THE PERFECT GIRL

THE PERFECT GIRL
TPG2_108



Author hanya ingin memberi sedikit peringatan kepada semua pembaca TPG..


Chap kali ini terdapat sekilas adegan 21+ nya..


Mohon maklum jika ceritanya rada panjang kali ini..


~ Happy Reading Guys ~


**********


"Karena kita sudah ada di Jepang, kita bisa mengunjungi Kak Ichi di Tokyo kan, sayang?" Tanya Grace yang teringat dengan Koichi yang kabarnya tinggal di sana."


"Tapi, kita tidak bisa berlama - lama menemuinya ya, sayang. Kita masih harus berangkat besok pagi ke kota lain lagi. Nanti malam kita akan menemui Kak Ichi sepulang dia bekerja. Aku akan menemukan tempat janji temu dengannya nanti. Sekarang fokus saja dengan perjalanan kita ya, sayang." Arion mengelus dan mengecup lembut puncak kepala Istrinya.


Dia tau akan ada permintaan seperti ini sebelumnya. Tapi dia sudah mempersiapkan segalanya. Dia dan Koichi sudah berkomunikasi sebelumnya. Dia memang sudah memiliki janji temu dengan Koichi.


Koichi bekerja sebagai mandor di sebuah perusahaan produksi Meiji Holdings Co., Ltd. di Tokyo. Jam pulangnya tidak menentu, karena mereka menggunakan sistem shift. Karena itu, Koichi belum bisa memastikan waktunya. Mereka juga akan memakan waktu  5 jam ke Tokyo jika berangkat menggunakan mobil. Jadi, Arion berencana akan ke sana naik Kereta Api Peluru atau biasa dikelanal dengan sebutan *Shinkansen * yang hanya akan menghabiskan waktu 2 jam lebih saja.


Tempat tujuan pertama mereka adalah Kota Gion di Kyoto yang masih bernuansa tradisional khas Jepang. Di sana juga terdapat tempat untuk menyewa hakama (pakaian untuk laki - laki) dan kimono (pakaian untuk perempuan).



Arion mengajak Grace berjalan santai menikmati suasana khas Jepang yang masih sangat kental di kota ini. Mereka juga menikmati makanan khas Jepang untuk menu makan siang mereka di sana. Tidak lupa, mereka juga mengabadikan perjalanan mereka ke dalam galeri di ponsel mereka masing - masing.


"Kamu suka perjalanan kita di sini, sayang?" Tanya Arion pada Istrinya yang baru saja selesai makan. Mereka sedang duduk santai di sebuah kedai yang menjual berbagai macam lauk berlabel halal di Gion. Grace sedang ingin makan ramen yang halal, makanya mereka bisa sampai di tempat itu.


"Suka banget malah. Aku senang kamu mengajakku ke sini. Makasih ya, sayang." Grace menyunggingkan senyumannya yang paling manis. Dia belum pernah ke tempat yang seperti itu. Meskipun dia belum terbiasa bermesraan dengan Suaminya, dia masih bisa merasakan keromantisan di perjalanan mereka yang pertama ini.


"Baguslah, kalau kamu suka. Aku senang melihatmu tersenyum manis seperti itu. Aku harap kamu selalu bisa tersenyum bahagia seperti itu ya, sayang." Ucap Arion dengan wajah bahagianya.


"Iya. Itu pasti, sayang." Jawab Grace singkat.


"Ayo! Kita pergi dari sini. Aku akan mengajakmu berpetualang dengan suasana Romantis sebelum kita pergi ke Tokyo." Ajak Arion sambil beranjak dari tempat duduknya dan kembali ke tempat mereka menyewa pakaian khas Jepang tadi untuk berganti pakaian.


"Lho? Kita mau kemana lagi, sayang?" Tanya Grace dengan penasaran.


"Kita akan pergi kemana, nanti kamu akan mengetahuinya sayang. Sekarang kamu hanya perlu ikut dengan Suamimu ini." Ucap Arion dengan penuh makna. Dia tersenyum sambil menggenggam tangan sang Istri.


"Baiklah, Suamiku." Jawab Grace singkat sambil terkekeh kecil karena telah berhasil menggoda Suaminya dengan sebutan barunya.


Arion yang kaget serta senang mendengar sebutan itu langsung mencium bibir mungil Istrinya sebagai tanda terimakasihnya, "Makasih sayang. Hari ini kamu sudah membuatku bahagia."


