Love Me Please My Wife

Love Me Please My Wife
Chapter 111



๐ŸŒน Happy Reading ๐ŸŒน


Tak lama kemudian munculah sosok yang tidak asing bagi mereka.


"Jacob kamu-, tapi bagaimana bisa,?"seru Mario pelan melihat sosok itu masih hidup.


"Hahahhahaha, kenapa kalian kaget melihat sosok yang kemarin kalian pikir mati kini hidup," balasnya dengan pelan.


Albert memandang tajam ke arah sosok itu, "shitt! Dia memanipulasinya lagi Dad, yang kemarin mati pasti adalah duplikatnya," sahut Albert meyakini hal itu.


Mario yang mendengar itu kini langsung menyerang ke arah Jacob dengan membabi buta, dan kemudian anak buah Jacob kini mulai bermunculan.


Perlawanan demi perlawanan terus di lakukan, hingga muncul sosok yang begitu asing bagi mereka lewat di hadapan mereka.


"Teruskan! Aku akan menunggumu di sana," perintahnya pada Jacob yang terlihat seperti pemimpinnya.


Albert memandang kearah Mario meminta jawaban atas siapa pria itu, "Daddy juga tidak mengenalnya," balas Mario yang benar-benar tidak mengetahui siapa dia.


Lalu tiba-tiba saja muncul sosok David yang dulu menculik Albert. "Hei anak bodoh, ternyata kamu sudah kembali dengan keluargamu," ucapnya pelan dengan nada yang meremehkan, membuat Albert langsung menyerangnya.


"Buggghhh,,ddoooorr,,ddoooorr,,dorr," tembakan terus menerus meleset karna kegesitan David sepertinya memang sudah terlatih.


"Dooorrr," tembakan sekali lagi di lepaskan Oleh David yang berhasil menembus perut Albert.


"Aaarrgghh," rintihnya menahan sakit di perutnya.


Roma yang melihat itu langsung mengalihkan perhatian David dari Albert.


Dan di saat semuanya lengah dan fokus pada perkelahian, Albert langsung segera melarikan diri dan membawa istrinya pergi jauh.


"Sayang ayo kita pergi dari sini," ajaknya pada istrinya yang terlihat sangat pucat, dengan darah yang terus mengalir karna tadi belum sempat di tangani.


Letty yang tidak mengerti bahasa yang di gunakan oleh Albert itu namun dia memahami dari gerakan tubuh kedunya.


Briell dengan patuh mengikuti suaminya yang kini menopang jalanya dengan Letty yang membawa Griffin di tanganya.


Mereka terus berjalan dengan sedikit tertatih, namun Albert segera menggendong Briell hingga berjalan sudah cukup jauh dari Villa, dan menunggu bala bantuan datang.


Terlihat Albert yang mulai kelelahan dan tidak kuat menanhan sakit di perutnya kini terjatuh bersama dengan tubuh Briell.


"Pergilah sayanng, selamatkan anak kita, aku masih bisa menggunakan kekuatan ku yang tersisa untuk melawanya," ucap Briell menyuruh Albert untuk pergi dengan nafas yang sudah terengah-engah.


"Gabriella ini tidak semudah yang kamu bayangkan," bentak Albert yang tidak ingin meninggalkan istrinya di sini sendiri.


Dan karna bentakan Albert yang cukup keras, kini membangunkan Grifiin yang sedang tertidur, "Oeekkkk,,oeekkk,,oeeekk," tangisnya dengan gelisah.


Briell langsung mengadahkan tanganya untuk meminta putranya dari Letty. "Sssttt,cupp,,cupp sayang apa Mamah membangunkanmu Nak?" tanyanya dengan mengelus lembut wajah putranya.


"Gabriell," lirih Albert lagi memandang ke arah istri dan putranya.


Briell tersenyum dan mengecup wajah babynya lama, lalu memberikannya kepada Albert yang tengah menatapnya. "Aku pastikan akan mati bersama dengan mereka, karna dengan sedikit kekuatan yang ku miliki, aku bisa menyelamatkan kalian semua dengam menunda dan membunuh mereka jika bisa," lirihnya pelan mengusap lembut kepala Griffin yang berada di gendongan suaminya.


