THE PERFECT GIRL

THE PERFECT GIRL
TPG2_148



"Honey, what's up? Do you miss me?" ucap Ricky saat menerima panggilan dari Istrinya.


(Sayang, ada apa? Apa kamu merindukanku?)


"I miss you so much, Dear. I called to say that I was with Grace and Ed for a leisurely walk in the Mall. Grace bought a suit for Ed and I bought him a toy. Because we still don't know how long we will stay with Grace. How are you there, Honey?" tutur Elvina pada Ricky dengan nada khawatir.


(Aku sangat merindukanmu, Sayang. Aku menelepon ingin mengatakan bahwa aku sedang bersama dengan Grace dan Ed berjalan - jalan santai di Mall. Grace membelikan setelan pakaian untuk Ed dan aku membelikannya mainan. Karena kita masih belum tau sampai kapan kami tinggal bersama Grace. Bagaimana keadaan kalian di sana, Sayang?)


"We're okay. Never too late to eat and get enough rest. You take care of your health while you are there, Honey. I'm sure, Ar will wake up at the expected time. Because he already gave signs through the movement of his fingers." Ricky menjelaskan keadaan di sana secara perlahan. Agar sang Istri tidak salah paham dengan apa yang dikatakannya.


(Kami baik - baik saja. Tidak pernah telat makan dan istirahat yang cukup. Kalian jaga kesehatan selama di sana ya, Sayang. Aku yakin Ar akan sadar pada waktu yang diharapkan. Karena dia sudah memberikan tanda - tanda melalui gerakan jari tangannya.)


"Allright, Darling. I will wait for good news from you. I hung up the phone. They had finished looking for Ed's toy to buy. See you later, Honey."


(Baiklah, Sayang. Aku akan menunggu kabar baik darimu. Aku tutup teleponnya ya. Mereka sudah selesai mencari mainan Ed yang mau dibeli. Sampai jumpa, Sayang.)


Elvina mengakhiri panggilannya dan langsung beranjak dari tempat duduknya dan berjalan mendekati kedua orang yang sudah memborong mainan untuk Ed.


"Have you got all the toys you like, Ed?" tanya Elvina sambil mengambil alih leranjang sorong yang dipegang oleh Grace.


(Udah dapat semua mainan yang kamu sukai, Ed?)


"Already, Mom. There were cars, racquets to play badminton, letter blocks and lots of little toys that Ed could play later." Ed berputar kegirangan sambil menyebutkan satu per satu mainan yang dia masukkan ke dalam keranjang sorong.


(Sudah, Ma. Ada mobil - mobilan, raket untuk bermain badminton, balok - balok huruf dan banyak mainan kecil yang bisa Ed mainkan nanti.)


"Okay, I'll go to the cashier to pay this first. You can take a photo here for a while if you feel bored waiting for Mommy to queue at the cashier." Elvina tersenyum dan berjalan meninggalkan kedua orang itu.


(Baiklah, Mama akan pigi ke kasir membayar ini dulu. Kalian bisa berfoto ria sebentar di sini jika kalian merasa bosan menunggu Mama antri di kasir.)


Elvina harus mengantri untuk bisa bertemu dengan kasir. Waktunya pasti cukup bagi Grace dan Ed untuk berfoto ria di sekitar toko mainan.


"Wow, that's a good idea. Let's take a picture there. Later they will take our picture with Aunt's cellphone." Grace begitu bersemangat untuk melakukan hal menarik itu bersama Ed.


(Wah, ide yang bagus tuh. Kita berfoto di sana saja. Nanti mereka yang akan mengambil foto kita dengan ponsel Bibi.)


Grace menyuruh salah satu Bodyguard yang selalu mengikutinya untuk memotret dirinya bersama keponakan kesayangannya. Grace dan Ed bergaya dengan berbagai pose. Mulai dari wajah imut sampai wajah jelek. Selain berfoto dengan kamera belakang, mereka juga berfoto dengan kamera depan.


Saat mereka sudah kehabisan gaya, mereka terkejut melihat isi galeri di ponsel Grace. Begitu banyak hingga tidak cukup untuk sekali atau dua kali pengiriman ke ponsel Elvina. Foto itu adalah satu - satunya momen yang pertama kalinya bagi Grace dan Ed.


Selama ini, mereka hanya saling bertemu dan bermain bersama. Apalagi di saat Grace sedang dalam masa pemulihan, Ricky benar - benar ketat dengan peraturan. Grace tidak diperbolehkan memegang yang namanya barang elektronik, apa pun jenisnya.


"Don't forget to send the photo with Mommy. Ed also wants to save Ed's photo with Aunty," pinta Ed pada Grace.


(Jangan lupa mengirim fotonya sama Mama. Ed juga mau menyimpan foto Ed dengan Bibi.)


Grace tersenyum dan berkata, "Take it easy, Honey. Aunty will definitely send it to your Mom without you asking."


(Tenang saja, Sayang. Bibi pasti akan mengirimkannya pada Mamamu tanpa kamu memintanya.)


