THE PERFECT GIRL

THE PERFECT GIRL
98



Untuk eps kali ini, Author menyelipkan tiga lagu yang Author sukai dan menurut Author sangat pas untuk momennya..


Sekiranya, Kakak2 tidak bosan membacanya, karena eps ini adalah eps paling panjang yang pernah Author up..


~ Happy Reading Guys ~


**********


"Grace, kamu temeni Mom ke Salon, yuk? Mom udah lama gak ke salon. Sekalian kamu juga harus perawatan diri." Ucap Mrs.Melv. pada Grace yang baru saja selesai bersiap - siap.


"Ikh, Mommy.. Aku gak suka ke Salon. Ribet kali mau diginiin mau digituin. Gak banget la, Mom." Grace merajuk mendengar kata Salon.


"Harus! Kamu harus ikut sama Mommy ke Salon. Nanti Dea juga akan ada di sana. Tadi malam Mommy sudah membisikkannya sebelum kita pulang." Ucap Mrs.Melv. dengan santainya sambil membuka pintu. Sudah saatnya mereka berangkat.


Grace hanya bisa pasrah dengan permintaan Mrs.Melv. karena dia sama sekali tidak tau apa yang akan dihadapinya nanti malam. Akhirnya, mereka bertiga pun menghabiskan hampir 6 jam untuk memanjakan diri mulai dari ujung kepala hingga ujung kuku kaki.


Di sana mereka dipersilahkan untuk makan siang di sela - sela waktu perawatannya. Jadi, tidak masalah bagi mereka jika mereka berlama - lama di sana. Setelah selesai dengan kegiatannya, mereka pun bersiap untuk berangkat ke tempat tujuan.


Tempat tujuan mereka adalah Danau Toba. Ya! Tempat Wistaa yang cukup terkenal di Sumatera Utara.



"Mom, kita mau ke Danau Toba? Kenapa gak bilang - bilang sih? Kan Grace bisa mengajak Adik - Adik Grace untuk ikut berlibur ke sana. Padahal kita lewat Siantar lho." Ucap Grace setelah melihat pemandangan yang tidak asing baginya.


"Sudahlah, Grace. Kamu ikut saja. Kita tidak mungkin singgah lagi. Nanti kita malah kemaleman sampainya. Ingat, Supirnya sudah lelah menyetir selama hampir 4 jam karena tadi kita sempat kejebak macet." Tutur Mrs.Melv. sambil melirik ke arah Grace.


"Baiklah, Mom." Ucap Grace lalu melihat ke arah luar jendela.


Mrs.Melv. dan Grace duduk di bangku penumpang tepat di belakang Supir, sedangkan Dea duduk di sebelah Supir.


*********


Semua persiapan sudah matang dan setiap orang sudah memakai topeng guna menutupi identitas mereka. Sebentar lagi, rombongan Mrs.Melv. akan tiba di pintu utama. Ada beberapa yang membawa bunga yang aman bagi penderita alergi serbuk sari, seperti tulip, lili, dan anggrek. Ada juga yang membawa kertas berwarna - warni yang dilipat rapi yang berisi tulisan sebagai petunjuk arah.


Hanya Arion lah yang berada di tepi pantai menunggu kedatangan Grace di tepi Pantai lepas. Dia gugup! Sangat gugup malah. Tapi, dia harus melakukannya dengan benar kali ini.


Setibanya di pintu utama,  Grace hanya berjalan sendirian ke arah pintu yang tertutup itu tanpa menyadari bahwa dia sedang sendirian di sana. Dia mengira Mrs.Melv. dan Dea akan mengikutinya dari belakang dan Supir yang memarkirkan mobil serta pelayan yang membantu mereka menyimpan barang bawaan mereka.


Grace pun melangkahkan kakinya memasuki pintu yang secara perlahan terbuka. Dia dihampiri oleh seorang pelayan yang menunjukkan ke arah mana dia harus pergi. Tibalah dia di bagian reseptionist. Mereka tidak menyambut Grace, tapi ada 2 orang dari kanan dan kirinya datang kepadanya. Mereka memakai topeng. Yang satu memberikan setangkai bunga anggrek dan yang satu memberikan sepucuk surat berwarna biru.


