
ARION POV
“APA YANG KALIAN PERBUAT PADANYA??!!!” Teriak ku melihat keadaan Grace yang sangat menggenaskan. Aku merasa darah dalam diri ku seolah mendidih melihat kondisi perempuan yang aku cintai bisa begitu mengerikan.
Aku tidak tau harus berkata apalagi setelah berteriak seperti orang gila pada mereka. Tanpa aba-aba apa pun, kaki ku bergerak cepat mendekati tiga orang yang berani menyentuh gadis ku.
Meskipun lengan kiri ku terluka, aku tidak merasakan apa pun saat menghajar ketiga lelaki itu. Setelah puas menghajar mereka sampai mereka ambruk, aku langsung menembak mereka tepat di kaki mereka.Mereka pun tidak dapat bergerak lagi.
Saat mereka tidak bisa bergerak lagi, aku langsung menghampiri Grace dan memakaikan jas yang ku kenakan padanya. Baju nya sudah lepas karena di tarik paksa. Tapi dia masih punya kekuatan untuk menahan sehelai kain di bagian dada nya dengan tangan nya yang masih terikat.Dia memang perempuan yang memiliki tekad yang kuat untuk menjaga harga dirinya.
Begitu selesai memakaikan jas itu, aku membuka ikatan yang terlilit di tangannya itu. Aku melihat luka yang mengerikan di bagian pergelangan tangannya. Selain itu, wajahnya juga pucat, bibirnya kering dan tubuhnya sangat kurus.
“Grace, bertahanlah sayang. Sebentar lagi kita akan keluar dari tempat ini.” Aku mengucapkan kata-kata itu sambil memeluk erat tubuh Grace. Aku merindukannya, aku mengkhawatirkannya.
DOORRR..!!!
Ada yang menembak punggung ku. Sangat sakit. Aku lupa bahwa masih ada Zesil di ruangan ini. Saat aku ingin berbalik, tiba-tiba saja aku merasakan sakit dibagian pundak ku. Ternyata Zesil menyuntikkan obat bius ke pundak ku. Setelah menembak ku, dia malah membius ku.
Tubuh ku yang lemah seperti ini tidak bisa membawa Grace keluar dari sini. Tak berapa lama, aku mendengar Zesil berbicara pada ku. Dia itu terlalu terobsesi dengan diri ku, padahal selama ini aku tidak pernah menganggapnya.
“Jika aku tidak bisa memiliki mu, kamu juga bukan lah milik siapa pun. Kamu akan mati Ar..!! Kamu harus mati..!! Dan setelah aku membunuh mu, aku akan bunuh diri dan kita akan bersama di akhirat nanti.”
Aku merasakan tubuh Grace bergetar hebat dan membalikkan posisi tubuh kami. Aku memandangi wajahnya yang masih saja terlihat cantik dan manis, meskipun wajahnya pucat seperti itu.
BRUUKKK..!!!
Cairan merah kental mengalir di bagian kepala Grace. Ternyata dia melindungiku dari pukulan yang akan diarahkan Zesil padaku. Aku menangis dan berusaha memeluknya. Grace sudah tidak sadarkan diri.
“Grace, sadar Grace. Sadarlah sayang. Jangan tinggalkan aku sendirian disini. Bertahanlah Grace, kita akan segera keluar dari tempat ini. Sadar Grace.” Air mata ku mengalir begitu deras. Aku tidak mau kehilangan perempuan ini.
‘Kenapa bukan aku saja yang kena pukulan Zesil?’
‘Kenapa Grace malah bersedia menerima pukulan itu?’
‘Kenapa Grace mau melindungiku?’
Aku terus memikirkan berbagai macam pertanyaan yang tidak bisa ku ucapkan. Ku lihat mata Grace sedikit terbuka. Dia berusahaa keras untuk mengucapkan sesuatu pada ku.
“Ar, kamu harus kuat. Aku ingin kamu bisa menggantikanku merawat adik-adik dan keluargaku untuk sementara waktu. Aku takut, waktu ku sudah tidak lama lagi.”
Grace berbicara dengan nada suara yang sangat lemah dan hampir tidak terdengar. Aku hanya bisa memeluknya, meskipun saat ini, kepalaku semakin pusing dan pandanganku sedikit buram.
