THE PERFECT GIRL

THE PERFECT GIRL
TPG2_146



"Aunty, where is my younger sibling now? Why didn't I see him / her?" tanya Ed padaku sambil menarik - narik ujung jas yang sedang kukenakan.


(Bibi, sekarang Adikku ada di mana? Kenapa aku tidak melihatnya?)


"She's still in your aunt's womb, Ed. Still growing in there. When it's time, he / she will be born and Ed can meet him / her." celetuk Sam yang mendahuluiku untuk menjawab pertanyaan dari Ed.


(Dia masih di dalam rahim Bibimu, Ed. Masih bertumbuh di dalam sana. Kalau sudah waktunya, dia akan dilahirkan dan Ed bisa bertemu dengannya.)


Ed pun membalikkan badannya dan menoleh pada Sam. Dia menanyakan hal yang membuatnya penasaran, "When can I meet him, Uncle?"


(Kapan aku bisa bertemu dengannya, Paman?)


"I don't know exactly when it happened. We will notify you when the time comes. Around 8 more months," jawab Sam sambil mengedikkan kedua bahunya,


(Kami akan memberitahukanmu jika waktunya sudah tiba. Sekitar 8 bulan lagi.)


"Where are you going, Aunty?" tanya Ed di saat aku beranjak dari sofa dan berjalan menuju ke arah meja kerjaku.


(Bibi mau kemana?)


"I'm just going to continue with my delayed work, Honey. Ed played there with your Mom." jawabku dengan sediki acuh tak acuh pada Ed. Dia tidak boleh terlalu dimanjakan.


(Bibi hanya akan melanjutkan pekerjaan Bibi yang tertunda tadi, Sayang. Ed bermainlah di sana bersama Mamamu.)


"Ed wants to sit with Aunty. Ed can read the contents of the paper if Aunty needs my help," rengeknya yang tidak ingin kutinggal, meskipun jaraknya tidak begitu jauh


(Ed mau duduk dengan Bibi. Ed bisa membacakan isi kertas itu jika Bibi membutuhkan bantuanku. )


"It can't be like that, Honey. You better rest. Aunty will wake you up when Aunty is finished with all these files. Ed can sleep in the room with your Mom." Aku memberikan penjelasan padanya. Dia pasti lelah dalam perjalanan. Dia harus beristirahat.


(Tidak bisa begitu, Sayang. Lebih baik kamu beristirahat saja. Bibi akan membangunkanmu jika Bibi sudah selesai dengan semua berkas ini. Ed bisa tidur di ruangan itu bersama Mamamu.)


"Your Aunt is right, Honey. Don't disturb your Aunty who wants to finish her work. You promised to me and your Dad, you will be an obedient child." Kak El ikut membantuku untuk membuat Ed mengerti akan keadaanku saat ini.


(Bibimu benar, Sayang. Jangan ganggu Bibimu yang ingin menyelesaikan pekerjaannya. Kamu sudah janji pada Mama dan juga PApamu, kamu akan menjadi Anak yang patuh.)


"Alright, Mom. But, Ed just wanted to sleep on the sofa. Ed doesn't want to be far from Aunty. Can Ed sleep on this sofa, Aunt?" tanyanya padaku dengan menunjukkan mata puppiesnya yang menggemaskan itu.


(Baiklah, Ma. Tapi, Ed hanya mau tidur di sofa. Ed tidak mau jauh dari Bibi. Bolehkah Ed tidur di sofa ini, Bi?)


"No problem, Ed. You can sleep there. We will go to the toy store this afternoon when Aunty is finished with Aunt's work," bujukku untuk terakhir kalinya.


(Tidak masalah, Ed. Kamu bisa tidur di sana. Kita akan pergi ke toko mainan sore nanti saat Bibi selesai dengan pekerjaan Bibi ini.)


Dia menganggukkan kepalanya dengan penuh semangat dan berlari ke arah Mamanya. Tidak perlu waktu yang lama, Ed sudah tertidur pulas di sofa dengan kepala beralaskan bantal yang empuk. Bantal itu di ambil Sam dari dalam ruang pribadi Ar yang dipakai khusus untuk beristirahat.


