THE PERFECT GIRL

THE PERFECT GIRL
87



AUTHOR POV


"Ar? Sejak kapan kamu kembali? Bukannya seharusnya kamu masih di Rumah Sakit ya? Kalau kamu di sini, siapa yang menjaga Grace?" Tanya Mrs.Melv. yang melihat keberadaan Ar di dapur.


Dia hanya ingin memastikan persiapan Juru masak dan pelayan untuk siang ini. Tanpa di duga, dia bertemu dengan Ar yang sedang sibuk meminta beberapa pelayan menyiapkan bubur untuk Grace.


"Ehh, Mommy. Grace sudah Ar bawa pulang sejak tadi. Semua orang pada sibuk sendiri, jadi tidak ada yang tau kalau kami pulang." Jawab Ar dengan santainya tanpa menoleh pada Mommy nya karena sedang sibuk melihat sayuran yang kira - kira bagus untuk dikonsumsi oleh Grace.


"Kamu kok gak ngabarin Mom sih, Ar? Kan Mom bisa sambut kedatangan kalian." Ucap Mrs.Melv. dengan ekspresi yang menunjukkan sedikit kekecewaan pada Ar.


"Sudahlah, Mom. Jangan di bahas lagi. Kan kami sudah ada di sini." Jawab Ar dengan gamblang.


"Jadi, dimana sekarang calon Menantu kesayangan Mom itu?" Goda Mrs.Melv. pada Anaknya yang dia sendiri sudah tau bagaimana perasaan Anaknya itu.


Ar yang mendengar perkataan Mommy nya langsung menolehkan tatapnya pada si Mommy, "Mom, Ar menyuruhnya untuk beristirahat. Jadi, untuk sementara jangan cari dia dulu. Ar gak mau Mom gangguin jam istirahatnya." Ucap Ar penuh dengan peringatan.


"Kamu itu mulai posesif deh, Ar. Mom pun tau kalau Grace butuh istirahat. Kamu gak perlu sampai sebegitunya." Ucap Mrs.Melv. yang tampaknya sudah mulai kesal dengan tingkah Anaknya.


"Ya, sudah. Ar balik ke kamar ya, Mom. Mau mandi dulu. Habis itu banguni Grace." Ucap Ar sambil lalu. Dia pun pergi meninggalkan Mrs.Melv. demi bersiap - siap untuk membasuh diri.


"Iya, sayang. Kamu gak ke Kantor?" Tanya Mr.Melv. pada Anaknya itu.


"Selesai makan siang, Ar ke Kantor, Mom." Jawab Ar sembari menunjukkan jari jempolnya tanpa menoleh ke arah Mommy nya.


Mrs.Melv. hanya bisa menggeleng - gelengkan kepalanya melihat tingkah Anak semata wayangnya itu.


Tokk.. Tokk.. Tokk..


"Grace? Kamu sudah bangun kah? Kenapa pintu kamarnya dikunci?" Tanya Ar pada Grace di balik pintu kamar Grace.


"Iya, aku sudah bangun. 5 menit lagi aku keluar. Tunggu saja aku di ruang makan," teriak Grace dari dalam kamarnya.


"Baiklah. Aku akan menunggumu." Ucap Ar tanpa bergerak sedikit pun dari tempat dia berpijak saat ini.


Cekleekkk..


Akhirnya, Grace pun membuka pintu kamarnya. Betapa kagetnua dia melihat sosok Arion yang tepat berada di hadapannya dan menatapnya.


"Astaga, Ar! Kenapa kamu masih di sini? Aku kan sudah bilang untuk menungguku di ruang makan. Kamu buat jantungku hampir copot saja!" Ucap Grace dengan kesal pada Ar.


Ar terkekeh kecil melihat tingkah Grace dan langsung merangkulnya sambil berkata, "Aku kan hanya ingin menunggumu. Ayo! Semua orang sudah menunggu."


