
AUTHOR POV
"Hei, kalian. Cepat keluar dari kamar! Mom udah janji pada teman Mom, kalau kalian akan ke sana jam 8 pagi. Mommy tunggu di bawah ya, biar kita sarapan bersama," teriak Mrs.Melv. sambil mengetuk pintu kamar Arion.
"Iya, Mom. Grace sudah siap, tinggal tunggu si Ar. Sebentar lagi kami ke bawah," ucap Grace dari dalam kamar.
Arion yang sedang tertidur nyenyak pun terbangun karena merasa terganggu dengan suara teriakan Mommy dan calon Istrinya itu.
"Ar, bangun. Kita sudah di tungguin di bawah sama yang lain," baru saja Grace duduk di tepi ranjang dengan maksud membangunkan Arion, dia malah ditarik dan dibalut selimut oleh Arion.
Arion menyelimuti mereka berdua dan memeluk Grace begitu erat sampai Grace merasa sesak dan berteriak padanya, "Ar! Jangan begini terus. Kamu dibanguni yang payahan! Kalau kamu gak siap dalam 10 menit, aku bakalan tinggalin kamu."
Grace berhasil terlepas dari pelukan Arion yang mengerikan itu. Dia berjalan menjauhi Arion dan menyiapkan pakaian ganti untuk Arion. Arion hanya mengambil pakaian itu dan langsung masuk ke dalam kamar mandi.
Setelah Arion dan Grace ke ruang makan, seluruh anggota keluarga mulai makan bersama. Khusus adik kembarnya Grace, selama semua orang sibuk dengan kegiatannya masing - masing, Mr.Melv. menyewa beberapa pengasuh untuk menemani mereka bermain.
"Kalian jangan sampai telat. Mommy gak mau kalian bikin malu Mommy karena kalian tidak tepat waktu. Dia itu teman dekat Mommy. Jadi, jangan bertindak tidak sopan padanya. Terutama kamu, Ar." Kata Mrs.Melv. yang menasihati Anaknya itu.
"Iya, Mom. Mommy bikin malu Ar di depan semua orang. Ar kan bukan Anak kecil lagi," kata Ar yang kesal mendengar ocehan Mommy nya.
"Sudahlah, Ar. Kita berangkat sekarang saja ya? Biar gak telat." Grace langsung berpamitan pada semuanya dan menarik tangan Ar.
Ar yang tadinya kesal pada sang Mommy pun berubah menjadi Anak baik - baik yang mengikuti langkah Grace. Dia kesenangan karena tangannya dipegang erat oleh Grace.
"Ar? Jangan bengong gitulah. Kamu harus menyetir bukan? Atau aku saja yang menyetir?" Tanya Grace pada Ar yang masih betah memandangi tangannya yang di pegang oleh Grace.
"Oh ya, aku saja yang nyetir, sayang. Kamu duduk manis saja yaa," ucap Arion sambil membuka pintu mobil untuk Grace.
Mereka pun berangkat ke Beauty House milik teman Mrs.Melv. Dia adalah Tante Zio. Dia senang sekali berdekatan dengan Ar sejak Ar masih kecil.
"Hai, Ar sayang." Ucap Tante Zio sambil memeluk lengan Ar dengan kuat, "Tante kangen banget sama mu. Kamu sudah mau menikah saja nih, tidak pernah lagi mengunjungi Tante."
Grace yang sudah diabaikan, tidak terlalu mau ambil pusing dnegan semua itu. Dia hanya mengikuti langkah kaki kedua orang yang sedang bermesraan di hadapannya kini.
"Tante Zio, jangang begini. Ar kan bawa calon Istri Ar. Jadi, lebih baik Ar jalannya bareng dia saja ya, Tan? Tante kenalan dulu sama Grace." Ar mulai risih karena lengannya ditarik - tarik Tante Zio hingga menyentuh bagian kenyal milik Tante Zio.
Ar berusaha keras melepaskan pelukan Tante Zio dan langsung berbalik dan menempel pada Grace seperti perangko. Grace hanya terkekeh kecil melihat tingkah Arion.
"Tan, kenalin dia calon Istri aku. Namanya Grace. Hanya dia yang bisa memeluk Ar mulai sekarang, Tan. Jadi, Ar minta Tante jangan seperti tadi lagi," ucap Arion dengan tegas sambil merangkul Grace dan mencium puncak kepala Grace di hadapan Tante Zio.
Tante Zio merasa sedikit kesal dengan apa yang baru saja dikatakan Arion. Tante Zio ini sebenarnya janda beranak satu dan Anaknyalah yang bernama Zio. Dia paling suka dengan berondong cakep, salah satunya Arion. Tapi, apa dayanya? Dia hanya bisa merelakan Arion menikah dan menjadi milik perempuan lain.
