THE PERFECT GIRL

THE PERFECT GIRL
44



Sudah sebulan dia bekerja di perusahaan Ricky. Grace bisa beradaptasi dengan baik di sana. Meskipun demikian, masih ada saja karyawan lain yang tidak menyukainya. Grace sudah di cap sebagai PELAKOR karena kedekatannya dengan Ricky. Yah, Grace tidak peduli dengan semua itu.


Hari ini Grace mendapat panggilan dari private number. Sebenarnya, dia tidak ingin menjawab panggilan tersebut. Tetapi sudah hampir 20 kali panggilan tak terjawab dari orang tak di kenal.


Akhirnya, dia menyerah dan menjawab ponsel yang berdering itu.


"Hello, do you have time? I want to see you. I have something important to tell you. Give me a little of your time to meet you."


(Halo, apakah kamu punya waktu? Aku ingin bertemu denganmu. Ada hal penting yang ingin aku sampaikan padamu. Beri aku sedikit waktumu untuk bertemu.)


"Who's that?"


(Siapa disana?)


"I'm your big brother."


(Aku abang tertuamu.)


Grace terdiam. Dia berpikir sejenak. Dia merasa aneh dengan orang yang meneleponnya itu.


'Siapa dia?'


'Apa dia benar-benar saudaraku?'


'Apa ini yang pernah di sebut Mama?' (Baca eps. 24)


Semua pertanyaan itu terngiang begitu saja di dalam benaknya.


"Hello, Grace?"


'Hah? Dia tau namaku?' Sesaat Grace tersentak dari lamunannya karena mendengar panggilan dari orang tak di kenal itu.


"Alright, wait for me at the SL Restaurant and I'll be there in about an hour."


(Baiklah, tunggu aku di Restoran SL dan aku akan kesana sekitar satu jam lagi.)


"Okay. Thank you for your kindness. See you later."


(Oke. Terimakasih atas kebaikanmu. Sampai jumpa nanti.)


Grace melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda. Tidak lupa dia mengirimkan pesan singkat pada Ricky meminta izin untuk keluar menemui seseorang di Restoran SL.


Ricky yang bingung dengan isi pesan Grace, langsung keluar dari ruangannya dan menemui adik kecilnya itu.


"Seseorang siapa Grace? Kamu mengenalnya?"


Pertama kali melihat keberadaan Grace, dia langsung melontarkan pertanyaan itu. Grace hanya bisa tersenyum.


"Bang, tadi dia meneleponku. Dia bilang, dia itu Abang tertuaku. Aku hanya ingin memastikan sesuatu yang selama ini tidak kuketahui dari Papa dan Mama."


"Baiklah, tapi, aku tetap akan menyuruh 2 orang untuk mengikutimu. Meskipun dari kejauhan. Mungkin saja dia itu penipu."


"Baiklah, Bang. Jam 12 nanti aku akan menemuinya di Restoran SL."


Begitu mengetahui tempat yang akan dikunjungi Grace, Ricky berbalik menuju ruangannya sambil menelepon seseorang.


**********


Di Restoran SL...


"Grace, over here."


(Grace, sebelah sini.)


Grace sempat linglung mencari sosok lelaki yang hanya di kenal melalui panggilan telepon tadi. Karena namanya di panggil, dia jadi mengetahui keberadaan orang yang ingin ditemuinya.


"How do you know my name? I don't know you at all."


Grace sudah tidak bisa menahan rasa ingin tau nya lagi. Dia langsung bertanya setelah dia berada tepat di sebelah meja lelaki yang memanggil namanya tadi.


"Hey, relax. You sit first. I'll say everything after we have lunch. I ordered food and drinks for us to eat."


(Hei, santai. Kamu duduk dulu. Aku akan mengatakan semuanya setelah kita makan siang. aku sudah memesan makanan dan minuman untuk kita santap.)


Dengan terpaksa, Grace mengikuti permintaan lelaki itu. Dia juga menyantap menu yang sudah terhidang di meja.


Pandangan Grace begitu menusuk. Dia tidak sekalipun melepaskan tatapan anehnya itu pada lelaki yang ada dihadapannya. Setelah melihat mimik wajah lelaki itu dengan seksama, dia menyadari sesuatu.


'Warna mata, runcing hidung dan warna rambutnya sangat mirip dengan Papa.'


"Well, now I will explain everything to you. But I'm begging you to stay calm."


