THE PERFECT GIRL

THE PERFECT GIRL
TPG2_160



"Selamat ya, Sil."


"Wahh, anakmu kembar."


"Selamat buat kalian. Keluarga Bratadikara langsung bertambah dua."


Begitulah ucapan yang diterima oleh Adam dan Silvia. Teman-teman mereka juga turut memberikan ucapan selamat pada keluarga yang sedang berbahagia itu.


Meskipun ada yang tidak bisa datang menjenguk, mereka menyempatkan diri untuk melakukan panggilan vidio. Adam dan Silvia beserta keluarga besar, sungguh mensyukuri kelahiran anak kembar untuk pertama kalinya di dalam silsilah keluarga mereka.


"Oohh, jadi Dokter itu sempat mengira kalau Silvia sudah selesai melahirkan? Pantas saja kami melihat Dokter yang sudah memberikan ucapan selamatpada kami, berlari dengan terbirit-birit memasuki ruang bersalin," tutur Mr. Melv. yang sedang menggendong bayi perempuan.


Semua orang tertawa lepas mendengar penuturan dari Mr. Melv., karena tidak ada yang menyangka bahwa akan hadir anak kembar dalam silsilah keluarga mereka.


"Eh, kalian sudah tau nama kedua anak kalian? Apa kalian pernah memikirkannya?" tanya Mrs. Melv. yang sedang menyerahkan bayi laki-laki pada Silvia untuk diberi ASI.


"Sudah, Mom. Aku sudah mempersiapkan nama anakku. Kalau dia laki-laki, akan diberi nama Jovin Bratadikara. Karena mereka kembar, yang perempuan akan aku beri nama Jevin Bratadikara. Gimana? Bagus kan?" Silvia bertanya sambil menyusui bayinya.


Adam menghampiri Silvia dan berkata, "Wahh, nama anak kita begitu bagus. Aku saja, belum bisa memikirkan siapa nama anak kita. Makasih, Honey."


Silvia tersenyum manis sambil mengelus rambut Jovin. Dia juga melihat ke arah Jevin yang sangat kalem saat berada dalam pangkuan Opa-nya.


"Ar, gimana dengan Grace? Dia sudah mulai merasakan kontraksi palsu yang sebelumnya juga aku rasakan. Untungnya, ada Kak Elvina yang selalu ada untuk membantunya. Tapi, lebih baik lagi, kamu meluangkan sebagian waktumu untuknya, sama seperti Adam yang akan meluangkan waktunya untuk menemaniku berjalan santai selama seminggu terakhir ini. Mereka juga butuh kasih sayangmu," ujar Silvia sambil menatap Arion dengan sinis.


Arion tidak bisa berkata lebih, dia pun berpamitan untuk pulang ke Mansion. Benar kata Silvia. Aku harus meluangkan waktuku untuk istri dan buah hati kami, Arion membatin.


"Terima kasih atas pengingatnya, Sil. Aku akan pulang sekarang juga. Kemungkinan mereka juga sedang penasaran dengan keadaan kalian," ucap Arion sembari mengambil kunci mobil dan keluar dari ruang rawat inap.


Sesampainya di Mansion, Arion mengelilingi seluruh ruangan yang ada di Mansion untuk mencari Grace. Namun, dia tidak menemukan di mana Grace berada.


Dia mendengar suara nyanyian anak kecil dengan begitu jelas. Dan bahkan nyanyian itu diiringi musik piano. Ya, itu suara nyanyian Ed. Ternyata anak kecil itu cukup mahir dalam bernyanyi, batin Arion.


wǒ xǐ huān nǐ de yǎn jīng, nǐ de jié máo, nǐ de lěng ào~


(Aku suka matamu, bulu matamu dan sifat angkuhmu)


wǒ xǐ huān nǐ de jiǔ wō, nǐ de zuǐ jiǎo, nǐ de wéi xiào~


(Aku suka lesung pipimu, mulutmu dan senyumanmu)


wǒ xǐ huān nǐ quán shì jiè dōu zhī dào cháo xiào, bié nào~


(Aku suka kamu, seluruh dunia tahu aku bercanda, jangan khawatir)


wǒ huì jì xù qǐng nǐ zhǔn bèi hǎo~


(Aku akan terus lanjut, bersiaplah)


Lagu itu sungguh manis didengar. Aku bahkan baru pertama kali mendengarnya dan aku sudah menyukai lagu ini, Arion membatin sembari menikmati alunan musik dan nyanyian yang dilanjutkan oleh Grace.


