
Malam ini semua orang sudah tiba di Mansion Utama Melv. Mereka sudah berkumpul di ruang keluarga. Ada Daddy, Mommy, Adam, Silvia, Arion dan juga Steve. Mereka mulai memperbincangkan segalanya mengenai rencana A.
"Nanti Mommy harus pintar-pintar cari topik dengan Mama nya Grace ya, Mom. Sepertinya Mamanya itu yang paling sulit ditangani." Adam mengingatkan si Mommy.
"Oke sayang. Mom pasti bisa mengatasinya. Daddy mu ini yang harus bagaimana?" Semua mata tertuju pada Mr.Melv.
"Daddy boleh berbicara tentang bisnis dengan Papanya Grace. Tapi jangan sampai terkesan menyombongkan diri ya, Dad. Ar tidak mau kalau keluarga kita sampai dipandang tinggi hati oleh keluarganya." Ucap Arion pada Daddy
nya itu.
"Kalau soal itu, tidak masalah dengan Daddy. Tapi, gimana denganmu, Ar? Kamu sudah siap lahir dan batin untuk menyatakan perasaanmu padanya?" Mr.Melv. mulai menginterogasi Arion.
"Ah, iya juga. Semuanya itu tergantung padamu, Ar. Kalau kamu bisa, semuanya akan menjadi lebih mudah bagi kita. Gimana?" Steve mulai bertanya.
Silvia juga mengangkat suaranya, "Yah, percuma saja semuanya membantu jika pion utamanya tanggung-tanggung dijalankan. Kamu harus beranikan dirimu, Ar."
"Iya, iya, iya. Aku pasti bisa. Aku tidak akan mengecewakan kalian semua." Arion menatap balik ke arah orang-orang disekitarnya secara bergantian.
"Malam ini, semuanya menginap disini atau bagaimana?" Mrs.Melv. mengharapkan jawaban dari setiap individu yang hadir malam itu.
"Aku sama Silvia akan tinggal disini, Mom. Kami akan kembali besok pagi ke rumah." Kata Adam dengan cepat.
"Aku sama Steve akan balik ke Apartemen, Mom. Kami masih harus mengurus sesuatu sebelum pulang." Arion mulai bangkit dan berpamitan bersama Steve.
"Hati-hati di jalan ya, Nak." Kata Mr.Melv. yang mengkhawatirkan kedua lelaki itu.
"Oke Dad, bye all." Arion pun menghilang dari pandangan mereka.
"Nah, sekarang Adam mau memberitahukan rencana B yang baru saja terpikirkan. Hal ini tidak boleh di ketahui oleh Arion dan Steve."
"Besok, disaat ....."
Adam mulai menceritakan semua ide-idenya kepada orang-orang dihadapannya. Sebenarnya, Mr. dan Mrs.Melv. tidak begitu mengerti dengan rencana ini. Tapi, semuanya demi sang anak.
Mereka rela melakukan apapun untuk membantu anak sematawayangnya itu untuk memperjuangkan "Cinta" nya.
Mereka tidak pernah melihat anaknya dekat dengan perempuan mana pun. Hanya dengan Grace, dia bisa berubah menjadi lelaki yang sebenarnya.
Sejak kecil, Arion tidak pernah mau bersentuhan dengan perempuan mana pun, tapi dia bahkan berinisiatif menggendong Grace yang sedang sakit kakinya.
Ini adalah hal yang langka bagi Arion. Mereka sangat menginginkan yang terbaik untuk anaknya. Hanya dengan Grace, anaknya bisa melakukan hal-hal normal yang dilakukan seorang lelaki terhadap perempuan.
Tidak masalah bagi mereka, bagaimana latar belakang perempuan itu, selama anaknya nyaman dengannya, mereka akan memberi restunya.
**********
Grace dan keluarganya sudah bersiap dan akan berangkat saat ini juga. Pukul 3 pagi, dan langsung menuju ke Kualanamu. Pesawat akan lepas landas pukul 6 pagi.
