Obsessive Love Disorder

Obsessive Love Disorder
Senang pernah berteman dengan mu Andre



Seseorang mengetuk pintu kosan Sienna.


“Kayak nya itu paket gue deh. Bentar ya” Sienna berdiri dan menghampiri pintu kosan nya.


Lalu aku dan Caca kembali mengomeli Sisil.


“Bisa ga sih lo ga bego sekaliii aja” kesal Caca.


“Gue kan nanya doang,bener apa ngga itu Apartemen yang M M itu” ujar Sisil dengan masih saja kikuk dan cemberut.


“Iya udaaahhh ga usah di bahas kaya gitu Sil. Duuuhh mau mau nya gue bertemen sama orang kek lo sih” aku tertawa melihat Caca yang sudah begitu gemas kepada Sisil.


Terdengar Sienna membuka pintu lalu dia diam tak terdengar bersuara melihat siapa orang yang sudah mengetuk pintunya.


“Ada Dhebi di dalam?” Aku mendengar seorang pria menyebut nama ku di ambang pintu.


Sienna menggeserkan tubuh nya untuk menjawab pertanyaan pria itu agar dia melihat sendiri yang di tanyakan dia ada di ruang tamu. Aku langsung berdiri begitu melihat seorang pria bertubuh tinggi dengan memakai kemeja panjang coklat melihat kedalam ruangan.


Andre. Aku terkejut melihat nya berdiri di sana. Andre juga tak jalah terkejut nya melihat aku dan Aditya sedang duduk di ruang tamu bersama teman-teman ku.


Aku menatap Aditya yang sudah merubah raut wajah nya kembali emosi. Aditya ikut berdiri dan menatap tajam Andre dia langsung berjalan menghampiri Andre dengan kepalan tangan nya seperti bersiap untuk kembali menghajar Andre.


Aku segera menghadang Aditya dengan panik.


“Di..” Aditya menatap ku.


“Izinkan aku bicara sama Andre”


“Ngga!” Dia kembali hendak melangkahkan kaki namun aku terus menghalangi nya dengan tubuh ku.


“Aditya!”


Dia melihat ku dengan penuh kekesalan.


“Kasih aku waktu untuk bicara sama Andre, aku mau selesaikan semua ini. Percaya sama aku”


Lalu Aditya mengatur nafas nya. Dia menenangkan diri nya dan berdiri di tempatnya dengan mata yang terus tajam menatap Andre.


Aku membalikan badan ku dan menghampiri Andre.


“Kita bicara di luar” ucap ku meminta Andre untuk mundur ke teras depan dan menjauh dari Aditya.


Aku begitu takut jika Aditya dan Andre kembali berkelahi disini. Luka yang di miliki Aditya saja belum hilang dari wajah nya.


Andre mengikuti ku berdiri di depan halaman kosan Sienna.


Aku berdiri di hadapan nya.


“Dhebi”


Andre melangkahkan kaki mendekati ku namun aku menahan nya dengan kepalan tangan ku yang di lentangkan di dadanya meminta agar dia memberi jarak sepanjang tanganku ini. Andre menghentikan langkah nya dan menatap ku dengan kecewa.


“Kamu liat sendiri kan Aditya cemburunya seperti apa? Lebih baik kamu jangan mencoba untuk membuat dia marah lagi” ketus ku dengan mengingatkan dia masalah kemarin.


“Aku ga peduli kalau harus kembali bertengkar dengan dia demi kamu Dheb” ucap nya begitu berani.


Aku berdecak kesal mendengar Andre masih saja tidak mengerti antara aku dan Aditya yang sulit untuk di pisahkan.


“Udah lah ndre. Kamu ada urusan apa lagi? Untuk apa kamu kesini?” Aku melipat kedua tangan ku,dan meminta nya untuk tidak ber basa basi.


“Aku mau jelasin semuanya”


“Jelasin apa?” Kesal ku.


Itu pasti foto aku dan Aditya ketika memakai adat pernikahan Sumba disana. Ternyata Aditya menyimpan foto itu.