wǒ xǐ huān nǐ de chèn shān, nǐ de shǒu zhǐ, nǐ de wèi dào~


(Aku suka bajumu, jari-jarimu dan wangi aromamu)


wǒ xiǎng zuò nǐ de mián ǎo, nǐ de shǒu tào, nǐ de xīn tiào~


(Aku ingin menjadi jaketmu, sarung tanganmu dan detak jantungmu)


wǒ xǐ huān nǐ quán shì jiè dōu míng liǎo jiān áo, bié qì nǎo~


(Aku suka kamu, semua orang tahu itu. Sungguh penderitaan, jangan marah)


wǒ duō nài xīn, qǐng nǐ děng zhe qiáo~


(Aku memiliki kesabaran, kamu akan melihatnya)


Elvina yang berlalu lalang di sekitar ruangan musik pun menyadari keberadaan Arion. Mereka sempat saling tatap. Namun, Arion langsung menyilangkan kedua tangannya di bagian dadanya memberi tanda bahwa dia tidak ingin Elvina mengatakan apa-apa tentang keberadaannya saat ini.


Elvina hanya mengangguk kecil dan keluar dari ruang musik melalui pintu lainnya. Arion masih setia berdiri di tempatnya mendengar kekompakan bibi dan keponakan dalam menyanyikan bagian reff lagu tersebut. Dia sendiri saja tidak menyadari kalau dia sampai tersenyum sendiri sekarang ini.


xǐ huān nǐ zài měi yī kè měi yī miǎo~


(Menyukaimu di setiap saat di setiap detik)


xǐ huān nǐ zài měi yī chù měi yī jiǎo~


(Menyukaimu di mana saja di setiap sudut)


xǐ huān nǐ yǐ biàn chéng xí guàn nán yǐ jiè diào~


(Menyukaimu sudah menjadi kebiasaan yang tak bisa kuhentikan)


wǒ duō xǐ huān nǐ, wǒ bù zhī dào~


(Seberapa aku menyukaimu, aku tidak tahu)


Arion terkagum mendengar nyanyian Grace yang cukup menawan. Dia langsung menghampiri Grace dan memeluknya dari belakang sambil membisikkan sesuatu. "Kamu sungguh mengagumkan, Sayang."


Sangkin terkejutnya, Grace menghentikan kegiatannya. Dia membiarkan Arion melakukan hal yang disukainya. Arion menghirup aroma yang ada disekitar tengkuk leher Grace beberapa waktu. Dia juga mengelus-elus perut Grace dan merasakan pergerakan yang ada di dalam sana.


"Ar, biarkan Grace bernafas sejenak. Jangan mengganggu kegiatannya. Aku sedang mengajarkan dia melakukan hal yang bisa membuatnya lebih tenang," tegur Elvina melihat Arion tak kunjung melepas pelukannya pada Grace.


"Uncle! Jangan ganggu Aunty!" Ed pun berlari mendekati Grace dan menarik tangan Grace.


Grace terkekeh kecil melihat tingkah Ed dan Arion yang saling menatap tanda tidak suka satu sama lainnya. Arion yang tak mau mengalah, malah ikut-ikutan menarik tangan Grace dengan lembut.


Grace menggendong Ed dan menyerahkannya pada Arion, lalu menggandeng tangan Arion yang bebas. Melihat hal tersebut, Elvina tertawa terbahak-bahak.


"Kalian sungguh lucu. Baiklah, sudah saatnya kita makan malam. Jangan biarkan kedua orang manja itu terlambat jam makannya," ucap Elvina sambil berjalan menuntun ketiga orang itu ke ruang makan.


"Ini untuk Aunty. Aunty harus makan ini juga, biar tetap sehat," ucap Ed sembari meletakkan beberapa jenis sayuran di atas piring milik Grace.


"Jangan lupa untuk memakan ini lebih banyak dan minum ini lebih dulu," sambung Arion yang menyodorkan sepiring buah yang sudah tersedia dan segelas jus jeruk hangat.


"Sudah, cukup! Aku bisa mengambil makanan dan minuman apa yang ingin aku makan. Kalian itu ya, sungguh menyebalkan!" Grace mulai menggerutu karena kesal melihat tingkah Arion dan Edzard.


Tidak ada yang berani berkata-kata setelahnya. Mereka pun makan dalam diam. Arion merasa tidak bisa melakukan hal yang benar untuk menyenangkan hati istri dan calon buah hati mereka. Dia memikirkan cara untuk memghibur Grace.


Usai makan malam, Elvina mulai membuka suara. Dia bertanya, "Ar, bagaimana keadaan Silvia? Apa dia baik-baik saja? Anaknya laki-laki atau perempuan?"


