
GRACE POV
Sesampainya di Mansion Utama, aku langsung membasuh diriku diriku dan bersantai sejenak. Aku tidak tau harus bagaimana lagi. Aku benar - benar tidak mengerti cara untuk membujuk seseorang. Apalagi orangnya adalah Arion.
Tokk.. Tokk.. Tokk..
Ada yang mengetuk pintu kamarku, tapi aku sedang terkena penyakit M alias MALAS. Jadi, aku hanya berteriak dari tempat aku terduduk pada orang di balik pintu, "Masuk!"
Kreekkk..
Pintu kamarku pun terbuka. Aku melihat seorang pelayan datang membawakan sebuah kotak yang berukuran agak besar. Kemungkinan inilah yang dimaksud oleh Ar tadi.
Pelayan itu menghampiriku dan menyerahkan kotak yang dipegangnya padaku, "Non Grace, ini titipan dari Tuan Muda Arion."
"Letak saja di meja itu, Bi. Aku masih mau beristirahat. Nanti saja aku buka kotaknya. Terimakasih ya, Bi." Ucapku ramah pada pelayan itu. Dia pun pergi menjauh.
Aku merasa agak lelah hari ini.
'Kenapa aku harus bertemu dengan Agung? Kenapa harus dia?'
Pikiranku melayang mengingat kejadian masa lampau yang aku pun tidak ingin mengingatnya.
Agung Stenly adalah teman semasa SMP ku saat aku masih tinggal di Medan. Dulu kami memang berada dalam 1 kelas yang sama. Aku tidak menyukai sikapnya yang mesum itu. Meskipun dia mesum, dia sudah memiliki penghasilan sendiri dari pekerjaannya sebagai Modelling terkenal.
Dia suka sekali memeluk pinggang setiap perempuan yang di anggapnya cantik. Aku membencinya! Aku membenci laki - laki mesum seperti dia! Dia tidak bisa menghargai derajat perempuan!
Tuuhh, kan.. Jadi emosi kalau mengingat peristiwa itu lagi.
Selama dia menjadi Modelling, dia selalu menganggap dirinya adalah siswa yang paling diinginkan oleh seluruh siswi yang ada di Sekolahku. Dia itu playboy yang suka gonta - ganti pasangan yang hampir beratus kali dalam setahun. Meskipun dia suka berganti pasangan, dia selalu ingat untuk mendekatiku.
Setiap awal bulan, dia selalu mendatangiku dan memberikan berbagai benda yang biasa disukai oleh kaum hawa. Aku selalu menolak pemberiannya, bahkan aku selalu membuang barang yang diletakkannya begitu saja di atas meja belajarku. Dia dan Jeff sangat berbeda. Aku selalu aman darinya ketika aku sedang bersama dengan Jeff.
Jeff senantiasa menemaniku kemanapun aku pergi saat jam istirahat sekolah, bahkan kami selalu duduk sebangku saat SMP. Dia juga sering mengantarku pulang dan terkadang mau menjemputku di pagi hari.
Hingga pada suatu hari, Agung menarik paksa aku ke gudang sekolah bersama dengan teman lelakinya yang lain. Aku sama sekali tidak menyangka dia akan sekejam itu padaku.
"Kamu sudah menolakku berulangkali, tapi kamu malah bisa sedekat itu dengan si cupu Jeff. Apa kamu tidak tau siapa yang berkuasa di sini? Kamu tidak tau siapa yang sangat diidam - idamkan di Sekolah ini? Aku sudah cukup bersabar dengan sikapmu itu, Grace. Cuma kamu satu - satunya perempuan cantik di Sekolah ini yang menolakku sampai lebih dari 10 kali. Kamu anggap aku ini apa? Hah?!" Bentaknya padaku, peristiwa itu sangat jelas masih terngiang di kepalaku. Aku tidak akan pernah lupa akan ketakutanku saat itu.
Dia menyuruh teman - temannya menunggu di luar sana. Dia berniat melecehkanku! Aku benci itu! Meskipun dia masih seumuran jagung, dia memang termasuk lelaki liar yang jam terbangnya sudah tinggi. Agung sangat senang melihat tubuh molek para gadis yang cantik di matanya. Mungkin itu pengaruh ruang lingkupnya di antara model - model cantik.
Waktu itu aku belum bisa bela diri. Tapi aku tertolong karena Jeff membawa teman - temannya untuk mencariku. Dia merasa ada yang tidak beres karena aku sempat menghilang saat jam pulang sekolah. Padahal saat itu dia sedang mengantarkan buku tugas ke Kantor Guru, itupun hanya sebentar saja.