"Baiklah, kita akan mulai dengan spa dulu ya, habis itu facial lalu medipedi dan terakhir perawatan rambut. Setelah itu, selesai dan boleh pulang."
Grace yang mendengar hal itu terkejut dan tidak percaya dengan yang didengarnya dan mengumpat dalam hati, 'Harus melakukan 4 tahap perawatan akan menghabiskan berapa banyak waktu?'
"Sayang, tidak apa - apa. Tidak akan lama, nanti kita masih sempat pergi ke Hotel melihat persiapannya di sana," ucap Ar sambil mengusap pundak Grace.
Grace hanya bisa memgangguk pasrah. Dia mengikuti salah satu pegawai yang menunjukkan arah. Sedangkan Ar? Dia juga mengikuri salah satu pegawai dengan arah yang berbeda dari arah yang dituju oleh Grace.
"Ar, sayang. Sudah waktunya makan siang. Kamu mau dibelikan makanan apa?" Tanya Tante Zio yang sedang mendekat pada Ar.
"Ehh, tidak usah pesan apa - apa untuk Ar, Tan. Ar sudah memesan makanan untuk Ar dan Grace," ucap Arion sambil mencari keberadaan Grace.
"Ya sudah, kalau begitu. Kamu lagi nyariin dia? Sebentar lagi, Tante akan suruh pegawai Tante membawanya ke sini." Tante Zio pun pergi meninggalkan Ar dengan perasaan jengkel. Maklum saja, dia merasa kalai dia yang belum bisa mendekati Arion ditikung oleh Grace tiba - tiba. Bahkan perhatian Arion selalu tertuju pada Grace.
Ar menggangguk tanda setuju. Dia pun menunggu Grace sambil memainkan ponselnya.
"Ar, kita belum bisa pulang? Aku sangat bosan berada di sini," ucap Grace sembari duduk di dekat Ar.
Ar hanya terkekeh kecil melihat tingkah Grace. Dia melihat penampilan Grace yang menurutnya sangat lucu. Pakaian yang seperti sarung menempel di tubuh indahnya, rambut yang digulung pakai handuk, wajah yang tampak lebih mulus, semuanya tidak lepas dari tatapan Ar.
"Kamu cantik," hanya itu kata yang dapat diucapkan Ar pada Grace. Grace membelalakkan matanya melihat penampilannya sendiri.
"Kamu ngaco! Cantik darimana coba? Pakaianku seperti sarung, rambut acak - acakan, dan wajahku kusam. Kamu itu ya, diajak ngomong daritadi malah gagal fokus. Males dehh.." grace mulai memalingkan wajahnya ke arah lain.
Arion beranjak dari tempat duduk nya dan keluar dari ruangan itu. Pesanan mereka sudah tiba. Dia membawa makanan itu dan handuk di kedua tangannya.
Sebelum duduk, Ar meletakkan bungkusan makanan di atas meja terlebih dahulu. Ar melebarkan handuk putih yang dibawanya dan mengalungkannya pada Grace di bagian dada hingga leher.
Grace yang mendapat perlakuan khusus itu pun langsung menyadari bahwa pakaian yang dikenakannya sejak spa tadi itu terlalu terbuka di bagian atas. Dia pun tersenyum pada Ar dan mengucapkan terimakasih.
Mereka pun makan bersama di ruang tunggu. Setiap orang yang melihat perhatian Ar pada Grace akan merasa iri. Mereka berdua termasuk pasangan romantis di mata para pelanggan Beauty House itu.
Hanya seseorang yang dengan sinisnya menatap kedua pasangan itu. Dia berada di balik tembok yang tidak diketahui oleh siapa pun. Setelah tidak tahan melihat adegan romantis yang ada dihadapannya, dia pun pergi dari ruangan itu.
**********
"Akhirnyaaa, aku suntuk banget tau, Ar? Wajahku entah diapain sama mereka, tak peduli lagi aku." Umpat Grace yang dilampiaskan pada Ar.
Ar yang sedang mengemudikan mobil pun memegang tangan Grace sambil berkata, "Sudahlah, sayang. Jangan mengomel mulu. Itu kan hanya perawatan saja. Lihat saja, kamu semakin cantik setelah melakukan perawatannya."
Grace hanya tertunduk karena tersipu malu. Dia pun mengalihkan pandangannya ke arah luar jendela. Ar yang mengetahui hal itu pun tersenyum puas karena merasa telah memenangkan hati Grace saat ini.
