Love Me Please My Wife

Love Me Please My Wife
Chapter 36



🌹 Happy Reading 🌹


"Katakan apa yang sudah kamu lakukan Aiden," bentaknya meminta penjelasaan dari pria gila itu.


Aiden yang baru saja di bentak oleh wanita kesayanganya itu, hanya membalasnya dengan semua tawa yang menakutkan.


Dia langsung segera mengangkat tubuh Briell dan memindahkanya ke sebelah agar terlepas dari pangkuanya.


Briell yang tau apa yang ada di pikiran Aiden saat ini, mencoba untuk menguatkan dirinya dan tidak mau pindah dari pangkuan Aiden.


"Briell, pinggir ! Aku mau pergi," serunya dengan raut wajah yang sudah berubah dingin.


"Kamu mau ngapain?" cercahnya ketika Aiden terus mencoba memindahkanya.


Namun bukanya menjawab Aiden malah memindahkan tubuh Briell secara paksa dan segera berdiri untuk melangkahkan kakinya keluar.


"Ini gak boleh di biarkan," gumam Briell, dan segera mengejar langkah kaki Aiden.


Dia langsung loncat ke tubuh Aiden agar pria itu menggendongnya kembali.


"Briell turun sekarang juga," titahnya dengan tegas pada wanita yang sepertinya sudah membaca gerakanya.


Tanpa memperdulikan perintah Aiden, Briell langsung menyambar bibir Aiden membuatnya terlena dengan permainan yang Briell ciptakan.


Cara ini selalu dia gunakan untuk membawa Aiden ke kamar dan berusaha meluluhkan emosi yang ada di kepala pria itu.


Namun mereka tidak pernah berbuat sejauh hubungan yang lebih dari sekedar ciuman dan mengelus tubuh satu sama lain.


Saling menenangkan jiwa, agar emosi yang bersarang di kepala masing-masing.


Briell tau ini salah, dia tau dengan jelas jika ini pasti akan menimbulkan masalah yang sangat besar nantinya.


Namun di saat meraka tengah asik berciuman, Aiden melepaskanya secara tiba-tiba, "Briell aku harus pergi sekarang," serunya berusaha menurunkan tubuh Briell.


"Sayang temanin aku ke kamar ya, aku kangen kamu," serunya berbohong, dia tidak ingin Aiden bertindak bodoh lagi kali ini.


Briell benar-benar tidak rela jika Aiden sampai melukai bahkan membunuh Morgan suaminya, karna jika itu sampai terjadi lagi. Maka dia akan berubah gila akibat perbuatan Sycho dari Aiden.


"Sayang ayo," lagi-lagi panggilnya sambil memeluk erat tubuh kekar itu, dan membawaya masuk ke dalam kamar pribadinya.


Dan selama langkahnya berjalan masuk, Aiden melanjutkan ciuman panas mereka hingga sampai di kamar dan menidurkan tubuh Briell di tempat tidur.


"Semoga kamu tidak kecewa dan marah dengan apa yang ku lakukan saat ini Morgan," batinya menangis mengingat betapa menjijikanya dia saat ini.


Meskipun mereka tidak melakukan apa-apa, tapi dengan melakukan ciuman seperti ini bahkan Aiden yang mulai mengelus tubuh bagian atasnya, benar-benar membuat Briell merasa sebagai jalang saat ini, dan karna rasa bersalah yang sangat besar di hatinya pada suaminya, di tengah pelukan dan ciuman mersanya bersama Aiden air matanya lolos menandakan kerapuhanya.


Aiden yang merasakan jika Briell kesayanganya itu tengah menangis saat ini, langsung menghentikan kegiatan mereka, "tidurlah, aku tidak akan kemana-mana, aku akan di sini menemani kamu," Sahutnya dengan lembut, lalu berganti posisi untuk berbaring di sebelah Briell dan memeluk tubuh mungil itu.


"Maafkan aku Morgan, tolong jangan benci aku ketika kamu mengetahui semua ini," tangisnya di sela-sela matanya yang nyaris terpejam.


Hingga dia tidak menyadari jika saat ini Aiden tengah mengepalkan tanganya menahan emosi, "kamu tidak boleh mencintainya Briell, tidak boleh! Kamu milik ku, dan selamanya juga akan seperti itu." ucapnya dalam hati menahan amarah yang menggelora saat ini.


Briell menunggu saat di mana Aiden memejamkan matanya, dia ingin pergi saat ini juga untuk memastikan sendiri keadaan suaminya yang tadi di tinggalkan dalam keadaan memprihatinkan.


Sedangkan berita yang Briell barusan adalah jika Aiden telah berhasil menghancurkan perusaah keluarga itu.


Dia benar-benar tidak bisa membayangkan jika itu terjadi bagaimana nasib suaminya? Dia takut jika keluarganya itu akan menyalahkan Morgan sepenuhnya atas kebangkuratan perusaahaan.


"Morgan tunggu aku," batinya berusaha menguatkan hatinya dengan apa yang akan terjadi saat ini.


Sungguh dia sangat ingin meminta bantuan pada Mario Daddynya, namun dia takut jika nanti bukanya memberikan restu, Mario akan memilih mendukung Aiden, mengingat jika sedari Aiden kecil Mario sudah mengenal dekat dengan pria yang sangat mencintai anaknya itu.


Dia takut jika Mario akan menolak kehadiran Morgan yang notabenya hanya seorang Direktur biasa, apa lagi jika sampai Daddynya itu tau Bagaimana perlakuan kelurga Morgan yang minus.


"Mommy," lirihnya pelan mengingat sosok yang akan bisa membantunya keluar dari masalah rumit ini.


To be continue.


*Jangan lupa Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya gengs **🙏🏻😊*


Terima kasih🙏🏻🙏🏻


Follow IG Author @Andrieta_Rendra