
Keesokan harinya..
"Grace, mulai hari ini, Yoru akan bekerja sambilan di perusahaan. Karena pagi ini dia tidak ada jadwal kuliah, dia akan berangkat bersama kalian. Aku harap kalian dapat membimbingnya ketika Steve sedang sibuk. Dia akan ditempatkan di posisi tepat di bawah naungan Sam. Dad ingin kalian bisa saling membimbing satu dengan lainnya." Tutur Mr.Melv. saat mereka berkumpul di ruang makan untuk menyantap sarapan bersama.
"Sangat bagus keputusanmu itu, Yoru. Kamu bisa belajar tentang Bisnis lebih awal sebelum kamu lulus kuliah. Dengan begitu, kamu bisa mendapatkan ilmu lebih banyak sebelum kamu mengetahui apa yang akan kamu lakukan di masa yang akan datang. Mom akan selalu mendukung kalian semua apa pun yang menurut kalian terbaik bagi diri kalian sendiri." Lanjut Mrs.Melv. yang senang mendengar kabar menggembirakan tersebut.
Adam dan Silvia pun ikut merasa senang dengan keputusan Yoru. Mereka tidak lupa memberikan ucapan selamat untuk Saudaranya itu.
"Selamat ya, Yoru." Ucap kedua sejoli yang duduk berhadapan dengan Yoru dan Ar.
"Semoga kamu bisa belajar dengan cepat seperti Grace dan Sam. Kalau kamu merasa tidak cocok dengan dunia Bisnis seperti aku, kamu bisa datang padaku. Aku membuka sebuah Restoran yang cukup terkenal. Kamu juga bisa belajar untuk mencari jati dirimu di sana bersamaku." Lanjut Adam.
"Iya, Kak. Terimakasih atas perhatiannya ya, Ka." Jawab Yoru singkat.
Usai sarapan, Ar dan Grace beserta Yoru pun berpamitan untuk berangkat ke Kantor. Ar tidak lupa memberi kabar pada Steve mengenai kehadiran Yoru yang pertama kalinya. Yoru akan bekerja tanpa diketahui siapa pun mengenai statusnya. Hal seperti ini akan membantunya dalam mengasah kemampuannya.
"Steve, tolong ajarkan dia dengan benar. Aku dan Grace tidak bisa banyak membantu karena pekerjaanku yang sangat menumpuk. Kami undur diri dulu." Ucap Ar pada Steve yang sedang berhadapan dengan Yoru.
"Baiklah, Yoru akan tetap aman selama aku dan Sam yang mengajarinya." Jawab Steve singkat.
Steve pun menoleh ke arah Yoru dan berkata, "Yoru, mari aku antarkan ke ruanganmu. Setelah itu, kita akan berada di ruanganku untuk memberimu petunjuk - petunjuk untuk kamu praktikkan. Agar aku bisa mengetahui posisi yang sesuai berdasarkan kemampuanmu."
Steve pun berjalan di depan Yoru untuk menunjukkan arah ruangan mereka. Sebenarnya, ruangan Yoru berada 1 lantai sebelum ruangan Steve dan Ar. Ruangannya tepat berada di sebelah ruangan Sam yang masih kosong untuk sementara waktu.
"Ini adalah ruanganmu. Kamu bisa meninggalkan tas mu di lemari yang ada di sudut ruangan ini dan kamu bisa menanggalkan jaketmu di gantungan ini. Sebelah kanan dari pintu masuk tadi adalah ruangan Sam yang nantinya akan bertanggungjawab atas pekerjaanmu saat dia sudah kembali dari Surabaya nanti. Ucap Steve dengan panjang lebar demi membuat Yoru mengerti sedikit mengenai ruangan dan posisinya.
Setelah Yoru menyimpan tas nya dan menggantung jaketnya, dia mengikuti langkah Steve hingga mereka tiba di dalam ruangan Steve. Dia diberi petunjuk untuk duduk di sofa yang berada di tengah ruangan.