Mereka pun bergegas menuju ruang makan. Ar menggeserkan sebuah kursi yang diperuntukkan Grace. Grace hanya tersenyum sambil berterimakasih pada Ar.


"Daddy senang melihat kalian berdua kembali akrab seperti semula. Untuk Ar, Daddy sempat kecewa padamu. Karena kamu terlalu kasar padanya. Dad tidak suka melihat laki - laki yang tidak gentle seperti itu. Ingat! Dad tidak mau mendengar kabar angin lagi, kalau kamu berkelakuan seperti sebelumnya lagi." Ucap Mr.Melv. dengan penuh penekanan pada setiap katanya.


"Baiklah Dad, Ar akan mengingatnya." Ujar Ar dengan wajah lesu. Dia terus berpikiran bahwa Daddy nya selalu menganggap dirinya berada pada posisi yang salah. Hal apa pun yang dilakukannya pasti akan salah dan salah lagi di mata Daddy nya.


Begitu kegiatan makan siangnya berakhir, Ar segera berangkat ke Kantor bersama sengan Mr.Melv. Mereka berdua memang berangkat bersama, tetapi tempat tujuan mereka berbeda.


"Ar, nanti sampaikan pada Steve agar dia segera menyusul Daddy ke sini ya? Dad butuh seorang Asisten untuk menemui Client yang satu ini." Tutur Mr.Melv. pada Anaknya.


"Kenapa tidak aku saja, Dad? Jadi, tidak bolak - balik begini." Jawab Ar dengan penuh pertimbangan.


"Kamu tidak perlu khawatir, kamu hanya perlu duduk manis di Kantor memantau bagaiman perkembangan Kantor Cabang yang lainnya. Jadi, penting bagi Dad untuk membawa Steve bersama dengan Dad." Ucap Mr.Melv. dengan tegas sambil melangkah keluar dari mobil.


"Baiklah, Dad. Ar akan pastikan Steve akan datang menemui Dad dengan cepat agar Dad tidak menunggu lama di dalam sana. Ar juga akan memantau Kantor cabang di London dan USA dan memberitahukan perkembangannya dengan Daddy." Ujar Steve dengan senyuman manisnya setelah melihat Mr.Melv. keluar dari mobil, tapi masih menoleh padanya.


Sesampainya di Kantor, Ar langsung memberitahukan pada Steve agar dia segera berangkat ke tempat Mr.Melv.dan Steve pun pergi dengan tergesa - gesa. Sedangkan Ar masuk ke dalam ruangannya.


Baru beberapa menit dia duduk dengan santainya, ada keributan dari luar yang menerobos masuk ke dalam ruangannya dan berteriak padanya sambil memukul keras meja yang ada di hadapannya, "AKU TIDAK TERIMA KAMU PERLAKUKAN AKU SEPERTI TADI MALAM..!! MARI KITA TUNTASKAN SEMUANYA HARI INI..!!"


Ya! Dia adalah Agung yang telah dihajar oleh Ar tadi malam. Ar hanya tersenyum sinis melihat keberanian seorang Model yang tidak ada apa - apanya dibandingkan dengan dirinya datang ke tempat yang dikuasainya.


"Apa mau mu, Agung? Bukannya tadi malam kita sudah sepakat mengenai sesuatu? Jangan bilang kamu melupakannya, Gung." Ucap Ar dengan penuh ancaman. Padahal belum ada 24 jam ancaman itu, Agung berencana untuk melawannya.


Agung yang terpancing emosi pun berjalan mendekati Ar dan menarik kerah kemeja Ar dengan kasar hingga tubuh mereka berdekatan.


"KAMU HARUS TAU APA AKIBATNYA KARENA KAMU SUDAH BERANI MENGANCAMKU..!!" Teriak Agung pada Ar dengan nada suara yang bergemuruh. Dia sedang marah besar.