Mereka berkelahi di dalam gudang Sekolah. Aku yang syok dengan perlakuan Agung padaku sebelum Jeff datang membuatku hanya bisa duduk memeluk kedua kakiku dengan erat. Aku takut! Aku benci dilecehkan! Aku benci dengan orang - orang yang tidak bisa menghargai orang lain!
Sejak saat itu, aku hanya berharap tidak akan pernah bertemu dnegannya lagi. Perkelahian itu ditangani oleh pihak Sekolah. Sebagai korban, aku mengungkapkan segala kekejian Agung padaku dan pada semua siswi di Sekolah ini. Akhirnya, dia pun dipindahkan ke Sekolah lain.
Begitulah yang terjadi di antara aku dan dia, sehingga aku selalu berusaha menghindar darinya. Saat di Kantor tadi, terlihat dengan jelas, dia itu masih tetap Agung yang dulu aku kenal. Dia tidak pernah berubah menjadi lebih baik.
Aku tidak ingin di cap sebagai wanita bar - bar jika aku menghajarnya tadi. Aku sudah muak dengan rayuan gombalannya. Dia merayuku, memegang tanganku dan bahkan berusaha untuk menyentuh daguku. Aku tau niatnya sangat tidak baik. Tapi, Ar malah salah paham dengan kejadian tadi. Dia sungguh lelaki yang pencemburu.
Untung saja Steve dengan cepat memahami situasiku saat itu. Dia mengalihkan perhatian Agung dan membiarkanku pergi menjauh dari Agung.
Aku berusaha untuk melakukan yang terbaik untuk mendekatkan diri dengan Ar, tapi semuanya begitu sulit. Selalu saja ada hal yang membuatku selalu salah di mata Ar.
Aku lelah, aku harus beristirahat hari ini. Aku memasang alarm di ponselku agar aku tidak terlambat untuk nanti malam. Aku harus mempersiapkan diriku dengan baik. Karena ini adalah yang pertama kalinya aku menemani Ar ke acara resmi seperti ini.
AUTHOR POV
KRING.. KRIING.. KRIING..
Alarm Grace berbunyi. Dengan segera Grace bangkit dari tempat tidurnya dan masuk ke dalam kamar mandi dan setelahnya, dia masuk ke dalam kamar ganti. Tidak lupa dia membawa kotak yang berisikan gaun malam yang sangat cantik. Grace sangat menyukai style dari gaun itu.
Gaun malam yang dipilihkan langsung oleh Ar ternyata sangat pas di tubuh rampingnya Grace. Grace terlihat sangat mempesona.
Setelah selesai dengan acara menghias dirinya, Grace pun keluar dari kamarnya menuju pintu utama.
"Sayang, kamu terlihat sangat cantik malam ini. Kamu mau kemana? Bukannya kamu harus lebih banyak istirahat ya? Kenapa malah mau keluar malam - malam begini?" Tanya Mrs.Melv. yang melihat calon menantunya itu menuju pintu utama.
"Mom, Grace mau temeni Ar ke acara resmi yang Grace sendiri pun tidak tau dimana." Jawab Grace dengan jujur.
"Baiklah, kalau begitu. Meskipun Ar lupa ingatan, Mom lihat perasaannya padamu tetap tulus seperti sebelumnya." Ucap Mrs.Melv. sambil mengelus pundak Grace.
"Iya, Mom. Hanya butuh sedikit waktu lagi untuk mengembalikan ingatannya. Sepertinya Grace harus siapkan mental karena sepertinya akan terjadi sesuatu malam ini. Tapi Grace tidak bisa mengatakannya pada Ar, Mom." ucap Grace memegang bagian dadanya. Perasaannya sungguh membuatnya merasa tidak nyaman.
"Tenang saja, sayang. Kan ada Ar. Dia pasti bisa melindungimu. Jangan sungkan untuk meminta bantuan Ar, jika ada yang berusaha mengganggumu." Mrs.Melv. memberikan sedikit pengarahan pada Grace yang dirasanya mengalami kekhawatiran saat bertemu dengan orang - orang penting di acara resmi seperti itu.
"Baiklah Mom, Grace tunggu Ar di parkiran saja. Bye Mom." Ucap Grace sambil memeluk dan mencium punggung tangan Mrs.Melv. yang masih saja memandangi kepergiannya.
Tak berapa lama, keluarlah Arion dari dalam kamarnya menuruni tangga. Dia melihat sang Mommy sedang termenung sambil berdiri di dekat pintu utama.
"Ada apa Mom? Kenapa Mom malah berdiri di sini?" Tanya Ar sambil menepuk bahu Mrs.Melv.
