
" Halo, Mom. Hari ini Grace pergi ke Mall bersama Kak El dan Ed sepulang kerja. Kami akan pulang saat jam makan malam nanti," ucapku pada Mommy saat meneleponnya memberitahukan bahwa aku akan terlambat pulang hari ini.
"Baiklah, Nak. Kamu jangan terlalu lelah. Kami akan menunggu kalian untuk makan malam bersama. Enjoy your leisure time, Dear," ucap Mom sambil mengakhiri panggilan kami.
(Nikmatilah waktu luangmu, Sayang.)
Begitu selesai dengan berpamitan pada Mommy, aku langsung mendekati Kak El dan Ed. Kupegang tangan mungil Ed dengan lembut dan memberinya senyuman.
"Come on, Ed! We go for a walk in the Mall. We will buy everything we want!" seruku pada Ed yang sudah membalas senyumanku.
(Ayo, Ed! Kita pergi jalan - jalan di Mall. Kita akan membeli semua yang kita inginkan!)
Kami pun keluar dari ruangan kerjaku dan berjalan menuju lift. Aku merasaka Ed menggenggam erat jari telunjukku. Jarinya yang mungil itu serasa takut kehilangan jariku.
Selama dalam perjalanan, Ed yang duduk di pangkuanku menikmati pemandangan dari luar jendela. Selama ini, dia tidak pernah keluar rumah, kecuali ada acara yang memang harus diikuti oleh kedua orang tuanya, barulah dia dibawa pergi.
Meskipun pemandangannya hanyalah gedung - gedung pencakar langit dan beberapa pohon serta banyaknya orang dan kendaraan yang berlalu - lalang, senyum sumringah milik Ed tidak pudar sedikit pun.
Setibanya di Mall, aku berjalan berdangpingan dengan Ed dan Kak El. Ed sudah siap sedia memegang jari telunjuk kami berdua. Dia kelihatan tidak ingin salah satu dari kami. Dan tidak lupa, kami masih diikuti oleh 4 orang Bodyguard.
"Alright, Ed. We will start to enter the clothing store. Aunty will choose and buy you clothes." Aku menunjuk sebuah toko pakaian yang ada di dalam Mall yang kami kunjungi.
(Baiklah, Ed. Kita akan mulai masuk ke dalam toko baju. Bibi akan memilih dan membelikanmu baju.)
"We didn't buy clothes for my younger siblings, aunty? So he / her can also wear new clothes like Ed." Ed membuatku sedikit terkejut dengan pemikiran Ed.
(Kita tidak membelikan baju untuk Adikku, Bibi? Biar dia juga bisa pakai baju baru seperti Ed.)
"Your younger sibling is still a month old, Ed. We are not yet allowed to buy baby supplies if they are not yet 7 months old. That's what Aunty knows, Ed." Aku hany abisa menjawab seperti ini, karena memang itu yang aku ketahui mengenai pantangan untuk Ibu hamil.
(Usia Adikmu masih sebulan, Ed. Kita belum diperbolehkan untuk membeli keperluan bayi jika usianya belum mencapai 7 bulan. Itu yang Bibi tahui, Ed.)
"Why is that, Aunty?" tanya Ed dengan kepala yang mendongak ke atas melihatku dengan tatapan penuh tanya.
(Kenapa bisa begitu, Bibi?)
"Actually, there are some restrictions that should be avoided by pregnant women, Dear. Your aunt is still pregnant and she must avoid the restrictions that have been in place for a long time. Although that is not necessarily in accordance with medical opinion." Kak El mulai mengalihkan fokus Ed yang tadinya hanya Padaku. Dan Sekarang Ed menarik - narik tangan Mommy-nya.
(Sebenarnya, ada beberapa pantangan yang harus dihindari oleh Ibu hamil, Sayang. Bibimu masih hamil muda dan dia harus menghindari pantangan yang sudah berlaku sejak dulu. Meskipun itu belum tentu sesuai dengan pendapat medis.)
"What are those, Mom? Ed wants to know everything." Ed kelihatan begitu bersemangat dan rasa ingin tahunya begitu menggebu - gebu.
