THE PERFECT GIRL

THE PERFECT GIRL
36



Seorang Matvey memiliki banyak mata-mata yang bias diandalkannya, selama itu masih berada di sekitar Rusia. Dia tetap memberikan perintah kepada beberapa anggota nya untuk memantau keadaan sekitar. Termasuk orang orang yang ada kaitan nya dengan perempuan yang di sekap nya.


Dia tau bahwa cepat atau lambat, orang-orang itu akan dating untuk menyelamatkan perempuan yang hamper mati itu. Sekarang di mata nya, Grace tidak berbeda dengan mayat hidup. Karena dia dan Zesil tidak pernah memberikan nya makan atau pun minum. Grace juga mendapat perlakuan buruk dari Zesil.


Tiba-tiba seseorang mengetuk pintu dan masuk ke dalam ruangan nya.


“.....” Bisik salah seorang asisten nya setelah dia mendapat kabar dari beberapa mata-mata yang berada di Bandar Udar aInternasional Sheremetyevo.


“Chto?!! Kak oni poluchili nashe ubezhishche tak bystro?!!”


(Apa?!! Bagaimana mereka bisa secepat inimendapat lokasi persembunyian kita?!!)


Matvey sungguh terkejut mendengar bahwa beberapa tentara dan polisi Rusia sudah mulai bergerak menuju lokasi penyekapan Grace. Seharusnya itu merupakan lokasi persembunyian yang tidak pernah ditemukan oleh siapa pun.


Matvey langsung menuju ke tempat dimana Zesil masih menyiksa Grace. Dia akan melindungi Zesil, bagaimana pun cara nya.


 “Speshite!! Poluchit' vsekh chlenov Gopnik v ukrytiye pryamo seychas!! Budem drat'sya i posmotrim kto pobedit. Nashi tsifry ne maly, i u nas yest' mnogo uchastnikov, kotoryye gotovy srazhat'sya v lyuboye vremya.”


(Cepat!! Suruh seluruh anggota Gopnik menuju tempat persembunyian sekarang juga!! Kita akan bertarung dan melihat siapa yang akan menjadi pemenang nya. Jumlah kita tidak lah sedikit dan kita memiliki banyak anggota yang siap bertarung kapan saja.)


Kabar itu dengan cepat sudah merayap ke hampir seluruh penjuru Rusia. Para anggota Gopnik sudah berkumpul di lokasi sebelum Matvey tiba. Mereka terbiasa untuk bergerak lincah dan tangkas. Semua itu melalui pelatihan yang sempurna dari pimpinan nya.


“Vse!! Nemedlenno voz'mite oruzhiye i prigotov'tes' na sootvetstvuyushchikh postakh. U nas budet nezvanyy gost'. Poprobuyte 150 chelovek nakhodyatsya vo vneshney chasti v"yezdnykh vorot i 100 chelovek blokiruyut so sredney storony v"yezdnykh vorot. I 100 chelovek blokiruyut pryamo pered vkhodom vo dvorets. 150 chelovek dolzhny byt' vokrug mesta zaklyucheniya, a ostal'nyye pryachutsya vo dvortse”


(Semuanya!! Langsung ambil persenjataan dan bersiap di pos masing-masing. Kita akan kedatangan tamu tak di undang. Usahakan 150 orang berada di bagian terluar batas gerbang masuk dan 100 orang menghadang dari sisi tengah batas gerbang masuk. Dan 100 orang menghadang tepat di depan pintu masuk istana ini. 150 orang harus berada di sekitar lokasi penyekapan dan sisa nya bersembunyi di dalam istana.)


“Gotov, gospodin predsedatel!”


(Siap Pak Ketua!) Ucap seluruh anggota secara serentak.


Semua yang hadir langsung menuju ke ruangan persenjataan, mereka sudah memiliki keahlian masing-masing. Jadi, jumlah senjata-senjata yang dimiliki itu cukup untuk dipakai oleh semua anggoota.Mereka langsung bersiap menuju pos masing-masing.