'Hanya dalam hitungan jam, kamu akan menjadi milikku seutuhnya, Grace. Aku sudah tidak sabar meminangmu.' Ar membatin sambil sekali - sekali melirik ke arah Grace.
"Kita sudah sampai nih. Ayo masuk ke dalam. Ada Mommy dan Mama juga di dalam. Kita lihat bagaimana dekorasinya. Apa kamu menyukainya atau tidak, kamu harus mengatakannya padaku secara langsung ya, sayang."
Ar pun menggenggam tangan Grace dan mereka berjalan mendekati panggung. Grace terpesona melihat dekorasi yang sudah jadi itu.
"Kami senang kalau kamu menyukainya, Nak. Kamu boleh melihat - lihat dekorasi yang lainnya. Kami masih perlu memasang sedikit dekorasi lagi di bagian sana. Bye." Mrs.Melv. berbicara mewakili Mrs.Victor. Mereka pun pergi dari aula yang megah itu.
"Sayang, kita keliling dari sudut sana saja ya? Kalau ada yang tidak kamu suka, langsung bilang sama aku. Nanti kita aturkan biar semua sesuai dengan seleramu. Gimana?" Tanya Ar sambil menunjukkan senyuman manisnya pada Grace.
"Gak di ubah juga sudah bagus kok, Ar. Aku hanya ingin melihat dekorasinya saja, karena aku memang udah suka sama dekor yang diatur Mommy dan Mama. Ayo! Kita ke sana." Grace pun berjalan menjauh dari Ar.
Ar hanya menggelengkan kepalanya tidak percaya dengan pendengarannya. Biasanya kan, Perempuan itu yang paling rewel mengenai dekorasi yang akan dipasang saat acara pernikahannya. Kaum hawa lebih suka mengkritik hal - hal yang tidak sesuai dengan keinginannya. Dia pastinya ingin segala sesuatunya sesuai dengan harapannya.
Ar dan Grace pun mengelilingi seluruh ruangan sambil memperhatikan dekorasi ruangan yang luas itu selama hampir setengah jam. Sedikit lebih lama, karena mereka juga memperbincangkan kecocokan warna dari dekor dinding dengan dekor yang ada di meja.
"Setelah ini, kita ke dapur kan, Ar? Aku ingin bertemu dengan Kokinya, Ar. Sudah lama sekali aku tidak berkunjung ke Restoran Kak Adam." Permintaan Grace ini sedikit memercikkan api cemburu pada Ar. Ar tidak suka Grace membicarakan tentang lelaki lain saat bersama dengannya. Egois kan? Tapi, begitulah Ar yang sekarang.
"Boleh saja, tapi kamu tidak boleh jauh - jauh dariku, Sayang. Apalagi saat bertemu dengan lelaki lain," ujar Arion dengan nada dinginnya.
"Kamu kok gitu sih, Ar? Dia itu kan dulunya rekan kerja aku. Kamu cemburu ya? Hayoo, ngaku kamu." Goda Grace yang melihat ekspresi masam si Ar.
Ar hanya mengangguk tegas. Dan itu mampu membuat Grace tertawa lebar. Baru kali ini dia menyadari bagaimana melihat seorang lelaki yang cemburu buta seperti Ar. Ar hanya bisa tersenyum melihat lagak tawa Grace yang begitu indah, menurutnya.
Ar menarik pergelangan tangan Grace. Dia memeluk pinggang belakang milik Grace dari samping dan tidak ingin melepasnya. Mereka berjalan bersama ke arah Dapur.
"Hai, Cheff. Gimana kabarnya Cheff?" Tanya Grace sambil melambai kecil pada Koki yang sedang sibuk meramu bumbu yang akan dipergunakan beberapa hari lagi.
Koki itu berjalan mendekati Ar dan Grace, "Selamat siang, Pak Arion. Saya rekan kerja Grace dulu di Restoran milik Pak Adam. Saya akan membuat para tamu undangan menikmati hidangan yang saya masak di acara bersejarah ini. Senang bertemu dengan anda, Pak." Arion menyambut uluran tangan sang Koki.
"Senang bertemu denganmu juga Cheff." Ucap Ar dengan singkat.
Tangan kirinya masih menahan pinggang Grace supaya Grace tidak kabur dari sisinya saat begitu banyak lelaki yang meliriknya. Grace hanya bisa membiarkan Ar melakukan semua yang dia inginkan, asal Ar tidak melarangnya untuk bertemu dengan teman lelakinya.
Tiba - tiba saja pintu dapur terbuka dan muncullah sosok Adam yang menyebalkan.
