
Di dalam gudang bawah tanah milik Mr.Yardies..
"Ternyata kamu bernama Sandra dan kamu adalah kekasih dari Agung yang seorang model dekil itu?" Ledek Ricky pada perempuan yang dia benci saat ini.
"Cuihh! Kamu lebih dekil daripada Agung. Dia tidak akan pernah melakukan hal menjijikkan seperti yang kamu lakukan padaku." Ucap Sandra sambil meludah ke sembarang tempat. Dia tidak suka jika ada seseorang yang menghina kekasihnya.
"Kamu lebih menjijikkan daripada aku. Kamu sudah berani membuat Adikku merasa takut dengan rencana busukmu itu. Aku juga sudah tau kalau Agung tidak mengetahui rencana busukmu itu!" Ricky menatap tajam pada Sandra yang sudah berani menghinanya.
Sandra membulatkan kedua bola matanya. Dia tidak pernah mengatakan apa pun mengenai rencananya untuk menyingkirkan Grace.
'Kenapa dia tau tentang rencanaku?' Itulah yang ada dalam benak seorang Sandra.
"Aku punya sedikit kejutan untukmu. Dan ini adalah hadiah khusus untukmu. Kamu pasti akan menyukainya." Ricky menunjukkan senyumannya yang paling mematikan pada Sandra.
"Aku tidak butuh hadiah darimu!" Teriak Sandra yang mulai merasakan sesuatu yang buruk akan terjadi pada dirinya dan dia sudah melihat bentuk senyuman aneh yang terpampang di wajah seorang Yardies.
"Kamu butuh atau tidak, aku tetap akan memberikannya, kucing kecil. Kamu tetap harus menerimanya." Ucap Ricky dengan penuh penekanan. Dia tidak suka dengan orang - orang yang munafik seperti perempuan itu.
Ricky menjentikkan jarinya dan muncullah 5 orang suruhan Sandra. Ikatan tangan mereka pun sudah dibuka. Mereka merasa takut setelah melihat wajah asli seorang pemimpin kelompok Mafia yang sekarang ada di hadapan mereka.
"Kalian! Dengarkan aku! Aku punya permainan yang sangat menarik. Kalian pasti akan menyukainya." Ucap Yardies sambil menunjukkan kelima orang itu secara bergantian.
"Kalian harus melakukan apa yang diperintahkannya pada kalian sebelumnya pada Adikku padanya! Aku ingin dia merasakan apa yang dirasakan oleh Adik kesayanganku itu. Aku jamin, dia sudah tidak suci lagi selama bersama dengan Agung. Jadi, kalian bisa sepuasnya melakukannya padanya. Aku tau kalau kalian itu lelaki yang membutuhkan kehangatan. Kalau kalian ingin terbebas dari tempat ini, kalian harus memberikanku pertunjukan yang terbaik. Aku ingin ini menjadi hadiah terbaikku untuknya. Bagaimana? Apakah kalian bisa menyanggupinya?" Tanya Ricky dengan ekspresi yang sangar.
Kelima lelaki itu mengangguk menyanggupi perintah dari Ricky. Mereka mendapatkan dua keuntungan sekaligus. Bisa menikmati kemolekan tubuhnya Sandra dan bisa bebas dari tempat mengerikan itu jika selesai membuat pertunjukkan yang menarik untuk Ricky.
Mereka berlima pun memulai aksinya dengan mendekati Sandra dan merobek seluruh penutup tubuhnya. Dengan keadaan kedua pergelangan tangan yang terikat, Sandra tidak bisa melakukan apapun. Dia juga tidak bisa menjerit atau memaki lagi, karena mulutnya sudah di bekap menggunakan sebuah kain.
Ricky langsung membalikkan badannya dan pergi dari tempat itu setelah mengetahui permainan sedang berlangsung. Dia membisikkan sesuatu kepada seorang anak buahnya, "Setelah mereka selesai, aku mau kalian melepaskan mereka berlima dan kalian boleh menggunakan Sandra sebagai pelampiasan kalian malam ini. Aku akan kembali ke Rumah. Setelah kalian selesai dengannya, lepaskan dia di tempat yang sepi. Jangan biarkan dia mengetahui lokasi Rumah ini. Begitu juga dengan kelima lelaki itu." Perintah Ricky pada anak buahnya.
