
“Grace, ayo! Jangan sampai kita elat. Kamu ini ya,, sudah tau mau kerja pagi ini, malah susah dibanguni.” Ucap ku dengan kesal pada nya.
Tadi malam, kami sudah membahas tentang dirinya dan kehidupannya. Dia masih belum mau untuk pulang kerumahnya. Dia memang setuju untuk bekerja denganku. Dia ingin pulang dengan membawa hasil pada keluarganya.
“Aku sudah memberitahukan kabar ini pada Sekretarisku. Kamu akan menjadi Asistennya sementara waktu. Karena kamu masih perlu belajar banyak dalam menghadapi dunia bisnis. Nanti aku hanya akan mengantarkan diri mu pada nya.”
Grace hanya mengangguk tanda setuju sambil melahap sarapan nya. Mulai hari ini, dia akan selalu berada dalam pengawasanku. Aku tidak tau apakah masih ada orang yang mau mencelakai dia lagi atau tidak. Yang penting harus waspada.
AUTHOR POV
“Ar, Mom berangkat dulu ya. Kamu harus tetap jaga kesehatan mu, jangan sampai kamu sakit lagi. Mom akan sering-sering berkunjung kemari.” Mrs.Melv. memeluk anak nya sedikit lebih lama. Dia tidak tega meninggalkan anak nya. Tapi dia juga memiliki kewajiban terhadap suami nya, jadi dia tetap harus pergi menyusul sang suami ke London.
“Oke Mom. Ar bisa jaga diri kok. Kan Ar sudah sehat bugar, gak lemah seperti waktu itu. Toh juga, kejadian itu sudah 2 tahun berlalu. Mom jangan khawatir berlebihan seperti itu dong.” Arion hanya bisa membalas pelukan sang Mommy.
Mrs.Melv. pun berangkat menggunakan jet pribadi keluarga Melv. Arion dan Steve dengan segera berangkat ke kantor. Mereka ada rapat penting pagi ini dengan Pak Bram (Baca eps.18). Sudah sejak lama hubungan relasi keduanya terjalin dengan baik, tapi mereka sangat jarang melakukan rapat seperti ini dengan alasan saling percaya.
“Apa yang sebenarnya kamu rencanakan, Ar? Biasa nya juga bukan kamu langsung yang ikut dalam rapat seperti ini.” Kata Steve sambil mengemudikan mobil nya.
“Aku sengaja. Aku mau bertemu dengan nya secara pribadi. Akuingin tau, apakahdia tau keberadaan Grace? Mana tau dia itu masih berkomunikasi dengan Grace atau tidak. Sebelum dan sesudah kejadian itu.” Ucap Arion tanpa mengalihkan pandangan nya dari tablet yang sedang digunakannya untuk memantau grafik penjualan Melv.Corp.
“Baiklah. Setelah selesai rapat, aku akan meminta waktunya untuk menemuimu.” Perkataan Steve hanya menerima anggukan dari sang Big Boss.
Begitu tiba di gedung Melv.Corp. mereka langsung bergerak cepat ke ruang rapat. Rapat yang diadakan pun berjalan dengan lancar.
Setelah rapat selesai, para pegawai berjalan melewati Arion yang masih duduk ditempatnya menuju pintu keluar sambil membungkukkan badan. Kecuali Steve dan Bram.
Dalam sekejap, ruang rapat itu pun hanya menyisakan mereka bertiga. Arion mulai mengutarakan maksudnya pada Bram, “Pak Bram, saya hanya ingin bertanya, apakah Bapak masih ada komunikasian dengan Grace?”
Bram tersenyum mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh Arion, “Tidak. Semenjak kejadian yang di Equestrian itu. Kenapa kamu ingin tau tentang urusan kami berdua?”
“Tidak. Aku hanya ingin mengetahuinya secara langsung dari Bapak. Dan wajar saja saya ingin tau, saya kan tunangan dia.” Ucap Arion sambil menatap Bram.
“Hahahaha.. Kamu kira saya punya hubungan spesial dengan nya? Aku tidak pernah menganggap dia seperti wanita aneh diluaran sana. Santai saja, aku tidak akan pernah berbuat hal yang dapat merugikan dia.” Bram tertawa sambil berjalan menuju pintu keluar, “Kalau tidak ada yang dibicarakan lagi, aku pergi dulu.”
Arion hanya terdiam mendengar jawaban yang dilontarkan oleh Bram. Dia hanya melihat Bram yang keluar dari ruangan tersebut tanpa membalas perkataannya.
Selama ini, Arion sudah berusaha keras mencaritahu keberadaan Grace. Dia tidak mendapat hasil apa pun dari orang-orang yang di bayar untuk melacak setiap sudut kota dibelahan bumi hanya untuk mencari sang pemilik hati.