"Kamu duduk di sana." Ucap Steve spontan sambil menunjuk ke arah salah satu sofa.
"Ini ada 10 berkas yang berisi petunjuk sebanyak 10 pekerjaan berbeda yang bisa membantu untuk menentukan posisimu di sini. Kamu pelajari 5 diantaranya dan aku akan memberimu testing untuk itu setelah jam makan siang. 5 berkas lagi, akan kamu pelajari besok dan akan aku berikan testing juga. Lusa aku akan memgumumkan hasilnya. Bagaimana? Apakah kamu sanggup?" Tutur Steve memberikan penjelasan dan bertanya pada Yoru.
Yoru sempat membolak - balikkan salah satu berkas yang ada di hadapannya itu dan berpikir sejenak. Setelah dia merasa yakin, dia pun menjawab dengan lantang, "Aku bisa, Kak!"
"Bagus! Aku suka semangatmu itu, Yoru. Pelajarilah, aku akan mulai fokus pada kerjaanku. Nanti kita akan makan bersama saat jam makan siang." Ucap steve sambil berjalan menjauhi Yoru menuju ke meja kerjanya.
"Terimakasih, Kak." Ucap Yoru dengan lantang sambil memulai kegiatannya.
Yoru mulai membuka map berkas yang letaknya paling atas dan membacanya dengan seksama. Dia sempat membawa buku dan alat tulisnya ke ruang kerja Steve. Jadi, apa yang dipelajarinya langsung ditulisnya di bukunya.
Setelah beberapa jam belajar, akhirnya dia selesai mempelajari isi dari kelima berkas yang sudah dipilihnya untuk dipelajarinya saat ini. Saat dia mau menyerahkannya pada Steve, tiba - tiba terdengar suara pintu terbuka.
"Kak Steve! Aku kembali! Bagaimana... Ehh, ada tamu?" Teriakan Sam yang menggelegar pun terhenti setelah melihat ada seseorang yang sedang menghadap ke arah Steve.
"Bukan tamu yang seperti dalam benakmu itu, Sam. Dia ini Yoru, sepupunya Silvia yang sudah lama menghilang. Mulai hari ini dia kuliah dan bekerja di Melv.Corp. ini, Sam. Dia akan mulai aktif bekerja lusa, setelah aku mengetahui kemampuannya setelah mengerjakan testing untuk penempatan sesuai kemampuannya. Dan dia akan menjadi tanggung jawab atas dirinya, Sam." Steve memberikan penjelasan pada Sam yang sedang berjalan menghampiri Yoru.
"Selamat siang, Kak. Namaku Samuel dan Kakak panggil aku dengan sebutan Sam seperti yang lainnya saja. Aku baru saja pulang dari Surabaya. Mungkin aku sudah melewatkan begitu banyak hal." Sapa Sam pada Yoru yang masih ling - lung melihat gerak - gerik Sam.
"Sam, seharusnya dia yang memanggilmu dengan sebutan Kakak. Karena usianya masih cukup jauh di bawahmu. Dia masih kuliah d
Tingkat 3 tahun ini." Tutur Steve pada Sam yang sudah membuat Yoru kelabakan sendiri.
"Ahh, iya. Aku kebiasaan panggil Kakak sama semua orang. Hehehe. Kok kamu malah diam saja, Yor? Jangan terlalu kaku, nanti kamu tertular sifat workholic nya Kak Ar dan Kak Steve." Ucap Sam sambil menarik tangan kanan Yoru untuk berjabat tangan.
Yoru tersenyum dan berkata, "Iya, Kak. Mohon bantuannya ya, Kak."
"Kamu sudah pergi ke ruangan Ar ya, Sam?" Tanya Steve pada Sam yang sejak tadi malah asik menggoda Yoru.