Ricky berjalan keluar dari ruangan itu. Dia kembali ke kamarnya dan menemui Istrinya yang sedang mengeringkan rambut menggunakan hairdryer.
"Sayang, aku berangkat ke Kantor dulu ya. Jaga Ed dan juga Grace. Ajak saja mereka jalan - jalan, biar kalian tidak merasa bosan di Rumah. Kan kalian juga sudah lama tidak pergi bersama." Ucap Ricky pada Istrinya yang mulai menghentikan kegiatannya.
Elvina pun beranjak dari tempat duduknya dan berdiri menghadap Suaminya. Dia memeluk suaminya dan berkata, "Jangan khawatir, sayang. Kami akan aman - aman saja selama kamu ada untuk kami. Kalau kami ada rencana mau keluar, aku akan langsung memberitahukanmu. Jadi, pergilah dan fokuslah dengan pekerjaanmu ya, sayang."
"Baiklah, aku akan pulang secepatnya. Karena kita akan makan di Restoran nanti. Ingat untuk bersiap - siap ya, sayang." Ucap ricky dengan lembut pada Istrinya.
Elvina yang sudah tinggal sendirian di dalam kamar, berjalan perlahan ke balkon melihat kegiatan yang dilakukan Grace bersama Ed. Mereka terlihat sangat akrab. Mereka bisa tahna bermain di Taman dari pagi hingga malam, jika saja tidak ada jam makan ataupun jam tidur.
Arion sejak pagi tadi sudah berangkat sebelum yang lainnya bangun dari tidurnya. Dia harus memeriksa semuanya sebelum dia menentukan nominal pengeluaran yang sedang dirancangnya untuk merenovasi bangunan yang terbakar itu. Dia hanya sempat berpamitan dengan Istrinya dan hanya menitip salam pada pemilik rumah itu.
"Why did the fire happen? What really happened? You must know something about it." Tanya Ar pada Sekretarisnya.
(Kenapa kebakaran itu terjadi? Apa yang sebenarnya terjadi? Kamu pasti tau sesuatu tentang itu.)
"I got information saying that the fire occurred because of a shorted engine cable and caused an explosion big enough for the fire to occur, Sir." Jawab Sekretaris muda itu pada atasannya.
(Aku mendapat informasi yang mengatakan bahwa kebakaran itu terjadi karena adanya kabel mesin yang korslet dan meyebabkan ledakan yang cukup besar hingga kebaran itu terjadi, Pak.)
Kemana pun Ar melangkah, Sekretaris itu selalu mengikutinya kecuali ke kamar kecil. Tapi, Ar merasa itu memanglah tugasnya sebagai seorang Sekretaris.
"I want all the files regarding the equipment that was on fire at the time. I want to check everything in detail before noon. Because I have to finish my planning report today too. Help me request those files. Nothing should be missed. Whatever the reason." Perintah Ar pada Sekretarisnya itu.
(Aku ingin semua berkas mengenai perlengkapan yang ikut terbakar saat itu. Aku ingin mengecek semuanya secara detail sebelum siang. Karena aku harus menyelesaikan laporan perencanaanku hari ini juga. Bantu aku meminta berkas - berkas itu. Tidak boleh ada yang terlewatkan. Apa pun alasannya.)
Saat ini Ar memang sedang mengecek langsung ke ruangan yang menjadi sumber kebakaran itu. Dia mendekati dan melihat setiap sudut ruangan untuk mencaritahu semuanya dengan benar. Dia harus bisa membuat laporan perencanaan itu secepat mungkin dengan hasil yang memuaskan. Agar dia bisa belajar tentang hal baru dari Mr.Melv.
Setelah sejam penuh melakukan penelitian dengan tangan sendiri, Ar pun kembali ke dalam ruangannya. Dan dia sudah melihat berkas yang tadi dimintanya dari Sekretaris itu.
'Sekretaris pilihan Daddy memang sangat handal. Dia bisa mengerjakan semuanya tanpa celah. Tidak salah kalau dia sudah menjadi Sekretaris pribadi Dad selama hampir 5 tahun. Dia masih muda dan hanya lulusan Sekolah Menengah Atas, tapi dia sudah bisa bekerja selayaknya orang yang lulusan Universitas." Ucap Ar pada dirinya sendiri sambil membaca berkas yang sedang dipegangnya.