Asiiiiikkk…
Meskipun dalam satu tahun lebih tidak bertemu dengan Grace, Arion selalu mengenang masa-masa kebersamaannya yang singkat itu bersama Grace. Semua berkas dan barang Grace, sudah ada pada Arion.
Semua itu adalah permintaannya secara pribadi pada keluarga Grace. Dia juga sudah membeli sebuah Mansion khusus untuk ditempati setelah ia menikah nanti. Dan disanalah barang-barang Grace di simpan dan di tata dengan rapi.
Jika dia merasa sangat merindukan Grace, dia pasti akan bermalam di Mansion itu. Mansion ini akan menjadi hadiah pernikahannya pada sang istri kelak. Dan dia sangat berharap kalau orang yang akan menjadi istrinya itu tetaplah Grace. Hanya Grace yang ada di hatinya dan selamanya akan tetap begitu.
‘**********
“Dad, Setelah ini, Mom akan pergi menemui teman-teman di Restoran SL ya. Mom akan pulang sebelum sore.” Ucap Mrs.Melv. pada sang suami yang sedang ada dihadapannya kini.
Inilah jadwal rutin sang istri pada suaminya, Mrs.Melv. akan selalu membawa bekal makan siang pada suaminya setiap jam makan siang. Karena sang suami hanya akan lebih selera makan jika yang dia makan itu adalah masakan sang istri.
“Iya. Pergilah, sayang. Nanti kabari Dad kalau sudah mau pulang ya.. Biar Dad aja yang jemput.” Mr.Melv. berkata sembari menatap wajah sang istri.
Setibanya di Restoran SL, tanpa sengaja, Mrs.Melv. melihat sosok seseorang yang sudah lama tidak ditemuinya. Sosok perempuan itu duduk di dalam Restoran SL itu dengan posisi dekat dengan jendela dan sepertinya dia sedang membicarakan hal serius dengan seorang lelaki yang belum pernah dia jumpai.
‘Grace?’ Mrs.Melv. membatin.
‘Ternyata selama ini dia ada di London. Dia terlihat sangat sehat, tapi kenapa dia tidak pernah pulang ke rumah atau memberi kabar pada keluarganya?’
‘Siapa lelaki yang bersamanya?’
‘Grace memang tidak tau diri. Dia sudah ditolong, malah seenaknya di sini bersama lelaki lain. Apa dia sengaja melakukan hal ini demi menghancurkan anakku? Tidak akan aku biarkan!’
Mrs.Melv. mengumpat dalam hati. Dia mengingat perbincangan yang dilakukan oleh Adam, Steve dan Arion. Dia membenci Grace sejak saat itu. Dia merasa sudah mengetahui semuanya. Arion terluka karena Grace. Arion sampai harus berbaring lama di Rumah Sakit akibat ulah Grace.
Tapi, yang di lihat Mrs.Melv. hari ini membuktikan bahwa Grace hanya mempermainkan perasaan Arion. Dia semakin membenci perempuan itu.
‘Sudah dua tahun lamanya dia tidak muncul, ternyata dia bersama dengan lelaki lain di sini.’
‘Tidak sia-sia selama ini aku membayar mahal orang-orang suruhan Arion untuk tutup mulut jika mereka mengetahui keberadaan perempuan itu.’
Selama ini, Arion selalu menceritakan setiap detail rencananya dalam mencari keberadaan Grace pada keluarganya. Mrs.Melv. yang mengetahuinya langsung saja menghubungi orang suruhan anaknya untuk tidak melakukan apa pun. Inilah penyebab mengapa Arion belum jugga mendapatkan informasi konkret tentang Grace.
‘**********
Akhirnya, sampai juga di eps 43 ini..
Aku ingin menyampaikan sesuatu yang sangat penting yang membuat kacau pikiranku sampai tidak bisa menulis..
Aku sudah menganalisa perkembangan minat pembaca dari eps 1 sampai 42, Intinya :
Apakah ceritaku membosankan?? Sampai setiap eps hanya mendapatkan jempol yang jumlahnya tidak sesuai harapanku selama ini..??
Apa salahnya, jika sudah membaca memberikan like dan komen?
Bagi pembaca yang selama ini hanya membaca dalam diam atau mungkin sekedar keasikan membaca, tolong ya, luangkan sedikit waktunya untuk singgah ke eps sebelumnya untuk memberikan like dan komennya..
Author menulis cerita <-> pembaca memberikan**like(Proses Timbal Balik)
Like-> Apresiasi pembaca ->Supportbagi Author**
Mungkin ada diantara kalian yang kesal padaku, tapi ini hanya sarana untuk menyampaikan sedikit keluh kesahku pada kalian semua..
Aku bakalan kasih hadiah untuk semuanya, jika :
200LIKE =》 SINGLE UP
500LIKE =》 DOUBLE UP
1000LIKE =》 CRAZY UP
Salam Kasih dari Author ^.^
Love You All :-3