
AUTHOR POV
Arion mengenal pemimpin tentara ini dari teman sekampus nya saat di London. Lebih tepat nya, Laki-laki di samping nya ini adalah kakak dari teman sekampus nya itu. Mereka memang tidak begitu akrab, tapi Arion sudah sangat baik pada teman nya itu. Sekarang temannya sudah bekerja di Melv.Corp. di London sebagai Accounting.
Lelaki ini tidak lagi pusing memikirkan tentang adik perempuannya itu, karena sudah mendapatkan pekerjaan yang layak dan akan menikah tahun depan. Dia sangat senang telah mengenal Arion yang memiliki sikap dingin di luar tapi baik hatinya.
“Why do we have to use battle tanks and fighter jets like this? This seems to much.”
(Kenapa kita harus menggunakan tank tempur dan jet tempur seperti ini? Sepertinya ini terlalu berlebihan.)
Arion bertanya pada temannya ini, dia kebingungan karena dia mendengar temannya bertelepon dengan Menyebutkan kepada bawahannya untuk mempersiapkan 5 tank tempur dan 2 jet tempur.
‘Siapa sebenarnya yang menjadi lawan mereka kali ini? Apakah dia begitu berbahaya, sampai harus hal ini terlihat seperti suatu pertempuran?’ Arion terus menerus bertanya dalam hati.
“The location that you share is the main location of the cruelest bandits hide in Russia.”
(Lokasi yang kamu kirim itu adalah lokasi utama persembunyian para bandit terkejam di Rusia.)
Temannya menjelaskan secara singkat dan jelas padanya. Arion sempat terkejut dengan kenyataan yang baru saja ia ketahui. Dia tidak menyangka akan berhadapan dengan orang yang memiliki status semenyeramkan itu.
Saat ini, Arion beserta 100 orang pasukan tentara sudah tiba di lokasi. Tidak ada tanda-tanda bahaya apa pun, karena di hadapan mereka saat ini adalah sekumpulan pohon-pohon lebat menyerupai hutan. Mereka berjalan perlahan dan mencari tempat persembunyian ketika mereka sampai di sekitar pagar depan yang mengelilingi istana yang ada di dalam sana.
Tank tempur dan Jet tempur masih dalam perjalanan ke lokasi. Kegiatan mereka tertahan dan tidak ada yang berani bergerak selangkah pun tanpa adanya perintah dari sang komandan.
“Why don’t we attack them now?”
(Kenapa kita tidak menyerang mereka sekarang?)
Arion heran melihat posisi mereka yang diam seperti patung dan tak ada sedikit pun niat dari teman nya itu untuk memerintahkan anak buah nya menyerang para bandit di hadapan mereka itu.
“Be a little patient, Ar. Soon the police will arrive here to attack them. We will take our action, after all the battle tanks dan fighter jets have arrived here.”
(Sabar sedikit, Ar. Sebentar lagi pihak kepolisian akan tiba di sini unruk menyerang mereka. Kita akan melakukan aksi kita, setelah semua tank tempur dan jet tempur tiba di sini.)
Sang Komandan akhirnya bersuara setelah terdiam beberapa detik setelah mendengar pertanyaan Arion. Dia menjelaskan secara singkat dan jelas.
“Why suddenly a police came to attack them? Are they part of your army too?"
(Kenapa tiba-tiba ada pihak kepolisian yang datang untuk menyerang mereka? Apa mereka adalah bagian dari pasukanmu juga?)
Rasa penasaran Arion tidak dapat di bendung lagi. Dia sungguh bingung dengan keadaan yang tiba-tiba ini. Serasa maya tapi nyata. Baru pertama kalinya, demi menolong seorang perempuan, harus dengan begini banyak pasukan.
“No, They aren’t. They don’t belong to my army. They come with someone who wants to save the victim.”
(Bukan. Mereka tidak termasuk pasukan ku. Mereka datang dengan seseorang yang ingin menyelamatkan korban.)
