
"Sam! Kenapa kamu jadi begini? Seharusnya kamu masih harus dirawat di sini. Kamu masih belum pulih, Sam. Jangan buat Kakak khawatir," teriak Grace setelah membuka pintu ruang rawat inap Sam.
Sam memang bersikeras untuk pulang. Dia tidak ingin berlama - lama tinggal di Rumah Sakit. Dia sudah merindukan suasana Apartemennya.
"Ayolah, Kak. Sam ingin pulang. Sam sudah bisa berjalan dan melakukan semuanya sendirian. Kalau memang Sam masih belum boleh pulang karena masih harus dirawat, Sam kan bisa dirawat di Apartemen saja. Sam bakalan nurutin semua kemauan Kakak. Asal Sam bisa kembali ke Apartemen," pinta Sam dengan segala bujuk rayuannya pada sang Kakak.
Grace mencoba mencerna permintaan Adiknya. Dia pun memberikan jawaban singkat, "Baiklah, Sam. Asal kamu pegang janjimu itu."
"Yeay! Terimakasih Kakakku tersayang." Sam melompat kegirangan sembari memeluk sang Kakak.
Dia merasa sangat senang karena bujukannya tidak sia - sia. Sam langsung menyerahkan tas berisi barang miliknya pada Robert.
Sam menghampiri Grace dan menggandengnya sambil berkata, "Ayo, Kak. Kita pergi dari sini."
Grace tersenyum melihat raut wajah bahagia yang terpancar dari wajah sang Adik. Dia mengikuti langakh kaki Sam menuju ke mobil.
Selama perjalanan, Sam banyak menceritakan keluhannya pada Grace. Dengan begitu, dia berharap Grace akan rela jika dia tinggal di Apartemen sendirian.
"Baiklah. Sekarang kamu pergi tidur. Kakak akan memasakkan sesuatu untuk kita makan. Untuk merayakan kepulanganmu, kita akan makan bersama dengn kelima Bodyguard Kakak itu."
Grace meninggalkan Sam dan langsung menuju ke dapur. Ternyata tidak ada apapun di kulkas tersebut.
Dia berinisiatif untuk pergi berbelanja. Dia akan jalan kaki menuju ke swalayan yang jaraknya tidak begitu jauh dari Apartemennya Sam.
Sesampainya Grace di Swalayan, dia mengambil keranjang belanjaan dan perlahan memasukkan segala keperluan yang ia butuhkan untuk memasak. Tiba - tiba saja..
BRUKK!
"Aduh!" Teriak Grace spontan setelah ada yang menabraknya secara tidak sengaja.
"Sorry ya, aku tidak sengaja." Terdengar suara seorang pria yang sangat familiar.
Grace yang penasaran dengan orang itu pun menoleh. Matanya terbelalak melihat Agung yang ada di hadapannya kini.
Dengan sigap, Grace pergi menjauhi Agung dan mendekati rombongan Bodyguardnya. Agung yang melihat hal itu pun mengejar Grace. Namun apa dayanya? Dia tidak bisa menggapai perempuan itu karena dirinya sudah dikelilingi oleh para Bodyguard.
"Kakak? Kenapa Kakak dikelilingi oleh para Bodyguard? Apa yang telah terjadi?" tanya Yoru yang mendekati Grace di saat dia melihat ke arah fokus dari orang - orang yang sedang berbelanja.
Grace sedikit terkejut melihat keberadaan Yoru yang tiba - tiba saja menghampirinya. Dia melihat ke arah tangan kiri Yoru yang memegang keranjang belanja.
"Yoru? Kenapa kamu bisa ada di sini? Swalayan ini kan jauh dari Mansion Utama dan tidak searah dengan Kampusmu." tanya Grace yang mengabaikan pertanyaan yang dilontarkan oleh Yoru.
Yoru melirik ke arah Agung dan membisikkan sesuatu pada Grace. "Kak, kita bahas hal ini setelah kita menyelesaikan kegiatan berbelanja kita di sini. Kakak tidak lihat? Semua pandangan orang tertuju pada kita."
Grace meneliti sekelilingnya. Memeang benar, mereka sedang menjadi pusat perhatian semua orang. Dia pun menarik pergelangan tangan Yoru menuju ke arah Kasir.