"Seharusnya aku yang marah besar padamu! Kamu sudah menjadi MUSUH DALAM SELIMUT..!! Kamu berpura - pura baik padaku selama ini dan kamu sudah dengan beraninya menganggu kehidupanku! Kamu juga berniat mengambil apa yang sudah menjadi milikki!" Teriakan Ar penuh dengan basa - basi ini pun berhasil membuat Agung semakin tersulut oleh bara api.


"AKU YANG LEBIH DULU MENJADI MODEL, TAPI KAMU MENGAMBIL HAMPIR SEMUA PENGGEMARKU DALAM SEKEJAP..!! AKU YANG LEBIH DULU MENGENAL DAN MENYUKAI GRACE SEJAK LAMA, TAPI MALAH KAMU YANG MENJADI TUNANGANNYA..!! DAN SEKARANG?? MESKIPUN KAMU SUDAH TIDAK BERKECIMPUNG DI DUNIA MODEL LAGI, KAMU TERUS - MENERUS SEMAKIN TENAR BAHKAN BEBERAPA TAHUN INI..!! AKU BENCI DENGAN SEMUA YANG BERHUBUNGAN DENGANMU..!! AKU MUAK MENJADI BAYANG - BAYANGMU SELAMA INI..!!" Agung pun semakin menarik kerah kemeja Ar dengan tatapan yang dipenuhi amarah dan kebencian.


"Bukannya terbalik ya? Kamu yang selalu berusaha untuk merebut semua yang aku miliki agar bisa kamu miliki, tidak peduli itu dalam bentuk apa pun! Semua yang aku dapatkan saat ini adalah hasil kerja ku selama ini. Murni dan tidak pernah menggunakan cara licik seperti yang kamu pikirkan selama ini." Ucap Ar sambil tersengal - sengal karena dia masih harus menahan berat tubuhnya yang sudah terangkat setengah oleh cengkeraman Agung.


BUGHH..!!


Tubuh Ar tercampak dengan keras setelah menerima tinjuan dari Agung. Sudut bibirnya terasa nyeri dan telah mengeluarkan tetesan cairan kental berwarna merah.


"SATU - SATUNYA CARA AGAR AKU BISA MENJADI YANG AKU INGINKAN ADALAH MEMBUNUHMU..!! KARENA DENGAN KEMATIANMU, AKU AKAN MENDAPATKAN KETENARANKU KEMBALI DAN GRACE AKAN MENJADI MILIKKU..!!" Agung terus - menerus berteriak sampai suaranya bergema di setiap sudut ruangan.


"Itu tidak akan mudah, Gung. Kamu lupa ya? Kamu sedang berada di kandang buaya. Ini adalah wilayahku. Kalau kamu berani menyentuhku lagi walau sejengkalpun, akan aku pastikan hidupmu tidak akan lama lagi, Gung. Kamu itu  selalu bertindak gegabah. Lihatlah sekarang, betapa tidak berdayanya dirimu itu di hadapanku." Ucap Ar dengan ekspresi puas yang dirasakannya karena berhasil membungkam mulut Agung yang sedaritadi membabibuta memarahinya.


Ar pun bangkit dari lantai dan berjalan mendekati Agung sambil berkata, "Nah, sekarang coba pukul aku. Aku mau lihat kemampuanmu sekarang. Kita sedang berada di ruangan yang sunyi ini. Aku bisa mengajarkanmu cara melindungi diri jika kamu bertemu dengan orang gegabah sepertimu...."


Belum siap mengucapkan kelanjutannya, Agung melayangkan tinjuannya kembali dan mengarahkannya pada Ar. Tapi Ar bisa menangkap kepalan tangannya yang besar itu dalam hitungan detik. Ar pun membalikkan pukulan Agung yang tadinya di arahkan padanya sebanyak tiga kali lipat.


BUGHH..!! BUGHH..!! BUGHH..!!


