
"Terimakasih atas traktirannya, Kak. Hari ini belanjaanku cukup banyak berkat kemurahan hati Kak Grace. Sampai jumpa lagi, Kak." Ucap Sam sambil membalikkan badannya. Sebelum dia pergi, Grace memanggilnya.
"Sam! Ini satu plastik cemilan kamu bawa saja, untuk berjaga - jaga di kala kamu bosan. Dihabiskan ya, jangan dibuang. Sesekali akan Kakak periksa." Ancam Grace terhadap Adiknya.
"Wuihhh, Kak Grace baik sekali. Terimakasih banyak Kakakku tersayang." Setelah mengambil kantongan plastik itu, Sam pun melangkah masuk ke dalam Gedung Apartemen itu.
Grace dan Ar pun berangkat ke Mansion. Sesampainya di Mansion, Grace memberikan sebuah box yang isinya setelan jas yang telah dibelinya dari Mall.
"Nih, buat kamu, Ar. Tadi aku melihat kalau ini sepertinya akan sesuai dengan seleramu dan pas untuk kamu kenakan." Ucap Grace sambil tersenyum manis.
Ar merasa sangat senang mendapat setelan jas yang dipilihkan langsung oleh Grace. Senyum sumringah pun terukir di wajahnya.
"Terimakasih banyak, Grace. Aku tidak menyangka kalau kamu akan membelikanku sesuatu, apalagi itu setelan jas seperti ini." Ucap Ar sambil melihat isi dari box pemberian Grace itu.
"Tidak, kamu tidak perlu mengucapkan terimakasih. Aku yang harusnya berterimakasih padamu, Ar. Karena aku sudah menggunakan Kartu milikmu itu." Ucap Grace sambil menundukkan kepalanya.
"Aku senang kamu mau menggunakannya, Grace. Kamu tidak perlu sungkan begitu. Tadi pagi kamu menolaknya. Aku penasaran, apa ada sesuatu yang terjadi ketika kalian sedang membeli setelan jas ini? Sampai kamu harus menggesekkan kartu kredit pemberianku yang sudah kamu tolak?" Tanya Ar sambil mendekati Grace.
"Hmm.. Iya, tadi pemilik toko itu memandang rendah Sam dan itu membuatku emosi mendengar ucapannya. Aku ingin memberinya pelajaran. Dia menjadi lebih sopan karena melihat aku menggunakan kartu itu dan barang belanjaan kami dibawakan oleh kedua bodyguard mu. Tapi, aku masih merasa aneh. Ada apa dengan kartu kredit itu, Ar? Kenapa dia begitu kaget melihat kartu itu? Bukannya semua kartu kredit itu sama saja ya?" Tanya Grace dengan polosnya.
Ar tertawa terbahak - bahak mendengar pertanyaan polosnya Grace. Dia hanya menjawabnya dengan singkat, "Ini hanya kartu kredit biasa yang tidak bisa dimiliki oleh orang biasa."
Grace terdiam mendapat jawaban Ar yang begitu singkat dan tidak dipahaminya.
"Sudahlah, sekarang kamu masuk kamar dan bersiap - siap. Kita akan menjemput Mommy." Ucap Ar sambil mengusap kepala Grace dan langsung melangkahkan kakinya menuju ke kamarnya.
Grace pun bangkit dari posisi duduknya dan bergegas ke kamarnya. Dia pun tidak lupa mengunci pintu kamarnya.
Selang beberapa menit kemudian..
"Grace? Kamu sudah siap? Kenapa lama banget ngurung dirinya? Mommy sampai chat aku kalau Mommy udah sampai di Bandara. Sekarang Mommy lagi menunggu kita di ruang tunggu." Ar pun berjalan menjauhi kamar Grace.
Akhirnya Grace selesai dengan kegiatannya di dalam kamar. Dia pun segera menyusul Ar menuju ke mobil.
Setibanya Ar dan Grace di Bandara, mereka langsung mencari keberadaan si Mommy. Tiba - tiba ada yang memeluk Grace dari samping kanannya.
"Mommy sangat merindukanmu, Nak." Ucap Mr.Melv. sambil memeluk calon Menantunya itu.
"Lho? Mommy darimana saja? Kami sudah mencari Mom kemana - mana. Ehh, malah muncul begitu saja." Umpat Ar melihat Mommy nya bertingkah seperti seorang Anak kecil.
"Mom tadi ke kamar kecil, Nak. Saat Mom kembali, Mom melihat kalian. Sekalian saja Mom menghampiri kalian berdua. Kenapa kamu malah mengomel? Kamu cemburu ya, kalau Mom memeluk dan merindukan Grace saja?" Ledek Mrs.Melv. pada Anak semata wayangnya itu.
