
"Sam, bagaimana keadaan Papa dan Mama di sana?" Aku bertanya pada San yang baru saja selesai dengan acara vidio call nya.
Dia pun menoleh pada ku, "Mereka baik-baik saja Kak. Terima kasih banget ya, Kak. Kakak sudah baik dan perhatian pada kami semua. Padahal Kak Grace masih belum diketahui keberadaannya."
Wajah nya tampak sedih. Aku tidak tega melihat wajah nya yang seperti itu.
"Kita kan keluarga, Sam. Apalagi, Grace sudah menitipkan kalian pada Kakak sebelum dia di bawa pergi oleh orang itu. Suatu hari nanti, kita pasti akan menemukannya, Sam."
Aku berusaha membuatnya menjadi lebih tenang. Perkataan dia memang benar, sudah setahun penuh setelah kejadian itu, tapi kami belum mendapat kabar tengang keberadaannya. Ricky sangat berbakat dalam menyembunyikan keberadaannya.
Beberapa hari ini, aku memang dengan sengaja pergi ke Bandung untuk membantu Sam untuk pindah ke Jakarta. Setelah lulus kuliah, aku memberikannya pekerjaan di Melv.Corp.
Sebenarnya, dia sudah berusaha menolak permintaanku ini. Tapi, aku berhasil membujuknya. Dia akan tinggal di sebuah Apartemen dekat perusahaan yang sudah kusediakan untuk nya.
Apartemen kami bersebelahan. Dia akan lebih aman jika dia berada di dekat ku. Apalagi, dia sempat di teror oleh sebuah private number yang selalu mengajak dia untuk bertemu, dengan alasan mereka adalah saudara.
Sam memang begitu dekat dengan ku. Dia selalu curhat pada ku setiap hari nya. Hutang Papa nya juga sudah kulunaskan setelah aku diperbolehkan keluar rumah untuk bekerja.
Aku sendiri yang akan tetap memperhatikan mereka. Mereka itu lebih berharga dari nyawa ku. Peemintaan Grace adalah segala nya bagi ku. Aku akan tetap merawat keluarga ku dengan swpenuh hati.
'Grace, sebenarnya kamu ada dimana? Apakah kamu baik-baik saja?'
Aku selalu mengkhawatirkan keberadaannya. Aku pasti menemukannya! Aku selalu berpikir seperti itu.
"Kak, Sudah siap semua nya, kita akan berangkat besok pagi kan? Jam berapa Kak?" Tanya Sam pada ku yang berhasil membuyarkan lamunan sesaat ku.
"Besok pagi jam 7, kita akan berangkat. Kamu pergilah tidur. Kakak juga sudah mengantuk. Ingat, jangan telat bangun Sam."
"Siap Komandan!"
Semangat anak muda, begitu terpancar dari dalam diri nya. Aku hanya bisa tersenyum melihat tingkah nya yang menghormat pada ku sebelum meninggalkanku sendirian di ruang TV.
Aku pun beranjak dari tempat duduk ku menuju ke kamar. Di dalam kamar, aku meraih sebuah bingkai foto kecil yang sengaja ku pajang di setiap ruangan ku. Selain kamar dan ruang kerja pribadi, aku juga meletakkan bingkai foto Prewed kami di kantor.
Foto-foto itu lah yang menjadi penyemangatku selama aku belum menemukan Grace. Sesibuk apa pun aku bekerja, aku pasti menyempatkan diri ku untuk memandangi foto itu.
Apalagi, di saat seperti ini, aku bahkan hanya bisa tidur di temani foto tersebut. Aku sangat merindukannya. Sangat sangat sangat rindu pada nya.
AUTHOR POV
Setahun berlalu tanpa adanya kabar tentang keberadaan Grace, keluarga Grace hanya bisa menaruh harapan pada Arion. Karena dia yang memiliki banyak relasi untuk mencari Grace.
Telepon milik Grace masih saja terus berdering setiap harinya. Banyak sekali teman-teman bahkan orang-orang yang tidak di kenal oleh orangtua nya, menelepon untuk menanyakan kabar Grace atau semacamnya.
