
Usai makan malam, semuanya kembali ke kamar masing - masing. Sedangkan Mrs. Melv menunjukkan kamar yang akan dihuni oleh Elvina dan Ed.
"Mrs. Melv gak perlu bingung begitu. Aku bisa berbahasa Indonesia karena saya memang lahir dan besar di Indonesia. Ed juga tau berbahasa Indonesia, meskipun belum memahami sepenuhnya Bahasa Indonesia. Jadi, Mrs. Melv tidak perlu memilih bahasa yang ingin dipergunakan. Kita berbahasa Indonesia saja," ujar Elvina setelah melihat Mrs. Melv sedikit kesulitan untuk berkomunikasi dengan dirinya.
"Mom pikir kamu itu orang London asli, pasti tidak mengerti dengan Bahasa Indonesia. Ya sudah, kalian beristirahatlah lebih dulu. Besok kita akan disibukkan dengan banyak hal. See you, Dear." Mrs. Melv pun meninggalkan kamar El dan Ed.
Elvina menghampiri Ed dan menyerahkan handuk beserta piyama berukuran kecil pada Ed. Sudah waktunya bebersih sebelum beristirahat penuh.
"Ed, you take a shower first. Mom will prepare milk for you," ucap Elvina pada Ed sambil mengelus bahunya Ed.
(Ed, kamu mandi lebih dulu. Mama akan menyiapkan susu buatmu.)
"Alright, Mom." Ed tersenyum dan langsung berjalan menuju ke kamar mandi.
(Baiklah, Ma.)
Selesai mandi, Ed duduk di sofa kecil dan menerima secangkir susu hangat dari sang Mommy. Dia menyeruput susu itu dengan perlahan.
"Ed, you remember what you saw and what your Daddy said to you at that time, right?" tanya Elvina pada Anaknya yang sudah duduk di sebelahnya.
(Ed, kamu ingat dengan apa yang kamu lihat dan apa yang Papamu katakan padamu waktu itu kan?)
"Ed remembers everything, Mom! There are four reminders in total," jawab Ed dengan penuh semangat.
(Ed ingat semuanya, Ma! Semuanya ada empat pengingat.)
"What did your father say? Try repeating it." Elvina menguji daya ingat Ed sembari membuatnya mengingat kembali pesan - pesan yang diberikan Ricky pada Ed.
(Apa kata Papamu? Coba ulangi.)
"One, Ed must not tell Auntie that Uncle is being treated in the hospital." Ed mengangkat tangannya dan menegakkan jari telunjuknya.
(Satu, Ed tidak boleh bilang sama Bibi kalau Paman sedang dirawat di Rumah Sakit.)
"Two, Ed must not make Auntie remember Uncle." Ed mulai menegakkan jari tengahnya.
(Dua, Ed tidak boleh membuat Bibi ingat pada Paman.)
"Three, Ed must take care of Aunt and Sister during the vacation here to replace Uncle." Jari manis milik Ed ditegakkan secara perlahan.
(Tiga, Ed harus menjaga Bibi dan Adik selama liburan disini menggantikan Paman.)
"Fourth, Ed must be a submissive child during here." Ed menunjukkan keempat jarinya dengan antusias pada Elvina.
(Empat, Ed harus jadi anak yang penurut selama di sini.)
Elvina tersenyum puas melihat tingkah Ed yang begitu menggemaskan. El pun mengelus puncak kepala Ed dan berkata, "Ed, you are really a good boy. Mom hope you can comfort your aunt with all your heart."
(Ed, kamu memang Anak yang baik. Mama harap kamu bisa menghibur Bibimu dengan setulus hati.)
"Mommy just calm down. Ed loves Aunty. Ed must have taken care of Aunty with all my heart," ucap Ed sambil meletakkan telapak tangannya di dadanya dan menatap Elvina dengan ekspresi serius.
(Mama tenang saja. Ed kan sayang sama Bibi. Ed pasti menjaga Bibi dengan sepenuh hati.)
"Mom believe in you, Ed. We will surprise your aunty when the time comes," ujar Elvina sambil mengambil alih cangkir yang sudah kosong dari tangan Ed dan beranjak dari tempat duduknya.
(Mama percaya padamu, Ed. Kita akan memberikan kejutan pada Bibimu jika saatnya tiba.)
"Siap, Mom! Oh iya, Ed ke kamar Aunty dulu ya, Mom?" tanya Ed pada Elvina yang menatapnya dengan heran.
"Loh? Kamu bukannya tidur, malah mau kelayapan ke sana. Ini sudah larut lho, Nak." Elvina tidak ingin anaknya tidur terlalu larut, karena dia masih kecil dan masih dalam masa pertumbuhan.
