
Happy Reading BESTie π
"Ahhh, sepertinya kamu lupa, bahwa kamu yang memancing hassratku ini tadi, bukankah begitu Lola?" lirih Jesper pelan, tepat di belakang telinga wanita itu. Membuat Lola meremang dan merasa merinding sendiri.
Lalu Jesper langsung menarik rambut Lola ke belakang, membuat kepala Lola mendangak ke atas, hingga kedua mata mereka saling bertatapan satu sama lainnya.
Cupp, Jesper mengeccup bibir Lola dengan lembut, lalu di detik selanjutnya berbuah menjadi sebuah cciuuman yang panas.
Apa lagi dengan Lola yang terus saja memberontak, membuat nafsu Jesper kini semakin naik.
Sreekkkkβ Sreeekk, Jesper merobek pakaian Lola begitu saja, hingga terlihat tubuh yang tadi membuat Jesper terbakar hasraat keinginanya malam ini.
"Tidak Tuan, saya mohon," Lola menangis, dengan berusaha menutupi area tubuhnya yang paling sensitif.
"Tidak untuk malam ini Lola," lirih Jesper dengan pelan, Jesper mengalihkan pandanganya menatap etalase khusus dasi β dasinya, dengan senyum tipisnya, Jesper segera mengambil dasi tersebut dan membuat Lola semakin merasa ketakutan.
Setelah memilih random dasi mana yang ingin dia ambil, Jesper langsung menarik tubuh Lola untuk naik ke atas pangkuanya lalu mengikat tangan wanita itu dengan begitu erat. Sehingga memudahkan dirinya untuk mencciuumi dan melakukan apa saja dengan tubuh Lola tanpa harus dia repot β repot menghalangi tangan Lola yang pastinya akan merusak suasana yang ada.
Tangis Jeritan Lola sama sekali tidak dipedulikan oleh Jesper, hingga pria itu memecahkan sesuatu yang berharga milik Lola saja, dia tidak merasa sama sekali.
Otak Jesper saat ini hanya terpenuhi dengan amarah dan segala rasa sesal di hatinya, mengingat jerit tangisan adiknya.
Waktu menunjukan angka waktu 2am dini hari. Jesper yang sudah sangat lelah, kini tertidur di dalam pelukan Lola.
Dia memeluk erat tubuh wanita yang tidak terlihat menggunakan sehelai benangpun di tubuhnya. Keduanya hanya tertutupi satu selimut yang sama.
Jesper sepertinya sangat menikmati permainannya, hingga dia sama sekali tidak mendengar tangisan Lola di malam itu.
Mungkin benar, Lola mencintai Jesper, tetapi wanita itu sadar, jika laki β laki yang saat ini ada di dalam pelukannya itu adalah majikannya, dan yang dia tahu jika Tuannya itu masih mencintai nyonya Calista, walaupun Lola selalu mendengar jika diri Jesper mengaku sudah move on ketika berbicara dengan Jenni.
"Maafkan aku mah, maafkan aku pah, tetapi aku sudah berusaha mempertahankannya," batin Lola, yang mengingat betapa kecewanya orang tuanya nanti ketika mengetahui bahwa dirinya sama sekali tidak bisa menjaga kehormatan dirinya sendiri.
Lola ingin lepas dari situasi ini, dia tidak ingin ketika dia tertidur, dan pagi menyapa, Jenni atau siapapun akan melihatnya berada di dalam kamar tuannya sendiri.
Dia tidak ingin omongan jelek tentang didikan orang tuanya harus dipertanyakan ketika dirinya kedapatan tidur bersama majikannya sendiri.
"Aku harus segera keluar dari sini," gumam Lola, lalu perlahan mulai menggeser tangan dan tubuh Jesper agar menjauh darinya.
Namun, bukannya berhasil, Jesper malah semakin memeluk tubuh polos itu dengan erat.
Lola semakin kesal dengan sikap Jesper yang seperti ini, sehingga dirinya sedikit menambahkan sedikit tenaganya agar bisa terlepas dari tubuh Jesper.
