
Sesampainya di Mansion, semua orang pada sibuk dengan kegiatannya masing - masing. Karena undangan ini disebar secara mendadak, mereka tidak kepikiran untuk beristirahat lagi. Semuanya pada berpencar ke Mall ataupun ke Boutique.
Grace malah terlihat sangat santai. Dia bermain bersamasi Kembar dan Ed. Tidak ada kekhawatiran yang terpancar dari wajahnya. Padahal aku merasa sangat gugup saat ini juga.
Aku memang sidah mempersiapkan segalanya dengan bantuan Mommy dan Steve. Mommy juga berusaha mengundang keluarga Grace yang katanya sudah ditemuinya di Medan bersama Grace. Besok akan menjadi acara yang paling Mewah, menurut si Mommy.
Aku tidak bisa berdiam diri, karena aku akan semakin gugup jikalau aku hanya diam tak melakukan apapun. Jadi, ku putuskan untuk pergi ke Kantor untuk menyelesaikan semua pekerjaanku dan pergi ke
dan sorenya aku akan memantau semua persiapan yang sudah dikerjakan sejak hari pertama Grace pergi bersama Mommy ke Medan.
"Mom, Dad, aku akan pergi ke Kantor. Titip salam sama Grace ya, Mom." Ucapku sambil menyalami Daddy dan Mommy ku.
"Lho? Kenapa buakn kamu langsung berpamitan padanya saja, Ar?" Tanya Dad padaku dengan ekspresinya yang serius itu.
"Ar tidak mau mengganggu kesenangannya, Dad. Biarkan dia bersenang - senang dengan mereka tanpa adanya gangguan ya, Dad. Ar pergi ya, Dad." Aku pun langsung keluar dari ruang kerja Daddy. Dad and Mom memang sedang berdiskusi di dalam sana mengenai siapa - siapa saja yang akan di undang. Karena mereka tidak mau ada kesalahan lagi di Acara Pernikahan kami esok hari.
Setibanya di Kantor, Steve dan Sam datang menemuiku dan mereka meletakkan begitu banyak tumpukan berkas yang harus segera aku baca dan tanda tangani. Sungguh malangnya nasibku. Aku harus berkutat dengan lembaran - lembaran yang menyebalkan ini.
"Steve, kamu dan Sam, pergilah ke Mansionku dan periksa segalanya. Apakah mereka sudah menyelesaikan dekorasinya atau masih ada kekurangan yang harus diperbaiki lagi? Aku akan fokus dengan semua berkas sialan ini untuk sementara. Sampai aku selesai, kalian harus tetap berada di sana." Perintahku pada mereka tanpa menolehkan pandanganku dari dokumen - dokumen yang ada di tanganku saat ini.
"Baiklah." Jawab mereka serentak sembari beranjak pergi dari ruanganku. Mereka memang bisa dipercaya dan bisa diandalkan. Aku sangat menyayangi mereka berdua.
Saatnya bekerja untuk masa depan, hehehehe..
AUTHOR POV
Semua tamu undangan dengan sopan menyalami Orangtua kedua belah pihak dan duduk dengan tertib di tempat yang sudah ditentukan. Banyak tamu undangan para pembisnis dan teman Arion masih tidak sebanding dengan banyaknya tamu undangan keluarga dan teman Grace.
Acara pun dimulai dan dibawakan oleh seorang MC yang cukup terkenal. Pengantin dipersilahkan memasuki penataran dengan berjalan di atas karpet merah yang sudah tergerai lebar di tengah - tengah meja para tamu undangan.
Pembuka acaranya dipimpin oleh Orangtua kedua belah pihak dengan mengajak mempelai dan para tamu undangan untuk meneguk sedikit minuman yang ada di hadapan mereka saat ini. Setelah itu, seorang Pendeta di persilahkan untuk naik ke penataran dan memimpin kebaktian yang diikuti oleh semua orang yang hadir pada Acara itu, termasuk sepasang Pengantin yang sedang duduk tepat di depannya.
Setelah kebaktian selesai, Kedua mempelai akan dipersilakan oleh Pendeta untuk berdiri dan berjabatan atau berpegangan tangan (optional). Mereka pun mengucapkan Janji Suci Pernikahan secara bergantian.
“Grace Victoria, aku mengambil engkau menjadi istriku, untuk saling memiliki dan menjaga dari sekarang sampai selama-lamanya, pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, pada waktu sehat maupun sakit, untuk saling mengasihi dan menghargai, sampai maut memisahkan kita, sesuai dengan hukum Allah yang kudus, dan inilah janji setiaku yang tulus.” Ucap Ar dengan tegas.