"Briell, karnamu lah aku bisa berada di titik sekarang ini, kamu sudah mengubahku menjadi sosok laki-laki yang sebenarnya, kamu melahirkan bayi ini dan menjadikanku ayah dari Griffin, dan-" ucapnya dengan tangisan menatap sendu ke arah istrinya.


"Aku akan membiarkan bayi ini tetap hidup, karna aku bisa memastikan jika penyerangan hari ini, pria yang menunggu menjadi pemimpin mereka saat ini pasti akan mengikuti dan meyerang kembali di masa depan, dan Grifiin lah yang akan menghentikanya nanti, aku tidak tau kenapa, tapi firasatku mengatakan jika dia adalah pembuka dan penguasa jalan di dunia ini." Seru Albert lalu menyerahkan kembali Griffin pada Letty yang langsung di terima dengan perlahan.


"Briell, kita harus percaya jika Griffin akan bisa melewati seluruh lika-liku dunia ini," sambungnya lagi dengan menatap ke arah istrinya yang masih terduduk di tanah.


Sontak Briell terkejut mendengar kalimat dari suaminya. "Albert dia adalah anak kita,"!Tangisnya pecah di saat mengetahui apa yang di maksud oleh suaminya.


"Albert kenapa kamu mengorbankan anak kita, dengan memberikanya beban yang sangat besar ? Kamu harus berpikir tentang bagaimana kehidupanya setelah ini, hissskk,,hisskk," tangisnya berteriak menyadarkan Albert agar berhenti melakukan ini semua.


"Hisskk,,mengapa kamu mengorbankan dirimu hanya demi diriku Albert kenapa," teriaknya lagi kini dengan nafas yang sudah mulai melemah.


Albert hanya terdiam menutup matanya, dan mulai mendengar suara seseorang yang datang.


Albert bisa melihat dari jauh jika David datang dengan membawa sebuah tombak dengan pisau yang sangat panjang dan mengarahkanya pada Briell yang membelakanginya.


Dooorrr,,ddoooorr,, jleeeebebbbbbb.


Dua peluruhm berhasil di lepaskan tepat di dada David dan menewaskan seketika, namun sialnya tombak itu berhasil menembus tubuh Albert dan Briell secara bersamaan.


"Uhuukkk,,uhhhukkk," batuk keduanya memuntahkan darah yang keluar.


Letty terkejut melihat itu, dan langsung mendadak lemas dan berlutut di hadapan Albert dan Briell.


"Sayang, biarkan Letty menyelamatkan Griffin, dan sekarang katakanlah apa yang ingin kamu katakan lebih dulu padanya," bisik Albert pelan dengan nafas yang sudah setengah.


Letty menangis tanpa tau harus berbuat apa, dia hanya meletakan tubuh Griffin di tanah, dan membiarkan darah dari orang tuanya kini menetes di tubuhnya.


Sedangkan di dalam Villa, tidak jauh berbeda dari luar, kini terlihat Mario yang sedang memanggku Roma yang sudah mengorbankan nyawanya untuk melindungi Mario dari tusukan samurai dari Jacob.


Namun karna Roma menjadi temeng, kali ini Mario berhasil membunuh Jacob tanpa ampun.


"Roma sadarlah," tangis Mario pecah melihat pengorbanan dari pelayan setia seperti Roma.


"Tua,,an, sa--ya titip Le--ty, di-a ba-ik nam-un dia be-gi-tu men-ja-ga ja-ra-k dengan orang lai, selamatkan dia Tuan," pintanya sebelum mengehembuskan nafas terakhirnya.


"Aku janji Roma,aku janji,,,hissskk,,hisskk terima kasih atas pengorbanan mu ini,, terima kasih," janjinya penuh dengan keyakinan.


Namun seketika dia mengingat nasib anak dan menantunya yang kabur entah kemana.


Dia berlari keluar dan mencari mereka dengan menyusuri setiap sisi dari Villa itu.


To be continue.


Detik-detik Tamat gengs, jangan jadi pembaca gelap dong๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ


*Sedekah ya sedekah **๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญLike,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜ *


Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ


Terima kasih๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ™๐Ÿป


Follow IG Author @Andrieta_Rendra