"Belum, Kak. Ada hal baru yang belum aku ketahui ya, Kak?" Tanya Sam dengan raut wajah penasarannya.
"Kak Grace sedang mengandung, Kak. Kakak saja yang belum tau." Jawab Yoru tanpa ada yang bertanya padanya.
"Apa? Benarkah? Wahh, aku akan menjadi Paman. Asiik! Aku mau ke sana dulu ya, Kak Steve. Aku tinggal dulu ya, Yor." Teriak Sam sambil melambaikan tangannya dan keluar dari ruangan Steve dengan terburu - buru.
"Kakak!" Teriak Sam sambil asal membuka pintu ruang kerja Ar.
"Apa yang kamu lakukan Sam? Kamu bisa membuat Kakakmu syok mendengar suaramu yang menggelegar itu." Ar mengomel pada Sam yang datang - datang sudah membuatnya terkejut setengah mati mendengar teriakan Sam.
Sam tidak menggubris ucapan dari Ar. Dia langsung berlari menghampiri Grace dan memeluk Kakaknya itu dari arah belakang.
"Kak! Kenapa Kakak tidak memberitahukanku tentang kehamilan Kakak ini? Aku akan menjadi seorang Paman! Jadi, aku harus tau tentang itu seharusnya. Kakak pelit info nih ceritanya ya?" Sam meledek Grace dengan sekali ucapan.
Grace memegang tangan Sam yang melilit di lehernya sambil berkata, "Tidak, Sam. Kakak kan sedang menunggu kedatanganmu, Sam."
"Jadi, gimana dengan pekerjaanmu selama di sana?" Tanya Ar pada Sam yang masih saja memeluk Istrinya. Ar bangkit dari duduknya dan berjalan menghampiri kedua Kakak Beradik itu.
"Semuanya lancar, Kak. Ini saja, begitu aku sampai ke sini, aku langsung menuju ke ruangan Kak Steve ingin melaporkan sesuatu. Ehh, aku malahan bertemu dengan Yoru dan mendengar kabar bahagia ini darinya." Ucap Sam yang sudah melepaskan lilitan tangannya dari leher sang Kakak. Dia berjalan dan duduk di sebelah Kakaknya yang sedang sibuk menuliskan catatan kecil pada berkas yang masih berada ditangannya.
"Kamu mau melaporkan apa, Sam?" Tanya Grace sambil menatap sang Adik.
"Aku ingin mengajukan izin cuti, Kak. Aku ingin pulang kampung. Aku sudah sangat merindukan keluarga kita, Kak." Jawab Sam dengan wajah sendunya.
Grace menutup berkas yang sudah selesai ditandainya dan berkata, "Sayang sekali, Sam. Kakak tidak bisa pergi jauh dulu untuk sementara waktu. Kamu tau sendiri kan, kalau Kakak sedang hamil muda? Padahal Kakak juga merindukan mereka. Kakak titip oleh - oleh buat mereka saja ya?" Ucap Grace yang mengingat kalau dia sudah lama tidak bertemu dengan keluarganya.
"Sayang, apa kamu lupa kalau aku bisa mengatur semuanya untukmu? Kalau kamu memang mau, aku bisa mengutus orang - orangku untuk menjemput Papa, Mama dan Sikembar untuk dibawa ke sini. Bagaimana, Sayang?" Tanya Ar pada Grace yang sedang dalam mode serius berbicara pada Sam.
"Mana boleh gitu, Sayang. Kan mereka sekolah. Aku tidak mau Adik - Adik aku itu malas sekolah karena ulahmu. Mending kamu simpan saja idemu itu, Sayang." Jawab Grace dengan tegas.
"Ayolah! Kita makan siang bersama. Kita ajak Yoru dan Steve sekalian ke Restoran yang ada di seberang. Kalian mau kan?" Tanya Ar dengan Antusias.
"Boleh banget tuh. Ayo, Sam!" Ajak Grace sambil memegang tangan Sam.