"Ehh, Ar ngagetin Mom saja. Woahh, kamu tampan sekali Ar. Kamu tampan dengan setelanmu yang terlihat serasi dengan gaun yang dikenakan oleh Grace. Kamu yang memilihkan gaun itu untuknya?" Tanya Mrs.Melv. penasaran.
"Iya Mom. Gak tau kenapa, sewaktu membeli setelan untuk ke acara resmi ini, Ar teringat akan Grace. Lalu tanpa Ar sadari, Ar malah membeli gaun malam untuk Grace yang warnanya sama persis dengan setelanku, Mom. Padahal Ar membelinya di Toko yang berbeda yang ada di Mall." Ucap Ar jujur pada Mommy nya.
"Itu tandanya kamu sangat mempedulikannya. Oh iya, Grace sudah nungguin kamu di parkiran tuh, jangan lama - lama ngobrolnya sama Mom. Kasihan Grace yang hampir jamuran di sana." Mrs.Melv. teringat akan Grace yang menurutnya sudah cukup lama menunggu kedatangan Ar.
"Hah? Secepat itu? Ar kira dia masih berdandan, Mom. Ya sudah, Ar berangkat ya, Mom." Kata Ar sambil memeluk Mommy nya dan mencium pipi kanan dan kiri sang Mommy.
Ar pun bergegas keluar menuju ke parkiran. Dan benar saja, Grace sudah menunggu dengan mengenakan gaunnya yang sangat cocok dengan dirinya.
'Cantik dan menawan' Puji Ar dalam hati melihat pasangannya malam ini. Ya! di acara resmi ini memang dianjurkan untuk membawa pendampingnya masing - masing. Jadi,tanpa berpikir panjang, Ar yang mendapatkan undangan khusus dari Agung, langsung saja memilih Grace sebagai pendampingnya di acara resmi itu.
Grace pun melangkah mendekati mobil dan masuk ke dalamnya. Dia hanya bisa tersenyum tipis mendapat perlakuan seperti itu dari Ar. Padahal sebelumnya sikap Ar sangat dingin terhadapnya.
Sesampainya di lokasi acara, Ar membawa Grace masuk ke dalam dengan membiarkan Grace menggandeng lengan kanannya. Mereka berjalan menyusuri karpet merah. Kenapa ada karpet merah segala? Thor pun tidak tau apa alasannya.
Acara ini ternyata di selenggarakan dengan tema outdoor. Jadi, sah - sah saja jika ada karpet merah di sini.
Ar mulai sibuk menyapa beberapa rekan kerjanya selama berkarir di Dunia Modelling. Dia juga memperkenalkan Grace pada mereka yang bertanya - tanya dengan pemandangan yang langka itu.
"Hey Bro! Siapa perempuan cantik yang dengan beraninya menggandeng tangan seorang Arion Gavin Melviano?" Tanya salah seorang teman pada Ar.
"Ehh, reseh banget! Dia kan pasanganku malam ini, jadi tidak ada alasan untuk melarangnya menggandeng tanganku." Ucap Ar dengan memasang wajah dinginnya.
"Mr.Freezer sudah tidak anti lagi dengan perempuan nih, sepertinya perempuan cantik ini sangat spesial. Bener gak teman - teman?" Goda lelaki yang berada di sebelah Ar melihat perempuan cantik yang menggandeng tangan Ar tanpa melepasnya sedikitpun.
"Baiklah, siapa namamu gadis cantik?" Ucap seseorang yang berada di dekat Grace. Grace menoleh pada teman Ar itu.
Saat Grace ingin mengulurkan tangannya, Ar menahan tangan kanan Grace yang sedaritadi menempel di lengannya. Ar tidak suka jika miliknya disentuh oleh yang lainnya.
"Namanya Grace." Ucap Ar singkat dengan ekspresi cueknya. Saat ini teman - teman Modellingnya merasa takjub melihat tingkah Ar yang tidak biasanya.
"Wow! Ternyata kamu bisa seposesif itu terhadap seseorang ya, Ar? Aku tidak menyangka akan melihat sikapmu yang seperti ini. Terlebih lagi pada seorang perempuang yang bukan dari kalangan Model, Artis ataupun Bisnis. Tebakanku benar bukan?" Ujar seorang perempuan cantik bak Bidadari yang sepertinya dari kalangan Modelling dan Artis.
"Ya, kamu benar." Jawab Ar singkat.
Mereka berbincang - bincang cukup lama. Tiba - tiba Ar merasakan genggaman Grace semakin kuat pada lengannya.
"Ada apa Grace?" Tanya Ar dengan ekspresi sedikit khawatir.
"Aku lapar." Bisik Grace pada Ar, agar tidak terdengar oleh teman - temannya.