“Grace, kamu akan baik-baik saja. Kita berdua harus keluar hidup-hidup dari sini. Kita berdua kan akan menikah, jadi kita berdua juga yang akan bersama-sama merawat adik-adik kita dan keluarga kita. Kamu itu kuat, Grace. Jangan berbicara seperti itu.”
DOORRR..!!!
Aku mendengar suara tembakan dari arah belakang ku. Aku tau seseorang sudah datang dan dia pasti akan menyelamatkan kami. Aku hanya terkejut sewaktu menoleh ke arah Zesil berada. Lelaki telah menembak Zesil hingga mati. Dengan sekali tembakan, peluru itu menembus melewati kepala Zesil.
“Kamu memang tidak berguna..!!”
Aku tau suara ini. Dia... Aku lupa siapa namanya, yang pasti aku kenal dengan dia. Dia mendorong tubuh ku ke samping hingga tergeletak di lantai. Aku melihat wajah nya yang samar itu.
“Kau tidak pantas untuk dia..!! Kau tidak berguna..!! Lihatlah, Grace bisa sampai seperti ini dan semua ini salah mu..!!” Dia memarahi ku sambil mengambil alih Grace dari dekapan ku.
“Tolong aku. Aku mohon, selamatkan dia secepat mungkin. Dia sudah terluka begitu parah. Ini semua memang salah ku. Maaf kan aku.”
Tidak tau mengapa, aku bisa mengucapkan kata-kata seperti itu sambil menitikkan air mata ku. Aku sangat senang ketika mengetahui bahwa dia datang untuk menolong Grace.
“Baiklah, karena kamu sudah meminta maaf, aku akan meringankan hukuman ku padamu. Aku akan membawa Grace bersama ku. Dia akan aman selama bersama ku. Jika suatu saat kamu bisa menemukan dan berhasil membuatnya ingin pergi bersama mu, aku akan melepaskannya untuk hidup bersama mu. Dan ingat! Aku akan terus memantau mu, aku akan melihat bagaimana usaha dan kerja keras mu untuk mencari dan bertemu dengan nya. Sampai jumpa lagi di lain waktu.”
Aku melihat dia menggendong Grace ala bridal style dan meninggalkan ku begitu saja. Aku ingin meraih nya, tapi tubuh ku sangat lemah dan pandanganku semakin buram.
“Kalian bawa Arion dan Cakra dengan helikopter yang berbeda. Pulangkan mereka ke tempat nya masing-masing. Aku yang akan membawa Grace bersama ku. Dia akan menjadi tanggung jawab ku.”
Aku mendengar dia memerintahkan anak buahnya. Dan mereka memang membawaku dan Cakra keluar dari istana aneh ini.
Sesampainya di dalam helikopter, aku pun tidak sadarkan diri.
GRACE POV
Aku takut sekali. Mereka bertiga begitu kuat atau aku memang sudah tidak memiliki tenaga sedikit pun untuk menendang mereka? Mereka bisa menahan tendangan yang ku arahkan pada mereka.
Mereka berhasil menarik paksa baju ku hingga koyak. Aku menahan dengan kuat kain yang menutupi bagian dada ku. Aku tidak mau mereka melihatnya. Apalagi tatapan mesum mereka itu sangat menjijikkan.
Tiba-tiba ada suara dobrakan pintu yang membuat semua orang menoleh ke arah pintu masuk.
‘Cakra?’ hanya itu yang terpikirkan oleh ku.
Seketika Cakra tumbang dan pingsan di tempat, dia tertembak tiga kali. Dan terakhir ku dengar ada satu suara tembakan di luar pintu. Tidak berapa lama, muncullah Arion yang heran melihat keberadaan Zesil dan menyebut nama nya.
Aku malah melihat adegan yang memuakkan, Zesil berusaha semanja mungkin berbicara pada Arion, meski pun Arion acuh tak acuh dengan nya. Saat ini, mungkin Arion belum menyadari keberadaan ku. Aku pun tertunduk lesu sambil memegang kuat kain yang menutupi bagian depan tubuh ku ini.
Arion berteriak. Sontak aku terkejut mendengar Arion yang malah berteriak keras memarahi orang-orang yang ada di hadapan ku. Aku melihat kerahnya, dia malah berjalan mendekati ketiga lelaki yang mengelilingiku.
Dia menghajar ketiga orang itu secara membabibuta. Dari yang ku lihat, ketiga orang itu bukan lah tandingannya. Ternyata aku salah, dia mampu mengalahkan ketiga orang itu sekaligus.
