
🌹 Happy Reading 🌹
Deeeggggggg jantung Morgan terasa sangat sakit saat ini.
Awalnya dia masih berharap jika ibunya masih hidup dan bisa memeluknya saat ini, dia ingin mendapatkan kasih sayang yang penuh dari ibunya, namun itu hanyalah sebuah mimpi belaka.
Namun detik selanjutnya dia mengingat nama seseorang yang terhubung dengan kematian kakaknya.
Dia langsung menoleh ke arah Briell dengan tatapan tajamnya. "Sayang, jawab aku dengan jujur! Kamu taukan siapa pembunuh kakak aku?" tanyanya dengan tegas yang pernah mengingat jika Briell pernah mengatakan hal ini kepadanya.
Briell menanggukan kepalanya singkat, dengan air mata yang mulai mengalir tanpa seizinya. "Ya, Aiden," jawabnya singkat, jelas dan padat. Dengan sebuah kejujuran tanpa ada di tutupi.
"Shitt! Aku harus membalasnya," imbuhnya penuh emosi, bahkan dia segera melangkah tanpa memperdulika orang-orang di sekelilingnya.
"Stop Albert, kamu tidak bisa membunuhnya," teriak Jesper yang mengetahui jika keponakanya satu ini memiliki sifat seperti ayahnya bukan Ibunya.
Morgan memberhentikan langkahnya sesaat menunggu jawaban dari pamanya itu.
"Kenapa Paman? Pembunuh tetaplah pembunuh, nyawa di balas dengan nyawa, jika dia dengan berani mengambil nyawa kakak ku, maka dengan itu aku juga harus berani mengambil nyawanya." Balasnya dengan penuh rasa yakin.
Briell yang melihat itu langsung mengejar langkah suaminya. "Morgan stop, kita bicarakan dulu baik-baik," mohon Briell dengan lembut agar suaminya itu lebih tenang sedikit.
Namun emosi Morgan saat ini benar-benar memuncak hingga dia tetap melangkah meskipun istrinya melarangnya.
"Albert stop kamu tidak bisa membunuhnya." Teriak Jesper lagi untuk yang kesekian kalinya.
"Memangnya kenapa Paman, apa masalahnya?" jawabnya kesal karna sepertinya saat ini tidak ada yang mendukungnya.
"Karna dia adalah sepupumu," balas Jesper dengan ragu, membuat Morgan yang mendengarnya langsung membalikkan badanya agar bisa mendengarnya lebih jelas lagi.
Bahkan Briell yang mendengar kata sepupu, kini menatap ke arah Morgan lebih dalam lagi, "maksud paman sepupu apa?" Timpal Briell yang juga penasaraan dengan kalimat itu.
Jesper terlihat menarik nafasnya dalam-dalam, dan menghembuskanya dengan kasar.
Lalu dia melirik ke arah Mario yang di jawab anggukan kepalan olehnya, dengan memejamkan matanya dia beralih menatap ke arah foto Jennifer yang tengah tersenyum sangat lebar nan indah. "Karna kakak dari ibu Aiden yaitu Stella, adalah Ayah kandung kamu Arvan." Lirihnya pelan, namun masih bisa di dengar jelas oleh Morgan.
Deeegggg jantungg keduanya saling bertautan satu sama lain, Morgan kembali menatap Briell meminta jawaban jika telingnya saat ini tidak bermasalah.
Briell yang mendapatkan tatapan itu kini beralih melangkah mendekat ke arah Jesper yang tengah tertunduk lesu di hadapan dua bingkai foto besar itu.
"Paman, apa Anda tidak salah nama? Siapa ayah kandung dari suami saya? Apa Anda bisa mengulanngya kembali?" Tanya Briell dengan lembut.
"Ya, Ayah kandung dari Alson dan Albert adalah Arvan Varizal Manopo yang merupakan pengusaha terkaya sekaligus penguasa Dunia ini." Jawab Jesper dengan lugas dan sontak membuat Lutut Morgan lemas dan terduduk kaku.
"Ini gak mungkin."
To be continue.
*Jangan lupa Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya**😘😘*
Terima kasih🙏🏻🙏🏻
Follow IG Author @Andrieta_Rendra
Mampir ke sebelah ya, cerita Arvan sudah mulai Mimin Publish, langsung cek Profil ya😘😘