"Aunt is the best!" Ed memuji Bibi kesayangannya sambil mengacungkan kedua jempolnya.


(Bibi memang yang terbaik!)


"Have you finished the photos? Let's go home. It's time for dinner in an hour. Don't be late for dinner together. They must be waiting for us." Elvina menghampiri Grace dan Ed dengan tergesa - gesa. Barang Bawaannya sudah diserahkannya pada Bodyguard yang sedang berdiri di depan etalase Mall.


Akhirnya, mereka pun berjalan keluar dari Mall itu. Meskipun mereka hanya sempat singgah ke dua toko saja, mereka menikmatinya.


Sesampainya di depan pintu utama, mereka disambut langsung oleh kedua orang tua Arion. Dengan santun, Elvina menyapa mereka.


"Good evening Mr. and Mrs. Melviano. We will stay here for some time," sapa Elvina sembari membungkukkan setengah badannya.


(Selamat malam Tuan dan Nyonya Melviano. Kami akan menginap di sini selama beberapa waktu.)


"Welcome, Mrs. Yardies and Ed. You don't need to feel bad. Think of it like home. We will be pleased with your presence here. It would have been more fun to have a house enlivened by small children like Ed." Mr. Melv memberikan sedikit petuah bagi Elvina.


(Selamat datang Nyonya Yardies dan Ed. Kamu tidak perlu merasa sungkan begitu. Anggap saja ini seperti rumah sendiri. Kami akan merasa senang dengan hadirnya kalian di sini. Pasti akan lebih menyenangkan sebuah rumah diramaikan oleh anak kecil seperti Ed.)


"Come on, say hello to Grandpa and Grandma." Elvina menyuruh anaknya untuk menyapa Tuan Rumah.


(Ayo, sapa Kakek dan Nenek.)


"Grandpa ... Grandma ... How are you? Ed came here for a vacation until Daddy came to get us home. Hopefully Ed doesn't trouble Grandpa and Grandma while staying here." Ed berkata demikian dengan raut wajahnya yang begitu mempesona. Mr. dan Mrs. Melv mengagumi kecerdasan dan keramahan Ed.


(Kakek.. Nenek.. Apa kabar? Ed datang ke sini untuk berlibur sampai Papa datang menjemput kami pulang. Semoga Ed tidak menyusahkan Kakek dan Nenek selama tinggal di sini.)


"Hi, Ed. You can see for yourself that your grandparents are very healthy. You are a sweet and smart child. We will not be burdened by you, Dear. We would feel happy if Ed often comes here to stay," ucap Mrs. Melv dengan senyum sumringahnya.


(Hai, Ed. Kamu bisa melihat sendiri kalau Kakek dan Nenekmu ini sangat sehat. Kamu itu anak yang manis dan pintar. Kami tidak akan terbebani olehmu, Sayang. Kami akan merasa senang jika Ed sering datang ke sini untuk menginap.)


"Let's go inside. Your luggage will be picked up by the servants. Later, Mom will show you your room, which is right next to Grace's." Mrs. Melv mengajak semua orang yang masih saja berdiri kaku di depan pintu.


(Mari masuk ke dalam. Barang bawaan kalian akan di angkat oleh para pelayan. Nanti Mama akan menunjukkan kamarmu yang tepatnya berada di sebelah kamar Grace.)


"Mom, gak salah? Kamar mereka bersebelahan dengan kamarku?" tanya Grace sambil menggandeng tangan Mrs. Melv dengan mata yang berbinar.


"Yes, dear. I'm sure if you need them to stay near you while they stay here. Especially Ed who can't be far from you, Honey." Mrs. Melv menjawab dengan santainya sambil menaikkan sebelah alisnya.


(Iya, Sayang. Mama yakin, kalau kamu membutuhkan mereka untuk tetap ada di dekatmu selama mereka tinggal di sini. Apalagi Ed yang tidak bisa jauh darimu, Sayang.)


"Mom is indeed an understanding person. Love you, Mom." Grace bermanja - manja dilengan sang Mommy.


(Mama memang orang yang pengertian. Sayang kamu, Mama.)


"I love you too, Grace. Let's go inside. We just go to the dining room. It's dinner time. After that, Mama will show you your room so you can rest soon." Mrs. Melv mengajak semuanya memasuki rumah sambil memeluk Grace yang bermanja padanya.


(Mama juga sayang kamu, Grace. Mari masuk ke dalam. Kita langsung saja menuju ke ruangmakan. Sudah saatnya makan malam. Setelahnya, Mama akan menunjukkan kamar kalian agar kalian bisa segera beristirahat.)


"Thank you, Mom." Grace semakin menepel pada Mrs. Melv.


"You are welcome, Dear." Mrs. Melv mencium kening Grace dan berjalan memimpin semua orang menuju ke meja makan.


>> Bersambung <<<


Salam Kasih untuk Yg Terkasih


~~ Love You All ~~


IG : friska_1609