Ar pun pamitan dengan temannya dan mengantarkan Grace ke arah meja yang sudah tersedia berbagai jenis makanan. Mereka pun makan bersama di salah satu meja makan yang sudah tersedia. Usai makan, Ar beranjak pergi untuk menemui beberapa Modelling ternama yang juga merupakan kolega bisnisnya.
"Aku akan menemui orang penting sebentar. Kalau kamu sudah selesai makan, duduklah di kursi yang ada di sana agar aku dapat dengan mudah mencarimu ketika aku sudah selesai dengan kegiatanku." Ucap Ar pada Grace yang masih menikmati hidangannya.
"Baiklah, aku akan menunggumu di sana." Grace menjawab sambil menganggukkan kepalanya.
Ar pun tersenyum pada Grace dan pergi menjauh.
Agung yang sedaritadi memantau keberadaan Grace, mulai tersenyum licik melihat Ar yang meninggalkan Grace sendirian di meja makan itu. Agung mencium kening pasangannya dan berpamitan dengan alasan ingin menemui teman lamanya.
Dengan langkah seribu, Agung menghampiri meja makan dimana Grace berada. Dia tersenyum manis pada Grace yang menatapnya kaget.
"Hai gadis cantik. Kamu sangat indah malam ini, Grace." Sapa Agung pada Grace yang sedangmenatapnya horor.
"Mau ngapain kamu ke sini?" Tanya Grace dengan kasar tanpa mempedulikan tatapan orang di sekitarnya.
"Aku ke sini karena aku juga diundang. Ini kan acara resmi reuni para Modelling papan atas. Apa kamu tidak tau kalau aku termasuk ke dalamnya?" Agung balik bertanya pada Grace yang sudah selesai makan.
"Aku tidak peduli!" Grace pun berdiri dan berniat untuk meninggalkan lelaki mesum di sebelahnya itu.
"Kamu tidak bisa kemana - mana Grace. Aku tidak mengizinkanmu." Ucap Agung dengan senyuman liciknya sambil menggenggam telapak tangan Grace, sehingga Grace tidak bisa bergerak sedikitpun.
"Lepaskan aku! Kamu pasti sudah tau kalau aku sudah memiliki pasangan malam ini. Aku tidak sudi disentuh olehmu!" Grace terpaksa berlaku kasar pada Agung yang sudah dengan lancang memegang tangannya.
Tiba - tiba saja ada yang menarik sebelah tangan Grace dengan kasar dan menariknya menjauh dari kerumunan orang - orang menuju ke arah yang sepi.
"Ar?" Grace terkejut melihat keberadaan Ar yang sedang diselimuti api cemburu.
Arion menatap tidak suka pada Grace. Dia mencampakkan tangan Grace yang sudah ditariknya secara paksa. Arion begitu marah melihat Grace yang mau digenggam oleh lelaki lain di belakangnya.
'Kamu adalah pasanganku malam ini! Kenapa kamu malah bersenang - senang dengan lelaki lain di belakangku?'
Sedangkan Agung? Agung terkekeh melihat adegan yang ada di hadapannya tadi. Dia tersenyum puas dengan hasil yang sedang berlangsung itu. Sejak awal, Agung memang sudah merencanakan ini semua demi mendapatkan apa yang tidak pernah didapatkannya selama bertahun - tahun lamanya.
'Kita lihat saja, siapa yang bisa menolongmu kali ini gadis cantik? Kamu akan menjadi milikku malam ini.'
Grace tidak menyangka akan mendapatkan kesulitan seperti ini. Kesalahpahaman ini pasti akan membuatnya menjadi semakin dipojokkan. Berarti inilah pertanda buruk yang tadinya sempat dirasakannya sebelum berangkat ke acara ini. Perasaannya yang tidak nyaman itu bukan dari orang lain, melainkan berasal dari Arion.
'Bagaimana ini? Dia terlihat sangat marah. Bagaimana aku menjelaskannya pada dia yang sudah salah paham seperti ini?'
Ketiga orang itu masih sibuk dengan pemikirannya masing - masing.
********
>>> Bersambung <<<
Sampai sini dulu ya..
Kita akan lanjut di eps selanjutnya..
Apakah yang akan terjadi setelah Ar menarik paksa Grace seperti itu?
Apakah yang akan Ar lakukan pada Grace?
Bagaimana tindakan Grace dalam menyelesaikan kesalahpahaman ini?
Apakah Agung berhasil membuat Ar berpisah dengan Grace?
Usai membaca, jangan lupa beri jempolnya dan sedikit komen2nya, yaa..
Salam Kasih untuk Yg Terkasih
Love You All