Aku mengerjakan pekerjaanku dengan serius sambil mendengarkan Kak El bernyanyi. Dia menynyikan sebuah lagu yang bisa membuat pikiranku menjadi damai.


Wise men say only fools rush in ~~


(Orang bijak mengatakan hanya orang bodoh yang masuk)


But I can't help falling in love with you ~~


(Tapi aku tidak bisa tidak jatuh cinta denganmu)


Shall I stay? ~~


(Haruskah saya tinggal?)


Would it be a sin ~~


(Apakah itu dosa)


If I can't help falling in love with you? ~~


(Jika aku tidak bisa jatuh cinta padamu?)


(Ibarat sungai mengalir pasti ke laut)


Darling so it goes ~~


(Sayang begitu seterusnya)


Some things are meant to be ~~


(Beberapa hal memang dimaksudkan)


Take my hand, take my whole life too ~~


(Pegang tanganku, raih seluruh hidupku juga)


For I can't help falling in love with you ~~


(Karena aku tidak bisa jatuh cinta padamu)


For I can't help falling in love with you ~~


(Karena aku tidak bisa jatuh cinta padamu)


"Wahh, suara Kakak bagus banget. Sangat merdu. Apa judul lagunya, Kak?" tanyaku sambil menghentikan kegiatanku. Aku menoleh padanya dan menanti jawaban darinya.


"Lagu yang Kakak nyanyikan tadi itu berjudul Can't Help Falling in Love - Haley Reinhart. Lagunya memang santai dan enak didengar. Kakak suka bersenandung dengan lagu ini di saat Kakak hati sedang gundah. Padahal lagu ini tuh, sama sekali tidak ada hubungannya dengan masalah Kakak. Tapi, Kakak suka dengan iramanya. Kamu coba dehh.."


Kak El mengajajariku lirik lagu itu dan mengajakku untuk duet menyanyikan lagu itu. Dan tanpa sadar, aku sudah bisa menyanyikan lagu itu dengan lafal yang bagus pula.


"Ternyata suaramu merdu juga, Grace. Kamu bisa jadi penyanyi loh, kalau kamu mau." Kak El memuji suaraku yang menyanyikan lagunya barusan.


"Ahk, Kakak ini bisa aja. Ya sudah, aku fokus kerja lagi ya, Kak. Sebentar lagi selesai semuanya, Kak." Aku mulai melemparkan pandanganku pada berkas - berkas yang ada di hadapanku.


Kak El menganggukkan kepalanya. Sekarang dia lebih fokus pada Ed. Kepala Ed di elus - elus oleh Mamanya. Dia masih sangat kecil, tapi sudah begitu dewasa.


Sore harinya..


"Ed, bangun. Kita akan pergi. Tapi, hanya sebentar." Aku berbisik untuk membangunkan Ed dari tidurnya.


Ed yang mendengar suaraku langsung membuka matanya dan menatapku seolah tidak mempercayai apa yang dilihatnya.


"Aunty!" teriaknya sambil memelukku dengan erat.


Aku hanya bisa tersenyum sambil memeluknya kembali dan berkata, "Ya, Honey. Ini Aunty."


"Is this really Aunty? Where are we, Aunty? Why did Ed get to meet Aunty?" tanyanya beruntun padaku.


(Ini beneran Bibi? Kita ada dimana, Bibi? Kenapa Ed bisa dipertemukan dengan Bibi?)


Aku sampai bingung bagaimana menjawabnya. Dia lupa dengan apa yang baru saja dialaminya.


>> Bersambung <<<


Sampai sini dulu ya..


Kita akan lanjut di next chap, Ingat untuk selalu beri like nya yaa, Kakak2..


Mohon bantu Author meningkatkan rating di TPG dan NARA yaa, guys..


Terima kasih bagi yang setia mengikuti kisah Arion dan Grace selama ini..


Salam Kasih untuk Yg Terkasih


~~ Love You All ~~


IG : friska_1609