Pukulan Ar tepat sasaran mengenai ulu hati Agung sebanyak tiga kali. Kepalan tangannya mampu mambuat Agung merasa kesakitan hingga memuntahkan darah dari mulutnya. Agung pun terduduk lemas setelah terkena pukulan keras yang dilayangkan Ar padanya.


Ar yang tidak peduli lagi dengan keberadaan Agung, langsung menekan tombol interkom dan memanggil beberapa bodyguard nya untuk mengeluarkan Agung dari ruangannya. Saat ini dia sudah tidak bersemangat untuk melanjutkan perkejaannya dan berniat untuk pulang ke Mansion.


Tapi, niat itu dipendamnya terlebih dahulu. Dia masih punya tanggungjawab yang besar untuk memantau jalannya kegiatan ketiga perusahaan yang sudah diwariskan padanya. Ar hanya mandi dan berganti pakaian di ruangan istirahatnya yang sengaja dirancang untuk mengantisipasi hal - hal seperti ini.


Sudah hampir empat jam penuh, Ar tidak berkutik dari kursi kebesarannya. Dia sudah selesai memberikan laporan kepada Mr.Melv. yang tidak ada kabar sama sekali mengenai apa yang dibahasnya bersama Client tersebut dengan meminjam Steve begitu lama di sana.


"Baiklah, sudah waktunya untuk pulang. Aku juga sudah lelah menatap komputer dan dokumen - dokumen ini." Ucap Ar sambil memijit pelipisnya.


Dia pun pulang dengan memanggil supir pribadinya. Sudah tidak ada lagi yang perlu dilakukannya. Yang dia inginkan saat ini adalah bertemu dengan Grace.


Sesampainya di rumah, Ar mendengar suara piano yang mengalun indah dari dalam rumah.


'Lho? Siapa yang bisa memainkan piano di sini? Apa Silvia pulang? Kenapa begitu sepi?' Begitu banyak yang tersirat dalam benak Ar.


Ar pun melangkahkan kakinya memasuki pintu utama dan menuju ke arah suara merdu seseorang yang sedang bernyanyi. Meskipun lirik lagu yang dinyanyikan oleh orang tersebut tidak dimengerti oleh Ar, tapi dia bisa merasakan kesedihan yang tersalurkan dari lagu yang dilantunkan dengan begitu lembut.


'GRACE..??' Itulah nama orang yang sedang bermain piano dan bernyanyi dengan sangat merdu.


Ar hanya bisa terkagum - kagum dengan nyanyian yang sedang dilantunkan oleh Grace dari kejauhan.


'Ternyata dia bisa bernyanyi sekaligus bermain piano seperti seorang profesional. Nyanyiannya sungguh menyayat hati. Kenapa aku malah ikut bersedih mendengarnya bernyanyi seperti ini?' Hati Ar bergejolak dengan pikirannya saat ini.


Inilah lagu yang dinyanyikan oleh Grace.


(Lagunya sungguh menyentuh hati dan perasaan kita. Jika readers bersedia untuk merasakan apa yang dirasakan oleh Grace saat ini, kalian boleh mendengarnya di youtube atau mendownload lagunya. Author jamin kalian akan menyukainya sama seperti Author yang sangat mengagumi lagu ini. Selamat menikmati musiknya... 😍)


Mei Li De Shen Hua (THE MYTH) - Jackie Chan & Kim Hee Sun


Jiě kāi wǒ zuì shénmì de děngdài


(Bebaskanlah aku dari penungguan misterius ini)


            Xīngxīng zhuìluò fēng zài chuī dòng


            (Bintang-bintang berjatuhan, angin berhembus)


Zhōngyú zài jiāng nǐ yōng rù huái zhōng


(Akhirnya kau berda dalam pelukanku)


            Liǎng kē xīn chàndǒu


            (Dua hati gemetar bersama)