"Apa ini?" Tanya Grace pada kedua orang itu. Bukannya menjawab, mereka malah pergi begitu saja tanpa mengatakan apapun. Grace hanya mengikuti petunjuk dari tulisan yang ada di kertas itu.


~ Berjalanlah ke arah kiri ~


Grace pun melangkahkan kakinya ke arah kiri. Setelah berjalan beberapa saat, dia di hadang oleh dua orang bertopeng lagi yang memberikannya setangkai bunga lili dan secarik kertas berwarna hijau. Grace pun membaca tulisan dalam kertas itu


~ Naikilah tangga itu ~


Sesampainya di ujung tangga, lagi - lagi Grace dikelilingi oleh orang bertopeng. Tapi, kali ini mereka ada sekitar 6 orang yang berada di tengah - tengah ruangan dengan cahaya remang - remang. Grace memberanikan diri melangkahkan kakinya ke arah remang - remang itu.


'Ada apa ini? Kenapa mereka semua memakain topeng? Dan... Kemana perginya Mommy dan Dea?' Itulah yang ada dalam benak Grace pada saat ini.


Ting, ting, ting..


Ada seorang bertopeng lagi di sudut yang mengetuk sebuah gelas menggunakan sumpit besi secara perlahan. Tiba - tiba saja ruangan itu menjadi terang dan keenam orang itu menari diiringi oleh sebuah lagu yang dinyanyikan oleh lelaki bertopeng dari arah tangga.


Lagu yang dinyanyikan adalah ***My Love - Lee Seung Chul*.**


(Untuk dapat merasakan suasana yang nyata, silahkan dengarkan lagu ini)


saranghae geumareun mueotboda apeunmal ~~


("Aku mencintaimu" kata itu adalah kata yanga menyakitkn melebihi kata apapun)


sumjugyeoseo haneunmal ijen hagi himdeunmal ~~


(Kata yang kukatakan diam - diam, kata yang sangat sulit kukatakan)


--Reff--


Oh haessari balgeun achimboda bamui dalbichi eoullyeoyo ~~


(Oh, sinar bulan di malam hari lebih bagus daripada sinar mentari di pagi yang cerah)


ibyeorui geu immatchum jamsi jeobeodunchae idaero ireoke ~~


(Biarkan ciuman perpisahan ini sebentar saja, seperti ini)


himkkeot anajulkke neol geurigo malhalkke ~~


(Aku akan memelukmu dengan erat dan akan mengatakannya)


na ireoke neoreul oechimyeonseo My Love ~~


(Sambil meneriakkannya padamu, Cintaku)


neon boji motal nae majimak nunmul ~~


(Kau tak dapat melihat air mata terakhirku)


himkkeot anajulkke neol geurigo bonaelkke ~~


(Aku akan memelukmu dengan erat dan membiarkanmu pergi)


na ttohanbeon neoreul oechimyeonseo My Love ~~


(Sambil meneriakkannya padamu sekali lagi, Cintaku)


neon deutji motal saranghandan naemal ~~


(Kau tak bisa mendengar ucapan 'aku mencintaimu')


-----


gwaenchanha geumareun ansseureoun geojitmal ~~


(Tak apa - apa, kata itu adalah kata yang menyedihkan)


aesseumyeonseo useodo urin geujeo nunmulman ~~


(Meskipun berusaha berbohong dan tersenyum, kita hanya menangis)


--Repeat Reff--


My Love ~~


Cintaku


Graec takjub dengan para penari yang dengan lincahnya menari di hadapannya. Tanpa sadar, dia di gandeng oleh dua orang bertopeng lagi untuk bersama melangkah ke arah depan. Dia hanya mengikuti instruksi mereka. Semua penari seolah mengetahui apa yang akan dilakukan oleh kedua orang itu. Mereka pun berpencar ke arah kanan dan kiri memberikan jalan pada Grace.


