
"Halo, Dad?" Tanya Grace setelah menerima panggilan telepon dari Mr.Melv.
"Grace, kamu sekarang ada dimana, sayang?" Mr.Melv. bertanya dengan ragu.
"Grace sudah di Bandara, Dad. Aku sedang duduk di sebuah Cafe sambil menikmati secangkir cokelat panas dan beberapa camilan. Ada apa Dad?" Tanya Grace dengan penasaran.
"Grace, Dad sudah tau semuanya. Dad sudah tau kalau Ar memarahimu dengan kasar karena kamu menyentuhnya. Meskipun itu tidak disengaja, dia memang orang yang seperti itu dulunya, sebelum dia mengenalmu. Kamu tidak berpikiran untuk pergi setelah dia mengusirmu dengan kasar kan?" Tanya Mr.Melv. pada Grace.
"Hehehe.. Tadinya Grace sempat kepikiran untuk pergi dan menetap di Luar Negeri. Tapi Grace sudah berjanji untuk selalu berada di sisi Ar apa pun yang terjadi, Dad." Jawab Grace tanpa ingin memperpanjang permasalahan.
"Kamu memang Anak yang baik, Grace. Kamu jangan takut untuk mendekati Ar lagi dan lagi. Buat dia jatuh cinta lagi padamu, Grace. Dad pikir itu mungkin cara yang paling ampuh untuk membuat ingatannya kembali. Kami semua akan mendukungmu, sayang. Kamu bisa mengandalkan Dad jika kamu sudah tidak bisa menghadapi sikap Ar. Oke sayang?" Mr.Melv. tersenyum mendengar ucapan Grace yang tetap bijak untuk berada di sisi Ar.
"Jangan khawatir, Dad. Grace akan minta bantuan Daddy kapanpun jika itu memang dibutuhkan. Grace tau kok, kalau Dad dan semuanya menyayangi, Grace. Untuk beberapa hari aku di USA, ponselku akan ku non - aktifkan ya, Dad. Dad bisa meneleponku lewat Sekretaris Dad saja. Aku tidak ingin konsentrasiku pecah karena dering ponsel pertanda banyak pesan dan panggilan yang masuk." Grace sebenarnya ingin menenangkan dirinya tanpa ada gangguan dari orang - orang kepo seperti Sam dan Adam.
"Baiklah, Grace. Kalau sudah tiba di NYC, kamu ikuti saja Bodyguard yang sudah Dad suruh untuk mengawasimu. Save Flight ya, sayang. Dad mau kembali bekerja, bye Grace." Mr.Melv. memberikan sedikit pengarahan sebelum akhirnya dia menutup teleponnya.
"Bye Dad." Hanya dua kata itu yang bisa diucapkan oleh Grace. Dan benar saja, tiba - tiba sudah ada tiga orang berbadan tegap berdiri di luar pintu masuk Cafe dimana Grace berada.
Mr.Mel. hanya ingin menjaga keamanan Calon Menantunya itu. Karena dia sangat yakin dengan melihat beberapa bukti yang sudah dipegangnya saat ini, pelaku kecelakaan itu memang sengaja mengarahkan mobil pada Grace yang dikendarai orang mabuk dengan kecepatan tinggi. Pelakunya sangat licik dalam menyembunyikan identitasnya, bahkan polisi pun sudah menutup kasus ini sebagai kecelakaan semata karena pelakunya dianggap mabuk dan tidak memperhatikan jalan hingga kecelakaan pun terjadi.
**********
"Halo Steve, Halo Ar sayang. Maafkan Mommy ya, Mom kelamaan datang kemari. Kamu sudah boleh pulang, Steve. Biar Mom saja yang menjaga Ar malam ini. Bye, Steve." Mrs.Melv. langsung duduk di kursi yang letaknya di sebelah tempat tidur Ar.
"Oke Mom, Steve pulang ya, Mom. Bye." Steve pun pergi begitu saja dan langsung menuju ke kantor. Dia masih memiliki sedikit pekerjaan yang tadinya sempat dia tinggalkan karena deadline pelaporannya besok sore.
"Mom, Ar mau bertanya. Tapi Mom jangan tertawa ya?" Ar memulai pembiacaraannya pada sang Mommy.
"Apa itu sayang? Katakanlah, Mom tidak akan menertawakanmu." Mrs.Melv. meyakinkan Anaknya.
"Ini soal perempuan itu. Mom jangan tertawa ya, kan ini kali pertama Ar bertanya pada Mom mengenai perempuan." Jawab Ar dengan ragu.
"Kamu sudah mengingatnya?" Tanya Mr.Melv. penasaran.
