tanpa takut membangunkan harimau yang sedang tertidur ini.


Dengan penuh nafsu dia menggendong tubuh istrinya masuk ke dalam kamar pribadi di dalam pesawat itu. Tanpa memperdulikan pasangan baru yang melihat kelakuaanya itu.


Morgan dan Briell saling memandang satu sama lain melihat Mario yang menggendong Eden masuk ke dalam kamar.


Briell menatap Morgan dengan tatapan penuh dengan tanda tanya.


Morgan yang mengerti itu langsung membawa istrinya untuk duduk di pangkuanya, "mungkin Daddy hanya mau Mommy tidur dengan nyaman di dalam kamar." Jawab Morgan dengan mulai melebarkan kaki Briell duduk di pangkuanya dan berhadapan denganya.


"Kamu mau ngapain?"tanya Briell sinis, di saat Morgan melingkarkan tanganya di pinggang miliknya, serta kepala yang sudah di tenggelamkan di dada miliknya mencari ASI pada istrinya.


Tangan Morgan sesekali mere**mas boking Briell hingga terdengar leguhan serta desahan dari mulut istrinya di saat dia mulai ********* ujung gunung kembar itu.


"Aaahhhhssshhh Morgan, kita sedang di pesawat jangan gila kamu." Ucapnya di tengah desahan kenikmatan surga Morena yang di ciptakan suaminya ini.


Morgan tidak memperdulikan keadaanya saat ini, baginya saat ini tubuh istrinya itu benar-benar membuatnya mabuk kepayang, sehingga untuk berdekatan saja dia benar-benar tidak bisa menahan hasrat dunianya itu.


"Sayang, kita coba di sini ya, biar ada sejarah bagi kita melakukanya di ruang pesawat terbuka seperti ini." Ajaknya sambil mengi*git ujung gunung itu.


"Aaahhhh Morgan, jangan gigit sakit." rintihnya di saat Morgan mulai bermain kasar.


Morgan terkekeh mendengar itu. Dan detik selanjutnya dia mulai bermain dengan lembut hingga membuat Briell mendesah kenikmataan.


Hingga tanpa sadar mereka melakukanya di dalam pesawat seperti ini.


Bahkan suaran desahan dari Eden dan Briell saling berpadu terbataskan dinding pintu kamar itu.


Mereka seakan-akan berlomba untuk melihat pasangan mana yang terhot dan terkuat melakukan Morena Despacito saat ini.


To be continue.


*Jangan lupa Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya**😘😘*


Terima kasih🙏🏻🙏🏻


Follow IG Author @Andrieta_Rendra


Mampir ke sebelah ya, cerita Arvan sudah mulai Mimin Publish, langsung cek Profil ya😘😘