Setelah membayar belanjaan mereka berdua, Grace mengajak Yoru untuk makan malam bersama dengannya dan Sam. Mereka langsung berjalan ke arah Apartemen Sam. Sedangkan Supir yang mengantar Yoru diajak Grace bersama dengan kelima Bodyguardnya untuk makan malam bersama.
"Kak, aku akan membantu Kakak menyiapkan bahan - bahannya." ucap Yoru dengan antuasias.
Dia sudah menggunakan celemek yang tergantung di sebelah kulkas. Grace juga sudah selesai mengenakan celemek yang baru dibelinya dari Swalayan tadi.
"Apa kamu bisa?" tanya Grace dengan ragu.
"Aku bisa melakukan apa saja, Kak. Karena aku juga sering membantu Mama sepulang sekolah," ucap Yoru yang ngotot ingin membantu Grace.
Grace tidak ingin membahas lebih jauh lagi masa kelam Adik Iparnya itu. Akhirnya, dia menyetujui Yoru untuk membantunya sembari membahas hal yang terjadi di Swalayan tadi.
"Ngomong - ngomong, tadi kamu kenapa bisa ada di Swalayan itu?" tanya Grace dengan penasarannya.
Dia teringat dengan keberadaan Yoru yang sangat tiba - tiba itu dan begitu pas waktunyaa saat dia juga berhadapan dengan Agung. Ada sedikit rasa curiga Grace pada Yoru.
"Aku memang pada dasarnya ingin menemui Kak Sam, Kak. Kalau Kakak tidak percaya padaku, Kakak bisa menanyakannya langsung pada Kak Steve." Yoru menjelaskan apa yang sebenarnya menjadi alasannya pergi ke Swalayan itu.
"Apa hubungannya dengan Kak Steve? Bukannya seharusnya kamu yang memberitahukannya langsung padaku?" tanya Grace dengan raut eajah yang sedikit ditekuk.
"Begini ceritanya, Kak. Saat aku sedang memeriksa kembali file yang sudah hampir selesai aku kerjakan, Kak Steve meneleponku. Dia bilang kalau Kakak sedang ada urusan di Rumah Sakit. Saat pulang kerja, aku langsung menyusul Kakak ke Rumah Sakit. Tapi, Kakak malah sudah membawa Kak Sam pulang."
Grace menganggukkan kepalanya saat mendengarkan penuturan dari Yoru. Dia mulai kehilangan keraguannya pada Yoru.
"Aku langsung menghubungi Kak Steve untuk menanyakan alamat tempat tinggal Kak Sam. Saat aku melihat Swalayan, aku meminta Pak Supir untuk singgah sebentar di Swalayan itu. Aku ingin membeli cemilan untuk Kak Sam. Biar dia gak bosan ditinggal sendirian di Apartemen ini."
Yoru tidak kelihatan berbohong. Jadi, Grace mempercayai apa yang dikatakan Yoru dan dengan menunjukkan senyumannya, dia berkata, "Baiklah, Yoru. Kamu memang Adik yang sangat perhatian. Terimakasih Yoru."
"Hehehe.. Kakak tidak perlu seformal itu padaku. Sebagai seorang Adik, aku memang harus perhatian pada Kakakku kan?" tanya Yoru sambil menujuk dirinya sendiri.
"Siap, Kak!" Ucap Yoru dengan tegas.
Mereka pun menyelesaikan kegiatan memasak mereka dalam waktu hampir satu jam. Setelah selesai menghidangkan semua makanan, Grace menuju ke kamar Sam untuk membangunkan sang Adik. Sedangkan Yoru, dia memanggil kelima Bodyguard dan Supir yang tadinya dipanggil untuk ikut makan malam bersama dengan mereka.
Saat semuanya sudah berkumpul, Grace memimpin Doa bersama dan juga memohon Doa dari semua orang untuk kesembuhan Sam.
Meja makan di Apartemen Sam memang tidak sebesar yang ada di Mansion, tapi masih bisa menampung enam orang. Karena jumlah mereka yang cukup banyak, Mereka menggunakan kursi tambahan tanpa sandaran.
"Non Grace sangat baik pada kami. Padahal kami tidak perlu diajak makan bersama seperti ini pun, kami tetap akan mendoakan yang terbaik untuk Adiknya Non Grace," tutur Pak Supir pada Grace.
"Ehh, kalian jangan berpikiran yang aneh - aneh. Aku itu peduli sama kalian semua. Kalau kalian merasa keberatan, anggap saja ini sebagai syukuran atas kepulangan Sam dari Rumah Sakit."