"Loh? Kenapa malah dia yang kamu gandeng, Sayang? Aku ada di sini. Aku ini Suamimu lho." Rengekan Ar sama sekali tidak digubris oleh Grace.
Grace memeluk lengan Sam dengan erat menggunakan kedua tangannya dan pergi begitu saja meninggalkan Ar. Dia sedang ingin menempel pada sang Adik yang sudah lama tidak ditemuinya.
"Hei! Sayang.." Teriak Ar lagi dan lagi sambil mengikuti langkah kaki sang Istri yang tidak memperdulikannya saat ini.
"Kak, jangan jahat gitu laa. Kasihan Kak Ar dicuekin begitu." Ucap Sam yang tidak tega melihat Ar yang sudah tertinggal jauh di belakang mereka.
"Biarin saja, Sam. Nanti malam kan kami bertemu juga. Selesai makan, kamu temeni Kakak ke Mall ya? Kita akan berbelanja sampai Kakak puas." Ucap Grace dengan santainya.
"Kakak lagi ngidam belanja ya? Kenapa gak ajak Kak Ar juga sih, Kak?" Tanya Sam yang bingung melihat tingkah Kakaknya itu.
"Gak mau! Kakak maunya berduaan denganmu. Hanya kita berdua yang berbelanja ya. Tidak boleh ada orang lain selain Bodyguard yang lima orang itu." Ucap Grace sambil menunjuk ke arah Bodyguard yang sddang menghampirinya.
"Siap, Bos! Sekarang aku sudah sangat lapar, cepatkanlah jalanmu itu. Biar kita yang pesan makanannya." Grace menarik Sam ke arah lift yang terbuka.
Sedangkan Ar, dia tidak lagi mengejar langkah kaki sang Istri. Ar pergi ke arah kiri dan memasuki ruangan Steve.
"Steve, Yoru, cepat ikut aku ke Restoran seberang sana. Kita akan makan bersama." Ajak Ar pada kedua orang yang sedang menatapnya aneh.
"Kenapa harus terburu - buru begitu, Ar? Ada apa sebenarnya? Dimana Kakak Beradik itu?" Tanya Steve yang dengan segera merapikan berkas - berkas yang berserakan di atas mejanya.
"Grace sedang ingin menempel dengan Adiknya dan melupakanku. Mereka sudah ke sana lebih dulu." Ucap Ar sambil membalikkan badannya.
"Aku akan menyusul mereka, kalian cepatlah." Lanjut Ar sambil lalu.
Dia pergi begitu saja tanpa memperdulikan kedua sejoli yang sedang menatapnya aneh. Mereka pun menyusul ke Restoran yang dimaksudkan oleh Ar.
Sesampainya di Restoran, Steve merasa kalau dia sedang melihat pasangan yang aneh kali ini. Grace duduk terlalu mendekat dengan Sam. Sedangkan Ar, dia duduk berseberangan dengan Sam.
"Kayaknya aku merasa aneh dengan posisi duduk kalian. Apa kalian sedang ribut? Tidak cakapan? Kenapa yang sudah Suami Istri tidak duduk bersama?" Tanya Steve yang penasaran dengan pemandangan yang ada di hadapannya kini.
"Jangan mikir yang aneh - aneh, Kak. Biarin saja Kak Grace mau gimana. Mungkin ini permintaan calon ponakanku, Kak. Dia mau kenal dekat dengan Pamannya yang cakep ini sebelum Pamannya pulkam." Ucap Sam dengan ekspresi seolah sedang membanggakan dirinya sendiri.
"Ohh, karena itu.. Kalau begitu, I'm speechless guys." Ucap Steve sambil menggidikkan kedua bahunya.
"Wahh.. Makanannya sudah sedia.. Mari dimakan. Semua ini aku yang pesan, kalian harus menghabiskannya." Tegas Grace pada semuanya.
