THE PERFECT GIRL

THE PERFECT GIRL
TPG2_157



Pagi ini terasa ada yang berbeda. Grace mencium aroma yang sangat ia rindukan. Dia juga merasakan sesuatu yang familiar disebelahnya.


'Apakah ini hanyalah mimpi?' tanyanya membatin.


Dia masih meraba memastikan sesuatu tanpa melihatnya. Karena pada saat ini, rasa kantuknya sangat mendominasi. Dia merasa bahwa dirinya masih dalam keadaan tertidur.


Tanpa sadar, Grace memeluk sesuatu yang lebih besar dari guling. Dan dia merasakan adanya tangan yang menariknya ke tempat yang lebih hangat.


Dia pun tertidur dengan pulasnya. Selama tiga jam penuh, Grace tidur tanpa terbangun sedikit pun. Padahal selama ini, dia selalu terbangun setiap dua jam sekali.


"Sayang, bangun. Jangan sampai kamu melewatkan jam sarapanmu." Grace mendengar suara seseorang yang sangat ia rindukan.


Akhirnya, dia membuka matanya dan segera bangkit dengan posisi duduknya. Dia melihat sosok yang sudah lama tidak dilihat olehnya.


Tanpa berkata-kata, Grace pun menangis dalam diam. Arion yang sedang mengenakan setelan jas-nya pun berbalik badan. Dia terkejut mendapati wajah Istrinya yang sudah dibanjiri air mata.


Dia mendekati sang Istri dengan segera. Langsung saja, ia mendekap Grace dengan erat dalam pelukannya. Grace menangis tanpa henti setelah mendapat perlakuan seperti itu.


"Ssstttt.. Jangan menangis sayang. Aku tidak akan bisa berangkat ke kantor, jika kamu terus menangis seperti ini. Jangan menyiksa dirimu sendiri dan calon bayi kita, Sayang." Arion berusaha membujuk sang Istri sambil mengelus rambut Istrinya.


"Ini beneran nyata kan? Aku sedang tidak bermimpi?" tanya Grace dengan derai air mata yang terus menerus membanjiri kedua pipinya.


"Iya, Sayang. Aku sudah pulang. Aku di sini sekarang. Aku tidak akan pergi ke mana pun. Aku berjanji, akan tetap berada di sisimu. Sudahlah, jangan menangis lagi." Arion mulai merenggangkan pelukannya dan tangannya beralih mengelus perut Istrinya sambil berkata, "Nak, ini Papa. Papa sudah pulang. Papa minta maaf ya, selama ini Papa sudah membuat kalian menunggu. Papa tidak akan pergi jauh dari kalian lagi. Papa janji!"


Mendengar perkataan Arion, tangisan Grace mulai mereda. Dia memeluk lengan Arion dengan manjanya dan meminta Arion untuk tetap tinggal di rumah. Dia tidak ingin Arion pergi ke kantor, karena ia masih merindukan sosok Arion yang selama enam bulan tidak diketahui keberadaannya.


"Baiklah, Honey. Aku tidak akan pergi ke kantor sesuai keinginanmu. Tapi, aku ingin kamu pergi mandi dan aku yang akan memandikanmu. Aku ingin melihat bagaimana kondisi perutmu secara langsung. Bolehkan, Sayang?" tanya Arion dengan penasarannya.


Dia sangat ingin melakukan hal yang biasanya dilakukan oleh para Bapak untuk mengetahui perkembangan Istri dan calon bayinya. Setelah dia melihat Grace menganggukkan kepalanya, Arion pun mengangkat tubuh Grace dengan kedua tangannya.


"Turunkan aku. Aku bisa jalan sendiri," teriak Grace yang terkejut melihat Arion mengangkat dengan penuh semangat.


"Sayang, aku tidak akan membiarkanmu berjalan sendiri ke dalam kamar mandi yang licin itu. Sekarang menurutlah pada suamimmu ini, Sayang." Arion pun membawa Grace dengan perlahan ke dalam kamar mandi.


Mereka pun melakukan aktivitasnya di dalam sana selama hampir satu jam. Mereka saling melepas rindu yang sudah terlalu lama terpendam. Hingga akhirnya, mereka mendengar ketukan pintu dari luar kamar mereka.


"Ar, Grace. Kenapa kalian belum juga turun untuk sarapan? Apa kalian masih belum bangun tidur?" tanya Mrs. Melv. yang tidak tahan menunggu kedatangan anak dan menantunya itu.