Selain jago bela diri, dia juga mahir menembak. Lihatlah, dia menembak ketiga lelaki itu hingga tidak bisa bergerak lagi. Dan baru kusadari, lengan kirinya Arion berdarah saat dia memakaikan jas nya pada ku dan langsung memelukku. Dia memelukku begitu erat, hingga ku rasakan luka di punggung ku terasa sakit.
Aku tau dia khawatir sekali dengan keadaan ku saat ini. Sesaat dia melihat seluruh wajah dan tubuh ku yang sangat mengerikan ini. Aku pasti sedang terlihat sangat jelek saat ini.Aku hanya pasrah saat di lihat seperti itu.
DORR..!!
Zesil menembak punggung Arion dan menyuntikkan bius pada nya. Zesil begitu terobsesi dengan Arion, hingga dia ingin melenyapkan Arion dan dirinya, dengan harapan mereka akan bersama di alam baka nanti. Dia memang perempuan gila yang pernah kutemui semasa hidup ku.
Tubuh Arion terasa begitu lemas saat ini, tapi dia tetap tidak ingin melepaskan pelukan nya pada ku. Aku pun melihat ke arah Zesil, karena aku merasakan akan ada sesuatu yang terjadi pada Arion.
Zesil mengangkat dan membawa kursi sambil berjalan mendekati kami. Aku tidak mau hal yang mengerikan terjadi pada Arion, karena dia telah berusaha datang kemari untuk menyelamatkanku.
Sebenarnya aku merasa ketakutan hingga tubuh ku bergetar. Begitu Zesil mendekati kami, aku langsung membalikkan tubuh ku untuk bertukar tempat dengan Arion.
BRUUKKK..!!!
Sakit...
Itulah yang kurasakan. Aku merasa tak berdaya hingga pandangan ku menjadi gelap gulita.
Aku merasakan pelukan Arion yang begitu erat, padahal dia sudah berada di dalam pengaruh obat bius yang disuntikkan Zesil pada nya. Aku mendengar semua ocehannya, meskipun mata ku saat ini sudah mulai terasa berat. Aku mulai menutup mata ku yang sudah mulai lelah ini. Tapi, aku malah merasakan sesuatu yang membasahi tengkuk leher ku.
Dia menangis! Aku merasakan isakan tangisan nya ditelingaku. Aku pun berusaha berbicara padanya dengan kekuatan yang ku miliki saat ini, “Ar, kamu harus sehat. Aku ingin kamu bisa menggantikanku merawat adik-adik dan keluargaku. Aku takut, waktu ku sudah tidak lama lagi.”
Bukan nya membuat situasi tenang, perkataanku malah membuat Arion semakin frustasi dan sedih. Dia menangis sejadi-jadinya dengan mengucapkan beberapa kata yang menguatkanku. Tapi aku tidak memiliki kekuatan lagi hingga aku pingsan dalam dekapan nya.
‘**********
“Eeeggghhhh.. Sa..kit..” Aku terbangun dari tidur ku. Aku melihat begitu banyak selang infus yang menempel padaku. Dan... Ada seorang anak kecil yang yang tertidur dalam posisi duduk disampingku sambil memegangi telapak tanganku.
‘Aku ada di mana?’
‘Kenapa aku bisa ada di sini?’
‘Siapa anak ini?’
‘Kenapa aku merasa sangat familiar melihat wajahnya?’
‘Sebenarnya, siapa yang menolong dan membawaku ke sini?’
'Sudah berapa lama aku tidak sadarkan diri?'
Banyak sekali pertanyaan yang ingin kuutarakan, tapi hal itu tidak bisa kuungkapkan karena aku tidak melihat siapa pun di ruangan ini selain anak kecil ini.
**********
Maaf ya, kakak-kakak dan teman-teman semua.. 🙏
Maafkan Author jika tidak bisa up rutin seperti sebelumnya..
Dikarenakan kondisi Author yang tidak memadai untuk melakukan update..
Semoga kakak dan teman semuanya tetap stay dan sabar menunggu eps selanjutnya up yaa..
Setelah read, jangan lupa like, comment, dan beri rating serta share cerita ini yaa..
Karena hal itu juga bisa menjadi support yang terbaik bagi Author..
Terimakasih bagi kakak-kakak dan teman-teman yang setia mengikuti kisah The Perfect Girl dari awal sampai di eps ini..
Salam kasih buat semuanya dari Author.. 🤝