"Ar! Kamu itu ya! Selalu sesuka hatimu. Kan malu dilihatin orang." Sisi emosional Grace mulai bangkit. Dia tersentak kaget dan malu menerima ciuman yang singkat itu. Di sana begitu ramai pengunjung, tapi ARion malah menciumnya begitu saja.


Arion merangkul Istrinya yang menggemaskan itu dan membawanya pergi dari tempat itu. Dia tau kalau sang Istri tidak bisa berlama - lama kesal padanya. Itulah yang membuat Arion suka menjahili Istrinya.


"Lho? Kita ke Stasiun Kereta Api?" Tanya Grace yang heran dengan tempat yang mereka kunjungi kali ini.


"Iya, sayang. Ini Stasiun Kereta Api. Kita akan naik The Sagano Romantic Train, sayang. Sudah pernah dengar tentang Kereta Api itu, sayang?" Tanya Arion ingin memberikan sedikit penjelasan pada Istrinya.


"Belum tuh. Emang apa ada yang romantis di sini ya, sayang?" Grace kembali bertanya pada Arion. Dia melihat sekelilingnya. Hanya kelihatan Kereta Api berwarna Jingga.


Arion tersenyum dan menarik pergelangan tangan Grace memasuki Kereta Api itu. Arion mencari tempat duduk mereka dengan seksama. Setelah mereka duduk, Arion membagikan sedikit pengetahuan mengenai tempat yang mereka kunjungi itu sambil menikmati pemandangan selama perjalanan.


"Di sini itu, kita diajak untuk berpetualang melihat indahnya pemandangan di Jepang dengan kereta uap jaman dulu di Sagano. Dengan perjalanan selama 25 menit, kita bisa melihat pemandangan ngarai Hozugawa yang cantik dengan pemandangan berbeda di tiap musimnya, sayang." Tutur Arion secara perlahan agar Istrinya bisa memahami perkataannya.



"Di sini ada 4 musim kan? Bedanya ada dimananya, sayang?" Tanya Grace sambil bertopang dagu dan menoleh ke arah Suaminya.


"Saat musim panas, kamu akan ditemani suara tonggeret si serangga musim panas dengan pemandangan sungai yang jernih. Saat musim gugur, maka kamu akan disuguhkan dengan daun - daun pepohonan yang berubah warna dengan gradasinya yang cantik seperti sekarang ini. Saat musim dingin, kamu akan merasakan ajaibnya berkereta menembus jalanan salju yang putih. Dan saat musim semi, tentunya kelopak sakura yang berguguran terhembus angin akan mengiringi perjalananmu. Apa ada lagi yang mau ditanya, sayang?" Tutur Arion sambil membalas tatapan Istrinya dan kembali bertanya.


Grace menggelengkan kepalanya dan berkata, "Tidak. Sudah cukup. Aku sudah cukup mendengar penjelasan darimu, sayang. Saatnya kita menikmati pemandangannya, sayang."


Arion menggenggam kedua tangan Grace dan bersama menikmati pemandangan yang disuguhkan selama perjalanan. Tidak lupa, Grace mengambil beberapa foto sebagai kenangannya selama berbulan madu dengan Suami terkasih.


Setelah selesai berkeliling selama hampir setengah jam, mereka pun berhenti di Stasiun Kameoka.


"Masih jam segini, mendingan kita langsung ke Stasiun Shinkansen. Biar kita sempat bertemu dengan Kak Koichi. Gimana sayang? Kamu masih kuat untuk jalan kan, sayang?" Tanya Arion dengan wajahnya yang sedikit khawatir dengan kondisi Istrinya.


"Ayolah! Aku ingin tau bagaimana suasana kota yang di tempati oleh Kak Ichi. Nanti kita makan malam bareng Kak Ichi ya, sayang? Aku hanya ingin kita bisa makan malam bertiga." Ucap Grace dengan penuh semangat.


"Baiklah, Permaisuriku. Kita akan makan malam bertiga. Aku sudah mengirimkan pesan singkat pada Kak Ichi." Jawab Arion dengan lemah lembut.


Grace hanya bisa tertunduk malu. Baru kali ini Arion memanggilnya dengan sebutan Permaisuri. Dia pun menggandeng lengan Arion dengan kedua tangannya dengan erat, seakan tidak mau berjauhan dengan Suaminya.


Arion mengelus kepala Istrinya lalu memegang tangan Istrinya yang disematkan di lengan Kirinya. Dia senang dengan respon yang diberikan Grace padanya. Mereka pun berangkat ke lokasi Stasiun Shinkansen.