Sudah sejak lama, mereka mendapat tantangan seperti ini. Mereka sangat senang jika ini terjadi. Mereka bisa memuaskan keinginan dalam diri mereka untuk membunuh.


‘*********


“Zes, apa aku mengganggu kesenangan mu dengan boneka mu ini?”


Mat muncul di lokasi penyekapan dan langsung memeluk Zesil dari belakang. Dia menciumi tengkuk leher wanita kesayangannya itu. Dia tidak akan pernah bisa lepas dari wanita itu.


“Jangan begitu, Mat. Aku malu.” Ucap Zesil dengan lembut.


“Kamu harus terbiasa dengan sentuhan-sentuhan seperti ini, Zes. Kamu itu milikku.”


Zesil terkejut mendengar perkataan Matvey. Dia baru saja tersadaar bahwa dia sedang berakting untuk membuat Mat percaya pada nya sebelum dia membunuh Mat dan keluar dari sarang para bandit.


“Iya, aku tau. Tapi di sini begitu banyak pasang mata yang melihat, Mat.”


“Aku tidak peduli. Aku kan hanya menciumi mu, bukan mencumbu mu di hadapan mereka. Mereka itu anak buah ku. Mereka tidak akan berani memelototi mu karena aku berbuat seperti ini.”


“Eeeeggghhh...” Terdengar suara Grace yang belum sadar sepenuhnya.


“Mat, dia sudah sadar. Lepaskan aku, Mat.”


“Baiklah, sayang. Aku akan melepas mu. Aku ke sini mau memberitahukan pada mu bahwa akan ada sedikit keributan nanti di luar sana.”


“Kenapa Mat? Keributan apa yang kau maksud?”


Zesil menolehkan kepalanya melihat ke arah Mat dan mengerutkan kedua alisnya hingga menyatu. Tapi, Mat dengan sigap mengelus kedua alis matanya itu agar kembali normal seperti sediakala.


“Jangan melihat ku seperti itu, Zes. Tidak akan ada yang bisa menyakitimu selama ada aku di samping mu, sayang.”


Zesil terbelalak kaget karena badan nya di balik kan oleh Mat dan bibir mereka menyatu. Zesil tidak menyukai hal ini. Mat dengan sesuka hati akan membuat bibir manis nya menjadi basah. Sebenarnya dia hanya ingin berciuman dengan Arion, tapi demi balas dendam nya pada Grace, dia rela melakukan hal ini dengan Mat.


Matvey malah kesenangan bisa menciumi wanita miliknya itu. Selama berciuman, lidah Mat berdansa ria di dalam mulut Zesil. Dia tau bahwa Zesil belum pernah berpacaran dengan siapa pun. Meski pun wanita nya itu menyukai orang lain, dia tidak mempermasalahkannya. Karena dia lah orang yang pertama mencium bibir manis seorang Zesil.


Mat sebenarnya tau bahwa Zesil memanfaatkan nya demi balas dendam dan menyingkirkan perempuan yang tegantung itu, tapi dia tidak peduli. Dia juga bisa memanfaatkan waktu kebersamaannya dengan Zesil untuk membuatnya memiliki Zesil seutuh nya.


“Zes, Kamu akan selalu berada di sisi ku kan?”


“Iya, Mat. Kenapa kamu menanyakan hal aneh begitu pada ku?”


“Tidak ada apa-apa. Aku hanya ingin mendengarnya saja. Aku mencintaimu Zes.”


Setelah dia mengucapkan kata-kata itu, dia melanjutkan aktivitas nya menciumi Zesil hingga mereka kehabisan napas. Saat Zesil ingin menyeka bibir nya yang basah, Mat menahan tangan nya.


“Jangan di hapus, Zes. Itu tanda kepemilikan ku.”


Zesil pun akhirnya menyerah dan diam di posisi nya saat ini.


‘Dia memang gila! Air liurnya di bilang sebagai tanda kepemilikannnya? Aku itu milik Arion, begitu juga Arion adalah milikku!’


Zesil hanya bisa berucap dalam hati, dia tau kalau dia sempat mengatakannya pada manusia di depan nya ini, kemungkinan besar Arion akan berada dalam bahaya.


