THE PERFECT GIRL

THE PERFECT GIRL
TPG2_131



"Baiklah, aku akan menunggumu. Kamu harus mengabariku jika terjadi sesuatu. Pastikan ponselmu selalu dalam mode aktif. Agar aku bisa menghubungimu kapan pun itu ya, Sayang." Ucapku tegas padanya.


Sebenarnya, aku hanya ingin tau lokasi tempat dia pergi menemui Agung. Kalau ponselmya tidak aktif, aku akan kesulitan menemukan lokasi keberadaannya.


"Baiklah, Sayang. Aku pergi dulu. Jangan mengkhawatirkan hal yang tidak perlu dikhawatirkan. Aku pasti baik - baik saja. Karena aku tau kalau Agung sama sekali tidak berniat untuk melukaiku." Ucapnya untuk meyakinkanku.


Meskipun aku tetap ragu, aku harus memberikannya ruang untuk bertemu dengan teman lamanya yang tidak waras itu. Kalau saja dia berbuat hal yang tidak normal, aku akan langsung membunuhnya dengan tanganku sendiri. Aku pastikan itu! Jika dia berani melukai Istriku dan Adik Iparku.


"Pergilah. Aku akan menjemputmu jika kamu tidak kembali saat jam makan malam." Tuturku padanya sambil memasang ekspresi serius di wajahku saat ini.


"Aku tidak akan lama, Sayang. Cup!" Ucapnya sambil mengecup pipi kananku.


Aku tersenyum tipis melihatnya pergi menjauh dariku. Mulai detik ini, aku akan sulit fokus pada pekerjaanku. Karena pikiranku sudah dipenuhi dengan sosok Istri dan Adik Iparku.


AUTHOR POV


Grace pergi ke alamat yang sudah diberitahukan Agung padanya melalui pesan singkat. Tidak ada larangan bagi Grace untuk membawa Bodyguardnya. Agung hanya mengatakan bahwa Grace hanya boleh datang tanpa didampingi olehh Arion.


"Nanti kalian jangan berbuat apa - apa sebelum aku memberikan aba - aba. Kalian hanya perlu mengikutiku dengan tertib tanpa bersuara sedikitpun, karena aku akan dalam kesulitan jika Agung bertindak aneh pada Adikku. Ingat itu! Jangan sampai kalian membuat kesalahan." Perintah Grace pada kedua Bodyguardnya yang kembar yang sedang duduk di depannya.


Salah satu dari mereka mengemudikan mobil dan satunya lagi memegang walkie - talkie yang sudah terhubung dengan ketiga Bodyguard yang ada di dalam mobil satunya lagi. Mereka paham akan situasi yang akan mereka hadapi. Ini menyangkut nyawa Adik majikannya.


"Siap Bu!" Jawab kelimanya serentak.


Tak berapa lama, akhirnya mereka tiba di lokasi yang diberitahukan oleh Agung. Mereka berhenti di pekarangan sebuah Rumah sederhana yang tidak berpagar dan berada di tengah - tengah hutan.


Grace dan kelima Bodyguardnya pun keluar dari mobil dan berjalan menuju ke depan pintu Rumah yang tertutup rapi. Grace mencoba bersikap tenang dan berpikiran jernih.


Begitu pintu terbuka, terdengar suara seorang lelaki yang tak lain adalah Agung. Dia datang menghampiri Grace dan melirik kelima Bodyguard Grace dengan tatapan tajam.


"Kenapa kamu membawa begitu banyak pasukan hanya untuk bertemu dengan aku yang hanya seorang diri di sini?" Tanya Agung pada Grace.


Grace dengan santainya berdiri dengan menyilangkan kedua tangannya sambil bertanya, "Dimana Sam? Apakah dia baik - baik saja?"


"Sebagai Tuan Rumah yang baik, aku harus mempersilahkan Tamuku masuk ke dalam terlebih dahulu. Kamu boleh masuk, kecuali para Bodyguardmu itu." Ujar Agung tanpa memperdulikan pertanyaan dari Grace.