Di depan sana ada sebuah layar dengan proyektor yang menyala. Spontan Grace terkejut dibaluti rasa haru yang sungguh membuat hatinya sedikit perih. Segala foto kebersamaannya dengan Arion sebelumnya hingga beberapa kali melakukan pemotretan untuk Pre-Wedding mereka yang selalu gagal. Dia jadi merindukan sosok lelaki yang ada di dalam foto itu.


Saat ini, proyektor memutar foto - foto itu diiringi sebuah lagu yang terdengar sangat lembut. Sungguh membuat perasaan Grace bercampur aduk, karena dia tau arti dari dari lagu ini. Penyanyi lagu ini adalah penyanyi kesayangan Grace di masa kuliahnya.


Lagu yang diputar adalah First Love - Utada Hikaru.


(Untuk dapat merasakan suasana yang nyata, silahkan dengarkan lagu ini)


Saigou no KISU wa ~~


(Ciuman terakhir kita)


TABAKO no flavor ga shita ~~


(Terasa seperti rokok)


NIGAkute setsunai kaori ~~


(Sedikit berbau pahit dan menyakitkan)


-----


Ashita no imagoro ni wa ~~


(Pada saat ini, besok,)


Anata wa doko ni iru n darou ~~


(Aku ingin tahu dimana kau berada?)


Dare wo omotterun darou ~~


(Aku ingin tahu siapa yang kau pikirkan?)


-----


You are always gonna be my love ~~


(Kau selalu akan menjadi cintaku)


Itsuka dareka to mata koi ni ochitemo ~~


(Bahkan jika suatu hari aku jatuh cinta pada orang lain)


I’ll remember to love ~~


(Aku akan ingat bagaimana)


You taught me how ~~


(Kau ajarkan aku cinta)


You are always gonna be the one ~~


(Kau selalu akan menjadi satu-satunya)


Ima wa mada kanashii love song ~~


(Sekarang ini masih lagu cinta sedih)


Atarashi uta utaeru made ~~


(Sampai aku bisa menyanyikan sebuah lagu baru)


Proyektornya sudah berhenti memutarkan foto dan layar besar itu pun tergulung ke atas secara otomatis. Grace kembali menerima setangkai bunga tulip dan secarik kertas berwarna kuning dari dua orang bertopeng yang berbeda lagi dan lagi. Dia langsung membuka kertas itu.


~ Jalan lurus ke arah depan ~


Grace melaju dengan langkah kaki yang panjang ke arah depan. Sekarang dia hanya bisa melihat sebuah pitu yang cukup lebar di depan sana. Semuanya kosong, tidak ada seorang pun yang menjaga pintu itu. Setelah berjalan lebih dekat dengan pintu tersebut, Grace melihat 3 tangkai bunga yang berbeda jenis : Anggrek, Lili, dan Tulip. Dia juga menemukan sebuah kertas berwarna peach dengan tulisan di atasnya.


~ Bukalah pintu ini ~


Dengan segera, Grace membuka pintu besar itu dengan kedua tangannya. Pintu itupun terbuka lebar ke arah kiri dan kanan. Dia hanya memajukan sedikit langkahnya. Tidak terlihat apapun di sana. Sangat gelap yang kelihatan hanyalah anak tangga, tempatnya berdiri tegak saat ini.


Tiba - tiba ada tiga anak kecil bertopeng menghampirinya. Yang dua perempuan menarik kedua tangannya menuruni tangga mendekati anak laki - laki di hadapan mereka. Laki - laki itu menyalami Grace sambil menyelipkan secarik kertas berwarna pink berbentuk hati dan sebuket bunga yang berisikan ketiga jenis bunga yang sama lagi. Dia pun membaca tulisan itu.