Cakra menjemput Grace dan keluarganya. Mereka naik 2 mobil yang berbeda. Inilah yang tidak disukai Grace dari Cakra. Dia membedakan mobil yang ditumpangi oleh mereka berdua dengan keluarganya.
Tapi Grace hanya bisa menurutinya. Di dalam mobil sudah duduk bersebelahan, di pesawat juga mereka duduk bersebelahan. Dia baru mengetahui bahwa si Om ini ternyata adalah orang yang posesif.
Selama perjalanan, Grace tidak berniat untuk tidur. Dia tidak akan memberikan kesempatan si Om untuk memanfaatkan ketidaksadarannya saat terlelap di alam mimpi. Dia berusaha menahan rasa kantuknya saat ini dengan memasang earphone, mendengarkan lagu dan membaca novel yang di bawanya.
"Grace, kalau memang lelah, tidurlah sebentar. Kamu tidak mau merusak hari bahagiamu ini dengan rasa kantukmu itu kan?" Cakra mulai menyadari ekspresi lelah yang ada pada Grace.
"Tidak perlu Om, Grace tidak mengantuk. Toh juga setibanya disana, kita akan langsung ke salon. Waktunya sangat sedikit. Jadi, Grace tidak akan tertidur." Grace mulai mengalihkan pandangannya ke luar jendela.
"Baiklah, semua terserah padamu, Grace." Cakra sudah menyerah untuk berbicara padanya.
Sesampainya di Jakarta, mereka pergi ke salon yang sudah di booking oleh Cakra. Dia ingin calon istrinya ini menjadi yang paling cantik di acara Wisudanya, agar dia bisa memamerkan pada semua yang disana tentang hubungan mereka.
"Wah, kamu cantik sekali Grace. Cepat bereskan barangmu, kami akan menunggumu di mobil." Mr.Victor memuji penampilan anak perempuannya itu.
"Kalau kamu cantik begini setiap hari, aku akan rela terkurung di rumah bersamamu seharian, Grace." Ucap Cakra dengan senyum anehnya.
"Gak perlu berlebihan gitu, Om." Grace mulai jijik dengan sifat orang disebelahnya.
"Hahaha.. Aku kan berkata jujur padamu, Grace. Kamu sungguh terlihat cantik hari ini. Aku harap kamu akan lebih cantik lagi di acara pertunangan dan pernikahan kita nantinya." Cakra mulai merasa sangat beruntung jika dia memang jadi menikah dengan Grace.
"Jangan besar rasa, Om." Grace hanya memandang keluar jendela selama perjalanan.
Setibanya di Kampus, mereka sudah mendapat arahan dari Dosen dimana posisinya yang akan ditempati. Grace dan Anne duduk bersebelahan.
Anne memandang ke arah tempatn duduk orangtua Grace. Ternyata adik-adiknya juga datang dan disana juga hadir seorang Om-Om yang pastinya calon tunangan Grace.
"Grace, kamu sangat cantik hari ini. Kebayamu pun sangat bagus modelnya. Meskipun tertutupi oleh almamater, kesan dari kebayamu itu tidak hilang." Kata Anne yang sudah rindu pada sahabatnya ini.
"Kamu juga terlihat cantik Ann. Tapi, sejak kapan kamu sudah mengubah tata bahasa mu yang dari loe-gue jadi aku-kamu?" Grace menatap aneh pada sahabatnya yang satu ini.
"Yah, karena aku sudah menjadi seorang pimpinan, aku harus bisa beradaptasi dong. Hehehe.. Tuh, acara nya sudah dimulai."
Anne dan Grace pun mengikuti acara Wisuda mereka dengan semangat. Di akhir acara, khusus jurusan S1-Manajemen, Anne mendapat nilai tertinggi diantara seluruh Mahasiswa dan Grace menempati posisi kedua, yang ketiga adalah pria yang berada dikelas lainnya.