"Mereka tidak masuk, aku juga tidak akan masuk ke dalam. Biarkan saja mereka masuk mengikuti langkahku. Aku sudah terbiasa dengan keberadaan mereka di sekitarku. Kamu hanya mengatakan bahwa aku datang tanpa didampingi oleh Arion, jadi aku masih berhak membawa Bodyguardku yang selalu bersamaku ketika aku sedang tidak bersama dengan Arion." Tegas Grace yang membuat Agung tidak dapat berkata apa - apa.


"Baiklah.. Mereka boleh masuk ke dalam. tapi aku tidak mempersiapkan ruang dan perabot yang cukup untuk melayani mereka semua. Aku hanya bisa memberikan pelayanan khusus untukmu, Grace." Ucap Agung dengan senyum yang dipaksakannya.


Agung tidak bisa mengatakan bahwa dia tidak suka jika kebersamaannya dengan sang pujaan hati. Dia tidak ingin Grace meninggalkannya di saat dia memang memiliki kesempatan untuk bertemu dengan Grace.


Grace tersenyum miring dan berkata dengan juteknya, "Aku tidak butuh pelayanan khusus darimu. Aku hanya ingin melihat Adikku. Dimana dia?"


"Sebagai tamu yang baik, sebaiknya kamu masuk dan duduk terlebih dahulu, Grace. Jangan membicarakan hal yang jawabannya sudah pasti kamu ketahui. Biarkan dulu kita menikmati pertemuan kita ini, Grace." Ucap Agung dengan wajah ketakutan.


Agung ingin memanfaatkan hal ini menjadi sesuatu yang menguntung bagi dirinya sendiri. Dia sudah merencanakan sesuatu untuk membuat Grace memilih dirinya.


Grace yang tak ingin banyak cakap dengan orang yang tidak disukainya pun masuk ke dalam Rumah itu dan duduk di sebuah sofa kecil yang hanya bisa menampung satu orang tanpa memperdulikan ekspresi Agung yang agak kecut.


Agung tidak suka melihat Grace lebih memilih duduk di sofa kecil daripada duduk di sebelahnya. Tapi, dia tidak bisa memaksakan kehendaknya saat ini.


"Katakanlah! Aku tau kalau kamu ingin bernegosiasi denganku. Makamya kamu sampai melakukan hal seperti ini. Kalau tidak, kamu tidak akan mau bersusah payah mengundangku kemari." Ucap Grace dengan tegas.


"Pertama - tama, aku ingin kamu dan semua Bodyguardmu mematikan ponsel kalian semua. Tidak boleh ada seorang pun yang mengetahui lokasi ini selain kalian." Jawab Agung dengan santainya.


"Kalian semua, non-aktifkanlah ponsel kalian dan tunjukkan padanya. Aku juga akan melakukan hal yang sama. Dan kamu, Agung. Aku tidak akan segan - segan jika kamu berani melukai Adikku, Sam. Cam kan itu!" Grace memberikan peringatan keras pada Agung.


Agung hanya tersenyum manis dan menganggukkan kepalanya. Dia tidak tau apa maksud dari kata segan - segan yang diucapkan oleh Grace. Yang dia tau, Grace pasti akan mengandalkan Bodyguardnya yang kelihatan lemah di mata Agung.


Setelah melihat ponsel semua orang sudah dalam keadaan tidak aktif lagi, Agung pun bersuara.


"Kedua, aku ingin kamu makan malam dan menginap malam ini bersamaku di Rumah ini. Bodyguardmu hanya boleh tinggal di ruang tamu ini saja sepanjang malam. Bagaimana? Apa kamu akan melakukannya?"


"Aku memang sudah kehilangan akalku karenamu, Grace. Semuanya karenamu. Jangan lupa, kalau Bodyguardmu tidak ada apa - apanya jika mereka berada di daerah kekuasaanku, Sayang." Ucap Agung dengan senyuman mengejek.


"Tunjukkan terlebih dahulu padaku, bagaimana keadaan Adikku?" Tanya Grace yang mulai mengalihkan pembicaraan.


