
Aku sudah selesai dengan kuliah ku hari ini. Tugas ku kemarin sudah ku berikan kepada dosen ku dan berharap tidak ada revisi lagi.
Sienna menepuk pundak ku ketika aku keluar dari ruang dosen.
“Heh !” Sapa nya sambil memeluk buku-buku besar nya.
Kita berdua berdiri di lorong kampus.
“Cerita sama gue ada apa?” Todong Sienna membuat ku menghela nafas begitu dalam.
Dugaan ku benar ternyata Sienna tahu aku sudah menyembunyikan hal yang lain.
“Caca sama Sisil mana?” Tanya ku melirik kanan kiri ku.
“Mereka masih ada kelas” jawab Sienna terlihat tak sabar dengan cerita ku.
“Ya udah kita ngobrol di kantin yu” ajak ku sambil pergi menuju kantin,dan Sienna langsung mengikuti ku.
Di kantin kampus aku sudah duduk di salah satu kursi panjang dan Sienna duduk di sebrang ku. Kami sudah memesan sebuah minuman segar untuk menyegarkan tenggorokan kami.
“Ini soal Danu” ujar ku memulai bercerita.
Sienna hanya diam terus memperhatikan ku dengan serius.
“Dia masih ganggu sampe sekarang. Dia malah semakin berani buat nyamperin gue di acara pertunangan Cateline kemarin”
“Lo kesana?” Tanya Sienna yang sepertinya sudah melihay berita jika Cateline sudah bertunangan.
“Gue kesana sama Aditya. Tapi ternyata Danu juga ada disana,dia samperin gue pas gue sendiri dan dia ungkapin perasaan dia sama gue. Berani banget kan tuh orang” kesal ku mengingat keras kepala nya Danu.
“Dia tau kan lo mau married”
“Dia tahu Syen. Bahkan Aditya udah bilang ke semua temen artis nya kalo gue calon istri nya,tapi Danu bilang dia ga peduli itu”
“Gila tu orang” cibir Sienna ikut tak percaya dengan sikap Danu.
“Bener-bener ya Danu. Ini bahaya tau ngga kalau sampe Aditya tahu, tapi lebih bahaya lagi kalau dia tahu dari orang lain atau malah infotainment” ujar Sienna menakuti ku.
“Justru itu. Danu kemarin aja satu pesawat sama kita,dan dia berani pegang tangan gue di dalem kabin pesawat,gue takut ada orang yang liat terus foto kita diem-diem dan di masukin ke media,nyawa gue bisa terancam ini Syen” ucap ku dengan meremas rambut ku dengan kedua tangan ku,begitu takut membayangkan itu terjadi.
“Lo ngomong deh sama Aditya” ucap Sienna.
“Gimana cara nya? Gue harus tiba-tiba bilang sama Aditya kalau sebenarnya Danu udah ganggu gue selama ini? terus akhirnya Aditya marah cari Danu dan lo pasti tau apa yang akan terjadi setelah nya kan?” Tanya ku meminta Sienna membuat satu fikiran denganku.
“Danu bisa lenyap di muka bumi ini” tebak Sienna dengan terlihat takut membayangkan itu.
“Ngeri banget gue bayangin nya. Terus gimana?” Tanya dia lagi.
“Gue ga tahu Syen. Gue bingung. Gue udah mau married sebentar lagi,gue ga mau malah ada berita jelek lagi tentang Aditya sekarang. Nama Aditya udah bersih di hadapan semua orang,gue ga mau ada berita lagi kalau dia berantem sama Danu dan semua orang ngorek-ngorek masalah nya” ujar ku mengutarakan ke khawatiran ku.
“Ya udah. Lo jauhin Danu sebisa mungkin deh Dheb. Jangan sampe lo kasih kesempatan dia buat deketin lo”
“Iya lah,tiap ketemu aja gue selalu ngehindar. Lagian gue heran deh,padahal gue ketemu dia aja cuma beberapa kali tapi kenapa Danu seolah terobsesi gitu sih sama gue?” Tanya ku dengan pertanyaan yang masih beluk terjawab sampai sekarang.
“Oh iya” seru Sienna terlihat teringat sesuatu.
“Gue lupa mau cerita ini. Lo inget waktu kita penyuluhan di hotel beberapa taun lalu?” Tanya Sienna membuat ku berusaha mengingat itu.
“Iya gue inget”
“Itu kan ada Danu disana Dheb. Lo kan sempet ambil tema keindahan bawah laut,nah terus Danu tuh keliatan ada disana nyaksiin persentasi elo” aku mengerutkan kening ku tak mengingat jika ada Danu disana.
“Ada Dheb. Dia ada disana bareng sama temen-temen artis nya yang lain. Waktu itu kan MAPALA kita di promosiin sama si Jimmy jadi yang dateng ada kalangan artis juga”
“Ya gue ga tau ada Danu disana”
“Ya lo mana pernah perhatiin orang” ledek Sienna.