"Maksud Mom?" Ar malah balik bertanya pada Mrs.Melv.
"Ahh, ternyata belum ya? Sayang sekali." Mrs.Melv. menggelengkan kepalanya melihat ekspresi bingung sang Anak.
"Mom, Ar serius.." Arion pun menggunakan puppy eyes nya pada Mommy nya.
"Mom juga serius, Ar. Heran, kenapa kamu hanya tidak mengingat tentang Grace? Padahal kamu yang dulunya seperti orang gila jika terjadi apa - apa dengannya. Kamu selalu mengikutinya kemana pun dia pergi. Malahan sekarang kamu melupakannya setelah kamu berhasil membuatnya mengakui keberadaanmu dengan kerja kerasmu selama ini." Mr.Melv. menghentikan ucapannya yang menurutnya dapat membawa petaka baginya. Dia masih belum bisa menceritakan semuanya pada orang yang sama sekali buta dengan ingatannya sendiri.
"Akh! Mom, kepala Ar, sakit sekali." Ar merintih kesakitan sambil memgang kepalanya yang terasa sakit itu.
Mrs.Melv. langsung menekan tombol merah yang ada di dekat ranjang anaknya. Tak berapa lama, masuklah seorang Dokter cantik bersama dengan beberapa perawat. Mereka dengan cekatan melakukan pemeriksaan pada Ar.
"Ibu tidak perlu khawatir. Anak Ibu akan baik - baik saja. Yang tadi itu hanya gejala yang ditimbulkan karena otaknya yang berusaha untuk mengingat sesuatu. Untuk sementara, jangan biarkan Arion memaksakan dirinya untuk mengingat masa lalunya. Karena seiringnya waktu berjalan, ingatan itu akan pulih secara perlahan." Kata Dokter cantik itu.
"Makasih, Dok." Ucap Mrs.Melv. singkat.
Dokter itu tersenyum dan melirik sekilas ke arah Arion yang sedang tertidur pulas. Dia menyempatkan diri memperhatikan wajah Arion dengan seksama. Setelah itu, dia bergegas pergi dari ruangan itu bersama dengan ketiga perawat yang mengikutinya.
Saat ini Mrs.Melv. hanya fokus dengan Ar, dia tidak memperhatikan keanehan yang ada pada tatapan sang Dokter. Dokter itu juga sempat melirik ke arah ranjang Arion sebelum dia benar - benar keluar dari ruangan itu.
"Ar, maafkan Mommy. Mom tidak menyangka, jika kata - kata Mom tadi memancingmu untuk memaksa dirimu mengingat masa lalu. Mulai saat ini, Mom tidak akan mengatakan apa pun lagi. Kamu harus mengingatnya secara perlahan. Yang penting ingatanmu kembali suatu saat nanti." Mrs.Melv. mulai meneteskan airmatanya melihat keadaan Ar sekarang.
Drrttt.. Drrttt.. Drrttt..
"Halo, sayang. Gimana kabar Anak kita sekarang?" Tanya Mr.Melv. pada Istrinya yang sudah menerima panggilan telepon darinya.
"Ar nya tadi sempat kesakitan karena berusaha mengingat kembali tentang Grace, Dad. Mom yang salah, karena Mom ada menyinggung sedikit tentang hubungannya denga Grace." Kata Mrs.Melv. sambil menahan airmatanya yang sudah menggenang di dalam matanya.
"Oh iya. Sampai lupa mau bilang apa tadi. Gini, sayang. Kan tadi Ar sempat mengusir Grace dari ruangannya karena tangan mereka bersentuhan. Kamu tau sendiri bagaimana emosi Ar jika terjadi hal seperti itu. Grace sedang di USA, kalau Ar menanyakan tentang keberadaan Grace, jangan ada yang beritahu dia. Bilang saja kalau Daddy sudah membawa pulang Grace, karena dia sudah tidak sanggup menghadapi dirinya." Mr.Melv. mulai menceritakan maksudnya menelepon sang Istri.
Sebenarnya Mrs.Melv. cukup terkejut mendengar kenyataan bahwa Ar sudah bertindak sampai seperti itu pada Grace. Dia hanya bisa mengiyakan permintaan sang Suami. Dia tidak akan bertanya lebih lagi. Setelah itu, mereka sedikit berbincang - bincang mengenai apa yang harus dilakukan setelahnya. Mr.Melv. ingin melihat bagaimana perasaan Ar sebenarnya. Apakah Ar masih mencintai Grace atau malah sudah melupakan perasaannya itu?
Malam telah berganti menjadi pagi..
