Love Me Please My Wife

Love Me Please My Wife
Chapter 50 warning !!



Warning !!


Yang gak sanggup bisa skip aja ya!!


🌹 Happy Reading 🌹


"Aaarrrgghh,eehhakkk, Morgan," jerit Rose yang sudah tidak bisa melawan memberontak karna umurnya yang sudah tak lagi muda.


Tidak jauh dengan Clarissa tadi, dia hanya memangis dan menahan sakit di lehernya yang masih di cekik dengan sangat kuat saat ini.


Trevor tidak mampu melihat air mata kesakitan dari istri yang sangat di cintainya itu "Jangan,,jangan bunuh istriku tolong, saya akan katakan,,iya saya akan katakan." Mohon Trevor yang berjanji akan mengatakan semuanya secara jujur.


Mendengar itu Morgan langsung melepaskan tanganya dari leher Rose.


Siapa pun tidak akan menyangka jika Morgan akan setega ini kepada Rose yang notabenya adalah ibu yang sudah merawatnya.


"Nak, apa kamu lupa siapa kami ini? Kami adalah orang yang merawat kamu sedari kecil, Bagaiamana bisa kamu melupakan hal itu hanya karna kamu sudah mengetahui jika kamu bukanlah anak kandung kami." seru Rose yang memasang wajah paling menyedihkan saat ini.


Dan bukanya kasihan Morgan mengalihkan pandanganya pada soda api yang sedari tadi berada di sebelah tanganya itu, lalu menuangkan dan meneteskanya sedikit demi sedikit soda api itu di tubuh Rose, hingga jeritan kesakitan menahan panas yang membara di kulit tubuhnya. "Aaarrggghh panass,,panass." Teriak Rose menahan perih di kulitnya.


"Cukupp,,cukup,, aku akan mengatakanya. kami mendapatkan kamu dari seseorang, dan kami membelimu darinya, daann ddia me-ngaataakan ji-jika kita tidak boleh mengatakan tentang identitas kamu sebenarnya, daan-- kami di larang untuk mengizinkanmu keluar dari negara ini, kami di paksa untuk membantasi pergerakanmu olehnya," ucapnya jujur sejujurnya,dengan tangis ketakutan.


Morgan mendengarkan semuanya secara saksama, dia ingin sekali membongkar identitasnya agar lebih jelas siapa sebenarnya dirinya.


"Lalu," balasnya ingin mendengar lebih.


"Dan karna kami sangat membutuhkan dirimu untuk menolong putra kami, jadi kami langsung saja mengiyakan saja persyaratan dari dia, namun kami tidak tau bagaimana asa usul kamu," timpalnya lagi, menambahkan penjelasaanya mengingat masa lalu di mana saat pria itu menjual seorang bayi kepadanya.


Flashback on


"Pah, dimana lagi kita bisa mendapatkan donor untuk putra kita pah," Tangisnya kebingungan, karna putranya yang tengah berada di kondisi kritis saat ini.


Trevor yang juga bingung harus berbuat apa saat ini, hanya mampu terdiam sambil berfikir, bagaimanapun juga dia harus mendapatkan donor untuk putranya, namun tidak begitu mudah mencari sosok pendonor sumsum tulang belakang yang bisa cocok dengan putranya. "Tuhan jangan kamu ambil nyawa putra kami satu-satunya," gumamnya dalam hati.


Dan dia mencoba bangkit lalu melangkahkan kakinya keluar untuk merileksasikan otaknya.


Tiba-tiba saja ada seorang pria menabrakkan tubuhnya dengan menggendong seorang bayi.


"Bawa aku ke dalam mobil kamu sekarang!" ancamnya dengan mengeluarkan sebuah pisau di tanganya.


Trevor yang takut, akhirnya mengiyakan untuk menyembunyikan pria itu dari kejaran pihak rumah sakit, serta sepasang suami istri yang juga membawa seorang bayi di tanganya.


Sekilas Trevor bisa mendengar bahwa bayi ini dan itu adalah kembar, dan berarti pria ini sudah menculik bayi ini.


Dalam wajah yang pucat pria itu memerintahkan Trevor untuk menjalakan mobilnya meninggalkan rumah sakit itu.


Namun di tengah perjalanan pria itu meminta untuk berhenti. "Berhenti di sini." pintanya dengan tegas.


Dan dengan patuh Trevor mengikuti seluruh yang di perintahkan oleh pria ini.


Sejenak dia melirik ke arah Trevor yang sedari menatap ke arah bayi itu. "Kenapa kamu melihatnya ? Apa kamu mau bayi yang tak berguna ini?" Tanyanya ingin memberikan sebuah penawaran.


