Obsessive Love Disorder

Obsessive Love Disorder
Bertemu Wardanu



Aku segera memberi tahu Aditya tentang restu Papa dan Mama ku malam itu. Aditya juga memberi tahu ku jika orang tua nya sangat setuju dengan ku.


Pertemuan keluarga kala itu begitu menegangkan,namun berjalan begitu lancar. Aku sangat senang karena akhirnya rencana pernikahan ku dan Aditya sudah bisa di bicarakan oleh kedua orang tua kami lewat telepon.


Aku sangat bahagia.


Beberapa hari berlalu. Perencanaan pernikahan aku dan Aditya pun sudah akan mulai di lakukan. Yang sibuk adalah orang tua ku dan orang tua Aditya sedangkan kami berdua hanya tinggal menunggu kabar dari mereka dan hanya bisa mengiyakan apa keputusan mereka.


“Aku bingung. Yang akan menikah itu kita atau orang tua kita?” Tanya Aditya dengan kesal menatap layar ponsel nya karena hari ini dia mendapatkan beberapa kali telepon dari Mama dan Nenek nya.


Aku menertawakan nya. Dengan tangan terus sibuk memasak untuk makan malam.


“Sudah lah. Aku percaya kepada mereka”


“Aku harus pergi ke Bali untuk mengurus perpindahan nama bisnis Kakek” ujar Aditya dengan berdiri di samping ku dan menyandarkan diri nya agak jauh dengan tungku kompor.


“Kapan?” Tanya ku dengan terus memasak.


“Besok lusa”


“Oke” jawab ku dengan santai.


“Kamu harus ikut” ujar Aditya meminta.


Aku menatap dia dengan sayu dengan mengerutkan kening.


“Di aku masih harus kuliah. Tinggal sedikit lagi aku selesaikn tugas akhir ku,aku ga mau kehilangan dosen pembimbing ku”


“Dhebi. Aku ga bisa meninggalkan kamu disini sendiri. Aku ga bisa memaafkan diriku sendiri kalau ada sesuatu yang terjadi lagi sama kamu”


“Aku akan tinggal dengan Sienna di kosan nya” ucap ku.


“Jangan! itu lebih berbahaya,di kosan Sienna ga ada penjagaan seperti Apartemen ku. Biar mereka yang tinggal disini,aku akan meminta tempat tidur tambahan untuk mereka tidur di ruang tengah” ujar Aditya membuat mata ku membulat.


“Boleh?” Tanya ku gembira.


“Ya tentu saja”


“Yes” aku meloncat kecil kegirangan


“Aku akan kabari teman-teman ku besok”


Aditya tersenyum manis melihat ku yang begitu antusias.


Keesokan hari nya aku mengabari teman-teman ku untuk segera datang ke Apartemen dan menemani ku selama beberapa hari disini. Dan mereka dengan senang hati menerima ajakan ku. Aku membantu Aditya mempersiapkan perbekalan nya untuk pergi ke Bali selama beberapa hari.


“Kamu kapan ada tugas lapangan ?” Tanya Aditya ketika aku memakai kan nya jaket yang tebal sebelum dia pergi.


“Aku belum tahu”


“Baiklah”


Aditya menatap ketiga teman ku yang sudah berjejer di belakang ku menunggu Aditya untuk pergi.


“Aku titip Dhebi dan Apartemen ku ya” ujar Aditya memberi pesan kepada ketiga teman ku.


“Aman Dit. Kita pasti jaga disini” ujar Sienna.


“Buat diri kalian betah ya” tambah Aditya memberi pesan.


“Iya lah bakalan betah banget kita disini banyak makanan,bisa berenang gratis,nge gym..” Caca memelototi Sisil dengan seram lalu membuat dia diam dengan takut.


Aditya terlihat tertawa.


“Baiklah. Kabari aku jika ada apa-apa” ucap Aditya membelai rambut ku lalu mencium kening ku.


Ketiga teman ku terlihat begitu melted melihat keromantisan Aditya.


“Aaahhhh” ucap mereka begitu meleleh.


Aku menoleh kebelakang dengan mengkerutkan kening ku.


“Bye kalian” pamit Aditya dengan menarik koper nya.


“Aku pergi ya” pamit Aditya kepadaku.


“Iya” jawab ku dengan lembut.


Lalu dia pergi dari Apartemen dan menghilang di balik pintu.


Beberapa detik kemudian ketiga teman ku bersorak bahagia dan kegirangan meloncat sana sini. Mereka begitu bahagia di ajak untuk menginap di Apartemen yang super mewah ini. Mereka bisa menikmati segala fasilitas yang ada disini dengan gratis dan enak. Bahkan Aditya membolehkan kita untuk memesan makanan di Apartemen sesuka kita yang akan masuk kedalam tagihan nya.