“Arion Gavin Melviano, aku mengambil engkau menjadi suamiku, untuk saling memiliki dan menjaga dari sekarang sampai selama-lamanya, pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, pada waktu sehat maupun sakit, untuk saling mengasihi dan menghargai, sampai maut memisahkan kita, sesuai dengan hukum Allah yang kudus, dan inilah janji setiaku yang tulus.” Ucap Grace bergantian.
Pengucapan Janji Suci berakhir dengan baik dan benar. Kini mereka dipersilahkan memasangkan cincin ke jari manis pasangannya. Setelah itu, Ar sebagai suami didesak oleh semua orang untuk mencium Grace segera. Degup jantung Ar sudah tidak beraturan, begitu pula dengan Grace. Meskipun begitu, Ar mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Grace. Sekilas Ar mengecup bibir mungil milik Grace. Bukan hanya Grace yang terkejut dengan tindakan spontan AR, tapi para tamu undangan lebih terkejut lagi.
Semua pembisnis dan teman Ar mengetahui bagaimana sifat Ar jika sudah berurusan dengan seorang perempuan. Tapi kini yang mereka lihat adalah Ar yang dengan beraninya melakukan hal seperti itu dan menunjukkan keromantisannya di depan khalayak ramai.
"Acara utamanya memang sudah selesai, tapi kita masih punya kejutan dari pengantin baru ini. Siapa yang setuju jika kita menyuruh mereka bernyanyi secara duet sekarang juga?" Tanya MC pada tamu undangan.
"SETUJU..!!" Teriak semua orang yang mulai penasaran dengan lagu dan suara kedua mempelai yang bisa di bilang hampir tidak pernah terdengar.
MC pun memberikan mic kepada kedua mempelai. Para pengendali musik juga mulai bersiap. Grace sudah memberitahukan nama penyanyi dan judul lagu yang akan mereka nyanyikan.
Kedua mempelai pun dipersilahkan untuk mempersembahkan sebuah lagu yang akan dinyanyikan secara duet. Inilah lagu yang mereka nyanyikan.
Zhang Muyi & Akama Miki - Brave Love
(Untuk dapat merasakan suasana yang nyata, silahkan dengarkan lagu ini)
---Reff--- (Duet) -----
Bù zhī bù jué wǒ ài shàng le tā ~~
(Tanpa disadari, aku jatuh cinta padanya)
Xiǎng fāng fǎ qù biǎo dá ~~
(Aku memikirkan untuk mengungkapkannya)
Yǒng qì nǐ zài nǎ ~~
(Keberanian, dimana kamu?)
Nà me duō lù rén jiǎ zǔ dǎng bù liǎo ~~
(Siapa pun itu tak bisa menghentikan)
wǒ duì nǐ ài de xiǎng fǎ ~~
(perasaanku kepadamu)
-----
Pāo kāi nà xiē zuì rén de mèng huà ~~
(Lupakan kata - kata yang romantis)
Wǒ zhǐ xiǎng wèi nǐ bǎ ~~
(Aku hanya ingin melelehkan)
suǒ yǒu bīng báo róng huà ~~
(semua kebekuan untukmu)
Jiù zhè yàng yī zhí zǒu ~~
(Terus berjalan seperti ini)
Wǒ zhè yī shēng zhōng ~~
(Melewati musim dingin dan musim panas)
de měi yī gè dōng xià ~~
(sepanjang hidupku)
----- (Arion) -----
Nà yī tiān yù jiàn nǐ ~~
(Hari itu, saat aku bertemu denganmu)
nǐ de yǔ zhòng bù tóng ~~
(kamu berbeda dari mereka)
Jiù xiàng yī gè tiān shǐ ~~
(Kamu seperti seorang Bidadari)
Nán yǐ wàng jì nà gè xiào róng ~~
(Aku tidak bisa melupakan senyuman itu)
----- (Grace) -----
Nǐ de chū xiàn shì
(Kehadiranmu adalah)
wǒ wéi yī de xīn dòng
(satu - satunya yang bisa menggetarkan hatiku)
Wǒ xīn lǐ duì nǐ de xiǎng niàn
Chōng mǎn měi yī tiān
(Memenuhi hari - hariku)
----- (Arion) -----
Dīdā dīdā shí jiān zài zhuǎn dòng ~~
(Tik tok tik tok, waktu berdenting)
Dīdā dīdā wǒ xī wàng nǐ dǒng ~~
(Tik tok tik tok, aku harap kamu mengerti)
Měi dāng bì shàng ~~
(Setiap kali aku menutup mata)
Nǎo hǎi dū shì yǒu nǐ de mèng ~~
(Di dalam benakku hanya ada bayangmu)
----- (Grace) -----
Yī qǐ huān xiào yī qǐ fēng ~~
(Tertawa dan menggila bersama)
Yuè xiāng chǔ yuè gǎn jué I LOVE YOU ~~