Arion menoleh ke arah Elvina. Dia mengangguk sambil berkata, "Mereka sangat beruntung. Sekali melahirkan, mereka mempunyai sepasang bayi mungil."


"Maksudnya?" tanya Elvina ingin penjelasan lebih.


"Kak Silvia melahirkan anak kembar, Kak. Sepasang," ucap Grace yang sudah memahami maksud dari pernyataan Arion.


"Wahh, ini sungguh kabar yang menggembirakan. Apakah mereka sudah memberikan nama untuk kedua bayinya?" Silvia bertanya lagi dan lagi.


"Namanya Jovin dan Jevin Bratadikara. Sebenarnya Silvia hanya menyiapkan nama untuk bayi laki-lakinya. Karena anaknya kembar, dia menyetarakan nama keduanya," jawab Arion sambil mengingat kembali nama kedua keponakannya itu.


Silvia menganggukkan kepalanya. Dia melirik ke arah Grace dan memberi kode kedipan mata padanya. Grace bangkit dari duduknya lalu berjalan mengikuti langkah kaki Elvina.


Grace memasuki kamar bersama dengan Elvina. Dia akan melakukan rutinitasnya bersama dengan Elvina di dalam kamar. Elvina menjaga Grace yang akan melakukan sedikit senam yang dikhususkan untuk ibu hamil agar Grace bisa tidur dengan tenang.


Grace hanya perlu duduk dengan kedua kaki bersila. Kemudian dia menempelkan kedua telapak kaki menjadi satu dengan kedua tangan memegangnya. Elvina akan memastikan posisi badan Grace dalam keadaan tegak atau tidak membungkuk.


"Grace, condongkan badanmu ke arah depan atau matras dengan posisi yang masih tegak. Tahan posisi itu selama 10 – 20 detik. Kita akan mengulanginya sebanyak 4 kali repetisi. Kakak akan menghitungnya. Kalau kamu rutin melakukan senam seperti ini, itu akan membantu proses melahirkan berjalan lebih lancar. Percayalah padaku, Grace." Silvia memberikan instruksi dan sedikit penjelasan pada Grace.


Grace mengangguk dan mulai melakukan gerakan duduk secara perlahan. Dia masih bisa menahan kontraksi palsu yang terasa selama senam hamil dilakukannya. Dengan bantuan Elvina, banyak hal yang sudah ia lakukan untuk menjaga keseimbangan kondisi tubuhnya.


Berbeda dengan Grace dan Elvina, Arion dan Ed akan bekerja sama untuk menyanyikan kelanjutan lagu yang tadi dinyanyikan oleh Ed. Arion menanyakan tentang lagu yang mereka nyanyikan itu pada Ed.


"Ed, what was the title of the song you were singing?" tanya Arion sambil menggendong Ed ke ruang musik.


(Ed, apa judul lagu yang tadi kalian nyanyikan?)


Ed menjawab, "Wǒ duō xǐ huān nǐ, Nǐ huì zhī dào or How Much I Like You, You Would Know. Uncle, you can see the lyrics and song tones in that book."


(Kamu akan tau betapa aku mencintaimu. Paman, kamu bisa melihat lirik dan nada lagunya di buku itu)


Arion duduk di depan piano dan mendudukkan Ed di sebelahnya. Wǒ duō xǐ huān nǐ, Nǐ huì zhī dào yang dinyanyikan oleh Wang Jun Qi, batin Arion membaca teks awal dalam buku itu.


Dia pun mulai mempelajari notasi dari lagu itu beserta liriknya. Arion sempat merasa kagum dengan kemampuan Grace yang bisa memainkan nada itu dengan merdu.


Arion tidak lupa memberitahukan pada pelayan untuk melapor pada mereka saat Grace dan Elvina keluar dari kamar. Dia sedang berusaha melafalkan lirik dengan kecepatan yang cukup sulit dijangkau. Meskipun begitu, Ed begiti sabar mengajari Arion demi bibi kesayangannya.