Orangtua Grace hanya mengangkat telepon tersebut dan hanya berkata bahwa Grace sedang sibuk dengan kegiatan nya, jadi telepon nya tertinggal di rumah. Mereka tidak mau mengatakan bahwa Grace telah hilang, karena hal itu akan menjadi sesuatu yang sulit untuk dikendalikan jika berita itu tersebar terlalu jauh.
Semua barang dan berkas-berkas Grace, masih tertata rapi di kamar nya. Kini kamar itu di tempati oleh kedua adik kembar nya yang sudah duduk di kelas 8. Mereka semakin pintar dan mandiri. Meskipun selama ini ada Cici nya yang mengajari, sekarang mereka bisa belajar dengan baik demi Cici nya. Karena Cici nya selalu ingin mereka menjadi adik yang pintar dan sukses.
**********
"Ar, untuk saat ini, kamu hanya boleh bekerja di kantor, hanya di dalam ruangan mu saja, tidak perlu kemana-mana dulu. Bekas luka jahitan mu masih belum pulih seutuhnya." Mr.Melv. memberi aba-aba pada anaknya yang sudah memaksanya untuk memberi izin agar dia bisa kembali bekerja.
"Dad, aku ini sudah baik-baik saja. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Aku ini seorang laki-laki, Dad. Aku bukan lagi anak berusia 15 tahun, tapi sudah dewasa dan usia ku saat ini sudah menginjak tahun ke 27. Jangan mengekangku seperti itu lah, Dad."
Arion meréngék pada Daddy nya yang sedaritadi memberikan perintah ini dan itu. Hal itu membosankan, jika masuk kerja tapi hanya diperbolehkan untuk duduk di dalam ruangan saja.
"Masa untuk sekadar ikut meeting saja tidak boleh, Dad? Kan bosan banget kalau harus duduk berdiam diri saja. Toh juga, bekas jahitan luka ku sudah mengering, tinggal di oles salep untuk menghilangkan bekas nya saja."
Arion tetap saja kekeuh untuk membela diri. Dia tau kalau Daddy nya itu tidak akan semudah itu untuk memberinya izin melakukan halyang biasa dia lakukan untuk saat ini.
"Baiklah, dengan syarat Steve harus selalu standby bersama mu selama jam kerja. Kamu tidak boleh membantah lagi."
Ucapan Mr.Melv. adalah MUTLAK. Tidak bisa di bantah lagi. Arion hanya pasrah dengan keputusan sepihak yang seperti itu. Yang terpenting, dia masih boleh keluar dari ruangannya yang membosankan meskipun hanya sesaat.
"Baiklah, Dad. Mulai besok Arion akan tetap bersama dengan Steve."
"Oke, istirahatlah, Nak. Jangan sampai kamu kelelahan besok. Kalau ada apa-apa, segera hubungi Daddy ya."
"Oke, Dad. Selamat malam, Dad. Bye." Dengan cepat, Arion mengakhiri panggilan tersebut. Sekarang dia bisa fokus untuk berbincang dengan Adam dan Steve yang sedang datang berkunjung.
Adam bertanya pada Arion tanpa rasa segan, setelah dia memberitahukan bahwa dia memiliki rekaman yang hanya merekam kejadian di luar pintu utama istana bandit.
"Sebenarnya, Cakra terbunuh karena menerima 3 tembakan dari pemimpin kelompok itu. Aku yakin dia itu pimpinan nya, karena gaya berpakaiannya berbeda dengan bandit lainnya. Lebih istimewa. Setelah melihat Cakra terbunuh, aku langsung menembak orang itu dengan sekali tembakan langsung masuk ke jantung dan dia pun tewas."
"Saat aku menuju ruangan di mana Grace di sekap, aku melihar Zesil ada di sana dan tiga babdit yang sudah membuat Grace sangat kacau saat itu. Setelah melumluhkan mereka, aku memakaikan jas ku pada Grace. Aku memeluk nya dengan erat. Tiba-tiba Zesil menembakku dari belakang dan menyuntikkan bius pada ku."
Adam dan Steve tetap setia mendengar perkataan Arion. Tetapi, tanpa mereka sadari, seseorang yang sedaritadi mendengar percakapan mereka bertiga itu pergi dari tempatnya berdiri tadi. Seperti yang terlihat, dia tidak suka mendengar kelanjutan cerita Arion.