(Semakin mengenalmu, semakin aku merasa aku mencintaimu)
Suí zhe xí guàn xiǎng dú jiā ~~
(Karena terbiasa, aku jadi ingin memiliki sepenuhnya)
yǒng yǒu yǒu nǐ de kuài lè Oh ~~
(memiliki kebahagiaanmu)
----- (Arion) -----
Yī qǐ huān xiào yī qǐ fēng ~~
(Tertawa dan menggila bersama)
Yuè xiāng chǔ yuè gǎn jué I LOVE YOU ~~
(Semakin mengenalmu, semakin aku merasa aku mencintaimu)
Měi fēn měi miǎo péibàn nǐ de kǔ lè ~~
(Setiap menit setiap detik, menemanimu dalam suka dan duka)
---Reff--- (Duet) -----
Duet mereka termasuk sukses memikat perhatian para tamu undangan. Buktinya, mereka mendapatkan Angpau (Amplop Merah khas Tionghoa). Tidak sia - sia perjuangan Ar mengahapal semua kata - katanya, meskipun intonasinya sedikit buyar saat dia menyanyikan bagiannya. Bayangkan saja, ia hanya diberi waktu sekitar 6 jam untuk menghapal lagu yang cukup sulit itu. Belum lagi, dia sama sekali belum pernah menyanyikan lagu dalam Bahasa Mandarin.
"Bagaimana? Apakah sudah cukup dengan sebuah lagu saja?" Tanya MC kepada semua tamu undangan.
Secara serempak, semua tamu undangan menjawab, "Beluuuum..!!"
"Baiklah, ini yang terakhir ya? Jangan siksa mereka lebih lama lagi. Kita akan memutarkan sebuah lagu dan Pengantin barunya akan berdansa di atas penataran ini. Silahkan mikmati tontonannya dan makan malam yang sudah dihidangkan." Ucap MC sambil menjentikkan jarinya.
Musik berputar dan kedua mempelai mulai berdansa di tengah - tengah penataran.
Musik pilihan MC adalah lagi dari Calum Scott - You Are The Reason. Lagu ini sangat serasi dengan suasana malam itu. LAgu yang diputar sudah berhenti, menandakan bahwa kedua mempelai sudah tidak perlu lagi berdansa. MC pun mempersilahkan Pengantin baru itu untuk kembali ke mejanya dan ikut makan malam bersama yang lainnya.
Mulailah Acara yang dimeriahkan oleh para penyanyi dan penari yang berasak dari keluarga Grace maupun yang diundang untuk merayakan Acara malam ini. Keseluruhan Acara berjalan dengan baik dan suasana hangat yang diinginkan Mrs.Melv. pun terwujud.
Berbeda dengan yang lainnya, Grace merasa malu jika harus berhadapan dengan p Ar. Apalagi tadi bibirnya sudah tidak perawan lagi. Ya! Ar lah lelaki pertama yang mengecup bibirnya. Desiran - dersiran menjalar ke seluruh tubuhnya ketika dia mengingat hal itu. Apalagi, malam ini adalah malam pertama mereka. Dia dan Ar sama - sama memikirkan bagaimana cara bersikap dengan benar malam ini. Meskipun demikian, Ar masih bisa menutupi kecanggungannya karena rasa bahagianya lebih besar dari segala rasa yang ada pada saat ini. Grace akan menjadi miliknya seutuhnya sejak malam ini.
>>> Sekian dan Terimakasih <<<
**********
Wahh...!!
TPG akhirnya bisa bertahan sampai eps 100 👏👏
Author ingin memberikan bonus berupa ilustrasi tokoh - tokoh The Perfect Girl yang menurut Author sangat sesuai untuk mewakili karakter masing - masing tokoh pilihan Author.
1. Arion Gavin Melviano
2. Grace Victoria
3. Jeff Mahardika
4. Steve Anderson
5. Lisya Madison
6. Samuel Victor
7. Ricky Yardies dan ELvina Yardies (Fidelya)
Itulah beberapa ilustrasi Tokoh yang cukup berperan di dalam novel The Perfect Girl. Semoga semuanya menyukai gambar ilustrasi ini.
Bagaimana pendapat kalian mengenai cerita The Perfect Girl sejak awal hingga eps ini?
Apakah cukup menghibur atau sebaliknya?
Apakah cerita ini banyak yang mengharapkan untuk berlanjut di season 2?
Silahkan tinggalkan komentarnya yaa..
Ingat untuk selalu memberi jempolnya yaa, Kakak2..
Salam Kasih untuk Yg Terkasih
Love You All 💞💞