“Awal nya Lucy hanya minta aku untuk cari tau tentang kamu Dheb,karena menurut dia,kamu sudah begitu banyak merubah Aditya,perubahaan Aditya terlalu drastis ketika bertemu kamu,dia ingin tahu apa yang membuat dia segila itu sama kamu. Dan dia meminta aku mencari tahu tentang kamu,dan akhirnya aku menemukan tempat kamu bekerja di Bandung. Lucy meminta aku untuk mendekati kamu,dengan cara dia membuat kan film untukku. Aku juga heran kenapa bisa dia sampai seperti itu untuk dapat informasi tentang kamu. Tapi Lucy benar-benar terobsesi sama Aditya Dheb,aku sebagai teman nya hanya mau mebantu dia,aku hanya kasihan sama dia karena selama ini Aditya tidak pernah memperdulikan Lucy. Dan semua itu karena kamu”


Aku terus mendengar penjelasan nya tanpa berkomentar.


“Dheb please” Andre berusaha menyentuh tangan ku,namun aku menghindarkan tangan ku.


“Ndre, aku tahu kamu memang tulus sayang sama aku,dan aku juga sayang sama kamu ,tapi sayang yang aku punya ke kamu ga melebihi rasa sayang aku ke Aditya. Selama ini aku sudah berusaha untuk membuka sepenuh nya hati aku untuk kamu, tapi aku ga bisa, aku juga ga tau kenapa begitu sulit untuk aku menerima kamu. Dan ternyata ini alasan nya. Kamu bohongi aku selama ini, bahkan kamu tahu siapa yang menyebab kan aku akhirnya di fitnah oleh semua orang sebagai perusak hubungan Aditya,kamu tahu siapa pelakunya tapi kamu malah diem aja Ndre, kamu malah membiarkan itu tersebar luas,kamu membiarkan aku menanggung malu,itu namanya sayang ?” kesal ku sedikit berteriak.


“Aku minta maaf tentang itu Dheb, tapi aku bener-bener ga tau kalo Jimmy akan berbuat seperti itu”


“Aku ga butuh pembelaan kamu lagi, kita sudah selesai”


Andre menatap ku penuh harap. Aku memalingkan wajah ku agar tidak terpancing untuk kasihan dengan dia lagi.


“Senang berteman dengan kamu selama ini samuel Andreas” ucap ku tanpa menatap nya.


“Dheb” aku berjalan melewati nya.


Andre berusaha menahan ku.


“Ngga..ngga..ngga Dheb”


aku tak mengacuhkan nya.


“Dhebi”


Aku menutup pintu Sienna dan mengunci nya. Aku masih memegang pintu menyembunyikan air mata ku dari Aditya dan ketiga teman ku.


“Dhebi buka pintu nya!” Teriak Andre.


“Dhebii !!” Dia masih saja menggedor gedor pintu Sienna dengan kencang.


“Dheb, kasih aku kesempatan sekali lagi untuk perbaiki semunya” dia berusaha menggerakan handle pintu.


“Dhebii!!”


Seseorang memegang bahuku.


Itu Aditya. Dia melihat ku begitu pilu, dia menghapus air mata yang sudah membasahi pipi ku. Aditya begitu mengerti perasaan gundah yang sedang ku rasakan ini. Aku memeluk Aditya,membenamkan wajah ku di dada yang bidang nya. Aditya mengelus punggung ku untuk menenangkan ku.


Andre masih saja berisik di balik pintu, namun aku dan Aditya membiarkan nya.


“Kamu sayang dia?” Tanya Aditya dengan masih memeluk ku ketika mendengar Andre sudah pergi dengan mobilnya.


“Aku sudah menganggap nya sebagai sahabat. Aku sayang sama dia,tapi aku ga percaya dia bisa berbuat setega ini”


“Andre sudah terlalu jauh sayang sama kamu,dia melakukan semuanya agar bisa dapatkan hati kamu” fikiran Aditya memang benar. Andre sudah terlalu jauh mencintai aku sampai seperti ini.


“Dia mencari aku selama setahun ini Di” ucap ku menatap Aditya.


“Aku merasakan apa yang di rasakan Andre. Dia akan sulit untuk melupakan kamu, karena kamu memang begitu spesial”


Aku menatap nya haru karena bisa-bisa nya dia masih saja bisa untuk menggida ku di saat seperti ini.


“Tapi. Aku tidak akan membiarkan orang lain merebut kamu dari aku” ucap Aditya begitu meyakinkan.


Ya,dia tidak akan pernah membiarkan itu terjadi,semua sudah terbukti. Tidak ada satu orang pun yang berhasil mengambil hatiku selain Aditya.


Ketiga teman ku hanya bisa menonton dengan haru di sofa ruang tamu,mereka begitu sedih begitupun bahagia. Mereka seperti sedang menonton film cinta secara langsung.