"Ed mau menemani Aunty sampai Aunty tertidur, Mom. Tadi Paman Sam bisik - bisik sama Ed cara untuk buat Aunty bisa tidur. Ed tidak akan lama, Mom. Ed pergi!" seru Ed sambil berlari keluar dari kamar.
Elvina yang penasaran pun mengikuti langkah kaki Ed secara perlahan. Dia tidak ingin ada hal buruk yang terjadi pada anaknya.
Saat keluar kamar, Elvina melihat Mr. dan Mrs. Melv sudah berdiri di depan pintu kamar Grace dan mengintip ke dalam kamar tersebut.
"Ada apa ini, Mom? Dad?" tanya Elvina sambil berusaha mengintip ke dalam kamar Grace.
"Ssttt.. Jangan berisik, Nak. Mom and Dad sedang melihat Ed yang berusaha membuat Grace tertidur. Dia membujuk Grace agar dapat tertidur pulas," ucap Mrs. Melv sambil berbisik pada Elvina.
El melirik ke bagian dalam kamar Grace dan melihat sesuatu yang langka. Baru kali ini Ed begitu memperhatikan seseorang dan orang itu adalah Grace.
"Aunty, tidurlah. Ed akan menemani Aunty di sini sampai Aunty tertidur," ucap Ed sambil duduk di tengah ranjang milik Grace dan mengelus rambut Grace dengan lembutnya.
Grace menikmati elusan demi elusan yang diberikan oleh Ed padanya. Ed sangat tau apa yang harus dilakukannya. Dia begitu sayang pada Grace.
"Ed mau melihat Aunty tertidur lebih dulu baru Ed bisa tidur nyenyak. Aunty tidurlah," ucap Ed sambil menatap Grace dan sedikit memiringkan kepalanya.
Grace memeluk pinggang Ed yang sedang duduk di hadapannya dan berkata, "Honey, pasti Uncle Sam yang mengatakan padamu untuk melakukan hal seperti ini kan? Be honest to me, Dear." Grace merasa penasaran. Meskipun dia sudah merasakan kantuk yang begitu memuncak, dia menahannya hanya untuk mendengar jawaban dari Ed.
(Jujurlah padaku, Sayang.)
"Yes, Aunty. Uncle Sam whispered to me to stroke Aunty's hair like this so that Aunty could sleep soundly." Ed menjawab pertanyaan Grace sambil mengelus perlahan rambut Grace mulai dari puncak kepala hingga ujung rambut.
(Paman Sam yang membisikkan padaku untuk mengelus rambut Bibi seperti ini agar Bibi bisa tidur dengan nyenyak.)
Grace tersenyum bahagia mendengar ucapan Ed sambil bergumam, "Ternyata Sam masih mengingat dan memperhatikan Kakaknya di sini. Meskipun dia memanfaatkanmu, Ed. Tapi, tidak masalah. Aunty lebih senang jika Ed yang melakukannya. Nite Dear," ucap Grace sebelum dia terlelap.
Ed masih mengelus rambut Bibinya dengan lembut selama beberapa menit lagi. Dia harus memastikan bahwa Grace memang sudah nyenyak tidurnya, barulah dia beranjak pergi dari kamar Grace.
"Ed, bagaimana kamu tau cara menidurkan Aunty?" tanya Elvina saat Ed sudah berada di depan pintu kamar Grace.
Mr. dan Mrs. Melv yang juga penasaran langsung bertanya, "Apakah Sam yang mengatakannya padamu, Ed?"
Ed berjalan melalui ketiga orang tua yang sedang penasaran itu. Dia berhasil membuat ketiganya mengikutinya menjauhi kamar Grace. Setelah mendapat tempat yang aman, barulah Ed mengatakan apa yang ingin dia katakan.
"Ed was told by Uncle Sam. Uncle can't do it right now because he's busy. So, Ed will do it during the holidays here. Ed was happy to make Aunty feel comfortable. Now it was time for Ed to sleep. Ed had promised Aunty to go to sleep immediately after Aunty had fallen asleep. Good night all," jawab Ed dengan cepat dan langsung berjalan menuju ke kamarnya meninggalkan ketiga orang tua yang masih belum selesai mencerna ucapannya itu.
(Ed diberitahu oleh Paman Sam. Paman tidak bisa melakukannya saat ini karena dia sibuk. Jadi, Ed yang akan melakukannya selama liburan di sini. Ed senang bisa membuat Bibi merasa nyaman. Sekarang sudah waktunya Ed tidur. Ed sudah berjanji pada Bibi untuk langsung tidur setelah Bibi tertidur. Selamat malam semua)
Saat Ed sudah tak tampak lagi, Mr. Melv memuji kelincahan bocah kecil berusia 5 tahun itu dengan berkata, "Wah, dia memang anak yang bijak. Dia bisa melakukan banyak hal yang tak terduga seperti ini, El. Dad berharap Anak yang dikandung Grace bisa selucu dan sebijak Ed. Dia sungguh mengagumkan! Kalian sebagai orang tua, sangat bagus mendidik anak. Dad bangga padamu dan Ricky."