"Setelah aku tidak mempunyai tenaga lagi, Grace malah membalikkan posisi badan kami. Grace rela di pukul oleh Zesil menggunakan kursi untuk melindungiku. Kepalanya berdarah dan dia pingsan. Untung saja Ricky datang dan langsung membawaGrace pergi."
Adam dan Steve tercengang mendengar kabar bahwa Grace terkena pukulan hingga kepala nya berdarah. Bisa di prediksikan bahwa ada kemungkinan Grace akan mengalami amnesia.
"Apa mungkin Grace sudah melupakan kita? Biasanya, kalau di drama-drama begitu, orang yang kepalanya sudah terbentur benda keras akan mengalami amnesia."
Ucapan Steve mendapat anggukan dari Adam. Tapi tidak dengan Arion. Arion malah menatap kesal pada Steve.
'Apa Grace memang melupakan kami?'
**********
Anak kecil yang tertidur pulas, segera terbangun karena merasakan adanya pergerakan seseorang yang ada di ranjang pasien tempat di mana dia membaringkan kepala nya.
Dengan sigap, dia menekan tombol merah di dekat ranjang pasien. Pasien itu terlihat berusaha untuk bangkit, tapi tidak bisa. Dia terlihat sangat rapuh.
Tak berapa lama, pintu ruang itu terbuka dan muncullah tiga orang Dokter ahli dan beberapa perawat. Mereka mulai memeriksa keadaan si pasien. Ketiga Dokter itu sangat terkejut melihat kondisi pasien yang sedang berbaring itu.
"Wow.. This is a very rare occurrence. After so long she was in a coma, he was still able to move normally."
(Wow.. Ini kejadian yang sangat langka. Setelah begitu lama dia berada dalam keadaan koma, dia masih bisa bergerak dengan normal.)
"Her body condition is also stable. Very extraordinary desire to stay alive. It will really help speed up the recovery process."
(Kondisi tubuhnya juga sudah stabil. Sangat luar biasa keinginannya untuk tetap hidup. Hal itu sungguh akan membantu mempercepat proses pemulihannya.)
"It is very rare for female patients to return to their normal condition after being in a coma for a full year. Very surprising."
(Sangat langka bagi pasien perempuan yang bisa kembali ke kondisi normalnya setelah koma selama setahun penuh. Sangat mengejutkan.)
Ketiga Dokter tersebut mulai berbincang satu dengan yang lainnya setelah selesai memeriksa kondisi pasien itu. Mereka juga menyuruh semua perawat untuk membuka selang-selang yang diperkirakan sudah tidak berguna lagi. Tinggallah sebuah selang infus yang masih bertengger di tangan kirinya.
Pasukan medis itu pun keluar dari ruangan itu. Salah satu dari mereka menelepon seseorang untuk melaporkan peristiwa bahagia tersebut.
Mereka merasa sangat senang bisa menangani kasus langka seperti ini. Hal ini tidak akan diketahui oleh pihak luar, karena keamanan informasi di Rumah Sakit ini sangat lah di jaga dengan ketat.
Anak kecil itu memperhatikan wajah pucat perempuan yang ada dihadapannya itu, "Aunty? How are you?"
(Bibi? Bagaimana kabarmu?)
Anak kecil itu mulai berjalan mendekati sang pasien, memanjat kursi yang ada di samping ranjang pasien dan langsung memeluk perempuan itu, "Thank GOD. Get well soon, Auntie. I really want to be able to play with you."
(Puji syukur Tuhan. Semoga cepat sembuh ya, Bibi. Aku ingin sekali bisa bermain denganmu.)
Perempuan itu hanya bisa membalas pelukan si kecil. Sesungguhnya, dia mengerti apa yang dikatakan si kecil. Tapi, dia masih enggan untuk membalas kata-kata si kecil, karena dia merasa belum mengenal anak kecil itu.
**********
Halo semua..
Hari ini Author up 2 eps..
Hanya untuk menemani kegiatan akhir pekan para readers..
Mohon maaf, jika terdapat banyak typo dalam pengetikannya..
Jangan lupa rate, like dan kome-komen di bawah sini ^.^
~ HAPPY READING & HAPPY WEEKEND ALL ~