Orangtua mana yang tidak bahagia jika anaknya menempati posisi tiga besar dalam jurusannya dengan nilai terbaik? Inilah yang dirasakan oleh orangtua Anne dan Grace.
Papa dan Mama Grace tidak menyangka akan prestasi yang telah dicapai oleh anaknya itu. Mereka saja sempat tidak percaya. Tapi, karena penyerahan Piagam Penghargaan pada Mahasiswa dengan Prestasi Terbaik di setiap jurusan harus diterima oleh Mahasiswa dengan kedua orangtuanya.
Anne mendapat IPK sempurna yaitu 4.00 dengan predikat kelulusan Summa Cumlaude (dengan Kehormatan Tertinggi), sedangkan Grace memperoleh IPK 3.98 dan seorang lagi mendapat IPK 3.95 dengan predikat kelulusan Magna Cumlaude (dengan Kehormatan Tinggi).
Disisi lain, rombongan Arion yang mendengar prestasi yang diperoleh Grace juga ikut merasa bangga padanya. Selain pekerja keras, ternyata dia juga berprestasi.
Tidak banyak dijumpai perempuan seperti Grace yang bisa mengimbangi waktu kerjanya dengan waktu belajarnya. Dia sungguh perempuan idaman.
Mereka sudah melihat keberadaan calon yang disebutkan akan bertunangan dengan Grace. 'Dia sungguh tidak ada
cocok-cocoknya dengan Grace.' Banyak dari rombongan Arion berpikiran seperti itu.
Setelah acara Wisuda selesai, semua tamu luar berbondong-bondong mendekati pintu aula dan berusaha menemui para Wisudawan/ti.
Grace hanya bisa berusaha keras mengabaikan keberadaan Cakra. Dia memeluk keenam temannya. Mereka saling berpelukan dan mengucapkan kata selamat secara bergilir.
Cakra yang melihat hal itu dari kejauhan, langsung dengan cepat mendekati Grace. Anne menyuruh keempat temannya itu pergi menjauh dengan alasan akan menemui mereka di tempat biasa mereka berkumpul.
Tiba-tiba seseorang datang entah darimana asalnya langsung memeluk Grace dan memberikan sekotak kado pada Grace. Dia memeluk Grace cukup lama. Sampai Cakra merasa risih melihatnya.
Anne senang melihat hal itu. Yang memeluk Grace itu adalah Jeff. Kemungkinan Jeff dan Cakra akan beradu mulut setelah ini. Ini akan menjadi kesempatan yang baik.
Lihatlah, si Cakra itu menarik tangan Grace dan melepaskan pelukan Grace dengan Jeff. Cakra langsung membuat Grace berada di belakangnya.
Dengan perlahan, Anne membawa kabur Grace dari posisinya saat ini. Cakra dan Jeff sedang adu mulut. Cakra tidak suka miliknya dipeluk oleh orang yang sudah menjadi mantan, dia takut Grace akan berpaling darinya.
Jeff tidak percaya bahwa orang yang dicintainya selama ini akan memilih Om-Om dibanding dirinya. Dia sangat kesal dengan sikap Cakra. Mereka memang hanya adu mulut, sampai-sampai tidak mengetahui bahwa Grace sudah pergi bersama Anne.
**********
Anne mambawa Grace bertemu dengan keluarganya dan rombongan Arion. Orangtua Grace tercengang melihat kedekatan Grace dengan rombongan Arion.
"Hai, Grace. Mommy kangen banget samamu. Mom bangga melihat kamu bisa menjadi anak yang berprestasi." Dengan cepat, Mrs.Melv. memeluk Grace dengan erat bergantian dengan suaminya.
"Daddy juga merindukanmu, Nak. Kita hanya bertemu sekali, tapi Dad sudah merasa kamu itu sama seperti Silvia. Dad juga bangga dengan prestasimu, Nak."
Grace juga membalas pelukan mereka dan tak terasa dia sudah menitikkan airmata bahagianya, "Grace juga rindu pada kalian, Mom, Dad. Terimakasih ya, sudah datang ke acara ini. Padahal kan Grace hanya kenalan Kak Silvi dan Ar. Tapi Mom and Dad mau meluangkan waktunya untuk kemari."
