
"Ehh, I have to go back soon. There are sudden interests. Is it okay if we come back, Ar?" ucap Rich yang baru saja selesai menerima panggilan.
(Ehh, aku harus segera kembali. Ada kepentingan yang mendadak. Apa tidak masalah jika kami kembali, Ar?)
Arion menoleh ke arah Rich dan Al. Dia tersenyum sambil mengangguk sekilas dan berkata, "No problem. We also have to return to the office immediately. Thank you for today, Al, Rich."
(Tidak masalah. Kami juga harus segera kembali ke Kantor. Terimakasih untuk hari ini, Al, Rich.)
Mereka pun bersalaman dan keluar dari ruangan tersebut secara bersamaan. Dimas yang mengurus pembayaran. Sedangkan Ar, menunggu Dimas dengan mengantarkan para tamunya ke depan pintu Restoran.
Setelah Dimas menyelesaikan pekerjaannya, dia menghampiri Ar dan masuk ke dalam mobil. Mereka pun sedikit memperbincangkan mengenai masalah Ar.
"Sir, just use the Office cellphone to contact your wife. I brought it. Instead of you waiting long to replace the new number again? It will be more practical, Sir."
(Pak, pakai saja ponsel Kantor untuk menghubungi Istri Bapak. Saya membawanya. Daripada Bapak menunggu lama untuk mengganti nomor baru lagi? Ini akan lebih praktis, Pak.)
Dimas mulai menyodorkan ponsel Kantor pada Ar. Saat Ar menerima ponsel tersebut, mobil mereka mendadak berbelok dengan kasar dan bertabrakan dengan sebuah mobil.
Supir mereka terluka akibat pecahan kaca mobil depan yang mengenai tubuh sang Supir. Ar dan Dimas pun berusaha keluar dari mobil tersebut. Tapi, mereka dihadang oleh orang - orang yang tidak dikenal.
Jalanan sepi, karena mereka memang sengaja melewati jalan pintas untuk sampai ke Kantor lebih cepat. Hal ini menyebabkan mereka tidak bisa meminta bantuan pada siapa pun.
"You! Must come with us!" teriak seorang dari ketiga orang yang tak di kenal itu sambil menunjuk ke arah Arion.
(Kamu! Harus ikut kami!")
Dimas yang ingin menolong Ar pun dibius oleh seorang dari mereka. Dia langsung pingsan. Ar juga menerima suntikan bius yang cukup cepat membuatnya pingsan. Mereka pun pergi dengan membawa Ar ke markas mereka.
"Very good job! I'm happy with your catch! I want to see how he reacts after seeing me here and he is there helpless," ujar seorang lelaki yang tak lain adalah Pak Wicaksana.
(Kerja yang sangat bagus! Aku senang dengan hasil tangkapan kalian! Aku ingin lihat, bagaimana reaksinya setelah melihat aku ada di sini dan dia di sana dalam keadaan tidak berdaya.)
**********
"Kak Steve, tadi Kakak melihat Shei tidak? Sejak tadi dia pergi dan belum kembali ke sini," tanya Grace membuat Steve menoleh padanya.
Pagi ini, pekerjaan begitu menumpuk. Grace sudah menyelesaikan pekerjaan sesi pertamanya. Sekarang dia harus mengembalikan itu pada Shei agar bisa ditindaklanjuti dengan cepat.
"Tidak, aku tidak melihatnya. Coba saja kamu bertanya pada Yoru. Mungkin dia mengetahui sesuatu," ucap Steve dengan santainya lalu melirik ke arah Yoru.
Saat ini, mereka sedang berada di ruangan Arion. Mereka sedang melakukan kesibukan bersama. Mereka meeting sejenak untuk mencaritahu siapa yang layak untuk menggantikan Sam sementara waktu.
"Nah, begitu saja, Kak. Pekerjaan Sam, biar Pak Kasim. Dia sudah terbiasa dengan pekerjaan yang dilakukan oleh Sam, karena sebelumnya, dia yang seharusnya menjabat di posisi Sam. Tapi sayangnya, Bapak itu ketinggalan sedikit pengetahuan dari Sam. Maka hasil akhirnya, Sam lah yang diangkat jabatannya."