Tidak terasa, jam telah berlalu begitu cepat. Sudah waktunya untuk makan siang. Ar yang tidak peduli dengan sekitarnya, bahkan tidak merasa lapar detik ini. Dia terlalu fokus pada berkasnya. Sampai Sekretarisnya mengetuk pintu ruangannya dan masuk begitu saja.
"What do you need?" Tanya Ar singkat tanpa menoleh pada Sekretarisnya itu. Tanpa melihatnya pun, Ar sudah tau kalau hanya satu orang itu sajalah yang berani masuk ke dalam ruangannya.
(Ada perlu apa?)
"S**ir, I have brought lunch from home and this one I made especially for you. I hope you are willing to accept it. Because I'm worried that you will starve if you don't eat anything." Ucap Sekretaris itu dengan beraninya pada Ar.
(Pak, saya ada membawa bekal makan siang dari Rumah dan yang satu ini saya buatkan khusus untuk Bapak. Saya harap Bapak bersedia untuk menerimanya. Karena saya khawatir Bapak akan kelaparan jika tidak makan apa pun.)
BRAAKKK..
Ar dan Sekretarisnya melihat ke arah pintu yang terbuka tiba - tiba.
"Sorry Ms. You was presumptuously to enter this room. You'd better get out of this room. Because Ms. did not have an appointment with our Boss before." Ucap Sekretaris Ar dengan penuh penekanan.
(Maaf, Bu. Ibu sudah lancang memasuki ke dalam ruangan ini. Sebaiknya Ibu keluar dari ruangan ini. Karena Ibu tidak memiliki janji dengan Atasan kami sebelumnya.)
Ar hanya diam tak bergeming dari tempatnya. Dia hanya ingin melihat pertunjukkan yang akan terjadi setelahnya.
"You who have brazenly told me not to meet my husband. Any promises or not, it's up to me. He is my husband. So, you have no right to arrange me to meet him." Ucap Grace geram melihat tingkah Sekretaris centil itu.
(Anda yang dengan berani mengatakan kepada saya untuk tidak bertemu suami saya. Ada janji atau tidak, terserah saya. Dia suami saya. Jadi, Anda tidak punya hak untuk mengatur saya untuk bertemu dengannya.)
Sekretaris itu menganga melihat Grace dengan santainya berjalan mendekati Ar dan memeluknya. Ar dengan senang hati menarik Istrinya itu ke pangkuannya. Dia senang sekali karena Grace datang dengan membawa bekal untuknya.
"Honey.. Cup!" Ar membalikkan tubuh Grace dan mengecup bibirnya sekilas. Ar ingin Sekretaris itu mempercayai kata - kata Grace yang menyatakan bahwa dirinya adalah Suami Grace.
"Ella, introduce her name Grace, my wife. And honey, she's my secretary Mikhaella." Ar mulai memperkenalkan mereka berdua.
(Ella, Perkenalkan dia bernama Grace, Istriku. Dan sayang, dia Mikhaella sekretsarisku.)
Ella masih terlihat syok! Bekal yang dibawanya untuk Ar, malah sia - sia karena ternyata Ar sudah menikah.
>>> Bersambung <<<
Sampai sini dulu ya..
Kita akan lanjut di next chap, Ingat untuk selalu kirim jempol nya yaa, Kakak2..
Maaf ya, Kakak2..
Author sedang labil dengan membuat cerita setiap chap dengan fokus tokoh yang berbeda..
Semoga ceritanya masih bisa dipahami ya, Kak..
Jika ada kesalahan dalam penulisan atau sejenisnya, akan Author perbaiki ke depannya..
Karena rating ⭐ TPG menurun saat ini, Author jadi lemassss sendiri lihatnya..
Bagi pembaca yang belum memberikan rating (bagian detail - kanan bagian atas pendahuluan), sudi kiranya menyalurkan 5⭐ nya untuk membantu menaikkan rating TPG..
Terimakasih bagi yang sudah support Author selama ini 🙇♀️🙇♀️
Salam Kasih untuk Yg Terkasih
Love You All
💞 💞 💞 💞 💞