‘**********


Grace merasa seluruh tubuh nya nyeri. Cacing di perut nya juga sudah berdisko yang membuatnya semakin lemas. Dia sudah tidak bisa menahan rasa haus dan lapar ini.


Tapi dia juga tidak bisa meminta nya pada Zesil. Karena dia tau bahwa Zesil memang sengaja membuatnya semenderita mungkin agar bisa mati secara perlahan.


‘Perempuan itu sedang asik berciuman dengan pacar nya ternyata. Bagaimana bisa seorang lelaki membiarkan wanita nya memikirkan laki-laki lain di hadapan nya sendiri?’


‘Sungguh sikap seorang pengecut...’


‘Jijik banget aku melihat tingkah mereka. Sejak pertama aku terbangun, mereka selalu bersikap sok mesra begitu. Padahal itu adalah hal yang menjijikkan.’


Grace hanya bisa mengumpat kedua orang yang tidak melepas ciumannya selama 15 menit itu.


‘Apakah mereka mengkhawatirkan ku? Apa Arion akan datang menolong ku?’


Grace teringat akan diri nya yang sudah di culik selama beberapa hari. Dia juga merasa gelisah dan melihat sekeliling nya. Tidak ada apa pun yang bisa di pakai untuk melepas ikatan tali yang menahan kedua tangannya itu.


Padahal dia sudah merasakan pegal yang amat mengerikan pada bagian kedua tangan nya itu. Perih pada bagian luka di sekujur tubuh nya juga sudah mulai meradang. Entah dia masih bisa bertahan lagi atau tidak, sampai balai bantuan datang menolongnya.


Tiba-tiba sebuah dia mendengar langkah kaki yang mendekatinya. Dia menoleh, ternyata itu adalah Zesil.


“Kamu masih sadar? Berarti kamu masih sanggup menerima hadiahkecil dari ku lagi dong?”


Mata Zesil melirik ke arah sebuah mata berlian yang menurut nya sangat indah. Dia memegang kalung itu, “Wow, ini sangat indah. Pasti ini adalah pemberian Arion? Dia itu sangat tau tentang model perhiasan yang sedang booming.”


Dia pun menarik kalung itu agar terlepas dari leher Grace. Dia melempar kalung itu ke lantai dan menginjak nya.


“Kamu tidak pantas memakai kalung indah seperti ini..!!”


“Jangan Zes, hanya itu yang aku miliki saat ini. Hanya itu satu-satunya pemberian Arion yang aku suka.”


“Kamu suka dengan kalung ini? Ambil saja kalau bisa! Toh juga kalungnya sudah rusak begitu.”


Kalung itu memang sudah kelihatan hancur karena di campak dan di pijak berulang kali oleh Zesil. Grace yang melihatnya pun menitikkan air matanya.


BOOM..!!! BOOM..!!! DUAARRR..!!!


Terdengar suara ledakan bom dari luar ruangan. Suara ledakan itu tidak terlalu keras, karena jarak nya cukup jauh dari lokasi penyekapan.


“Apa yang terjadi di luar sana, Mat? Kenapa bising sekali?”


“Jangan khawatir, kita akan aman. Anak buah ku yang berjumlah sekitar 500 orang tidak mudah untuk dikalahkan. Kamu aman bersama ku, sayang.”


Matvey mendekati Zesil dan memeluk pinggang nya. Entah mengapa, dia tidak bias menahan diri nya untuk tidak mendekati wanita nya ini.


Zesil seperti candu bagi nya. Dia benar-benar tidak bisa jauh dari Zesil. Selama ini, dia memang hanya memantau kegiatan dan keamanan Zesil dari jauh. Sekarang dia bisa dengan leluasa melakukan segala sesuatu tanpa mengkhawatirkan Zesil, karena wanita nya itu sudah berada dalam dekapan nya.


“Kamu yakin, Mat? Kamu tau siapa yang datang kemari?”


“Aku yakin, sayang. Kamu tidak perlu tau siapa yang datang. Mereka hanyalah sekelompok serangga pengganggu. Kamu tau kan, betapa banyak permusuhan di antara kelompok bandit?”