"Tidak. Ar tidak cemburu kok. Ar malah senang melihat Mom begitu akrab dengan Grace. Ayo! Kita berangkat, sudah waktunya makan malam." Ar pun berjalan meninggalkan kedua perempuan yang sedang asik dengan obrolan seputar perempuan sambil mengikuti langkahnya.
Sesampainya di Restoran milik Adam, mereka pun berkumpul untuk makan bersama. Silvia juga datang untuk menemui Mrs.Melv. yang sangat dirindukannya.
"Ehh, Steve kemana? Kenapa Mom tidak melihatnya sejak tadi? Apa kalian tidak memberitahukannya mengenai kedatangan Mom?" Mrs.Melv. menatap satu per satu orang yang sudah berkumpul.
"Dia sedang berkencan, Mom. Jangan diganggu. Nanti juga dia akan tinggal di Mansion setelah acara kencannya selesai. Tapi, Mom harus pura - pura tidak tau dulu untuk sementara waktu sampai dia mengatakannya sendiri. Karena mereka juga belum resmi berpacaran." Celetuk Adam dengan santainya.
"Wahh, ternyata Steve memiliki kemajuan yang pesat selama Mom tidak ada di sini. Mom sangat senang melihat Anak - Anak Mom bahagia. Seperti kalian. Kamu juga jangan mau kalah, Sam." Tutur Mrs.Melv. yang melihat Sam hanya berdiam diri saja di pojokan.
"Iya, Mom." Sam masih sedikit canggung dengan untuk memanggil Mrs.Melv. dengan sebutan Mommy.
Beberapa pelayan pun datang mengantarkan makanannya. Semuanya merupakan menu andalan dari Koki yang bekerja di Restoran milik Adam. Setelah mereka menyelesaikan kegiatan makan malam bersamanya, semua orang ikut ke Mansion, termasuk Sam. Karena Ar sudah memberitahukan padanya melalui pesan singkat mengenai apa yang akan dibahas malam ini setelah Grace tertidur lelap.
**********
Malam harinya...
Semua penghuni Mansion berkumpul di ruang keluarga yang terdapat di lantai atas untuk menjauhi kebisingan dari Grace yang kamarnya terletak di lantai dasar. Setiap orang mendengar dengan seksama apa yang dikatakan oleh Ar. Mereka semua mendapat bagiannya masing - masing dalam kegiatan ini.
Adam dan Silvia membantu Ar untuk menghubungi keluarga dan teman dekat Grace termasuk Jeff dan Ricky. Mereka mendapat bagian membagi kepada setiap orang sebuah tugas kecil.
Steve dan Sam membantu Ar untuk mengecek lokasi dan mengatur segala keperluan di sana hingga memantau keadaan sekitar lokasi. Mereka juga yang mendekorasi tempat yang akan dijadikan sebagai tempat utama dari kegiatan yang akan berlangsung di sana..
Mrs.Melv. memiliki kegiatan penting di sini. Dia yang akan membawa Grace jalan - jalan hingga 2 hari penuh. Setelah itu, mereka harus langsung berangkat ke lokasi dengan alasan yang harus dipikirkan sendiri oleh Mrs.Melv. Dia hanya harus bisa mengalihkan seluruh perhatian Grace padanya, sehingga Grace tidak curiga sama sekali dengan rencana ini.
Sedangkan Ar? Dia akan memantau dan membantu menutupi kekurangan dari pembagian tugas yang masih terdapat kekurangan. Ar akan lebih teliti dalam memilih tempat. Dia ingin menghindari yang namanya bunga yang memiliki serbuk sari. Meskipun sudah lama sekali tidak pernah membicarakan tentang hal ini, Ar masih mengingatnya dengan jelas.
"Aku sudah mengingat semuanya. Tanpa terkecuali. Aku ingat dengan semua yang berhubungan dengan sebelum dan sesudah Aku mengalami amnesia. Jadi, rencana ini aku harap bisa membuat Grace menerimaku sepenuh hatinya dan aku juga akan mengungkapkan bahwa aku sudah mengingat semuanya. Dan aku mau, di hari ulang tahunku bertepatan dengan hari pernikahanku dengannya." Ar menjelaskan maksud dan tujuannya membuat rencana seperti ini.
"Iya! Mom setuju denganmu, Ar. Kamu tidak boleh menunda - nunda lagi. Mom akan selalu mendukungmu apa pun yang terjadi, sayang." Hampir saja Mrs.Melv. ingin berteriak. Tapi, ditahannya karena dia tidak ingin membangunkan Grace.
Mrs.Melv. pun memberikan kode untuk semuanya agar semuanya kembali ke kamar dan tidur. Karena besok merupakan hari dimana aksi mereka dimulai. Semua orang bangkit dari tempat duduknya dan kembali ke kamar masing - masing.