~ Berjalanlah terus, ikuti kata hatimu ~


'Hah? Maksudnya apa? Ikuti kata hati? Di sana sangat gelap, bagaimana aku bisa pergi ke sana? Aku juga tidak tau arah mana yang harus aku tuju. Siapa yang melakukan ini semua? Apa yang mereka rencanakan?' Begitu banyak eprtanyaan dalam benaknya.


Sebuah tarikan kecil di celananya, membuatnya tersadar akan lamunannya. Anak kecil itu sungguh imut, menurutnya. Tapi dia tidak ingin berlama - lama berdiam diri di sana. Dia ingin mengetahui apa sebenarnya yang terjadi di tempat ini. Siapa yang melakukan semua ini. Dia harus mengetahuinya.


Grace pun berjalan mengikuti kata hatinya. Suara riakan debur ombak membuatnya ingin menghampirinya. Suasana damai pun menyelimuti hatinya. Pemandangan di hadapannya sungguh indah.


Saat ini, Grace sudah di tepi pantai, tidak ada apa - apa di sana. Sebelah kirinya adalah sebuah pohon yang rindang. Dia pun memutuskan untuk berjalan ke arah kanannya. Sambil berjalan, Grace melepaskan sepatu yang ia kenakan. Ia menikmati perjalanannya sembari merasakan sentuhan pasir pantai yang sudah lama tidak ia rasakan.


Tak terasa, Grace sudah berjalan cukup jauh dan menubruk dada bidang seorang lelaki. Entah sejak kapan ada seseorang di tempat yang gelap itu. Grace pun mendongakkan kepalanya ke arah atas. Saat mengetahui siapa orang itu, Grace melangkah mundur beberapa langkah akibat keterkejutannya melihat sosok Arion.


Arion memberikan sebuket besar bunga dengan jenis yang sama seperti sebelumnya. Setelah itu, Arion tersenyum manis sambil berjongkok dengan kaki ditekuk sebelah. Tiba - tiba saja ada yang menyala di sebelah mereka.


Grace hanya bisa menutup sebagian wajahnya karena rasa haru. Cahaya itu membentuk sebuah tulisan "MARRY ME".


Semua orang muncul dari balik tulisan "MARRY ME" sambil bersorak - sorai dengan meriahnya. Mereka turut berbahagia dengan hasil dari kerja keras mereka. Belum lagi para jomblo yang juga merasa iri dengan kemesraan mereka. Mereka sampai mengasihani dirinya sendiri.


Arion tidak memperdulikan mereka. Dia pun membisikkan sesuatu ke telinga Grace.


"Aku minta maaf sebelumnya. Aku sudah bertindak kasar padamu selama aku mengalami amnesia. Mulai saat ini dan seterusnya, aku yang akan berdiri paling depan, senantiasa membuatmu tersenyum dan tertawa seumur hidupmu. Aku sudah mengingat semuanya, sejak saat itu. Saat aku dijebak oleh Agung. Maafkan aku karena telah menyembunyikan kebenarannya selama ini dan terimakasih karena kamu selalu setia berada di sisiku meskipun aku terus - menerus menyakitimu. Aku sangat bahagia hari ini. I Love You, Honey."


Grace tersipu malu mendengar ucapan Arion yang begitu romantis, dia pun menjawab dengan singkat, "I Love You too, Ar."


Kata - kata yang belum pernah didengarnya itu membuatnya terkesiap. Arion pun memegang bahu Grace dan mengguncangnya pelan, "Coba katakan sekali lagi, sayang! Aku ingin mendengarnya lagi dan lagi."


Grace hanya diam tersipu malu. Untung saja, saat ini gelap gulita. Jadi, tidak ada yang bisa melihat bagaimana merahnya wajah merona seorang Grace.


Karena tidak mendapat jawaban apapun, Arion malah memeluk Grace lebih erat dari sebelumnya. Dia sangat senang karena Grace bersedia membalas ucapannya, meskipun hanya sekilas.



"Baiklah, sudah saatnya makan malam." Ucap Mr.Melv. yang entah darimana munculnya. Dia menjentikkan jarinya, seketika tanah luas itu terang benderang dengan sendirinya. Terlihat begitu banyak jenis makanan yang terhidang di atas meja makan yang panjang.