'Kenapa dia malah bisa sebahagia itu dengan mereka yang bukan siapa-siapa? Jangan sampai mereka merebut Grace dari kami. Nanti jadi sulit mendapatkan kepercayaan Cakra kembali.' Mama nya Grace sedang memikirkan hal yang negatif saat ini.
Tidak seperti Papanya, yang senang melihat anaknya bisa bersosialisasi dengan baik selama dia berkuliah di Jakarta. Mereka pun melakukan kegiatan berfoto bersama secara bergantian.
Anne sudah pergi menemui temannya yang lain. Dia menceritakan sedikit tentang kesulitan Grace. Padahal mereka masih ingin bertemu lebih lama dengan teman dekatnya itu, tapi mereka bisa memakluminya. Akhirnya, mereka bubar dan pulang bersama keluarga mereka masing-masing.
Mr. dan Mrs.Melv. berusaha membujuk kedua orangtua Grace untuk makan malam bersama. Sedangkan Silvia mengajak Grace untuk lepas dari rombongan itu. Silvia membawa Grace menuju ke luar kampus dan menyuruhnya masuk kedalam sebuah mobil yang parkir di luar kampusnya.
"Sil, apa-apaan ini? Kenapa kamu hanya menyuruhku masuk ke dalam mobil ini? Mobil siapa ini?" Grcae mulai merasakan akan ada hal yang aneh yang akan terjadi.
"Tenang saja, dia tidak akan memakanmu. Kamu berangkat bersamanya. Yang lainnya akan berangkat bersama kami. Kita akan bertemu disana."
Silvia berhasil membujuk Grace untuk masuk ke dalam mobil itu. Saat di dalam mobil, dia melihat seseorang yang sudah lama tidak menghubunginya.
"Arion? Apa aku akan berangkat ke tempat yang dimaksud Kak Silvi hanya denganmu?"
"Ya, apa kamu tidak suka jika kamu hanya berdua denganku?"
"Hmmm.. Bukan itu yang ku maksudkan. Memangnya kita mau kemana?" Grace sempat merasa canggung dengan pertanyaan Arion, sehingga dia mengalihkan topik pembicaraan.
"Kita akan kesuatu tempat terlebih dahulu, sebelum kita menuju ke tempat yang mereka tuju. Kamu tidak keberatan kan?" Arion berusaha tetap tenang untuk menghilangkan perasaan canggungnya saat ini.
Grace hanya mengangguk dan memakai seatbelt nya. Dia hanya melihat ke arah jalanan yang ada dihadapannya, sedangkan Arion sesekali melirik melihat perempuan cantik di sebelahnya ini.
"Kita sudah sampai."
Arion hanya berkata singkat dan keluar dari mobil. Dia menghampiri Grace dan memegang tangan Grace menariknya masuk ke dalam taman itu. Ya! Itu adalah sebuah taman tertutup yang sudah di hias menjadi sangat cantik.
Grace sempat terkagum melihat segala pernak-pernik yang ada di taman itu. Dia tidak menyadari bahwa dia sedang di tatap kagum oleh orang yang sedaritadi melihat tingkahnya.
"Grace?" Suara itu membuatnya melihat sekelilingnya dan menoleh pada orang yang memanggilnya.
"Ya?" Grace mengerutkan keningnya.
Arion mendekatinya dan semakin mendekat. Grace hanya terpaku melihat gerakan Arion yang semakin mendekat padanya.
Saat ini, dia sudah berada dengan jarak yang sangat dekat dengan Arion. Dia juga bisa mendengarkan detak jantung yang sangat kencang dari lawan bicaranya.
Dia tidak menyangka akan mendengar detak jantung Arion dengan jarak mereka yang seperti itu. Dia sering membaca di novel-novel romantis, jika seseorang sedang berada di dekat orang yang disukainya, maka jantungnya akan berdegup kencang secara tidak beraturan.