Arion hanya mengangguk pada temannya itu. Dia tidak ingin berdebat lagi. Dia hanya akan menyaksikan penyerangan yang di lakukan oleh pihak kepolisian yang di maksud. Dia ingin tau siapa orang itu. Orang yang juga datang ke sini untuk menyelamatkan Grace.
Tank tempur dan jet tempur memakan waktu yang cukup lama untuk tiba di lokasi. Lihatlah, yang datang duluan adalah pasukan dari pihak kepolisian. Kemungkinan mereka yang datang ada 150 orang. Dan ....
‘Yang bersama mereka adalah Cakra? Kenapa dia bisa tau lokasi ini? Bukankah dia adalah dalang dari semua ini?’
Ternyata selama ini, Arion selalu berperasangka buruk pada Cakra. Dia mengira Cakra lah yang menculik Mama nya Grace dan membawa Grace ke sini. Arion telah salah menduga. Semua tuduhannya pada Cakra adalah kesalahan terbesar.
**********
“АТАКА..!! UNICHTOZHITE VOROTA ...!!”
(SERANG..!! HANCURKAN PAGAR ITU..!!)
Dengan langkah yang tegap, Cakra bersama pemimpin rombongan kepolisian memimpin pasukan polisi untuk menyerbu pagar depan istana di hadapan mereka itu. Mereka tidak menyadari adanya rombongan tentara yang sedang memperhatikan mereka.
Cakra sudah lama berteman dengan pimpinan pihak kepolisian di beberapa negara. Dia kan Dokter Bedah yang terkenal dengan keahliannya membedah makhluk yang masih hidup atau pun yang sudah mati.
Pihak kepolisian akan sangat membutuhkan seseorang seperti Cakra untuk melakukan otopsi pada mayat yang menjadi korban dalam kasus tertentu. Pihak kepolisian tidak akan memilih sembarang orang untuk membedah mayat korban dan menemukan beberapa bukti selama pembedahan di lakukan.
Cakra termasuk seorang Dokter yang jeli dan teliti dalam menganalisis kondisi mayat tersebut. Dia memang ahlinya membedah. Karena itu, dia bisa meminta bantuan dari pihak kepolisian dengan mudah.
BOOM..!!! BOOM..!!! DUAARRR..!!!
Suara ledakan bom terdengar beberapa kali. Kondisi orang-orang yang mengenai bom tersebut sangat lah menggenaskan. Tubuh nya sudah tidak utuh lagi.
Ketika para polisi itu berhasil melewati pagar depan, tiba-tiba bermunculan tank tempur dan jet tempur milik para tentara. Awalnya, mereka semua terkejut, terutama Cakra.
Saat Cakra melihat Arion dan Pemimpin pasukan polisi melihat pemimpin pasukan tentara, mereka jadi saling tatap. Keyakinan untuk menyatukan pasukan untuk menyerbu ke dalam istana merasuki benak mereka masing-masing. Akhirnya, dengan sekali anggukan kepala, mereka bersatu untuk bertempur.
DOR..!! DORR..!! DOORRR..!!
Terdengar suara tembakan yang tiada henti.
“Ne podvedi svoyu okhranu ...!! Obratite vnimaniye na svoye okruzheniye ..!!”
(Jangan lengah..!! Perhatikan sekelilingmu..!!)
Ucapan itu menyadarkan Cakra. Cakra melihat ke arah Arion dan berkata, “Perhatikan sekeliling mu..!! Jangan sampai lengah melawan mereka..!!”
Arion hanya mengangguk. Dia memang tidak tau sama sekali tentang bahasa Rusia. Sebenarnya, dia cukup bingung dengan pengetahuan Cakra akan bahasa Rusia. Bahasa Rusia termasuk bahasa yang cukup rumit untuk di mengerti.
“Aaaakkkhh..!!” Arion menjerit kesakitan. Ternyata dia tertembak di bagian lengan kirinya. Sekarang lengan kirinya mengeluarkan cairan kental akibat masuk nya peluru entah dari mana.
“Dasar bocah ingusan..!! Sudah ku bilang, jangan lengah..!! Percuma saja kau ada di sini..!!”