(Nah, sekarang aku akan menjelaskan semuanya padamu. Tapi aku mohon padamu untuk tetap tenang.)


"Alright, I'll listen to you until the end."


(Baiklah, aku akan mendengarkanmu sampai selesai.)


Awalnya, lelaki itu mengenalkan dirinya terlebih dahulu pada Grace. Namanya Koichi Victor. Dia adalah Putra dari Mr.Victor dengan istri pertamanya.


Koichi bercerita tentang semuanya. Dimulai dari sikap Papa yang mulai berubah pada Mamanya semenjak Papa bekerja di Indonesia. Setelah beberapa bulan, terdengar kabar bahwa Papa akan menikahi seorang wanita hamil di sana.


Mamanya begitu syok dan mulai berhenti makan, setelah menggugat cerai Papa. Sehingga Mamanya harus di rawat di Rumah Sakit karena sakit parah dan sekarang sudah tiada.


"The bottom line: Mom told me to look for my younger siblings and have a good relationship with you guys. Mom doesn't want me to hold a grudge against you guys. Because after all we are family."


(Intinya : Mama berpesan padaku untuk mencari adik-adikku dan menjalin hubungan yang baik dengan kalian. Mama tidak mau aku menaruh dendam pada kalian. Karena bagaimanapun kita adalah keluarga.)


Grace mulai merasa bersalah setelah mendengar kata-kata yang dituturkan oleh lelaki dihadapannya itu. Dia mulai membuka hati dan pikirannya untuk menerima keberadaannya Koichi sebagai Big Bro nya.


Canda tawa yang mereka lakukan mendapat perhatian dari orang-orang sekitar. Mereka sangat serasi, seperti sepasang kekasih. Mereka juga tidak menyadari ada seseorang jauh di sana yang menatap tajam pada mereka.


Tak terasa, waktu istirahatnya sudah hampir habis. Dengan segera Grace pamitan dan kembali bekerja, "Sorry. It's time for me to go back to work. Next time we can meet again."


(Maaf. Sudah waktunya aku kembali bekerja. Lain waktu kita bisa bertemu lagi.)


"Thank you for everything. I'm glad to meet you."


(Terimakasih atas semuanya. Aku senang bertemu denganmu.)


Setibanya Grace di meja kerjanya, Ricky menghampirinya dan menyuruhnya masuk keruangannya. Grace di interogasi mengenai pertemuan dengan orang asing itu.


Grace hanya bisa pasrah menceritakan segalanya. Dengan wajah serius dan tangan yang bergerak menampilkan gerakan yang disesuaikan dengan ucapannya. Mata tajam Ricky sama sekali tidak membuatnya takut, karena dia sudah terbiasa dengan tatapan seperti itu.


**********


Selang beberapa hari setelah dia bertemu dengan Big Bro nya, Grace sering menelepon bahkan menemuinya di luar jam kerja. Mereka sudah sangat akrab, hingga orang akan iri melihat kedekatan mereka.


Grace juga tau bahwa saat ini Koichi sedang cuti dan akan mulai bekerja awal bulan depan. Jadi, dia mencari keberadaan Grace. Koichi ingin mengenal Grace dan keluarganya lebih dalam lagi. Dia juga merindukan Papa yang selama ini tidak pernah mengunjunginya lagi sejak menikah di Indonesia.


Grace juga sebenarnya merindukan keluarganya yang ada di Siantar. Tapi, dia masih belum siap untuk pulang. Rencananya, sebelum Koichi balik ke Jepang, dia ingin mempertemukan Koichi pada keluarganya.


PLAKK..!!


Tiba-tiba saja, ada yang menampar pipi kiri Grace begitu kuat. Semua orang di sekitar itu melihat ke arah sumber suara.


"Grace, are you okay?" Koichi merasa sangat kaget melihat adiknya itu di tampar oleh orang yang tidak di kenalnya, tapi dia menahan amarahnya karena melihat Grace yang menggangguk menjawab pertanyaannya dan tangan kiri Grace yang menahan lengannya.


Grace hanya bisa menyentuh pipinya yang memerah akibat tamparan itu dengan telapak tangan kanannya. Airmatanya mulai tertahan dan bibirnya mulai bergetar menahan rasa sakit di pipi kirinya. Saat mengangkat wajahnya, matanya terbelalak melihat orang yang telah menamparnya.


"Lama tidak bertemu, Grace."