"Loh? Kakak makan apa? Bukannya tadi Kakak bilang kalau Kakak lapar?" Tanya Sam dengan heran.
Grace menganggukkan kepalanya dan berkata, "Iya, Sam. Kakak memang lapar. Sangat lapar. Tapi, Kakak memesan banyak jenis untuk dicicipi saja. Nah, ini sudah cukup sepertinya."
Ar yang melihat isi piring Grace pun mulai bertanya, "Apa itu cukup, Sayang? Bukankah kamu juga harus makan banyak untuk memberikan gizi yang cukup untuk kandunganmu?"
"Aku akan pergi ke Mall dengan Sam. Dan aku sudah tau apa yang akan aku beli di sana. Ada tempat yang ingin aku kunjungi bersama Sam. Dia akan makan lagi denganku nanti. Aku boleh pergi selesai makan siang kan, Sayang?" Grace mulai menunjukkan wajah sendunya kepada sang Suami.
"Oke, oke, oke. Kalian boleh pergi. Aku akan menjemput kalian nanti. Pergilah dan bersenang - senanglah, Sayang. Bawa ini bersama denganmu. Agar kamu bisa bebas membeli apa pun yang ada di Mall itu." Jawab Ar sembari memberikan kartu kreditnya yang biasa dipakai oleh Grace.
"Sam! Cepat selesaikan makan siangmu, biar kita bisa lebih lama di Mall itu nantinya. Kakak tidak mau menyia - nyiakan kesempatan ini." Perintah Grace pada Sam.
"Iya, Kak. Kakak juga makanlah, biar kita bisa berjalan - jalan sampai Kakak puas di Mall itu." Sam pun mulai mengisi piring nasinya dengan berbagai jenis lauk yang sudah terhidang, begitu pula dengan yang lainnya.
Usai makan, mereka pun berpisah. Grace dan Sam pergi dengan menaiki mobil yang dikendarai oleh salah datu Bodyguarnya. Mereka juga diikuti oleh sebuah mobil berisi empat orang Bodyguard.
Sesungguhnya, Ar ingin ikut dengan Grace. Tapi dia masih harus bertanggungjawab dengan pekerjaannya. Sam yang baru balik dari Surabaya juga harus memiliki waktu refreshing bersama Kakaknya. Pada akhirnya, Ar memutuskan untuk kembali ke Kantor bersama dengan Steve dan Yoru.
"Yoru, kerjakan ini. Setelah ini, kamu harus berangkat ke Kampus kan? Kamu mau pulang lebih dulu atau bagaimana?" Tanya Steve pada Yoru yang sedang memperhatikan isi dari lembar testing yang baru saja disodorkan oleh Steve.
"Aku akan langsung ke Kampus, Kak. Kalau pulang lagi, nanti gak keburu waktunya, Kak." Jawab Yoru sambil memegang bolpoinnya.
Steve menganggukkan kepalanya lalu menepuk pundak Yoru sambil berkata, "Baiklah, kerjakanlah itu semampumu. Semakin cepat kamu menyelesaikannya, semakin cepat pula kamu selesai dengan pekerjaanmu di sini."
Steve pun kembali mengerjakan pekerjaannya. Begitu pula dengan Yoru. Mereka sudah memfokuskan dirinya mengerjakan pekerjaan mereka masing - masing.
Di sisi lain, Ar juga berusaha untuk berkonsentrasi pada pekerjaannya agar dia bisa dengan cepat pergi ke Mall untuk menemani Istri dan Adik Iparnya, jika mereka masih belum selesai berbelanja nantinya.
*********
"Sam, apa kamu sudah berkemas? Kapan kamu akan berangkat?" Tanya Grace pada Sam yang sedang memilih kemeja untuk Papanya.