Cakra memang mengerti Bahasa Rusia. Meskipun mereka rival, dia masih membutuhkan pasukan yang datang bersama Arion untuk menolong Grace.
“Are you ok? Can you still hold back the pain?”
(kamu tidak apa-apa? Apa kamu masih bisa menahan rasa sakitnya?)
Teman Arion datang mendekati Arion karena dia mendengar suara teriakan temannya itu. Dia mulai khawatir melihat kondisi lengan kiri Arion yang tertembak peluru itu.
“I am fine. No need to worry about me.”
(Aku baik-baik saja. Tidak perlu khawatirkan aku.”
Arion berusaha menenangkan teman nya itu. Dia di bawa oleh teman nya ke tempat yang lebih aman. Karena saat ini, giliran pasukan yang membawa alat berat itu beraksi.
DUAARRR..!!
Serangan dari tank tempur dan jet tempur berhasil menewaskan banyak pasukan bandit sampai depan pintu instana. Meskipun demikian, 2 jet tempur itu meledak karena terkena tembakan dari para bandit di area vital jet tersebut dan 3 tank tempur yang rusak parah akibat terkena bom yang dilemparkan oleh para bandit.
Akhirnya, mereka berada di depan pintu utama istana tersebut.
“Nekotoryye iz vas sleduyut za Arion ..!! Zaydite vnutr' i nemedlenno vyvedite zhertvu ...!!”
(Sebagian dari kalian ikuti Arion..!! Masuklah kedalam dan segera bawa korban keluar..!!)
Arion memandangi teman nya itu. Orang itu hanya tersenyum dan menganggukkan kepala nya. Arion pun masuk ke dalam diikuti beberapa pasukan tentara, begitu juga dengan Cakra. Cakra mendengar perkataan pimpinan tentara tadi, dia segera masuk mengambil posisi ikut dalam rombongan Arion.
Beberapa pasukan yang masih di luar pintu utama, harus menghadang para bandit yang bermunculan entah darimana agar mereka tidak mengikuti rombongan Arion.
**********
“Aakkhh..” Tiba-tiba ada anak panah mengenai pundak Cakra. Semua bandit yang bersembunyi di dalam istana mulai bermunculan.
Saat ini terjadilah tembak-menembak. Arion pergi menuju lokasi penyekapan diikuti oleh Cakra. Mereka berdua mengendap-endap melarikan diri dari kerusuhan yang terjadi.
Sesampainya di lokasi tempat Grace berada, Arion langsung mengeluarkan pistol nya dan menembak dua orang penjaga pintu tepat di jantung nya. Mereka pun roboh seketika.
Dengan langkah panjang, Cakra meninggalkan Arion dan membuka pintu itu dan melihat seisi ruangan itu. Tetapi dia malah mendapat luka tembakan dari arah belakang. Matvey menembak betis Cakra beberapa kali hingga Cakra terjatuh lemas di depan pintu yang terbuka itu.
Arion yang menyadari kedatangan seseorang yang tak dikenalnya, ia langsung menembaknya tepat pada jantung nya. Mat pun mati seketika. Dia tidak tau bahwa Arion memiliki pistol dan jago menembak.
Arion pun muncul dari belakang Cakra dan melihat ke dalam ruangan tersebut, “Zesil..??!!!” Teriaknya penuh tanda tanya. Arion tidak mengira kalau Zesil lah pelakunya, karena yang dia tau, Zesil itu masih berada di penjara.
Perempuan itu pun melihat ke arah suara yang memangggil nama nya. Dia membelalakkan mata nya mendapati seorang lelaki yang sangat dicintainya datang dengan lengan kiri yang penuh dengan darah.
“Arion..” Panggil Zesil dengan suara yang lemah lembut.
Arion tidak menggubris perkataan Zesil, karena pada saat ini, dia lebih fokus mencari keberadaan Grace, “Grace?”
“APA YANG KALIAN PERBUAT PADANYA??!!!” Teriak Arion melihat keadaan Grace yang sangat menggenaskan.