“Dan lo harus liat ini” ujar Sienna memperlihatkan sebuah foto kepadaku.
Foto aku,Sienna,Caca dan Sisil sedang berada di atas boats dan tengah berfoto ketika boats sedang berjalan. Sienna men zoom foto itu dan terlihat ada Danu di belakang kami semua.
“Hah ini Danu?” Tanya ku merampas ponsel Sienna dan meneliti foto itu.
Foto itu di ambil ketika kami semua KKN di Bali beberapa tahun yang lalu dan itu pertama kali nya aku mengajak teman-teman ku untuk mencoba diving,karena biasanya aku sering diving itu sendiri. Dan di foto itu ada Danu tidak sengaja masuk ke frame. Dia tampak sedang duduk dan memegang ponsel nya menatap ke sebelah kiri nya. Rambut dia masih terlihat pendek dan badan nya belum se gagah seperti sekarang. Tapi kulit putih dan ketampanan yang dia punya masih sama seperti wajah orang Rusia.
“Kok bisa kita satu boats sama dia?” Tanya ku tak percaya.
“Kemarin itu gue mau posting foto kita yang terbaru di Bali,nah gue mau satuin sama foto kita yang lagi KKN ,niat nya gue mau posting dengan status ‘last and than’ gitu yang lagi trend sekarang. Tapi gue malah nemu foto itu gue juga kaget” ujar Sienna bercerita.
Lalu aku berusaha mengingat masa-masa dulu aku dan teman-teman ku KKN disana.
“Astaga! Gue pernah ngobrol sama dia!!” Ucap ku shock mengingat semua itu.
“Apa!!!” Tanya Sienna ikut terkejut.
Aku kembali mengingat kejadian beberapa tahun yang lalu ketika pertama ke Bali dengan teman-teman ku.
Beberapa tahun lalu ketika KKN di Bali,aku sempat pergi diving dengan teman-teman ku,dan saat itu adalah pertama kalinya ketiga teman ku mau di ajak untuk diving jika sebelum nya aku selalu sendiri. Kami semua sempat berfoto dulu di atas boats sebelum kami menyelam,dan memang ada beberapa penumpang di dalam boats yang tidak kami kenal.
Saat itu Danu belum se terkenal sekarang. Dan kami semua masih tak mengenal nya.
Boats berhenti di tengah-tengah pantai. Membuat kami semua yang ikut langsung bersiap untuk menyelam. Waktu itu aku dan ketiga teman ku masih belum punya peralatan menyelam dan kami masih menyewa nya di Wayan sang supir boats kami.
Semua orang sudah masuk ke dalam air untuk menyelam dan tersisa lah aku yang masih sibuk mengikat rambut ku dan juga memasang kaki katak ku,dan juga ada Danu sedang duduk bersandar di hadapan ku dengan kacamta hitam nya. Dia memakai kemeja pendek berlukis suasana pantai yang berwarna jingga seolah menggambarkan matahari terbenam. Baju itu selalu di jual di setiap toko baju di pesisir pantai.
“Kenapa tidak ikut menyelam dengan teman-teman mu?” Tanya ku kepada orang yang sama sekali tidak ku kenal.
Pria itu menatap ku dengan bingung. Mungkin dia berfikir siapa aku menanyakan hal seperti itu.
“Aku tidak suka diving” jawab nya ketus dan kembali memainkan ponsel nya.
“Suka bukan berarti tidak bisa kan?” Tanya ku sedikit menyindir nya.
“Aku akan ada pemotretan juga nanti siang di bawah laut,jadi nanti saja aku diving sekalian pemotretan kan?” Jawab nya dengan menunjukan bahwa dia adalah seorang model.
Aku menggelengkan kepala ku sambil tersenyum menertawakan nya.
“Kamu sudah seperti artis,kurang menikmati indah nya hidup. Kamu terlalu terpacu dengan tujuan kamu sampai kamu melewati hal-hal yang akan membuat mu bahagia di sekitar kamu” cibir ku dengan berani menasehati nya.
Dia terlihat memikirkan kata-kata ku tanpa menjawab nya. Lalu aku meninggalkan dia sendiri di atas boats dengan menyusul teman-teman ku yang sudah menyelam.
“Gila lo Dheb. Berani banget lo ledek Danu waktu itu” ujar Sienna begitu bangga mendengar cerita ku.
“Ya gue kesel aja waktu itu seolah dia so sibuk dengan pemotretan dia,sementara temen-temen nya yang lain fine-fine aja buat diving sebelum pemotretan mereka itu” ujar ku kesal kembali mengingat masa itu.
Aku pun tidak tahu kenapa tiba-tiba aku harus berkata seperti itu kepada orang yang baru saja aku kenal.
“Pantes aja semalem Danu bilang kalo ada orang yang udah berhasil merubah kehidupan nya itu sekarang” ujar Sienna mengingatkan ku tentang ucapan dia tadi malam kepada Aditya.
Aku berfikir apa hanya karena itu Danu bisa menyukai ku?