"Hmm.. Nanti malam rencananya aku berkemas, Kak. Penerbanganku besok pagi sekitar pukul 7. Jadi, aku akan pergi ke Bandara sekitar pukul 5 pagi bersama dengan Kak Steve. Aku akan mengabarinya melalui pesan singkat. Aku tidak mau Kakakku yang sedang mengandung ini malah datang hanya untuk menemaniku di Bandara. Jangan sampai Kakak kelelahan selama aku tidak ada. Ingat jaga pola makan Kakak juga. Oke?" Tutur Sam yang merasa khawatir dengan keadaan sang Kakak.
"Baiklah, Sam. Kakak hanya akan menunggu ketika waktunya sudah tiba, Kakak juga akan bertemu dengan mereka. Untuk saat ini, Kakak tidak bisa ke sana. Ayo, cepat! Pilihkan kemeja yang bagus untuk Papa. Nanti kita juga harus membeli gaun untuk Mama dan juga Si Kembar." Ucap Grace dengan begitu antusias.
Mereka pun memulai perjalanan mereka dari stand yang menjual khusus pakaian laki - laki. Grace juga membelikan sebuah kemeja untuk Sam dan juga Arion.
Setelah lelah dengan kegiatan belanjanya, Grace mengajak Sam untuk makan bersama. Semua barang belanjaan mereka sudah dibawa dan disimpan di bagasi mobil oleh Bodyguard yang senantiasa mengikuti mereka.
"Selesai makan, kita akan kembali. Kamu akan diantar lebih dulu." Ucap Grace mengingatkan Sam akan jam pulang.
"Bukannya kita akan kembali bersama dengan Kak Ar ya, Kak?" Tanya Sam yang penasaran dengan keberadaan Ar yang tak kunjung datang.
"Dia sedang berada dalam perjalanan kemari, Sam. Salah satu Bodyguard itu sudah menghilang untuk menjemputnya. Waktunya akan pas. Kita akan makan bersama sebelum pulang. Maka dari itu, tadi Kakak memesan lebih untuknya." Jawab Grace dengan santai.
Sam menganggukkan kepalanya pertanda sudah mengerti dengan apa yang Kakaknya katakan tadi. Dan benar saja, Ar datang tepat waktu. Mereka pun makan bersama sebagai penutup isi perut hari ini.
Usai makan, mereka kembali ke mobil. Sam yang lebih dulu sampai di Apartemennya langsung saja menghubungi Steve untuk menemaninya besok pagi ke Bandara. Steve yang begitu baik pun menyetujui permintaan Sam.
Sesampainya di Mansio Utama, Ar dan Grace kembali ke kamar. Grace lebih dulu masuk ke dalam kamar mandi untuk membasuh diri dan setelahnya, dia bergantian dengan Ar.
Ar yang sudah lama tidak memanjakan dirinya, langsung saja memeluk sang Istri yang sedang berdiri di balkon kamar. Tidak lupa ia mengucapkan kata "Love You" di telinga sang Istri.
"Sayang, sudah waktunya tidur. Besok kita harus berangkat ke Kantor pagi - pagi sekali. Malam ini juga dingin, tidak baik jika kamu berlama - lama terkena udara malam begini. Ingat untuk tidak mengabaikan kesehatanmu dan buah hati kita." Tutur Ar menasihati Istrinya.
Grace tersenyum mendengar apa yang dikatakan Suaminya. Mereka berbalik dan berjalan menuju ke dalam kamar. Ar tidak melepaskan pelukannya, bahkan ketika mereka sudah berada di atas ranjang. Malam yang dingin ini akan dilalui dengan hangat saat sudah berada dalam posisi intim seperti itu bersama dengan sang Istri.
>>> Bersambung <<<
Sampai sini dulu ya..
Kita akan lanjut di next chap, Ingat untuk selalu beri like nya yaa, Kakak2..
Terimakasih bagi yang sudah support Author selama ini..
Salam Kasih untuk Yg Terkasih
~~ Love You All ~~