(Apa saja itu, Ma? Ed mau tahu semuanya.)
"I'm only going to tell something you know. All of this can be a lesson for your aunt so she can know how to look after her womb." Kak El tidak ingin membatasi rasa ingin tau Ed. Aku merasa tertarik untuk ikut mendengarnya. Karena sesungguhnya, aku juga ingin mengetahui semuanya. Semua yang diketahui oleh Kak El.
(Mama hanya akan memberitahukan sesuatu yang Mama tahu saja. Sekalian ini bisa jadi pembelajaran buat Bibimu agar dia bisa mengetahui cara menjaga kandungannya.)
AUTHOR POV
Elvina pun mulai menjelaskan satu per satu pantangan yang dia ketahui dari membandingkan perkataan masyarakat pada umumnya dengan permbuktian yang dilakukan oleh medis.
"First, torturing and killing animals. People say, if a husband or wife violates this taboo, the physical child that is born later resembles an animal that is tortured or killed. The nature of the child becomes sadistic, and the heart to kill. No matter how angry you are with certain animals, our parents have told you in advance that both of you don't hurt the animals. Meanwhile, according to medical, during pregnancy, expectant mothers and fathers are required to control emotions. The ability to control emotions is needed in parenting, because children often do things that can trigger anger." Elvina mulai menjelaskan secara perlahan pada Ed dan Grace. Dia tidak ingin Grace salah dalam melihat pantangan - pantangan yang sudah menyebar luas di Indonesia.
(Yang pertama, Menyiksa dan membunuh binatang. Kata orang, jika suami atau istri melanggar pantangan ini, fisik anak yang dilahirkan kelak menyerupai binatang yang disiksa atau dibunuh. Sifat anak jadi sadis, dan tega membunuh. Betapapun Anda marah besar terhadap binatang tertentu, toh orang tua kita jauh-jauh hari berpesan agar Anda berdua tidak menyakiti binatang. Sedangkan menurut medis, selama hamil, calon ibu dan ayah dituntut mengendalikan emosi. Kemampuan mengendalikan emosi sangat dibutuhkan dalam mengasuh anak, karena anak-anak kerap melakukan hal-hal yang bisa memicu kemarahan.)
"Does that mean I can't kill mosquitoes? Because mosquitoes are the ones who always bother us wherever we are." Grace mulai bertanya untuk memastikan sesuatu yang mengganjal dipikirannya.
(Itu artinya aku tidak boleh membunuh nyamuk? Karena nyamuk lah yang selalu mengganggu kita dimanapun kita berada.)
"Aunty! We have never met mosquitoes. The mosquitoes only exists in a dark and messy place. Aunty must maintain cleanliness so as not to be disturbed by bad mosquitoes." Ed tiba - tiba saja memotong percakapan Bibi dan Mommy-nya.
(Bibi! Kita kan tidak pernah bertemu dengan nyamuk. Nyamuk itu hanya ada di tempat yang gelap dan berantakan. Bibi harus menjaga kebersihan agar tidak diganggu oleh nyamuk nakal.)
"Yes, dear. I am just kidding. Then, what's the second?" Grace terkekeh mendengar jawaban Ed yang spontan itu dan dia langsung mengalihkan perhatiannya pada Ed pada Elvina.
(Iya, Sayang. Aku hanya bercanda. Terus, apa yang kedua?)
"Aunt really confused me," ucap Ed sambil memanyunkan bibirnya.
(Bibi sungguh membuatku bingung.)
"The second, insulting, hating and criticizing. They say this should not be done either husband or wife. Violation of this prohibition results in the child being born to resemble someone who is insulted or denounced, both physically and in nature. Whereas according to the medical, the most important thing is actually self-control! Children learn from the womb. Parents take care of children since the child in the womb." Elvina melanjutkan penjelasannya secara perlahan setelah perdebatan antara Bibi dan Keponakan itu berakhir.