Namun harga segitu bukanlah masalah bagi Trevor yang memiliki kekayaan yang luar biasa di asia. "Aku akan memberikanya kepadamu! Tapi aku tidak mau jika keluarganya tadi mencari bayi ini dan suatu saat membuat masalah di keluarga saya," Balasnya dengan senyuman menantang.


"Kamu tenang saja, ibu dari bayi ini mati, dan ayahnya tidak tau siapa, sedangkan yang tadi kamu lihat itu pasti kamu tau kan dia siapa, dia adalah Jesper Emelio, orang terkaya nomor 7 Dunia, yang merupakan paman dari bayi ini, dan kamu harusnya tau jika dia tidak berpemukiman di Indonesia ini," ucapnya menjelaskan asal usul bayi itu.


Trevor bukanlah orang bodoh yang tidak menyadari siapa pria yang bisa mengenali siapa pria yang tadi menggendong kembaran dari bayi ini, dia adalah Jasper yang merupakan orang-orang berpengaruh di Dunia.


"Lalu mengapa kamu menculik bayi ini?" tanyanya begitu penasraan, mengapa ada pria sebodoh ini mencari masalah dengan orang seperti Jesper.


"Ini semua karna Jennifer Emelio ibu dari Bayi ini yang memilih kabur dari pernikahaan kami, dan menjadi jalang simpanan dari seseorang entah siapa, dan itu membuatku sangat marah, dan memilih untuk menculik bayi ini agar mereka sekeluarga bisa tau bagaimana rasanya kehilangan orang yang di cintai." Ungkapnya penuh dengan sorot mata yang menunjukan dendam.


"Lalu apa yang harus aku lakukan ketika membesarkan bayi ini?" tanya Trevor yang tidak mau mengambil resiko, karna lawan yang di hadapinya bukanlah orang biasa.


"Hanya batasi pergerakan anak ini, jangan sampai dia publik di Dunia luar, dan jangan biarkan dia keluar dari negara asia," peringatanya pada Trevor yang ingin berada di zona aman.


Trevor terlihat mempertimbangkan segalanya, "baiklah aku setuju, jika begitu mari kita lakukan transaksi sekarang juga." Ucapnya menyetujui pembelian bayi itu.


Flashback off


Morgan mendengar semua cerita kebenaran itu dari mulut Trevor, "jadi Jasper Emelio itu nama paman ku dan Jennifer Emelio itu adalah ibuku." Tanyanya sekali lagi memastikan kedua nama penting dalam hidupnya.


Trevor menanggukan itu dengan yakin, karna itulah yang dia dapatkan dulu dari pria itu, dan bahkan dia melihat sendiri jika Jasper itulah yang mencari sosok Morgan Bayi dengan mengendong kembaran dari Morgan.


"Vincent, Martin aku serahkan mereka kepadamu, jangan lupa lepaskan kesayanganku di sini serta taburkan seluruh soda api di sekeliling mereka, biar mereka bisa menghirup oksigen bercampur zat mematikan itu, dan setelah itu pastikan kamu membakar mayat mereka agar tidak meningglakan jejak. Aku akan pergi menjemput istriku, kamu taukan dia tidak akan suka melihat ku membunuh seseorang," Serunya pada kedua sahabatnya yang sudah sangat mengerti bahwa Morgan tidak akan pernah membunuh namun dia hanya mampu menyiksa.


Sedangkan Victor, dia sedari tadi sudah tidak sadarkan diri setelah mungkin merasakan sakit di sekujur tubuhnya di saat Aiden menendang ya tadi.


Setelah mendapatkan seluruh informasi itu, Morgan kembali mengganti pakaianya dan segera menuju ke alamat rumah Mario.


Meninggalkan Trevor,Rose dan Victor bersama dengan kedua sahabatnya yang memang sudah biasa membunuh.


Saat ini Morgan tengah mengendarai mobilnya memecah jalan raya menuju rumah Mertuanya.


"Jesper dan Jennifer," gumamnya mengingat nama paman dan Ibunya.


"Orang terkaya urutan 7, saudara kembar," ingatnya terus menerus.


Namun ada satu yang menggangung pemikiranya saat ini. Yaitu marga dari Paman dan Ibunya yaitu Emelio, dan dia pernah mendengar Briell menyebutkan nama tunanganya yang meninggal adalah Alson Emelio.


"Oh godnees, ini gak mungkin." Sontaknya terkejut menyadari nama marga yang sama di bekalang nama keluarga mereka.


To be continue.


*Jangan lupa Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya**😘😘*


Terima kasih🙏🏻🙏🏻


Follow IG Author @Andrieta_Rendra