"Daddy? Kapan Dad sampai? Siapa yang mengundang Daddy?" Tanya Ar yang sudah melepaskan pelukannya dan berjalan ke arah Mr.Melv. yang merentangkan kedua tangannya. Mereka pun berpelukan ala lelaki gentle dengan saling menepuk pundak yang dipeluknya.


"Tanpa diundang pun, Daddy tidak akan melewati tontonan seromantis ini. Apalagi, pemeran utamanya adalah Anak semata wayangnya Daddy." Mr.Melv. pun melepaskan pelukannya dan berjalan ke arah meja makan diikuti semua orang.


**********


Semuanya sedang berkumpul di dalam ruangan luas Wisma yang memang khusus diatur sesuai permintaan Arion agar mereka bisa berkumpul dengan ramai di ruangan ini. Semua orang secara bersilih ganti menyalami mengucapkan selamat kepada Arion dan memeluk Grace.


Selesai dengan kegiatan silahturahminya, mereka pun berpencar. Grace bersama Dea menghampiri teman - temannya. Sedangkan Ar lebih sibuk dengan para lelaki pembisnis seper Mr.Melv. dan Adam juga Ricky, Jeff dan Mr.Victor. Yang  lainnya masih menikmati cemilan yang disediakan oleh pelayan sambil bersendagurau.


"Anne? Ini kamu? Aku tidak salah lihat kan?" Tanya Grace dengan memandangi Anne dari atas sampai bawah.


"Norak, ikh! Ini memang aku yang sesungguhnya, Grace." Jawab Anne dengan memutarkan bola matanya melihat tingkah aneh temannya itu.


"Kamu sangat cantik dengan penampilan seperti ini, Ann. Baju dress selutut dengan rambut panjang tergerai. Wahh! Hampir saja aku tidak mengenalmu, Ann." Ucap Grace yang melihat penampilan Anne yang sudah berubah drastis.


"Yaelah, Grace! Loe itu emang gak peka banget sih?!!" Grace mendapat ledekan dari Nayaka.


"Dia itu sudah ada ehem nya." Sambung Iwan.


"Makanya, kudu perawatan nih anak." Celetuk Ahza.


Grace tertawa garing setengah percaya dengan ucapan mereka sambil bertanya, "Iyakah? Apakah itu benar adanya, Ann?"


Anne hanya mengangguk pelan karena malu.


"Iya, kami sudah resmi menjadi sepasang kekasih sejak tahun lalu. Kamunya aja yang ngilang entah kemana." Suara Wilson bergema dari arah belakang Anne sambil merangkul kekasihnya itu.


Grace bertepuk tangan mengucapkan kata selamat pada mereka berdua. "Selamat ya, aku turut senang nih. Oh iya, kenalkan dulu. Ini Deandra, teman masa kecilku di Medan." Grace memperkenalkan Dea pada kelima teman kampusnya itu.


"Kenalkan, Saya Deandra. Singkatnya panggil saja Dea. Aku yang mengajari Grace bermain piano lho. Dia sangat mahir dalam memainkan piano." Ucap Dea sambil melirik teman masa kecilnya itu.


Dea pun mendapat tepukan di bahunya. Grace yang tidak memberitahukan pada siapun, harus pasrah mendapat tatapan mengerikan dari kelima temannya itu.


"Grace! Kamu harus membawakan sebuah lagu untuk kami hari ini. Kami tidak mau tau..!!" Teriak Ahza dari belakang Iwan.


"Apaan sih?" Jawab Grace singkat.


"Hallo semuanya! Siapa yang mau mendengarkan Grace memainkan sebuah lagu dengan piano itu?" Teriak Nayaka sambil menunjuk ke arah piano yang sedang menganggur di sudut ruangan.


"Aku baru tau kalau Grace bisa memainkan piano. Aku ingin lihat kemampuannya." Celetuk Iwan yang mendapat tatapan sinis dari sang pemilik nama.