(Yang kedua, Menghina, membenci dan mencela. Kata orang, hal ini tak boleh dilakukan baik suami maupun istri. Pelanggaran terhadap larangan ini mengakibatkan anak lahir menyerupai orang yang dihina atau dicela, baik fisik maupun sifat. Sedangkan menurut medis, yang paling penting itu sebenarnya adalah Pengendalian diri. Anak mempelajarinya sejak dalam kandungan. Orang tua mengasuh anak sejak anak dalam kandungan.)
"I have to stay away from people that I hate. I was afraid that I could not control my emotions when I met them." Grace mulai mengingat nama - nama orang yang pernah dia tidak sukai sejak dia duduk di bangku SMA.
(Aku harus menjauh dari orang yang aku benci. Aku takut tidak bisa mengontrol emosiku saat bertemu dengan mereka.)
"Aunty just calm down, there's Ed here. Ed will fight them in place of Aunty. So, don't worry." Ed mulai mengelus lengan Grace dengan perlahan untuk menenangkan hati dan pikiran Bibi kesayangannya itu.
(Bibi tenang saja, ada Ed di sini. Ed akan melawan mereka menggantikan Bibi. Jadi, jangan khawatir.)
"You really are special, Honey. You are my favorite nephew and will always be like that. How about the third one, Sis?" Grace mulai mengangkat tubuh kecil Ed dan membawanya bersama dengannya berjalan memilih setelan yang sesuai untuk Ed.
(Kamu itu memang spesial, Sayang. Kamu adalah keponakan kesayanganku dan akan selalu seperti itu.)
"Third, sit or stand in the doorway. They say, it should not be done because sitting or standing long in the doorway complicates the normal delivery process. Whereas according to the medical, the threshold of the door passing by the wind. Exposure to wind for too long can interfere with the health of pregnant women," lanjut Elvina dengan suara yang melembut. Karena sekarang mereka sedang diperhatikan oleh para penjaga toko.
(Yang ketiga, Duduk atau berdiri di ambang pintu. Kata orang, tidak boleh melakukan hal itu karena duduk atau berdiri lama di ambang pintu menyulitkan proses persalinan normal. Sedangkan menurut medis, ambang pintu tempat lalu lalang angin. Paparan angin yang terlalu lama bisa mengganggu kesehatan ibu hamil.)
"For this one, I never did it. Why are we standing in the doorway like that? Does not make sense," ucap Grace sambil menggeser - geser gantungan baju yang sedang dilihatnya.
(Kalau yang ini, aku tidak pernah melakukannya. Untuk apa kita berdiri di ambang pintu begitu? Tidak masuk akal.)
"Yes! Aunty can't stand in the doorway," ucap Ed dengan lantang. Grace tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.
(Ya! Bibi tidak boleh berdiri di ambang pintu.)
"Hey, Ed! This is so cute and funny. You have to try it. Don't forget to try this and this too, Ed."
(Hei, Ed! Ini sangat imut dan lucu. Kamu harus mencobanya. Jangan lupa untuk mencoba ini dan ini juga ya, Ed.)
Grace menemukan beberapa setelan yang terlihat imut jika dikenakan oleh Ed. Sayangnya, Ed menolak untuk mencobanya di sana.
"No! I will wear it at home. not here. If Aunty want to buy me that one, Aunty can ask Mommy about my size." Dengan santainya, Ed berkata demikian sambil memeluk leher milik Grace dengan erat.
(Tidak! Aku akan memakainya di rumah. tidak di sini. Kalau Bibi ingin membelikanku yang itu, Bibi bisa menanyakan ukuran bajuku pada Mama.)
Dengan raut wajah yang sedikit ditekuk, Grace bertanya, "Ed, don't be so stingy. Aunty wants to see you in this suit. Why don't you want to try it, honey?"
"No, aunty. I don't want to try it here. Because it's the same as letting the shopkeepers see me wearing it. I'll try it at home. Only Aunty can see me wearing those clothes."
(Tidak, Bibi. Aku tidak mau mencobanya di sini. Karena itu sama saja membiarkan para penjaga toko melihatku memakainya. Aku akan mencobanya di rumah saja. Hanya Bibi yang bisa melihatku memakai pakaian itu.)
