THE PERFECT GIRL

THE PERFECT GIRL
55



“Tidak boleh. Nanti kamu tidak tau cara mengurutnya agar lebam di wajahmu ini mengempis. Kamu hanya duduk diam saja tidak bisa?” Dengan kesal Mrs.Melv. mengomeli Anaknya itu.


Akhirnya, waktu yang di tunggu pun tiba. Semuanya sudah bersiap untuk berangkat. Wajah Arion pun sudah tampak lebih baik daripada sebelumnya.


“Ayo, kita berangkat sekarang.”


Mr.Melv. memimpin semuanya masuk ke dalam mobil. Steve mengendarai mobil dan Arion duduk di sebelahnya. Sedangkan Mr.Melv. dan istrinya duduk di bangku penumpang.


Sesampainya di rumah Ricky, mereka di sambut baik oleh keluarga Ricky.


“Selamat datang di rumah kami yang sederhana ini, Tuan dan Nyonya,” sambut Elvina pada kedua orangtua Arion.


Grace yang sedang bergandengan tangan dengan seorang anak kecil pun ikut menyambut dengan membungkukkan setengah badannya, “Selamat datang di rumah keluarga Yardies semuanya.”


Sebelum Mr.Melv. dan istrinya menyapa, Grace sudah di tarik pergi oleh Edzard. Anak itu tidak begitu suka dengan keramaian. Ricky pun muncul untuk menyambut para tamunya.


“Selamat datang semuanya. Mari kita makan malam terlebih dahulu. Biarkan saja mereka berdua menghabiskan waktunya.” Ricky melirik kea rah Grace dan Anaknya. Semua yang ada di sana pun menggangguk tanda mengerti dengan apa yang dimaksudkan oleh Ricky.


Mrs.Melv. sedikit terkejut melihat seseorang yang pernah dilihatnya telah duduk di ruang makan. Dia berdiri dan sedikit membungkuk melihat ada rombongan orang yang datang mendekati meja makan.


“Kamu?” Tanya Mrs.Melv. setelah melihat wajah lelaki itu dari dekat.


“Yes, I’m Mrs. I’m Koichi Victor, Grace’s Big Brother. Just call me Ichi. Nice to meet you all.” Koichi menyapanya dengan sopan. Semua yang melihat hal itu sempat tercengang tidak percaya dengan pertemuan yang diadakan oleh keluarga Yardies.


"Nice to meet you too, Ichi." Sahut Mr.Melv. sambil menundukkan kepalanya pada saudara Grace.


"Mari duduk, sudah waktunya kita makan malam," ucap Ricky pada semuanya.


"Grace, bawa Ed ke sini. Sudah waktunya makan malam. Nanti kan bisa bermain lagi," Ricky memanggil kedua orang yang menghilang sejak tadi.


Grace yang menggandeng Ed, menyuruhnya melakukan sesuatu di hadapan kami, "Ed, let's do it! do not disappoint me, Ed."


(Ayo lakukan! Jangan membuatku kecewa, Ed.)


Ed pun menghadap ke meja makan sambil membungkukkan badannya, "I'm sorry, I didn't greet you politely earlier. My name is Edzard. Greetings all."


(Maafkan aku, Tadi aku tidak menyambut kalian dengan sopan. Namaku Edzard. Salam kenal semuanya.)


PROKK.. PROKK.. PROKK..


"Woaahhh.. Anak kalian sangat bijak. Sangat menggemaskan." Mr.Melv. memuji cara Ed menyambut mereka.


"Terima kasih pujiannya, Mr." Ucap Ed dengan wajah berseri. Perkataannya yang menggunakan bahasa Indonesia itu membuat Arion sekeluarga terkagum - kagum.


"Dia bisa berbahasa Indonesia, Bang?" Tanya Arion pada Ricky.


"Yah, sedikit. Dia masih dalam tahap belajar bahasa Ibunya," ucap Ricky dengan santainya.


"Pintar. Ed tidak boleh berkelakuan seperti tadi lagi ya.. Ayo, kita duduk dan makan malam bersama," puji Grace pada Ed sambil menuntun Ed ke tempat duduknya.


**********


"Bagaimana sekarang? Kalian pastinya sudah tau mengenai maksud dari undangan makan malam ini. Aku bukan bermaksud merendahkan, tetapi aku harus membuat orang yang melakukan kesalahan bertanggungjawab atas perbuatannya. Maaf sebelumnya pada Mrs.Melv., ini memang sesuatu yang kurang sopan. Tapi anda memang harus bertanggungjawab atas perlakuan anda pada Grace," papar Ricky dengan ekspresi yang sulit di artikan.