Dari Stasiun itu, mereka akan menaiki Kereta Api Peluru dan berangkat dari Kyoto menuju Tokyo. Di sana Arion sudah mereservasi sebuah meja khusus di Restoran paling mewah dan paling romantis di Tokyo.



Gedungnya tinggi banget, sayang. Ini namanya gedung apa?" Tanya Grace penasaran. Dia sungguh mengagumi bangunan yang sedang ada di hadapannya kini.


"Ini namanya gedung Tokyo Solamachi, sayang. Kita akan naik sampai lantai 31. Kak Ichi sudah ada di sana menunggu kita. Ayo, sayang." Ajak Arion pada Istrinya yang masih mematung mengagumi bangunan tinggi itu.


"Lantai 31? Kamu gak salah?" Tanya Grace yang ragu dengan ketinggian bangunan tersebut.


"Iya, kita akan ke lantai 31. Kamu ngikut aku saja ya, sayang." Ucap Arion yang masih saja menggenggam tangan Istrinya itu. Dia menarik tangan tersebut dan masuk ke dalam sebuah lift.


Arion merasakan lengannya dipeluk erat oleh sang Istri. Dia baru tau kalau Grace agak sedikit phobia dengan ketinggian. Dia melepaskan lengannya dari pelukan Grace dan langsung memeluk erat tubuh Grace.


Setelah beberapa saat, lift berdenting dan terbuka. Arion membawa Istrinya keluar dari lift itu dengan cepat. Mungkin Grace terlalu terkejut badan saat lift nya bergerak naik setinggi 31 lantai dalam waktu yang cukup lama.


"Kita sudah sampai, sayang. Ini adalah La Sora Seed food Relation Restaurant, tempat yang mewah untuk makan dan minum yang romantis, dan letaknya tepat di samping menara tertinggi di Dunia. Aku sengaja memilih Restoran ini untuk acara malam hari kita, karena tempat ini adalah yang terbaik untuk dikunjungi pada malam hari dimana bangunan di sekitar gedung ini bersinar sangat indah saat membuat irama mereka tersendiri, termasuk Tokyo Sky Tree juga. Dekorasi yang indah, suasana eksklusif, dengan pemandangan malam yang spektakuler dari Tokyo dan Tokyo Sky Tree membuat tempat ini menjadi salah satu Restoran Romantis terbaru untuk makan malam besar dengan pasangan." Jelas Arion sambil berbisik pada Istrinya yang masih dipeluknya.


Dia mencium puncak kepala sang istri dan membawanya masuk ke dalam Retoran itu. Suasana romantis masih terasa kental saat mereka memasuki Restoran itu dan duduk bersebelahan dengan Tokyo Sky Tree.


"Hey, Bro. Have you been waiting long?" Tanya Grace pada Kakaknya itu.


(Hai, Kak. Kakak sudah lama menunggu?)


"No, I just arrived here too." Jawab Ichi singkat.


Ichi segera berdiri dari tempat duduknya dan bersalaman dengan Arion dan Grace. Ichi duduk bersebelahan dengan Arion. Sedangkan Grace duduk di depan Arion.


"Come on, order the food first. It's time for dinner. We are also hungry." Ajak Arion pada kedua Kakak Beradik yang terdiam sejenak. Dia memanggil pelayan dan menyodorkan buku menu pada Grace.


(Ayo, dipesan dulu makanannya. Sudah waktunya untuk makan malam. Kami juga sudah lapar.)


Grace mulai membaca nama - nama menu yang tertera di buku menu itu. Dia tidak bisa memilih apa pun. Arion menyadarkannya dari lamunannya dengan bertanya, "Sayang? Kamu mau makan apa? Kenapa belum memesan apa pun?"


Grace menggelengkan kepalanya dan menyodorkan buku menu itu kembali pada Arion. "Aku tidak mengerti entah apa tulisan yang ada di menu itu." Jawab Grace singkat sambil memanyunkan bibirnya. Dia benar - benar menggemaskan. Sampai akhirnya Arion dan Ichi menertawakan ekspresinya itu.


Ichi mengerti sedikit dari ekspresi Grace, menandakan kalau Adiknya itu tidak mengerti bahasa yang tertera di dalam buku menu itu.


"Issshhh.." Umpat Grace karena tidak ada yang membantunya. Dia malah ditertawakan seperti itu. Seperti seorang dungu di antara orang pintar. Dia tidak mengatakan apapun lagi.