Malam menjelang pagi. Cahaya matahari mulai menyelinap masuk ke dalam kamar melalui celah - celah gorden. Satu per satu penghuni Mansion yang masih terlelap mulai membuka matanya secara perlahan.
Tokk.. Tokk.. Tokk..
"BANGUN..!! Status kalian itu pekerja kan? Kenapa belun ada.yang keluar dari kamar? Sudah jam 7 lho." Teriak Grace pada setiap kamar yang dikunjunginya.
"Pagi, sayang. Kamu cepat siap - siap. Mommy ingin mengajakmu jalan - jalan." Mrs.Melv. memulai perannya dengan hati - hati.
"Lho? Kita mau kemana Mom? Bukannya Mom baru saja tiba semalam ya? Apa Mom tidak lelah?" Tanya Grace dengan ekspresi herannya.
"Tidak ada kata lelah, jika Mom sudah bertemu dengan orang - orang yang Mom rindukan. Mom akan lebih bersemangat lagi karena berjalan - jalan ke tempat yang asyik. Mom ajak kamu karena kamu kan sedang tidak bekerja, nanti siang kita akan berangkat." Ucapan Mrs.Melv. membuat Grace menggelengkan kepalanya.
"Sana mandi dan bersiap - siap. Kita tidsk perlu membawa pakaian ganti, karena nanti kita akan membelinya di sana." Mrs.Melv. mendorong Grace hingga dia beranjak pergi dan mulai bersiap.
"Gimana, Ma?" Tanya Ar yang baru saja keluar dari kamarnya dan melihat sang Mommy ada di dekat tangga.
"Mommy berhasil membuat dia ikut dengan Mom. Kami akan berangkat siang ini juga dengan tujuan ke Kualanamu. Tadi malam Steve sudah memesan tiket dan kamar hotel untuk kami tempati.
"Baiklah, Mom. Selamat bersenang - senang." Ucap Ar melihat wajah berseri Mommy nya.
Setelah semuanya berpakaian rapi, seperti biasa, mereka berkumpul di ruang makan dan sarapan bersama. Mereka menikmati menu masakan Grace yang enak dan lezat, meskipun itu hanya sepiring nasi goreng racikan sendiri.
"Hmm.. Sangat enak masakanmu, Grace. Lain kali Kakak bisa request nasi goreng ini lagi kah?" Tanya Adam sambil menikmati masakan Grace yang sederhana itu.
"Tidak boleh! Hanya aku yang berhak merequest masakannya. Kak Adam kan bisa request masakan Silvia. Kenapa harus Grace?" Ucap Ar dengan ekspresi tidak senang setelah mendengar pertanyaan Adam yang membuatnya geram.
"Sudah, sudah, sudah. Aku tidak akan memasak lagi." Ucap Grace tanpa ekspresi sama sekali.
Ar sempat terkejut mendengar kata - kata yang diucapkan oleh Grace, "Kenapa jadi begitu, Grace?"
"Aku kan mau pergi sama Mommy, Jadi, aku tidak akan memasak lagi untuk beberapa hari ke depan," ucap Grace dengan santainya.
"Astaga, Grace! Aku kira kamu ngambek karena kami membahas masakanmu." Adam pun meluapkan apa yang dia pikirkan tadi.
"Tidak. Aku tidak akan mengambek hanya karena hal sepele seperti itu, Kak." Sahut Grace dengan wajah yang cukup tenang. Tidak ada lagi di antara mereka yang berani mengganggu ketenangan Grace, termasuk Ar dan Adam.
Sesudah mereka menyelesaikan kegiatan sarapannya, mereka pun bubar dengan kegiatannya masing - masing. Steve dan Sam akan pergi ke Wisma yang ditunjuk oleh Ar sore ini juga. Karena mereka juga harus menyelesaikan pekerjaannya terlebih dahulu sebelum meninggalkannya beberapa hari.
Sedangkan Silvia, dia mengikuti Suaminya ke Restoran untuk membantu mempersiapkan peran masing - masing orang yang akan dihubungi oleh Adam.
Ar memiliki rencananya sendiri dalam mempersiapkan dirinya untuk melancarkan aksinya di akhir pertunjukan. Dia akan menyewa beberapa penyanyi, penari dan pemain musik yang ahli dalam bidangnya.
Untuk sementara, semuanya masih dalam kendali. Belum ada halangan apapun yang bisa mengganggu rencana ini. Semoga saja Ar dan teman - temannya berhasil membuat kejutan untuk Grace. 😉😉
>>> Bersambung <<<
Sampai sini dulu ya..
Kita akan lanjut di eps selanjutnya..
Jangan lupa berikan supportnya untuk Author..
Thor tidak minta yang aneh - aneh, hanya like dari jempolnya..
Kalau komen, itu semuanya semaunya readers saja..
Salam Kasih untuk Yg Terkasih
Love You All