"Ingat, Ar. Grace harus makan tepat waktu. Kalian jangan terlalu lama bersiapnya. Mommy beri waktu 10 menit ya? Kalian harus sudah ada di ruang makan," perintah Mrs. Melv. pada anaknya. Dia begitu khawatir dengan kondisi kandungan menantu kesayangannya itu.


"Baiklah, Sayang. Sudah cukup. Sekarang kita harus bersiap. 10 menit itu waktu yang sangat singkat," ucap Grace memberikan peringatan pada Arion untuk menghentikan kegiatannya.


"Aku tidak akan membantahmu, Sayang." Begitu Arion selesai berucap, dia langsung mengangkat tubuh Grace dan mendudukkannya di kursi. Dia membantu Grace mengelap tubuhnya dan memakaikannya pakaian santai.


"Sudah lama, aku tidak memanjakanmu, Sayang. Aku sangat merindukan saat-saat seperti ini," ucap Arion sambil mengangkat Grace dan mendudukkannya di kursi roda.


Grace tidak menolak perlakuan sang Suami. Saat ini, dia sudah bisa tersenyum bahagia hanya dengan mendengar Arion berkata demikian.


"Ada apa denganmu, Grace?" tanya Ricky yang melihat Grace duduk di kursi roda.


Arion menarik sebuah kursi dan membantu Grace duduk di sana. Grace yang sudah duduk dengan rapi pun menjawab pertanyaan Ricky, "Abang tau sendiri kan, gimana Arion? Dia selalu jadi orang yang over protektif."


Ricky menganggukkan kepalanya pertanda dia sudah mengerti. Setelahnya, Ricky melirik ke arah seseorang yang belum pernah ia kenal.


Seketika Ricky menatap ke arah Yoru dan bertanya, "Dia siapa?"


"Dia adalah sepupunya Silvia dari keluarga Ayahnya." Mr. Melv. menjawab dengan singkat.


Dengan sigap, Yoru menyapa Ricky. "Abang bisa memanggilku dengan nama Yoru. Salam kenal, Bang."


"Beberapa hari ini dia tinggal bersamaku, Bang. Maka dari itu, aku datang kemari dengannya." Sam menjelaskan detail kedatangannya dengan Yoru.


Kemungkinan besar, Ricky merasa kebingungan dengan keberadaan Yoru yang datang bersama Sam dan dia malah disebut sebagai sepupu dari Silvia.


"Pantas saja. Aku kira dia keluarga kalian, Sam. Karena dia datang dari luar bersamamu," tutur Ricky dengan tatapan bersahabatnya pada Sam.


Sam terkekeh dan berkata, "Bukan, Bang. Abang sudah mengenal semua anggota keluarga kami. Dia tidak ada di dalamnya."


"Sudahlah, nanti kita lanjut lagi perbincangan kita ini. Mari kita memulai sarapannya. Kasihan Grace, Silvia dan Ed yang sudah lapar." Mr. Melv. menengahi perbincangan di antara ketiga lelaki itu.


Kegiatan makan bersama pun dimulai. Pagi ini, semuanya berkumpul demi merayakan kedatangan orang-orang yang mereka rindukan.


Mr. Melv. duduk berhadapan dengan Ricky dengan jarak yang cukup jauh. Di barisan kiri Mr. Melv., ada sang Istri, Arion, Grace, Sam dan Yoru. Sedangkan yang duduk di barisan kanannya, ada Silvia, Adam, Steve, Edzard dan Elvina.


"Sarapan pagi ini, sungguhlah suatu Anugerah yang paling tak ternilai. Kita semua berkumpul di sini dan memenuhi meja makan yang panjang ini. Tidak pernah terpikirkan olehku, akan mendapat anggota keluarga yang ramai seperti ini, karena kami selalu sibuk dengan kegiatan kami masing-masing."


Mr. Melv. tersenyum bahagia melihat kondisi rumah yang diramaikan oleh orang-orang yang disayanginya. Dia berharap, suasana seperti ini tidak akan pernah hilang dari kehidupannya di masa yang akan datang.


>> Bersambung <<


IG : friska_1609


🙇🏻‍♀️🙇🏻‍♀️


Mohon maaf lahir dan batin semuanya..


Selamat merayakan Hari Raya Idul Fitrinya bagi yg menunaikan..


☺️🙏


_Love You All_


💙🤍