"Sorry, sorry, sayang. Maafkan aku. Kamu sungguh memggemaskan, sayang. Aku tidak bisa menahannya. Maafkan aku ya, sayang. Sekarang aku serius. Kamu lagi pengen makan makanan yang seperti apa? Biar aku pesankan." Arion menahan tawanya dan mulai bertanya pada Istrinya yang terlihat emosi.


"Gak tau." Jawab Grace singkat dengan tatapan yang dilemparkannya ke arah luar gedung.


"Sayang, jangan cemberut gitu dong. Kita kan ke sini mau menemui Kak Ichi. Kalau kamu cemberut begitu, yang adanya, pertemuan kita ini jadi tidak berkesan." Arion berusaha membujuk Istrinya yang sedang emosional itu.


"Samakan saja pesanan kita. Aku gak tau makanan apa yang aku mau." Gerutu Grace setelah mendengarkan ucapan Arion. Dia sadar kalau dia sebenanrnya terlalu moody (tempramental) pada Arion. Dia juga tidak tau kenapa dia bisa seperti itu.


"Siap, sayang." Akhirnya Arion memesankan menu untuk Istrinya yang sama dengan yang dipesannya. Mereka pun mulai berbincang - bincang mengenai kehidupan Ichi di Tokyo.


"Do you live near this area? I just got word that you just got home from work, eh, you even got here first." Tanya Arion pada Ichi. Dia sedikit penasaran dengan hal itu. Mereka memang jarang bertemu. Tapi, bagaimanapun, Ichi adalah Kakak Iparnya. Dia harus bisa berbaur dengan setiap anggota keluatga Grace.


(Tempat tinggal Kakak dekat daerah sini ya? Aku baru dapat kabar kalau Kakak baru pulang kerja, ehh, malah duluan sampai sini.)


"Yes, my place is indeed close to this area. I'm not doing anything, so I can go straight here." Jawab Ichi dengan hati - hati. Dia pun masih belum begitu mahir berbahasa Inggris. Dia berusaha untuk belajar Bahasa Inggris hanya untuk mempermudah dia dalam berkomunikasi dengan Papa dan keluarga Papanya yang baru.


(Iya, tempat tinggalku memang dekat dengan daerah sini. Aku pun sedang tidak melakukan apa pun, jadi aku bisa langsung ke sini.)


"Bro, I want to know something. Do you have a girlfriend? How is the person? Is she a good person?" Tanya Grace pada Kakaknya yang sedikit terkejut mendengar pertanyaannya.


(Kak, aku mau tau sesuatu. Apa Kakak sudah punya kekasih? Bagaimana orangnya? Apakah dia baik?)


"No. I have no lover. I haven't found one that suits my type. Why are you suddenly asking like that?" Ichi hanga menjawabnya dengan nada pasrah. Dia tidak memyangka sang Adik akan bertanya seperti itu padanya.


(Tidak. Aku tidak memiliki kekasih. Aku belum menemukan yang sesuai dengan tipe ku. Kenapa kamu tiba - tiba bertanya seperti itu?)


"I just want to know, Bro. Brother is old now and also lives alone in Japan. Don't you feel lonely?" Ucap Grace yang menyebutkan isi di kepalanya pada Kakaknya itu.


(Aku hanya ingin tau saja, Kak. Kakak sudah berumur sekarang dan juga tinggal sendirian di Jepang. Apa Kakak tidak merasa kesepian?)


"No, I'm used to living like this. So, don't worry about me being like that. I'm fine living like this. If it was a match, I would find a good woman too." Jawab Ichi sambil tersenyum pada Adiknya itu.


(Tidak, aku sudah terbiasa hidup seperti ini. Jadi, jangan khawatirkan aku sampai seperti itu. Aku baik - baik saja hidup seperti ini. Kalau memang jodoh, aku pasti menemukan perempuan yang baik juga.)


"Okay. Let us eat. The food will get cold later." Ucap Arion menengahi pembicaraan Ichi dan Grace.


(Baiklah. Mari kita makan. Nanti makanannya keburu dingin.)


Selesai makan, mereka pun berpisah. Arion dan Grace harus segera pulang ke Hotel, karena besok pagi - pagi sekali, mereka sudah harus berangkat lagi ke kota yang lainnya.


Meskipun pertemuan mereka sangat sebentar, tapi Gtace sudah puas mengetahui sedikit kehidupan nyata dari sang Kakak. Kakaknya yang tinggal jauh di Jepang, tapi masih menyempatkan diri untuk menghadiri Acara Pernikahannya di Jakarta.