Ucapan Ed mampu membalikkan keadaan. Grace setuju dengan apa yang dipikirkan oleh Ed. Dia ingin dirinya sendirilah yang melihat Ed mengenakan setelan pakaian yang dia beli khusus untuk Ed.
Setelah memilih lima setelan yang bagus menurutnya, Grace menyerahkannya pada penjaga toko yang ada di sampingnya. Dia membawa Ed bersamanya untuk menemaninya membayar tagihan. Lalu mereka melanjutkan perjalanan mereka menuju ke toko mainan yang ada di sebelah toko pakaian tadi.
Sambil berjalan menuju toko mainan, Grace meminta Elvina untuk melanjutkan percakapan mereka yang tadinya tertunda.
Elvina pun mengambil alih Ed dari gendongan Grace dan berkata, "Fourth, shopping for baby needs. Abstinence is done before the 7th month of pregnancy enters. Pamali! Meanwhile according to Medical, the age of the third trimester is considered to be strong. The fetus is in the form of a baby. Buying baby clothes and equipment is more relevant than buying baby's needs when the fetus is not yet baby. Do not let the equipment that has been purchased redundant, because pregnancy at an early age is still vulnerable to failure."
(Yang keempat, Belanja kebutuhan bayi. Pantang dilakukan sebelum usia kandungan masuk bulan ke 7. Pamali! Sedangkan menurut Medis, usia kandungan trimester tiga dianggap sudah kuat. Janin sudah berwujud bayi. Membeli pakaian dan perlengkapan bayi lebih relevan ketimbang membeli keperluan bayi saat janin belum berwujud bayi. Jangan sampai perlengkapan yang sudah dibeli mubazir, karena kehamilan di usia awal masih rentan gagal.)
"In that case, Ed will buy something for him after he is born. When we come here again, Mom. Mom must help Ed prepare his gift later," ucap Ed sambil menatap intens ke arah Mamanya.
(Kalau begitu, Ed akan membelikan sesuatu untuk Adik setelah di lahir saja. Saat kita datang ke sini lagi ya, Ma. Mama harus bantuin Ed mempersiapkan hadiahnya.)
"Alright, Son. We will bring the most special gift for your younger siblings." Elvina mengeluas pipi sang Anak dengan gemas.
(Baiklah, Nak. Kita akan membawa hadiah paling spesial untuk Adik.)
"You're the best, Ed." Grace ikut memuji niat baik dari Ed.
(Kamu memang yang terbaik, Ed.)
"So, is there still more, Sis?" Tanya Grace dengan penasaran.
(Jadi, masih ada lagikah, Kak?)
"There is still one more," jawab El dengan singkat.
(Masih ada satu lagi.)
"What is it, Ma?" tanya Ed karena penasaran.
(Apa itu, Ma?)
"Fifth, cut hair. Most Javanese believe, cutting hair during pregnancy will cut the birth canal, aka can not give birth normally. This is only actually for the smooth delivery process normally, medical evidence does not support this myth." Jelas El pada kedua orang yang sedang menatapnya penuh tanya.
(Yang kelima, Potong rambut. Sebagian masyarakat Jawa meyakini, potong rambut saat hamil akan memotong jalan lahir, alias tidak bisa melahirkan secara normal. Ini hanya sebenarnya untuk kelancaran proses melahirkan secara normal, bukti medis tidak mendukung mitos ini.)
"That belief has existed since the days of our ancestors, Sis. I will also forbid Arion to cut his hair. Believe it or not, customs like that have existed for generations until now, Sis." Spontan Grace menjawab seperti itu.
(Kepercayaan itu sudah ada sejak zaman nenek moyang, Kak. Aku juga akan melarang Arion untuk memotong rambutnya. Percaya atau tidak, adat seperti itu sudah ada secara turun temurun sampai sekarang, Kak.)
"All right, that's all I know about the prohibition for pregnant women like you, Grace. Now it depends on how you take care of your womb." Elvina memberikan sedikit nasihat pada Grace dalam kalimat terakhirnya.
(Baiklah, itu semua yang Kakak ketahui tentang larangan bagi Ibu hamil sepertimu, Grace. Sekarang tergantung kamu sendiri bagaimana kamu menjaga kandunganmu.)