“Seneng banget sih gue” ucap Sienna memeluk ku dengan heboh.


“Apaansih” risih ku dengan menertawakan nya.


“Kapan lagi coba kita nginep di Apartemen mewah ini untuk beberapa hari”


“Haha iya iya puas puas lo semua deh” ucap ku dengan mengibaskan kedua tangan ku kepada mereka.


“Terus kita mau ngapain?” Tanya Sisil membuat semua kembali hening dan berfikir.


Caca langsung menjentikan jari membuat kita menatap nya serentak.


“Kita berenang dulu” ucap Caca.


“Ayok” seru Sienna.


Lalu aku pun ikut mengiyakan dia dan segera bersiap untuk pergi ke kolam renang yang ada di lantai teratas di rooftop.


Kita sudah berenang selama setengah jam. Dan aku sudah merasa lelah menunggu di kursi panjang samping kolam. Aku memperhatikan teman ku yang masih begitu bersemangat berenang dan berswipe fhoto disana. Kolam renang di rooftop ini memang indah,dengan tema outdoor menyuguhkan seluruh lampu kota dan kemacetan kota pun dapat di lihat di atas sana walaupun keadaan sudah malam dan langit yang luas dengan taburan bintang pun dapat kita saksikan dengan leluasa.


Aku hanya bersandar di kursi panjang itu dan menyaksikan keindahan lampu kota dengan diam. Tak lama aku mendengar suara pesawat yang melewat terdengar begitu dekat. Aku menengadahkan kepala ku untuk melihat pesawat yang melintas tepat di atas kepala ku. Aku menyaksikan nya dengan takjub dan indah,lampu-lampu kedap kedip pesawat yang membawa penumpang begitu terlihat sangat jelas,dan dia melewati beberap bintang yang berada di atas sana,tak sadar aku telah tersenyum sepanjang menyaksikan pesawat itu melintas tampak dekat di atas kepalaku,sampai aku tak sengaja melihat orang yang tengah memperhatikan ku di kursi samping kanan ku. Jarak kita hanya terhalang oleh 2 kursi,dia begitu dengan jelas memperhatikan ku dengan memakai celana renang nya,dan dengan bertelanjang dada duduk di kursi sampil menatap ku.


Dia baru saja berenang dan memakai handuk di punggung nya. Dia tersenyum menertawakan ku. Entah menertawakan ku yang terkesan kampungan karena melihat pesawat dengan bahagia atau tertawa karena dia yang tampak aneh.


Aku langsung memalingkan wajah ku dan tak mengacuhkan nya. Caca dan Sienna menghampiri ku dan duduk di depan ku.


“Lo udahan?” Tanya Caca.


“Iya gue capek” jawab ku dengan terus menyandarkan diri di kursi dan sesekali melirik pria tadi disana.


“Kenapa sih lo?” Tanya Sienna menatap ku aneh.


Sisil baru mengangkat diri nya dari kolam renang,memakai handuk dan duduk di samping ku untuk bergabung dengan kami.


“Tu cowo liatin gue mulu sih dari tadi,risih gue liat nya” kesal ku dengan menunjukan pria yang sekarang sedang memainkan ponsel nya.


“Mana?” Tanya Caca membalikan badan nya.


Di ikuti Sienna dan Sisil yang juga penasaran dengan orang yang aku tunjukan dengan tatapan mata ku.


Sisil menarik nafas nya dengan terkejut dan terlihat dia seperti sesak karena menarik nafas terlalu dalam.


Sisil menepuk nepuk kaki ku dengan mata yang tak lepas dari pria tadi.


“I..i..itu” Sisil terbata bata dan sulit sekali untuk berbicara.


“Apasih lo ah” kesal ku menepis tangan nya dengan kesal karena Sisil seperti melihat hantu.


“Itu Danu Dheb” ujar Sienna menatap ku tak percaya.


“Ih iya itu Wardanu” sahut Caca dengan kembali memastikan.


“Danu Wardanu siapa sih?” Tanya ku dengan mengkerutkan kening.


Semua teman ku berdecak kesal secara bersamaan.


“Wardanu artis lama kok yang sekarang baru booming lagi Dheb. Dia itu penyanyi terkenal ih lo masa ga tau lagu-lagu nya yang sering gue puter itu loh yang, aku ingin kau selalu ada untuk mu..” Sisil dengan serius menyanyikan lagu orang itu untuk mengingatkan ku. Namun kencang nya nyanyian Sisil malah membuat pria yang bernama Wardanu itu menoleh ke arah kami.


“Iya iya iya iya” ucap ku langsung membungkam mulut nya.


“Gue inget gue inget, udah yuk kita turun” ucap ku dengan terus membungkam mulut Sisil yang masih ingin terus bernyanyi.


Pria itu tersenyum melihat tingkah kami yang lucu lalu kami pergi meninggalkan dia.