"Kamu sudak bangun, sayang? Cepat bangkit. Kamu harus membersihkan dirimu terlebih dahulu. Kita kana pulang setelahnya. Mom tunggu di sini ya." Ucap Mrs.Melv. sambil duduk di sofa. Semua barang Ar sudah di angkat oleh supir.
Sejujurnya Ar merasa heran, kenapa dia diperbolehkan untuk pulang tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Tapi, dia juga tidak suka berlama - lama di Rumah Sakit. Jadi dia memutuskan untuk melaksanakan perintah Mommy nya. Selesai membasuh diri, dia mengikuti langkah sang Mommy menuju ke mobil. Mereka pun pergi menjauh dari Rumah Sakit itu.
**********
"Non, ini dokumen yang harus anda pahami sebelum rapat dan ini adalah Apartemen milik Nona dan saya tinggal tepat di seberang Apartemen anda. Nona bisa datang kapan saja ke tempat saya. Permisi, Non. Selamat beristirahat Non." Grace pun mengangguk dan langsung membuka pintu Apartemennya dengan menempelkan kartu ke mesin pendeteksi yang ada di bawah gagang pintu Apartemennya.
Dia merasa sangat lelah dengan perjalanannya yang cukup panjang. Dia pun meletakkan semua barang bawaannya secara sembarangan. Dia sudah tidak peduli lagi dengan apapun lagi. Dia ingin segera memeluk kekasih tercintanya di atas ranjang, selimut yang empuk.
Begitu selesai dengan ritual mandinya, Grace memesan makanan dari pihak kamar menggunakan telepon khusus
yang disediakan oleh pihak Hotel agar bisa memesan makanan dengan mudah. Grace menunggu selama 15 menit, pesanannya pun tiba dan dia menghabiskannya dengan lahap. Selesai mengenyangkan perutnya, dia langsung tergeletak di atas ranjang dan tertidur nyenyak dengan cepat
Keesokan harinya, Grace ingin berangkat ke Kantor, tapi dilarang oleh Mr.Melv. karena Mr.Melv. hanya ingin Grace datang ke kantor pas hari H nya saja. Hari ini dia hanya harus fokus di dalam Apartemennya membaca Dokumen yang diberikan oelh Sekretaris handalan Mr.Melv. di kantor cabang.
Grace sangat sibuk dengan segala kegiatannya di USA, sedangkan Ar? Ar yang keluar dari Rumah Sakit juga sudah mulai bekerja. Meskipun dengan keadaan kepala masih di perban, dia tetap bersikeras untuk pergi ke Kantor. Emosinya masih belum stabil. Semalaman dia mengamuk karena tidak suka dengan dekorasi kamarnya yang begitu banyak foto Grace yang terpampang di sana.
Dia memasukkan semua foto - foto itu ke dalam sebuah kardus dan di masukkan ke dalam ruangan kosong di sebelah kamarnya. Ar terus - terusan mengumpat melihat semua itu. Dia begitu syok saat melihat kegilaan yang sebenarnya dilakukan oleh dirinya sendiri.
'Kenapa sih, dimana - mana ada perempuan itu? Di Rumah Sakit, di kamarku, bahkan sekarang dihadapanku!" Ar mengumpat dalam hati.
Ar sedang menatap kesal sebuah foto Grace yang sedang tertidur bersama dengan dirinya, dimana tangan Ar menggenggam erat tangan Grace yang sedang terbaring di atas tempat tidur rawat inap.
'Kelihatannya foto ini ada yang mengambilnya, tapi siapa? Mungkin saja, kalau aku mengetahui tentang orang itu, aku bisa bertanya padanya banyak hal mengenai perempuan itu.' Arion membatin sambil memasukkan foto kecil ke lemari kecil milikkanya.
Apa Ar bisa menemukan orang itu?
Apa Grace bisa melakukan perkerjaannya dengan baik?
Bagaimana kisah Arion dan Grace..?
Penasaran kan? 🤭🤭
Sabar menunggu next eps nya yaa...
>> Bersambung <<
**********
Selesai membaca, jangan lupa klik tanda jempol sebagai apresiasi kalian terhadap Author ^.^
Dan beri komentar seputar ceritanya ya,, agar Author tau bagaimana respon pembaca pada cerita ini..
Apakah banyak yang suka? Atau malah banyak yang tidak suka?
Terima kasih bagi yang sudah setia membaca dan menanti kelanjutan kisah Arion dan Grace.
Ingat untuk singgah ke karya terbaru Author yang berjudul “NARA” yaa..
Salam Kasih untuk Yang Terkasih 😊🙏
Love You All 💞