'Apakah ini artinya..?' Grace hanya memikirkan kemungkinan dari yang dia ketahui, tapi tidak berani menanyakannya secara langsung kepada orang itu.
**********
Di Sebuah Restoran Mewah...
"Silahkan duduk semuanya, ayo di pesan minuman nya. Menu makanannya akan dihidangkan sebentar lagi." Mrs.Melv. berhasil membujuk kedua orangtua Grace untuk makan malam bersama.
Sebenarnya, Cakra dan Jeff juga ikut ke dalam rombongan. Kalau Jeff, memang sudah lama mengenal keluarga Grace. Jadi, dia juga terhitung sebagai rombongan keluarga Grace.
Mereka memilih untuk memesan beberapa jus yang bervariasi. Semua pelayan dengan siaga pergi dari meja tersebut dan beberapa diantaranya hanya berdiri di sudut ruangan.
Karena Restoran ini sudah di booking sejak awal, maka tamu nya hanya mereka saja. Meja yang di sediakan memang meja panjang yang cukup menampung hingga selusin orang.
Mr. dan Mrs.Melv. duduk berhadapan dengan Mr. dan Mrs.Victor. Disamping kedua orangtua, terdapat satu kursi kosong yang akan ditempati oleh Arion dan Grace.
Adam dan Silvia duduk bersebelahan dan di seberangnya ada Cakra dan Jeff. Steve dan Samuel duduk bersebelahan dimana mereka berhadapan dengan sikembar.
"Mr. and Mrs.Victor, sebenarnya ada sesuatu yang ingin kami katakan kepada kalian." Mr.Melv. memulai pembicaraan mereka.
"Memangnya Mr.Melv. mau membicarakan tentang apa? Jangan sungkan begitu, kalian sudah berbaik hati selama ini menjaga anak kami, Grace. Katakan saja pada kami." Mr.Victor tersenyum ramah dengan seseorang yang ada
dihadapannya saat ini.
"Kami sebenarnya ingin melamar anak anda, Grace, untuk anak kami, Arion." Kata Mr.Melv. dengan tegas dan penuh harap.
"Hah?!! Apa kalian tidak salah membicarakan hal ini? Tapi, Grace sudah kami jodohkan dengan Cakra. Hal ini tidak bisa diterima. Memangnya, seperti apa anak anda? Kami sama sekali tidak mengenalnya." Ucap Mrs.Victor yang mulai merasa geram dan cemas secara bersamaan.
Dia tidak ingin membatalkan perjodohan itu, karena dia tidak mau Cakra menuntut mereka. Cakra sudah baik sekali ingin membantunya melunaskan hutang-hutang itu. Mereka juga sudah saling mengenal dengan baik.
Berbeda dengan keluarga Melviano, mereka baru saja bertemu hari ini. Mrs.Victor merasa resah. Dia selalu melirik ke arah Cakra yang sudah memasang wajah sangarnya.
Cakra tidak terima jika ada yang ingin merebut apa yang akan menjadi miliknya. Jeff pun merasa terkejut dengan pernyataan yang diutarakan oleh Mr.Melv. Dia tidak menyangka bahwa Arion memiliki dukungan yang begitu kuat untuk mendekati Grace.
'Grace sangat beruntung.' Itulah yang dipikirkan oleh Jeff, setelah melihat situasi seperti ini.
"Kami belum mengenal putra anda dan putri kami juga belum hadir disini. Kita tunggu saja hingga mereka tiba disini dan membahas ulang semuanya." Ucap Mr.Victor dengan sopan.
Sebenarnya, Mr.Victor merasa takut dengan pembatalan perjodohan antara Grace dengan Cakra. Tapi, dia juga harus bertindak adil kepada putri sulungnya itu. Jadi, dia akan mendengarkan pendapat putrinya terlebih dahulu dan ingin melihat seperti apa lelaki yang bernama Arion ini.