"Terima kasih atas luka yang telah kamu goreskan kepada saya Tuan," bisik Lola, sebelum akhirnya dia benar β benar pergi dari kamar Jesper, dengan menggunakan kaos oblong yang tadi dikenakan Oleh Jesper.
Baju kaos milik Jesper yang dikenakan Oleh Lola, saat ini lebih terlihat seperti dress, membuat dirinya terlihat sangat sexy sekali, apa lagi dengan begitu banyaknya tanda merah yang ada di tubuhnya.
Namun, ketika dia baru saja membuka pintu kamar, tatapannya tidak sengaja melihat Jenni yang sedang mengarah ke kamar Jesper. Membuat Lola seketika merasa panik, dan menutup pintu kamar itu kembali.
"Ya Tuhan, aku harus apa sekarang?" batin Lola dengan melangkahkan kakinya mundur. Dia segera turun ke bawah dan mengatur tubuhnya untuk kembali tidur di sebelah Jesper. Dengan tujuan agar pria itu tidak mengira bahwa dirinya berniat untuk kabur.
"Asshhh," perih yang dia rasakan di sekitaran apomnya. Membuat Lola harus menahan sakitnya. Dan karena memang tubuhnya sangatlah letih, itu membuatnya langsung tertidur tanpa berpikir tentang Jenni yang pastinya sedang mengetuk pintu kamar Jesper saat ini.
Ke β esokkan paginya, Jesper yang terbangun lebih dulu, kini melihat pandangan yang tidak biasa ada dihadapannya.
Dia melihat wajah gadis yang begitu cantik, dengan mata sebam akibat menangis semalam.
Jesper menghela nafasnya kasar, ketika dirinya mengingat apa yang sudah dia lakukan semalam pada Lola.
Tidak ingin berlarut, Jesper ingin segera bangkit dari tidurnya, dan berniat untuk mandi terlebih dahulu, sebelum dirinya keluar untuk mengurus persiapan pernikahaan adiknya besok lusa.
Namun karena dirinya merasa sangat lelah akibat pertempurannya semalam, Jesper memilih untuk duduk terlebih dahulu di tepi ranjangnya. Dia kembali melihat wajah Lola kembali, sebelum tatapannya jatuh melihat darah yang ada di atas tempat tidurnya.
"ini darah apa?β gumamnya, lalu memegang sedikit untuk menghirup amisnya.
Sprei bewarna cream cerah, begitu jelas terlihat noda merah persis seperti yang ada di sela β sela paha mulus milik Lola, karena kaos yang dia pakai kini ternaik dan memperlihatkan bagian tubuh bawahnya yang tidak menggunakan apapun, seketika menyadarkan Jesper tentang apa yang telah dia lakukan semalam.
"Astaga, Lola,β lirihnya pelan, karena sudah merasa begitu jahat dengan wanita ini.
"Maafkan aku, harusnya aku tidak melakukan denganmu semalam,β lirihnya lagi pelan, dan langsung bergegas untuk masuk ke dalam kamar mandi.
Tanpa dia sadari jika sedari tadi Lola sebenarnya sudah terbangun, dan mendengar semua kalimat penyesalan yang diucapkan oleh Majikannya ini.
Hingga tanpa dia sengaja, buliran kristal itu kembali lolos bersamaan dengan matanya yang terbuka.
Di saat Jesper baru saja menyelesaikan ritual mandinya, dia sudah tidak melihat Lola ada di dalam kamarnya.
"Kemana dia? Apakah dia nekad kembali ke kamar dengan keadaanya yang seperti itu?β gumam Jesper, dan langsung segera memakaikan pakaianya.
Dia ingin segera melihat keadaan Lola, apakah baik β baik saja atau tidak, meskipun pada akhirnya dia akan tahu bahwa keadaan Lola tidak sedang baik β baik saja saat ini akibat ulah bejadnya.
To Be Continue
Hallo Teman - Teman semua, jangan lupa ya, untuk Like, Komen, Vote dan Hadiahnya untuk Mimin.
Agar Mimin lebih semangat lagi updatenya.
Dan jangan lupa juga untuk mampir ke karya Mimin yang lainnya ya. Terima Kasih.