"Benarkah Grace? Kamu bisa memainkan piano?" Tanya Mamanya Grace.


"Iya, benar. Dia sangat mahir memainkan piano dan suaranya begitu merdu." Jawab Mommy nya Arion.


"Wahhh! Boleh nih? Abang juga mau dengar kamu bernyanyi." Ucap Ricky yang ingin ikut nimbrung menyuruh Grace untuk menunjukkan bakat terpendamnya.


"Yupp, benar itu. Aku juga ingin tau kemampuan bermain pianomu itu, Grace. Apa kamu masih masih mahir seperti yang dulu?" Ucap Jeff dengan santainya.


Ya! Hanya Dea dan Jeff lah yang mengetahui kemampuannya sebelum akhirnya Mrs.Melv. dan Arion mengetahuinya. Dengan wajah tertunduk, Grace mulai memikirkan sesuatu.


Dia pun berjalan ke arah piano dan duduk dengan tenang. Semua orang mulai berjalan mendekati dan mengelilingi Grace. Sebenarnya, Grace cukup tegang, karena ini kali pertamanya memainkan piano sambil menyanyikan lagu di depan semua orang. Tapi dia berusaha untuk tetap menstabilkan degup jantungnya.


Grace merasa dia memang harus menyanyikan sebuah lagu sebagai ungkapan terimakasihnya pada semua orang yang ikut berpartisipasi dalam memberikan kejutan padanya. Dia pun mulai menyanyikan lagu I Wanna Be WIth You - Jill Hsu. (Untuk dapat merasakan suasana yang nyata, silahkan dengarkan lagu ini)


méi lìqi zǒngshì lǎnyāngyāng di ~~


(Tak ada tenaga selalu tak bersemangat)


lài zhe nǐ huáilǐ wánpí xīxì ~~


(Bersandar pada pelukanmu bermain dengan nakal)


shì gāi zuò xiē shì xīnli yòu tiánmì de ~~


(seharusnya melakukan beberapa hal, dalam hati bahagia lagi)


bù xiǎngyào bù xiǎngyào zhāngkāi yǎnjing ~~


(tak ingin, tak ingin membuka mata)


-----


wǒ hé nǐ pínlǜ rúcǐ jiējìn ~~


(aku dan kau, frekuensi berdekatan seperti ini)


méi yālì zìzai zuò wǒ zìjǐ ~~


(tak ada tekanan, bebas menjadi diri sendiri)


dì yí cì gǎnshòu zhèzhǒng ài de juéxīn ~~


(pertama kali merasakan cinta pasti seperti ini)


zhǐ xiǎngyào zhǐ xiǎngyào hé nǐ yìqǐ ~~


(hanya ingin, hanya ingin bersamamu)


---Reff---


I wanna be with you ~~


(aku ingin bersamamu)


ài nǐ hǎo xìngfú ~~


(mencintaimu sungguh bahagia)


xiǎngyào hé nǐ jiànzào yī ge ài de xiǎowū ~~


(Aku ingin membangun sebuah rumah yang penuh kasih dengan mu)


I wanna be with you ~~


(aku ingin bersamamu)


ài nǐ hǎo mǎnzú ~~


(mencintaimu sungguh puas)


xiǎngshòu zuì tiánměi de shūfu yǒu yī ge hēhù wǒ ~~


(menikmati kesenangan paling manis, ada seseorang melindungiku)


bú zài gūdú ~~


(tidak sendirian)


-----


dì yí cì gǎnshòu zhèzhǒng ài de juéxīn ~~


(pertama kali merasakan cinta pasti seperti ini)


zhǐ xiǎngyào zhǐ xiǎngyào hé nǐ yìqǐ ~~


(hanya ingin, hanya ingin bersamamu)


I wanna be with you ~~


(aku ingin bersamamu)


Setelah lagunya selesai dinyanyikan, Grace dihampiri oleh Adik lembarnya dan Keponakannya. Mereka memperebutkan dirinya hingga mereka ditertawakan oleh seisi ruangan.