Sesampainya di hotel, Grace langsung masuk ke dalam kamar mandi dan membasuh diri dengan air hangat. Dia juga mengisi bathtub dengan air hangat untuk dipakai oleh Suaminya.


"Kenapa kamu tidak menungguku, sayang? Udah itu, kamar mandinya juga dikunci dari dalam. Kan aku jadi gak bisa ikut denganmu." Arion masih saja menggoda Istrinya itu.


"Pergilah mandi, sayang. Kamu itu bau. Nanti aku tertular." Grace terkekeh karena berhasil membuat Arion membaui pakaiannya. Arion hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah Istrinya yang sudah mulai mau menjahilinya.


"Lihat saja nanti, aku akan menerkammu setelah aku selesai mandi. Tunggu aku kembali, sayang. Aku akan jamin kamu tidak bisa bergerak besok pagi." Ucap Arion sembari menunjukkan seringaian jahilnya pada Grace.


"Aku tidak takut, Bleq.. Itu hanya ancaman buat Anak kecil." Ledek Grace sambil menjulurkan lidahnya ke arah Arion.


Arion yang merasa dijahili, langsung masuk ke dalam kamar mandi dan membersihkan diri dalam waktu yang singkat. Saat dia keluar dari kamar mandi dia tidak melihat keberadaan Grace.


Dia mencari Istrinya yang jahil itu. Grace tidak ada di dalam kamar. Dia mencoba mencarinya di ruang makan dan tempat bersantai. Kamar Hotel yang mereka tempati adalah Kamar VIP yang dilengkapi dengan ruangan lainnya selain kamar. Meskipun tidak selebar President Suite, tapi kamar ini cukup luas untuk ditempati oleh mereka berdua.


Begitu dia mendekati Sofa di ruang TV, dia menemukan Grace yang sedang asik membaca novel. Grace memang sengaja membawanya untuk menghilangkan rasa bosannya ketika dia sedang sendirian.


"Ketemu!" Teriak Arion mengagetkan Grace yang sedang serius membaca novel.


"Ar! Kamu jahat, ikh! Masa ngagetinnya sampai begitu? Jantungku hampir copot, tau?" Umpat Grace pada Suaminya yang sudah membuatnya kaget setengah mati.


Bukannya minta maaf, Arion malah mengangkat tubuh Istrinya seperti sebuah goni menuju ke dalam kamar. Dia membaringkan Istrinya di atas ranjang.


"Aku akan membuktikan perkataanku tadi itu bukan hanya sebuah ancaman untuk Anak kecil, sayang. bersiap - siaplah. Aku akan membuatmu tidak bisa bergerak besok pagi." Ucap Arion dengan penuh penekanan. Dia tersenyum puas melihat ekspresi Istrinya yang aneh tapi lucu.


Arion mulai membuka jubah mandinya dan langsung menahan kedua tangan Grace dengan tangan kirinya agar Grace tidak bisa kabur lagi darinya. Grace menelan salivanya dna menutup matanya menahan pikirannya yang sudah melayang membayangkan sesuatu yang tidak bisa diungkapkannya.


Dalam sekejab, Arion mulai menyambar bibir mungil Istrinya yang sangat menggoda itu. setelah puas bermain - main dengan isi mulut Istrinya, ciumannya mulai menjalar sampai ke bagian telinga dan leher sang Istri. Sedangkan tangan kanannya mulai meraba ke bagian - bagian tertentu dan perlahan membuka pakaian yang melekat pada tubuh Istrinya.


Setelah semua pakaiannya terlepas, barulah dia beraksi memainkan lidahnya dibagian yang lebih sensitif. Hingga akhirnya, Grace mulai bereaksi positif. Tanpa basa - basi, Arion menyatukan dirinya dengan sang Istri. sambil menikmati proses penyatuan tersebut, Arion membisikkan kata "I Love You" pada Istrinya berkali - kali.


~😆😆 Sudah yaaa,, kita sekip sampai sini. Authornya sampai ngeness sendiri ngetik adegan ini. 🤣🤣 ~


>>> Bersambung <<<


Sampai sini dulu ya..


Kita akan lanjut di next chap, Ingat untuk selalu kirim jempol nya yaa, Kakak2..


Salam Kasih untuk Yg Terkasih


 Love You All 


💞 💞 💞 💞 💞