Grace yang tadinya hanya duduk sambil mengelus kepala Ed, menoleh ke arah Ricky. Dia merasa terkejut mendengar apa yang dikatakan Ricky.


'Apa maksud Bang Ricky, Mommy harus meminta maaf padaku?' Grace membatin.


"Baiklah Ricky. Kami mengerti maksud baikmu. Istriku pun sebenarnya sudah memyesali perbuatannya. Biarkan mereka berdua menyelesaikan masalahnya. Bagaimana menurutmu?" Ucap Mr.Melv. sambil melihat ke arah Ricky.


Ricky tersenyum dan beranjak dari tempat duduknya, "Mari, kita ke taman belakang. Beri waktu untuk mereka berdua untuk berbicara dari hati ke hati."


Semuanya mengikuti langkah kaki Ricky menuju taman belakang. El mengambil alih Ed dari pangkuan Grace. Sekarang tinggallah mereka berdua, Mrs.Melv. dengan Grace.


"Grace, maafkan perbuatan kasar Mommy sebelumnya padamu. Mommy menyesal karena Mommy sudah salah paham padamu selama ini. Maafkan Mommy ya, Nak?" Ucap Mrs.Melv. dengan ekspresi menyesalnya. Dia berusaha untuk menahan air matanya.


"Sudahlah, Mom. Semuanya sudah berlalu. Aku pun tau kalau Mom itu sudah salah paham. Saat itu, Mom memang pantas memarahiku. Bagaimanapun aku ini masih berstatus tunangan Arion dan akan terlihat tidak bermoral jika aku jalan berdua dengan lelaki lain." Ucap Grace sambil memeluk Mrs.Melv. yang tampaknya sudah tidak sanggup membendung air matanya lagi.


"Maafkan Mommy ya, Grace. Mommy sangat menyayangimu. Mommy tidak bermaksud berbuat kasar padamu waktu itu, Grace." Mrs.Melv. menangis sejadi - jadinya di pelukan Grace.


"Iya, Mom. Tanpa perlu Mom yang minta, Grace sudah memaafkanMommy. Sudahlah Mom, jangan menangis lagi. Aku kan jadi merasa bersalah. Maafkan Grace juga ya, Mom. Grace tidak pernah memberikan kabar dan waktu itu Grace tidak langsung mengenalkan Kak Ichi pada Mom. Mommy jadi salah paham begitu lama padaku," kata Grace sambil menepuk pundak Mrs.Melv. dengan lembut.


Semua orang yang pergi tidak jauh dari tempat itu ikut terharu melihat adegan di antara Mrs.Melv. dengan Grace. Yah, Ricky sengaja membawa semuanya menjauh hanya untuk melihat bagaimana ketulusan Mrs.Melv. pada adik kesayangannya itu.


'Grace, ternyata mereka sangat menyayangimu. Kamu akan bahagia bersama mereka.' Batin Ricky setelah memperhatikan peristiwa haru yang ada dihadapannya kini.


Setelah hampir 15 menit menangis, akhirnya Mrs.Melv. berhenti dan tersenyum pada Grace. Dia mengelap air matanya dan bermaksud mengajak Grace untuk menyusul yang lain.


"Grace, ayo kita susul yang lainnya. Kamu tau kan mereka ke arah mana tadi?" Tanya Mrs.Melv. pada Grace.


Grace hanya mengangguk dan menggandeng tangan Mrs.Melv. membawanya menuju ke taman belakang. Taman ini cukup luas dan memang dipenuhi dengan berbagai macam jenis tanaman.


Selama masa perawatan, Grace lebih banyak menghabiskan waktunya di taman ini dibandingkan di dalam rumah. Karena dia bisa menikmati udara sejuk dan memandang berbagai jenis tanaman yang menurutnya tidak membosankan.


Melihat kedatangan kedua perempuan itu, semua orang tersenyum manis melihat keakraban keduanya. Mr.Melv. sangat bahagia karena bisa merasakan kehangatan keluarga yang sesungguhnya di rumah ini. Dia sangat bersyukur bisa dipertemukan dengan Grace dan orang - orang yang dekat dengan Grace.


'Grace memang anak pembawa terang yang menghangatkan suasana dimanapun dia berada.' Mr.Melv. membatin melihat senyuman dari Grace dan istrinya.


 


**********


Selesai di read, jangan lupa like dan comment nya ya, Kakak - Kakak..


Singgah juga ke halaman detail dan beri rating yaa..


Love you all :-3


Ingat untuk mampir ke karya kedua Author yang berjudul "NARA" yaa..


Thx before all ^.^