“Mat, aku boleh minta air seember? Aku mau mandiin dia nih. Soalnya, udah rada tercium bau amis.”


“Baik, Nyonya.”


Mat menyuruh salah satu anak buah nya mengambil air seember dan gayung. Air itu diletakkan di dekat tiang tempat Grace di gantung.


Zesil tersenyum sinis melihat keadaan Grace. Dia mengambil air itu segayung demi segayung dan menyiramkannya perlahan di bagian punggung Grace yang terluka.


Luka-luka bekas cambukan itu pun terasa sangat perih. Meskipun demikian, Grace berusaha menahan rasa perih itu dengan memejamkan kedua matanya.


Zesil hanya tertawa puas melihat ekspresi Grace yang menahan kesakitan yang diberikannya.


GRACE POV


“Nikmatilah rasa sakit ini Grace, sebelum kamu menemui ajal mu. Tenang saja, kamu akan baik-baik saja di alam baka sana setelah kamu mati ditanganku.”


“Aku masih punya satu kejutan lagi untuk mu, Grace. Sabar yaa.. Kamu pasti akan senang mendapat hadiah terbaik dari ku kali ini.”


Aku melihat dia menyeringai tipis kea rah ku. Aku pun terjatuh begitu dia memotong tali yang menggantung ku. Badan ku terasa sakit sekali. Sayangnya, tangan ku masih dalam keadaan terikat begini. Aku tidak bisa berbuat apa-apa kalau keadaan ku masih seperti ini.


‘Apa lagi yang akan diperbuatnya pada ku?’ Aku mulai was-was dan bertanya dalam hati melirik sekitar ku.


Zesil pun selesai berbisik dengan Mat dan pada saat Mat keluar, masuklah tiga orang lelaki mendekati ku saat ini. Aku sudah bisa memprediksi apa yang akan terjadi selanjutnya, karena mereka tersenyum mesum melihat diriku.


“Karena kamu kelihatannya begitu kedinginan, aku membawakan tiga orang ini untuk menghangatkan tubuh mu itu. Kamu pasti akan sangat berterimakasih pada ku, Grace. Aku sangat baik pada mu, bukan?”


“Kamu gila Zes!!” Aku berteriak pada perempuan gila itu.


“Jangan dekati aku!! Jangan mendekat!!” Teriakku pada ketiga lelaki itu.


“Tenang saja, Grace. Ini akan menjadi hadiah terbaik dan bahkan hadiah terakhir dariku untukmu, Grace. Setelah ini, kamu akan bebas dan aku juga tidak akan mengganggu mu lagi. Aku hanya ingin membuat mu tidak bisa menjadi milik Arion lagi, karena hanya aku yang bisa menjadi miliknya.”


“Kau gila, Zes!! Kalau kamu mau, aku akan menjauhi Arion, asal kamu tidak berbuat seperti ini. Aku akan menyerahkan Arion padamu. Sesuai keinginanmu, aku akan pergi dari kehidupannya!! Tapi, ku mohon, jangan berbuat seperti ini, Zes!!”


Aku memohon-mohon padanya, tapi dia malah tertawa, “Hahahaha.. Selama kamu masih ada dan utuh, dia pasti akan terus mengejarmu. Tapi, kalau kamu sudah hancur dan ternodai seperti ini, Arion pasti akan jijik dan menjauh dengan sendiri nya darimu tanpa di minta. Pokoknya, nikmatilah masa-masa indah mu bersama ketiga orang ini. Kau pasti akan puas!!”


‘Berapa lama lagi aku harus bertahan? Kalau sampai mereka menyentuh ku, bagaimana dengan masa depan ku?’ Aku merasa sangat ketakutan, mereka mulai mendekat dan semakin dekat dengan ku.


Saat ini, aku hanya bisa melawan menggunakan kedua kaki ku untuk mengulur waktu.


‘Siapapun yang ada di luar sana, cepat tolong aku.. Aku yakin, suara keributan itu pastilah ulah dari orang-orang yang datang untuk menolong ku.’