"Dia ini Kakak kami..!!" Terika Si Kembar pada Ed sambil memeluk Grace dari sisi kanan dan kirinya.


"Bukan! Dia Aunty ku!" Bentak Ed pada Si Kembar dan memeluk Grace dari arah depan.


"Dia Kakak Kami..!!" Si Kembar kembali berteriak.


"Bukan! Dia Aunty ku..!!" Bentar Ed pada kedua perempuan yang mengganggunya.


“Sudah, sudah, sudah. Kalian memang kesayangan Grace, tapi dia milikku. Kalian tidak perlu memperebutkannya lagi.” Ucap Arion pada ketiga Anak yang ribut itu sambil memeluk Grace dari belakang.


“Ar! Mereka masih Anak - Anak! Jangan nodai pikiran mereka dengan kata - kata gilamu itu!” Bentak Grace yang kesal mendengar omongan Arion sambil melepaskan lilitan tangan Ar dari lehernya.


“Lini dan Lina adalah Adiknya Aunty, sayang. Edzard adalah ponakan kesanyangan Kakak, Dd. Kalian harus akur, jangan ribut - ribut seperti ini. Kalian gak malu dilihatin sama semua orang? Ayo! Salaman dan kenalan dulu.” Bujuk Grace pada ketiga Anak kecil yang sedang memasang wajah cemberutnya.


Mereka pun menurut pada Grace dan saling bersalaman. Akhirnya, ketiga Anak kecil itu mulai akur dan pergi bermain bersama.


"Terimakasih untuk semua kerja keras kalian yang sudah membantuku mempersiapkan segala sesuatunya. Aku sungguh tidak menyangka akan mendapatkan hadiah dari seseorang yang baru saja kulamar. Aku sangat bahagia. Nah, sekarang aku ingin mengumumkan sesuatu. Sesuatu yang sangat penting." Ucap Arion dengan wajah seriusnya.


Semua orang mulai menatap Arion dalam diam. Mereka melihat Arion menarik Grace hingga tangan kirinya melilit penuh di pinggang Grace dari arah belakang. Arion pun melanjutkan ucapannya sambil menunjukkan sebuah kartu undangan yang ada di tangan kanannya.


"Saya akan mengumumkan bahwa, tiga hari lagi adalah Hari Pernikahan Kami yang bertepatan dengan Hari Ulang Tahunku yang ke 28. Aku harap, semua yang hadir di sini bisa ikut dengan kami hingga Acara Pernikahan kami selesai. Aku mengharapkan kehadiran dan Doa dari kalian semua. Undangannya akan dibagikan oleh Steve dan Samuel."


"Besok kita akan berjalan - jalan seharian mengelilingi dan menikmati indahnya Danau Toba. Lusa pagi, kita akan berangkat bersama ke Jakarta dan semuanya akan mendapat tempat menginap. Aku sudah mengatur semuanya sedemikian rupa, jadi kalian tidak perlu khawatir. Sekian dan Terimakasih."


>>> Bersambung <<<


Sampai sini dulu ya..


Kita akan lanjut di eps selanjutnya..


Bagaimana menurut kalian eps kali ini?


Membosankankah? Atau sebaliknya?


Beri sedikit cuap - cuap kalian di kolom komentar, yaa...


Jangan lupa kasih like nya juga yaa, Kak..


Teruntuk readers TPG yang tampan & cantik2, dan yang paling kece abiss.. Arion dan Grace mau undang kalian secara pribadi, nih!



Terimakasih untuk semuanya yang sudah setia membaca kisah AR&GR sampai eps ini yaa..


Terutama bagi yg secara lgsg mendukung Author..


Terimakasih Alfa, Mommy Ayu, Kak Ana, Kak Maria, Kak Ian, Dd Hana, Dd Resky, dan masih banyak lagi yang tidak bisa aku sebutkan satu per satu namanya..


Makasih semuanya 😘😘😘


Salam Kasih untuk Yg Terkasih


~~ Love You All ~~