"Iya, semoga saja ya, Dad? Ed sungguh anak idaman. Mom harap kamu bisa membimbing Grace dari jauh agar dia bisa bersikap benar dalam mendidik anaknya." Mrs. Melv melanjutkan ucapan Mr. Melv yang dirasanya masih kurang sempurna.
Elvina tersenyum pada kedua orang tua Ar sambil berkata, "Dad, Mom, jangan khawatir. Grace pasti bisa mendidik anaknya dengan benar. Karena sebenarnya, Grace lah yang mengajarkan Ed banyak hal di sana selama dia tingga bersama dengan kami. Dialah yang sebenarnya seorang Ibu yang patut dicontoh. Ed bisa bijak seperti ini pun karena Grace yang membimbingnya dengan baik. Maka dari itu, kita bisa lihat sendiri bagaimana sikap Ed pada Grace. Dia bahkan belum pernah melakukan hal seperti itu padaku. Ini pertama kalinya aku melihat Ed mengelus rambut orang dan orang yang beruntung itu adalah Grace. Sudah waktunya kita tidur. Selamat malam Dad, Mom."
Elvina meninggalkan Mr. dan Mrs. Melv di tempat mereka berbincang. Saat memasuki kamarnya, dia melihat Ed yang sudah tertidur pulas dengan selimut yang berantakan. El pun menghampiri anaknya dan menutupi tubuh anaknya dengan selimut.
Usai melakukan hal itu, dia berjalan memasuki kamar mandi untuk membasuh diri sebelum tidur. Di sisi lain, Mr. dan Mrs. Melv juga sudah kembali ke kamarnya. Saatnya untuk beristirahat.
Keesokan paginya..
"Grace, nanti kamu pulang lebih awal ya? Yang lain juga ya. Nanti kita ada acara kumpul bersama. Kita akan makan malam di luar." Mr. Melv mengingatkan semua anak - anaknya.
"Baiklah, Dad." Grace, Adam, dan Yoru menjawab serentak.
"Grace dan Yoru berangkat duluan ya, Dad, Mom, semuanya." Grace berpamitan sambil menyalami Mr. dan Mrs. Melv secara bergantian.
"Aunty! Ed ikut!" teriak Ed sambil merengut sendu.
Ekspresinya yang sangat menggemaskan membuat semua orang tertawa melihatnya. Tapi tidak dengan Grace. Dia malah bersedih melihat Ed yang meminta untuk ikut dengannya.
"Baby, nanti baby malah bosan berada di sana. Aunty kan kerja dan harus fokus bekerja. Jadi, Aunty tidak akan bisa menemanimu bermain." Grace berusaha untuk membujuk Ed agar tidak ikut bersamanya.
"Ed bisa bermain sendiri, Aunty. Ed bisa belajar banyak di sana bersama Aunty. Ed juga bisa membantu Aunty untuk menjaga Adik. Ed mau ikut. Boleh ya, Aunty?" Ed berusaha keras membujuk Grace dengan ekspresi menggemaskan miliknya.
"Ed janji! Ed tidak akan menyusahkan Aunty." Ed menunjukkan dua jarinya menandakan tanda janjinya pada Grace dengan seantusias mungkin.
Grace melirik Elvina. Bagaimanapun, dia harus meminta izin dengan orang tua Ed sebelum membawa Ed pergi dari rumah. Grace juga memperhatikan jam tangannya. Sudah waktunya berangkat. Dia akan terlambat jika ia menunda keberangkatannya lagi.
"Sudahlah, Grace. Bawa saja Ed bersamamu. Kamu tau sendiri, bagaimana Ed dan seperti apa dia. Dia sudah berjanji dan tandanya dia memang sangat ingin pergi bersamamu, Grace. Nanti siang, Kakak akan pergi ke sana. Kita akan makan siang bersama. Bagaimana?" tutur Elvina yang meyakinkan Grace untuk membawa Ed.
"Baiklah, Kak. Aku akan mengajak Ed ke Kantor. Sampai jumpa semuanya. Kami berangkat," pamit Grace pada semua anggota keluarga.
Ed berseru keras, "Horay! Thanks Mom, thanks Aunty! Goodbye and see you, Grandpa, Grandma, Aunty Silvi, Uncle Adam."
Selama perjalanan, Ed tiada hentinya berbicara. Namun Grace tetap dengan senang hati mendengarkan bahkan merespon perkataan Ed, meskipun tidak semua dari percakapan mereka yang Grace pahami.
>> Bersambung <<<
Bagi yang ingin bincang - bincang dengan Author, join grup yang tertera di detail ya, guys..
Salam Kasih untuk Yg Terkasih
~~ Love You All ~~
IG : friska_1609