Steve menutup meeting singkat Itu. Grace menyetujui hasil meeting tersebut.
"Oh iya, Kak. Bisakah Yoru membantuku beberapa saat ini? Selama Ar tidak ada, aku membutuhkan seseorang untuk membantuku selain Shei. Shei sudah cukup sibuk dengan pekerjaannya. Aku kan tidak bisa meninggalkan ruangan ini," pinta Grace pada Steve dengan wajah yang memelas.
"Baiklah, Grace. Yoru akan bekerja di bawah bimbinganmu mulai saat ini. Kamu akan bertanggungjawab memberikannya arahan dalam bekerja," tutur Steve pada Grace.
Grace begitu senang dengan ucapan Steve. Dia pun mengambil beberapa berkas dan langsung menyerahkannya pada Yoru. Yoru pun mengambil dan bertanya, "Kak, ini mau diapain?"
Grace menyungginkan senyumannya dan menjawab, "Ini untuk kamu fc. rangkap 2. Nanti salinannya yang 1 berikan pada pihak Akuntan dan yang 1 lagi serahkan pada bagian HRD. Bawa kembali yang asli ke sini. Aku harus menyerahkannya pada Shei."
Yoru yang sudah mengerti apa yang diperintahkan Grace, dengan segera dia melaksanakan semuanya dengan benar. Steve pun kembali ke ruangannya dan memanggil Pak Kasim untuk diberikan pekerjaan tambahan. Pak Kasim akan tetap mengerjakan pekerjaannya yang dibarengi dengan pekerjaan Sam yang sudah tertunda selama 2 hari.
"Kak. Ini berkas aslinya. Aku sudah mengantarkan salinannya pada bagian Akuntan dan juga HRD. Adakah yang bisa saya kerjakan lagi, Kak?" tanya Yoru pada Grace setelah meletakkan berkas yang dipegangnya di atas meja kerja Arion.
"Baiklah, Yoru. Coba kamu input data ini menjadi sebuah database. Kembalilah ke ruanganmu. Selesaikanlah data tersebut secepat mungkin. Karena aku juga harus memberikan laporan pada Melv.Corp. yang ad di NYC (New York City)," ucap Grace pada Yoru.
Yoru mengangguk dan berbalik badan. Dia pun keluar dari ruang kerja Arion dan kembali ke ruangannya. Dia mengetik data yang diberikan Grace ke dalam Microsoft excel.
Grace juga terlihat sangat sibuk hingga menjelang sore. Dia mendatangi Steve diruang kerja milik Steve.
"Ada apa Grace?" tanya Steve sambil menghentikan pekerjaannya.
"Ini sudah sore, Kak. Aku mau pulang lebih awal, Nanti Kakak yang terima file yang akan diserahkan Yoru padaku," lanjut Grace setelah melihat kebungkaman dari seorang Steve, "Aku pulang, Kak."
"Kamu mau kemana, Grace? Kamu pulang kemana?" tanya Steve dengan wajah datarnya.
"Aku akan langsung ke Rumah Sakit, Kak." Grace menjawabnya dengan singkat, tapi langsung berbalik badan dan berjalan menjauh dari meja kerja milik Steve.
Steve yang melihat kepergian Grace hanya bisa pasrah. Dia tidak ingin menyinggung Ibu hamil seperti Grace. Karena setahunya, seorang Ibu hamil itu sangat sensitif.
Grace melambaikan tangannya dengan penuh semangat dan keluar dari ruang an Steve begitu saja. Dia langsung pergi menuju ke Rumah Sakit. Tidak ada yang mengetahui apa yang terjadi sebenarnya. Mengapa Grace begitu terburu - buru ingin bertemu dengan sang Adik?"
>> Bersambung <<<
Sampai sini dulu ya..
Kita akan lanjut di next chap, Ingat untuk selalu beri like nya yaa, Kakak2..
Terimakasih bagi yang sudah support Author selama ini..
Salam Kasih untuk Yg Terkasih
~~ Love You All ~~