Grace memasang wajah datarnya. Sam yang melihat itu pun mendekati Kakaknya dan berbisik, "Kak, mungkin mereka segan untuk duduk 1 meja makan dengan Tuannya. Kakak juga harus mengerti akan hal itu."
Setelah mendengar ucapan sang Adik, Grace pun melanjutkan makan malamnya dalam diam. Semuanya hening.
Usai makan, Grace dan para rombongannya pun pulang ke Mansion Utama. Grace tetap menempatkan Robert untuk berada di sisi Sam.
GRACE POV
"Robert, ingat kata - kataku. Jangan pernah biarkan Sam seorang diri. Jikalau kamu lalai, Aku pastikan kalian akan mendapat hukuman yang pantas!" bisikku pada Robert.
Aku pulang bersama dengan Yoru diantar oleh Pak Supir. Para Bodyguardku mengikuti mobil kami dari belakang.
"Kak, siapa sebenarnya lelaki yang ada di Swalayan tadi? Kakak belum ada menceritakannya padaku. Aku kepo nih," ucap Yoru sambil menoleh ke arahku.
Aku baru teringat, Yoru melihat wajah Agung yang sedang kebingungan ingin mendekatiku tapi dihadang oleh Bodyguarku. Ku tarik nafasku lalu bercerita sedikit padanya mengenai Agung.
"Agung, teman SMP Kakak. Sejak dulu dia menyukai Kakakmu ini, Yor. Tapi Kakak selalu menolaknya. Sudak lama kami tidak berkomunikasi, tapi kami dipertemukan di saat Kakak sudah menjadi Istri dari seorang /arion yang juga adalah teman seperjuangannya di Dunia Permodelan."
Kulihat kening Yoru berkerut dan bertanya, "Jadi, dia yang selama ini mengganggu Rumah Tangga Kakak? Apa dia yang menculik Kak Sam?"
Aku tersenyum padanya dan mengelus kepalanya dengan lembut. "Iya, Yor. Dialah dalang dari semuanya."
Tak terasa, kami sudah tiba di Mansio Utama. Kami disambut oleh banyak orang.
"Kenapa kalian pulangnya begitu larut, Sayang?" tanya Mom yang sedang memelukku.
"Dad dengar dari Yoru, Sam sudah keluar dari Rumah Sakit? Kenapa tidka membawanya ke sini saja, Nak? Dia kan bisa tinggal bersama dengan kita."
Dad memang sangat perhatian. Tapi aku tidak mungkin menyusahkannya lagi. Aku sendiri saja sudah sangat menyusahkan.
"Sam sangat merindukan suasana Apartemennya, Dad. Aku juga sudah menyuruh Robert untuk menjaganya selama dia masih butuh istirahat penuh."
Dad juga memelukku sambil berkata, "Baiklah, Nak. Sekarang kamu juga harus istirahat. Kamu jangan terlalu lama di luar. Tidak baik untuk kandunganmu."
"Baik, dad." Aku pun pergi meninggalkan mereka dan berjalan menuju ke kamarku.
Setelah selesai membasuh diri, aku pun merebahkan tubuhku di ranjang. Aku sangat merindukannya. Merinsukan Suamiku.
Biasanya, dia akan memelukku saat tidur. Tapi, beberapa hari ini, dia tidak memberikan kabar sama sekali.
'Sebenarnya apa yang dilakukannya di sana? Sampai dia tidak ingat memberi kabar pada kami? Apa dia tidak ingat pada keluarganya, walau hanya sedetik?'
Kupejamkan mataku beberapa saat. Sungguh lelah menjalani hari - hari tanpa ada yang menemani.
Seketika kurasakan ada yang memelukku dari belakang. Ingin rasanya kubuka mata ini dan melihat siapa dia.
Tapi semua itu tertahan oleh rasa kantukku. Sebelum aku terlelap dalam tidur, aku mendengar suaranya yang membisikkan kata "Love you" di telingaku. Setetes air mataku memberikan jejak di pipiku.
Sungguh! Aku merindukannya ya, Tuhan..
>> Bersambung <<<
Sampai sini dulu ya..
Kita akan lanjut di next chap, Ingat untuk selalu beri like nya yaa, Kakak2..
Terimakasih bagi yang sudah support Author sampai TPG sudah sejauh ini..
Salam Kasih untuk Yg Terkasih
~~ Love You All ~~