"Kalian sedang apa di sini? Mau mencuri resep masakan Koki handalku ya?" Adam berkata demikian sambil melirik tajam ke arah Ar yang masih saja betah menempel pada Grace.
"Gak ada resep masakannya juga, masakan Grace juga tidak ada tandingannya. Semuanya tidak bisa menandingi enaknya masakan Grace," ucap Ar membanggakan masakan calon Istrinya.
Adam terkekeh geli melihat tingkah laku Ar yang menurutnya sangat kekanakan. Tapi, dia juga mengakuinya, "Ya, ku akui, Grace memang jago memasak. Tapi kan, dia tidak bisa memasak saat dia yang jadi Pengantinnya."
Adam sangat senang meledek Adik Iparnya itu. Ar adalah orang yang tidak pernah bisa didekati oleh perempuan mana pun. Sekarang Ar malah sudah menemukan tambatan hatinya.
"Ayo, kita keluar. Jangan berlama - lama di sini. Aku tidak betah kalau harus bertemu dengan Kak Adam."
Ar menarik pinngang Grace agar mengikuti lanhkahnya meninggalkan Adam di dapur. Ar tidak mau Grace mendengar lebih banyak lagi celotehan Adam tentang dirinya.
Di luar dapur, mereka bertemu dengan Mr.Melv. dan Mr.Victor.
"Hai, Dad. Halo, Pa. Gimana kabarnya? Apa Daddy dan Papa sudah siap mengantarkan undangannya?" Tanya Grace pada kedua orangtua yang ada di hadapannya kini.
"Semuanya sudah beres, tinggal teman - teman kalian yang ingin kalian undang. Ini sisa kartu undangan yang masih bisa kalian pergunakan untuk mengundang teman dekat kalian," ucap Mr.Melv. sambil memberikan seikat kartu undangan pernikahan pada Grace.
"Oh iya! Grace hampir lupa mengundang teman dekat Grace yang sudah lama tidak bertemu. Makasih ya, Dad, Papa. Kami pulang duluan. Grace mau mengabari teman - teman Grace secepatnya." Kata Grace sambil melambaikan tangannya dan menarik Ar menuju keluar dari Hotel itu.
Ar pun mengikuti kemauan Grace untuk pulang duluan. Sesampainya di Rumah, Ar membantu Grace mencaritau nomor ponsel teman - temannya yang sempat hilang karena ponselnya pun menghilang. Sekarang mereka berdua sibuk menyebarkan kartu undangan pada teman - teman dan kerabat jauh yang menurut mereka penting untuk di undang.
Setelah malam tiba, Grace tetap memasak lauk yang bisa mereka makan saat makan malam. Karena memang hanya mereka berdua yang ada di Rumah, maka hanya mereka berdua yang menikmati masakan Grace. Adik kembar Grace akan pulang bersamaan dengan Mama dan Papanya.
Selesai makan malam, mereka langsung menuju kamar dan bergantian menggunakan kamar mandi. Saat mereka sudah berada di atas ranjang, Ar memulai percakapan di antara mereka.
"Besok kan hari libur kita sebelum hari H, aku berencana untuk membawamu ke suatu tempat yang pastinya kamu akan menyukainya, sayang. Gimana? Kamu mau ikut denganku besok pagi kan?" Tany aAr dengan ragu pada Grace yang sudah terlentang di pelukannya.
Grace mengangguk pelan dan menjawab dengan singkat, "Baiklah, Ar. Tapi, kamu mau membawaku kemana sih, Ar?"
"Ada dehh, itu rahasia. Kalau kuberitahu, nanti tidak jadi kejutan lagi dong." Ar mulai menggoda Grace dengan kata rahasia.
"Issshh.. Pelit! Ya, sudah, aku tidur. Selamat malam, Ar." Grace mulai menutup matanya.
"Hehehe.. Bukan pelit, sayang. Ini memang rahasia. Kita tidur sajalah, besok kamu juga akan tau kita mau kemana. Selamat tidur sayang, I love you." Ar pun mengecup kening Grace sambil membisikkan kata - kata terakhir itu dan akhirnya mereka terlelap dalam tidurnya.
Arion mau membawa Grace kemana ya?
Apa besok Grace memang akan mendapatkan kejutan yang dia sukai?
Semuanya akan terjawab di eps selanjutnya.. 😁😁
>> Bersambung <<
**********
Selesai membaca, jangan lupa klik tanda jempol sebagai apresiasi kalian terhadap Author ^.^
Terima kasih bagi yang sudah setia membaca dan menanti kelanjutan kisah Arion dan Grace..
Ingat untuk singgah ke karya terbaru Author yang berjudul “NARA” yaa..
Salam Kasih buat yang Terkasih 😊🙏