Dua jam kemudian, Arion mendapat laporan bahwa Grace dan Elvina sudah keluar dari kamar. Mereka pun bersiap pada posisi masing-masing. Mereka menyanyikan reff-nya terlebih dahulu agar Arion bisa menyamai kecepatannada dengan suara nyanyian mereka.


xǐ huān nǐ ràng xià yǔ tiān fàng qíng le~


(Menyukaimu dari hujan turun sampai langit mencerah)


xǐ huān nǐ ràng xià xuě tiān wēn nuǎn le~


(Menyukaimu dari musim salju menjadi hangat)


xǐ huān nǐ yǐ biàn chéng xìn yǎng nán yǐ fàng diào~


(Menyukaimu telah menjadi keyakinan yang sulit dilepaskan)


wǒ duō xǐ huān nǐ, nǐ huì zhī dào~


(Seberapa aku menyukaimu, kamu akan tahu)


Selanjutnya, Ed bernyanyi seorang diri. Bawaan dirinya yang santai dalam bernyanyi, membuat Arion semakin tenang dalam bermain piano.


wǒ xǐ huān nǐ dǎ lán qiú měi gè shùn jiān dōu hěn shǎn yào~


(Aku suka kamu bermain basket, setiap saat sangat mempesona)


wǒ xǐ huān nǐ dàn gāng qín měi gè yīn fú dōu hěn měi miào~


(Aku suka kamu bermain piano, setiap nada sangat menakjubkan)


wǒ xǐ huān nǐ péi wǒ kàn shū fēn xīn kàn wǒ tōu xiào~


(Aku suka kamu menemaniku membaca buku, melihatku saat tersenyum)


fān yè yóu xì, wǒ pèi hé nǐ dǎo~


(Membalik halaman, aku bermain bersamamu)


Arion mendengar suara langkah kaki menuju ke arah mereka sambil menyanyikan kelanjutan dari lagu itu. Grace benar-benar datang menghampiri mereka berdua bersama dengan Elvina.


ǒu ěr xīn qíng gǎn mào fā shāo~


(Terkadang flu dan demam)


nǐ shì tián di yào~


(Kamu adalah obat yang manis)


jiù suàn "down" dào bào~


(Bahkan ketika aku terjatuh)


yǒu nǐ fán nǎo quán xiāo~


(Ada kamu, semua kekhawatiran hilang)


xǐ huān nǐ ràng yīng wén shū yǒu qù le~


(Menyukaimu membuat buku bahasa inggris menjadi menyenangkan)


xǐ huān nǐ ràng shù xué tí jiǎn dān le~


(Menyukaimu membuat soal matematika menjadi mudah)


xǐ huān nǐ yǐ biàn chéng xìn yǎng nán yǐ fàng diào~


(Menyukaimu telah menjadi keyakinan yang sulit dilepaskan)


wǒ duō xǐ huān nǐ, nǐ huì zhī dào~


(Seberapa aku menyukaimu, kamu akan tahu)


Grace memberikan tanda pada Arion untuk tetap melanjutkan nadanya. Dia pun menyanyikan lirik terakhir lagu tersebut.


wǒ duō xǐ huān nǐ, nǐ huì zhī dào~


(Seberapa aku menyukaimu, kamu akan tahu)


"Kalian sungguh mengagumkan! Aku senang mendengar nyanyian kalian. Kalian terlihat sangat kompak dan serasi jika kalian seperti itu," ucap Grace sambil bertepuk tangan.


"Baiklah, ini sudah larut. Sudah saatnya tidur. Aku tidak ingin kalian melakukan hal sembrono saat malam tiba. Ar, bawalah istrimu ke kamar. Biarkan dia tidur lebih awal," tutur Elvina memberikan peringatan pada Arion.


Arion mengiyakan permintaan Elvina. Dia merangkul istrinya dan berjalan perlahan untuk menyesuaikan langkah kaki mereka. Dia tidak ingin Grace kelelahan akibat mengikuti jarak langkah mereka yang bebeda jauh.


"Nite and nice dream, Aunty, Uncle. Jesus Bless Us," ucap Ed sebelum dia mengikuti Mamanya.


Grace menyempatkan diri untuk mencium kening Ed sambil membalas ucapannya. Ed sangat senang mendapatkan perlakuan dari bibinya itu. Setiap hari, sebelum dia tidur, dia selalu meminta bibinya untuk mencium pipinya. Karena hanya selama dia tinggal di Jakarta, dia bisa mendapatkan kasih sayang bibinya secara langsung.


"Besok, kita akan keluar dan melakukan sesuatu sebelum Silvia dan bayi kembarnya pulang. Kita akan membawa Kak Elvina dan Ed bersama kita. Sekarang, tidurlah Sayang."


"Cup!" Arion mengecup kening Grace dan mematikan lampu kamar. Dia tidur sambil mengelus perut sang istri. Dia senang melakukan hal itu, begitu juga dengan Grace. Dia bisa lebih cepat tertidur dari biasanya saat perutnya dielus oleh suaminya.


 


 


>>> Bersambung <<<


IG : friska_1609