Grace tidak mau ada yang terluka saat ini. Dia merasa Agung sudah mempersiapkan segalanya dengan matang. Sebelumnya, dia juga harus tau dimana posisi sang Adik yang sejak awal menjadi tujuannya berada di lokasi itu.


Berbeda dengan Grace, Agung malah merasa senang mendengar Grace bertanya demikian. Dia mulai melirik ke arah pintu samping yang berada tepat di sebelah kirinya saat ini.


Grace yang melihat lirikan mata Agung pun menoleh ke arah depannya. dia melihat pintu itu dengan seksama. Begitu dia mengetahui keberadaan Sam, dia tidak langsung mempercayainya begitu saja. Bisa saja itu hanya sebuah jebakan.


"Aku ingin melihat keadaan Adikku. Agar aku bisa langsung memberikan keputusan sekarang juga. Kamu kan sudah tau, kalau aku hanya ingin membawa pulang Adikku dengan selamat dari sini." Ucap Grace dengan mantap.


"Baiklah,hanya kamu yang boleh ikut denganku masuk ke dalam ruangan itu. Aku akan melakukan apa yang kamu sukai dan menghindari semua yang tidak kamu sukai." Ucap Agung dengan rasa percaya diri yang tinggi.


Agung merasa bahwa Grace pasti mengikuti kemauannya. Jadi, dia juga harus mengikuti apa yang Grace mau. Dia tidak ingin Grace berubah pikiran dengan melakukan hal bodoh.


Setelah mendapat anggukan dari Grace, Agung pun mengambil sebuah kunci pintu dari saku celananya dan membuka pintu itu. Dia masuk ke dalam diikuti oleh Grace.


Setelah mereka berada di dalam, Grace cukup terkejut dengan apa yang dilihatnya saat itu. Dia menatap tajam ke arah Agung.


"Apa - apaan ini?! Kenapa Sam malah terbaring begitu di atas ranjang? Seberapa banyak obat bius yang sudah kamu berikan padanya?" Tanya Grace dengan penuh emosi.


"Aku hanya memberikannya dosis kecil, Sayang. Dia akan sadar besok pagi. Percayalah padaku." Ucap Agung dengan senyuman yang masih saja terukir di wajahnya.


Grace mengerti. Dia memang harus tinggal di Rumah itu. Karena dia tidak ingin Agung menyuntikkan obat bius lagi pada Adikknya.


Grace tidak ingin berlama - lama berada di dalam kamar itu begitu lama. Akhirnya, dia berjalan ke arah pintu kamar dan keluar diikuti Agung yang senantiasa berjalan mengikuti langkah kakikanya.


Grace kaget melihat pemandangan di luar sana. Kelima Bodyguardnya pingsan dan sudah berbaeing berjejer seperti ikan rebus di lantai di ruang tamu itu. Dia menutupi rasa kagstnya dengan cara menghilangkan rasa khawatirnya untuk sesaat.


Grace duduk kembali di sofa kecilnya dan berpikir apa yang harus dilakukannya untuk selanjutnya. Dia tidak ingin Agung melakukan tindakan aneh lagi pada Adiknya hanya untuk menahan dirinya di Rumah itu.


>>> Bersambung <<<



Hari ini Author ada publish novel baru dengan judul "Oh No..!! My Wife is a Vampire" dengan genre horor, fantasi dan romantis..


Kemungkinan besok baru kelihatan di bagian pencarian di MangaToon dan NovelToon..


Yang berminat untuk mampir, terimakasih duluan yaa..


Selesai membaca, ingat untuk memberikan supportnya melalui πŸ‘ dan ❣ nya yaa, guys..


Jangan lupa bantu Author dengan memberikan rating β˜†5, tip dan juga komen2nya pada bagian detail di setiap karya Author yaa..


Maafkan segala kesalahan dan keterlambatan Author dalam penulisan karya - karya Author selama ini..


Terimakasih untuk semuanya..


Maaf juga, karena Authornya sedikit sibuk dengan real-lifeΒ , Author jd tidak bisa up setiap hari untuk beberapa saat..


Terimakasih atas pengertiannya semua..


Merry Christmast and Happy New Year 2020 All


Salam Kasih untuk yg Terkasih


😘😘😘