Xiāngxìn wǒ bù biàn de zhēnxīn


(Percayalah ketulusan hatiku tak pernah berubah)


            Qiānnián děngdài yǒu wǒ chéngnuò


            (Aku berjanji untuk menunggu seribu tahun)


Wúlùn jīngguò duōshǎo de hándōng


(Tak peduli berapa banyak musim dingin telah dilewati)


            Wǒ jué bù fàngshǒu


            (Ku tak akan membiarkanmu pergi)


----Reff----


ije naui son-eul jabgo nun-eul gam-ayo


(Sekarang peganglah tanganku, dan tutup matamu)


            uli salanghaessdeonnaldeul saeng-gaghaebwayo


            (Pikirkan hari-hari saat kita jatuh cinta)


uli neomu salanghaeseo apass-eoyo


(kita terlalu saling mencintai, sangat menyedihkan)


            (Kita bahkan tak dapat mengatakan "aku mencintaimu")


-----------


Měi yīyè bèi xīntòng chuānyuè


(Setiap malam telah melalui sakit hati)


            Sīniàn yǒng méiyǒu zhōngdiǎn


            (kerinduanku selamanya tiada akhir)


Zǎo xíguànle gūdú xiāng suí


(sejak lama ku telah terbiasa sendiri)


            Wǒ wéixiào miàn duì


            (Aku menghadapinya dengan senyuman)


Xiāngxìn wǒ nǐ xuǎnzé děngdài


(percayalah aku, kau pilih menunggu)


            Zài duō kǔtòng yě bù shǎnduǒ


            (Meskipun lebih menyakitkan, ku tak akan menghindar)


Zhǐyǒu nǐ de wēnróu néng jiějiù


(Hanya kelembutanmu yang dapat menyelamatkanku)


            Wúbiān de lěngmò


            (Dari kedinginan tak bertepi)


----Repeat Reff----


Ràng ài chéngwéi nǐ wǒ xīnzhōng


(Biarkanlah cinta di hati kita)


            Nà yǒngyuǎn shèngkāi de huā


            (Menjadi bunga yang selamanya bermekaran)


Chuānyuè shíkōng jué bù dītóu


(Melalui ruang dan waktu, tidak pernah tunduk)


            Yǒng bù fàngqì de mèng


            (Tidak pernah melepaskan mimpi)


uli neomu salanghaeseo apass-eoyo


(kita terlalu saling mencintai, sangat menyedihkan)


            (Kita bahkan tak dapat mengatakan "aku mencintaimu")


Ràng ài chéngwéi nǐ wǒ xīnzhōng


(Biarkanlah cinta di hati kita)


            Nà yǒngyuǎn shèngkāi de huā


            (Menjadi bunga yang selamanya bermekaran)


uli sojunghaessdeon naldo ij-ji neun mal-ayo


(Kita tak pernah lupakan janji kita)


            Wéi yǒu zhēn'ài zhuīsuí nǐ wǒ


            (Hanya cinta sejati menyertai kau dan aku)


Chuānyuè wújìn shíkōng


(Melewati ruang dan waktu yang tak berujung)


            (Kita bahkan tak dapat mengatakan "aku mencintaimu")


Ài shì xīnzhōng wéiyī bù biàn měilì de shénhuà


(Cinta adalah satu-satunya dongeng indah yang tak berubah di dalam hati)


 


 


 


 


 


 


 


 


 


>>> Bersambung <<<


 


 


Sampai sini dulu ya..


Kita akan lanjut di eps selanjutnya..


.


Author mintaa maaf dan sangat menyesal karena sudah lama tidak up..


Semua terjadi, karena Author sedang dalam keadaan tidak enak badan..


Jangan lupa berikan supportnya untuk Author..


Thor tidak minta yang aneh - aneh lagi dehh, hanya like dari jempolnya..


Kalau komen, itu semua terserah readers saja..


Salam Kasih untuk Yg Terkasih


Love You All