"Sis El is amazing! You can know so many things that I never thought of before." Grace memuji Elvina yang mengetahui pengetahuan yang dimiliki oleh Elvina.
(Kak El sangat mengagumkan! Kakak bisa tau begitu banyak hal yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya.)
"How is it, Ed? Has your curiosity been answered? Is there money you want to ask again?" tanya Elvina pada anak semata wayangnya.
(Bagaimana, Ed? Rasa penasaranmu sudah terjawab? Apa ada hal yang ingin kamu tanyakan lagi?)
"No, Mom. All explanations from Mommy are really complete. Ed didn't want to ask anymore. Thank you, Mommy. Cup!" Ed mendaratkan sebuah ciuman di pipi kanan Elvina.
(Tidak, Ma. Semua penjelasan dari Mama sungguh lengkap. Ed sudah tidak ingin bertanya lagi. Terima kasih Mama. Cup!)
"You are welcome, dear. Oh yeah, Ed. You can't be carried often by your Aunty. Later your younger siblings will be difficult to develop if you always stick to your Aunty." Elvina memberi peringatan pada Anaknya.
(Terima kasih kembali, Sayang. Oh iya, Ed. Kamu tidak boleh sering digendong oleh Bibimu. Nanti Adiknya sulit berkembang jika kamu selalu menempel pada Bibimu.)
"Alright, Mom. Mommy just calm down. Ed would no longer ask Aunt to carry Ed. Because Ed wants a younger siblings to grow quickly and come out from Aunt's stomach immediately." Ucapan Ed membuat Elvina dan Grace terkekeh.
(Baiklah, Ma. Mama tenang saja. Ed tidak akan lagi minta Bibi untuk menggendong Ed. Karena Ed mau Adik bisa cepat berkembang dan secepatnya keluar dari perut Bibi.)
"Mom's child turned out to be really smart. Now you choose whatever you want. Mom will buy it," ucap Elvina pada Anaknya sambil melepaskan Ed dari gendongannya.
(Anak Mama ternyata sungguh pintar. Sekarang kamu pilih apa saja yang kamu mau. Mama akan membelikannya.)
"Is it true? Anything? Ed will definitely buy lots of toys." Ed melompat kegirangan mendengar perkataan sang Mama.
(Benarkah? Apa saja? Ed pasti akan membeli banyak mainan.)
"Yes, dear. You can choose anything. Mom will wait here. You can take your Aunty with you, Son." Elvina meyakinkan Ed hingga Ed menganggukkan kepalanya dengan cepat.
(Iya, Sayang. Kamu bisa pilih apa saja. Mama akan menunggu di sini. Kamu bisa membawa Bibimu bersamamu, Nak.)
"Hurray! Thanks Mom. Come on Aunty! We go there. Shall we use the sliding basket? So that we don't need to lift the heavy ones," ucap Ed dengan girangnya.
(Hore! Makasih Mama. Ayo Bibi! Kita ke sana. Kita pakai keranjang sorong ini saja ya? Agar kita tidak perlu mengangkat yang berat.)
Akhirnya, Ed dan Grace pergi mengelilingi toko mainan tersebut meninggalkan Elvina. Elvina memang sengaja membuat Ed dan Grace menjauh darinya agar dia bisa menghubungi suaminya.
Elvina ingin mengetahui kabar Suaminya yang jauh di sana dan memastikan semuanya lancar sesuai apa yang diharapkan oleh dia, Suaminya dan juga Steve.
>> Bersambung <<<
Sampai sini dulu ya..
Kita akan lanjut di next chap, jangan lupa untuk selalu beri like nya yaa, Kakak2..
Mohon bantu Author meningkatkan rating di TPG yaa, guys..
Bagi yang punya aplikasi NovelToon, sudah bisa bergabung dengan grup chat yang tersedia di bagian detail novel ini yaa..
Apakah ada diantara pembaca yang menginginkan ilustrasi dari tokoh Arion dan Grace yang real dan bukan animasi?
Komen dibawah yaa..
Salam Kasih untuk Yg Terkasih
~~ Love You All ~~
IG : friska_1609